7 Oncor Sinari Malam 1 Suro di Perumahan Balun Graha, Cepu

.-

Bertempat di Balai RW.16 Kelurahan Balun , , puluhan warga Permai berkumpul untuk merayakan datangnya Penanggalan Jawa, Selasa malam (18/7/2023).
Warga dengan beragam agama, pada malam itu berbaur dan bersatu mengikuti acara demi acara sambil menyantap sajian Bubur dan Nasi Tumpeng, serta aneka jajanan yang disediakan panitia.
Berbeda dengan penyambutan 1 Suro tahun-tahun sebelumnya, pada malam itu acara dikemas dengan nuansa namun tanpa meninggalkan kesan spiritualnya.


Edy Susilo selaku ketua panitia menegaskan bahwa acara menyambut 1 Suro bukanlah agama, melainkan meneruskan nenek moyang serta nguri-uri Jawa. “Tanggal 1 Suro yang bertepatan dengan 1 Muharam bukan hanya milik umat Islam, melainkan seluruh bangsa Indonesia,” ujarnya.
Menurut Edy kali ini panitia sengaja mengemas acara 1 Suro secara adat, dan bukan secara keagamaan. “Tujuannya, untuk mengembalikan semangat para leluhur yang pada waktu itu ingin menyatukan rakyat dan bangsa yang berbeda-beda agama,” tandasnya.
Sebelum Ketua RW.16 Rudi Hartono dan Ketua RT.02 Edi Tiatmanto menyampaikan sambutan, acara 1 Suro di perumahan tertua di Kota Cepu itu diawali dengan menyalakan 7 buah oncor yang diberdirikan di halaman balai RW.

Baca Juga:  Gabus-Tambakromo Rusak Parah, Banyak Kendaraan Terperosok Lubang Jalan


“Semoga peringatan Suro tahun depan bisa digelar lebih besar dan lebih meriah dengan melibatkan seluruh warga perumahan,” harap Rudi Hartono.
Sementara itu Edi Tiatmanto mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi, baik tenaga, pikiran, serta finansial. “Khususnya kepada ibu-ibu yang telah menyumbangkan aneka jajanan pada malam ini,” ucapnya.
Usai menikmati Bubur Suro dan Nasi Tumpeng, warga yang datang berpasangan suami istri dan anak pada malam itu masih diberikan kejutan oleh panitia berupa pembagian doorprize yang berjumlah tujuh. “Pitu itu mengandung makna pitulungan,” papar Edi Tiatmanto usai acara. (*)