banner 728x250

Korban Penganiayaan Oknum TNI AL Mengadu ke Polres Blora

Anggap Kinerja Polsek Cepu Lamban dan Tidak Profesional

BLORA.-

Merasa laporannya direspon lambat oleh Polsek Cepu, Y, korban penganiayaan yang diduga melibatkan oknum anggota TNI AL mengadu ke Polres Blora. Melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kinasih, Y, Senin (22/8) lalu berkirim surat kepada Polres Blora. Korban minta Kapolres Blora mengawal kasus yang dialaminya sekaligus mengawasi kinerja Polsek Cepu yang menangani kasus tersebut.
“Supaya anggotanya bisa bekerja cepat dan bertindak profesional. Sehingga dapat memberikan keadilan dan kepastian hukum bagi korban,” ujar Direktur LBH Kinasih, Agus Susanto, Selasa (23/08/2022).
Menurut Agus Susanto, langkah ini menjadi hal wajar, karena korban mengalami luka fisik dan trauma psikologis. “Namun penanganan Polsek Cepu atas kasus ini masih jauh dari harapan kami. Lamban,” jelasnya.
Dia menjelaskan, bahwa kasus itu berjalan sudah 12 hari sejak pelaporan. Namun, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan tersebut. Padahal semua bukti, baik hasil visum maupun rekaman CCTV sudah ada.
Dalam kasus ini, selain melaporkan ke Polsek Cepu dan meminta pengawalan kasus ini ke Polres Blora, LBH Kinasih juga melaporkan dugaan penganiayaan tersebut kepada Komandan Polisi Militer Lantamal V Surabaya pada tanggal 20 Agustus lalu.
Terpisah, Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana menyampaikan perkembangan dugaan kasus penganiayaan tersebut masih dalam proses. “Masih pemeriksaan,” jelasnya. (*)

Baca Juga:  Pesta Sabu Pakai Ambulan Desa, Kades Mander-Tuban Ditangkap