dua orang kepala desa (kades) di Kabupaten Blora terancam diberhentikan. Sebab, sesuai hasil sidang putusan di Pengadilan Negeri Blora, terbukti memalsukan surat seleksi perangkat desa (perades).
Para terdakwa itu meliputi, Kades Beganjing (Japah) Mohammad Kasno, bersama Muhammad Romli sebagai pendamping desa. Kades Nginggil (Kradenan) Darno serta Suprono selaku operator desa.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Blora, Ichwan Effendi mengungkapkan, hasil putusan sidang empat terdak-wa divonis bersalah pada Kamis (22/09/2022) pekan lalu.
Para terdakwa terbukti telah memenuhi unsur memalsukan surat terkait pengisian perangkat desa, sehingga melanggar Pasal 263 ayat (1) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP (ancaman hukuman maksimal 6 tahun).
Empat terpidana kasus pemalsuan surat keterangan (SK) tersebut, dijatuhi vonis 5 bulan penjara. Dimana hukuman yang diterimanya 1 bulan lebih ringan dari tuntutan jaksa, yakni 6 bulan penjara.
Mengacu Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Pasal 41 menyatakan: “Kepala Desa diberhentikan sementara oleh Bupati/Walikota setelah dinyatakan sebagai terdakwa yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun berdasarkan register perkara di pengadilan”. (*)
Heboh, pemotongan Bantuan Langsung Tunai(BLT) telah membuat nama Blora viral di jagat maya. Dimulai dari kasus penyunatan Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM di Desa Sumberejo Kecamatan Randublatung, setiap warga penerima BLT diminta setor Rp 20.000 oleh istri perangkat desa yang alasannya untuk biaya fotocopy dan transportasi perangkat.
Berikutnya penyunatan BLT di Desa Keser Kecamatan Tunjungan. Di sini setiap PKH penerima BLT diwajibkan bayar iuran melalui perangkat desa dan sekretaris desa sebesar Rp 100 ribu, alasannya untuk biaya pembangunan tempat ibadah.
Lalu pemotongan BLT Dana Desa di Desa Sumurboto Kecamatan Jepon. Setiap warga dikenakan Rp 75 ribu dan harus dibayarkan ke kantor desa sebelum pencairan BLT. Alasannya untuk dibagikan kepada warga miskin lain yang tidak menerima BLT.
Apa yang dilakukan oleh perangkat desa dan kepala desa tersebut termasuk dalam kategori pungutan liar (pungli) yang dilarang oleh aturan.
Praktek pungli sudah merupakan budaya dan sudah mendarah daging di negeri ini. Pungli sudah bukan lagi rahasia umum, dan berlangsung secara terbuka dan transparan tanpa ada perasaan bersalah bagi para pelaku pungli.
Pungli BLT yang terjadi di Kabupaten Blora dilakukan secara individu dan berkelompok. Dan semua berlangsung secara masiv dilakukan dengan sadar untuk mendapatkan penghasilan lebih dan untuk memperkaya diri.
Ketidak mampuan pemerintah untuk menindak tegas terhadap pelaku pungli di tingkat desa dikarenakan pungli juga terjadi di tingkat atas. Maka jangan heran jika pungli semakin tumbuh subur dan berkembang di kabupaten Samin ini.
Pungli di institusi pemerintahan seperti Kelurahan dalam hal pembuatan KTP, akte kelahiran dan yang agak besar adalah Proyek Pengadaan Prasarana dan Pembangunan Konstruksi, di Kepolisian ada pengadaan SIM, dan Pengurusan STNK. Boleh dikata hampir semua lembaga-lembaga pelayanan publik ada pungli bahkan di pasar-pasar pun ada palak-palak yang ujung-ujungnya menyengsarakan masyarakat.
Suap dan pungutan, berbeda tapi sama-sama dalam satu lingkaran. Dalam konstruksi hukum penyuapan (pemberi suap) adalah pelaku utama atau pelaku turut serta aksi tindak pidana korupsi/kolusi, maka dalam konsepsi pungli, pemberi pungli hanyalah korban.
Bila dalam kasus kriminal lain, pelaku sodomi biasanya punya masa lalu pernah disodomi oleh pelaku lain. Maka begitu juga modus pejabat yang melakukan pungutan liar, mereka rata-rata punya masa lalu pernah mengalami pemerasan atau suap untuk mendapatkan jabatan yang diembannya sekarang ini.
Jika mayoritas perangkat desa di Kabupaten Blora menggunakan suap untuk mendapatkan kursi yang diduduki sekarang, maka jangan heran jika mereka akan selalu mencari peluang pungli dalam setiap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Inilah musibah besar yang sangat kita takutkan dari seleksi Perades dengan sistim CAT kemarin. ***
BLORA.-
Kunjungan Anies Baswedan ke kantor DPP Partai Demokrat Jakarta untuk bertemu Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan tajuk Silaturahmi Politik di kantor DPP Partai Demokrat Jakarta, Jumat 7 Oktober 2022 mendapat respon positif dari Ketua DPC Partai Demokrat Blora, Hj. Tety Indarti SH.
Dengan rasa suka cita, Tety menyampaikan kabar tersebut seolah ada harapan baru dengan terlaksananya agenda silaturahmi tersebut. Menurut Tety, pertemuan itu memberi sinyal baik akan terwujudnya pasangan Ideal AA (Anies-AHY) menjadi kontestan Pilpres 2024.
Sebelumnya, antara Anies dan Ketum Partai Demokrat memiliki visi, misi, prinsip dan etika yang sama untuk memperjuangkan perubahan dan perbaikan bagi Bangsa Indonesia.
“Disamping itu Anies-AHY juga merupakan sosok pemimpin muda yang cerdas, berintegritas, komunikatif dan berani, serta memiliki kepekaan yang tinggi untuk memperjuangkan peningkatan kesejahteraan rakyat,” ujar Tety, Sabtu (8/10/2022).
“Semoga silaturahmi tersebut membuahkan spirit dan daya juang bagi para kader Partai Demokrat di daerah,” tambahnya.
Ketua DPC Partai Demokrat Blora, Hj. Tety Indarti SH
Sementara itu Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menerima kunjungan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kantor DPP Partai Demokrat, Jumat (7/10) pagi. Selain AHY, Anies juga disambut ribuan kader Partai Demokrat yang memadati rumah perjuangan tersebut. Teriakan-teriakan “Anies-AHY” bergema di sana-sini sebagai bentuk dukungan bagi keduanya.
“Ini adalah pertemuan silaturahmi, semoga jadi awal kebersamaan kedepan, mengusung perubahan dan perbaikan yang semakin baik,” kata AHY.
“Tadi kami berdua berdisuksi banyak hal. Persahabatan ini sudah berlangsung sejak lama, dari kami berdua belum jadi politisi. Saya masih aktif perwira militer, dan beliau sebagai tokoh intelektual akademisi yang sudah banyak bahas isu kebangsaan,” AHY menjelaskan.
“Setelah itu, takdir menemukan kami di Pilgub. Itulah indahnya, persahabatan kami tidak retak. Beberapa kali kami bertatatp muka dalam berbagai kesempatan, kami tetap membangun semangat yang kuat untuk membawa perubahaan dan perbaikan,” sambungnya.
AHY berharap kedatangan Anies akan semakin mendekatkannya dengan keluarga besar Partai Demokrat. “Beliau sendiri mengikuti Konvensi Capres Partai Demokrat pada 2013-2014 lalu,” kenang AHY.
AHY juga menyampaikan, bahwa Indonesia terlalu besar untuk hanya dipikirkan oleh satu atau dua tokoh saja. “Ini pekerjaan lintas generasi, lintas kepemimpinan. Segala yang baik kita lanjutkan, tapi kalau ada yang harus diperbaiki ya harus diperbaiki,” ucap AHY.
“Bukankah itu semangat dari keberlanjutan dan perubahan, continuity and change. Mas Anies memiliki visi dan spirit yang sama, tidak heran jika chemistry yang terjadi semakin kuat, karena kami dipertemukan dengan visi, misi, prinsip dan etika yang sama untuk memajukan bangsa ke depan,” pungkas AHY.
Sementara itu dalam sambutan balasannya Anies menyampaikan rasa terima kasihnya kepada AHY atas sambutan yang hangat. “Insya Allah ini salah satu pertanda untuk jalan bersama. Keinginan bersama dari seluruh arah, setiap fase, kita terus melakukan perbaikan. Kita ingat perjalanan pemerintahan, ketika institusi ditegakkan, kami lihat Mas AHY meneruskan tradisi ini, meneruskan Pak SBY, kita ingin tradisi itu terjaga, demokrasi, sportivitas dan kesetaraan,” ujar Anies.
“Ini bukan awalan baru, ini awalan baik. Kelanjutannya arah kemajuan Indonesia yang lebih baik ke depan. Kita semua sedang dalam penjajakan, Nasdem, Demokrat, nanti juga dengan PKS. Percakapan ini semua menjadi tanggung jawab kita semua, membuat Indonesia yang lebih baik, amanat yang sebaik-baiknya,” lanjut Anies.
Pertemuan Anies dan AHY di Rumah Besar Partai Demokrat hari ini merupakan bagian tak terpisahkan dari ikhtiar Partai Demokrat mewujudkan Perubahan dan Perbaikan bangsa.
Menindaklanjuti hasil Rapimnas 15 September lalu, terkait dengan figur Capres dan Cawapres, maka seperti yang disampaikan oleh Partai Demokrat menitikberatkan pada: Integritas, Kapasitas, Elektabilitas, Punya ‘chemistry’, dan yang paling penting memiliki semangat memperjuangkan ‘Perubahan dan Perbaikan’.
Anies tiba di Kantor DPP Partai Demokrat sekitar pukul 09.30 WIB. Selanjutnya AHY mengajak Anies berkeliling melihat ruangan-ruangan di Kantor Demokrat, sebelum akhirnya mengadakan pertemuan tertutup yang hangat bersama kader Partai Demokrat di Aula Yudhoyono. (*)
BLORA.-
Ketua DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melantik 35 ketua dan pengurus DPC Partai Demokrat se-Jateng di Hotel Grand Artos, Kota Magelang. Kedatangan AHY beserta isteri Annisa Pohan dan rombongan dari Jakarta merupakan sejarah baru bagi kader Partai Demokrat di Jawa Tengah.
Rasa bangga dan kagum serta semangat yang menggelora ditunjukkan oleh ribuan kader Partai Demokrat Jawa Tengah ketika menyambut AHY di sepanjang lorong menuju lokasi pelantikan.
Dengan kompak, teriakan A H Y, A H Y, A H Y terdengar menggelegar dan membahana dari para peserta pelantikan. Nyanyian, harapan serta tepuk tangan bertubi-tubi disuarakan oleh para kader agar Ketum Partai Demokrat ikut sebagai kontestan Pilpres pada Tahun 2024.
Ketua DPC Partai Demokrat Blora, Hj Tety Indarti SH, salah satu peserta yang mengikuti pelantikan mengungkapkan, bahwa model pelantikan ketua dan pengurus Kabupaten/Kota Provinsi Jateng secara serentak merupakan langkah strategis dan cerdas.
“Karena kita bisa membangun tali silaturahmi antar kader yang diharapkan dapat memberikan spirit kebersamaan untuk menggapai kesuksesan,” ujarnya.
Sesanti Partai Demokrat di era SBY “Bersama Kita Bisa” yang pada kesempatan itu juga diucapkan kembali oleh AHY, bak suntikan Vaksinasi perjuangan agar para kader tidak gentar menghadapi ancaman, hambatan, tantangan dan gangguan dari berbagai pihak yang akan mengkerdilkan Partai Demokrat.
“Diminta oleh Ketum, bahwa kita harus berani, optimis dan yakin, kedepan Partai Demokrat harus berjaya dan meraih sukses kembali dalam Pemilu 2024,” tandas Tety.
Tety yang dikenal energik dan komunikatif mengaku siap melaksanakan instruksi dari Ketum AHY serta arahan dari Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah, Rinto Subekti.
Sementara AHY dalam sambutannya memberikan apresiasi positif atas terselenggaranya kegiatan pelantikan secara serentak yang dapat terlaksana dengan baik dan penuh nuansa kekeluargaan serta semangat kebersamaan sekaligus tumbuhnya rasa optimisme. AHY sangat berharap, dari Jawa Tengah Demokrat kembali berjaya dan hebat.
“Pelantikan model kebersamaan dan kekompakan dari seluruh pengurus partai merupakan pelantikan yang perdana di Indonesia,” ungkap AHY yang langsung disambut gempita tepuk tangan oleh para peserta.
Dengan wajah berseri-seri di dalam suasana kekeluargaan AHY memberikan ucapan selamat kepada para kader Demokrat yang dilantik. “Semoga dapat menjadi pimpinan yang mampu menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk mendukung Partai Demokrat, dan menjadi Nahkoda yang terbaik di tingkat DPC,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut AHY juga menekankan pentingnya mempersiapkan mesin patai agar benar-benar dapat menjadi mesin patai yang efektif, handal, tangguh dan militan.
AHY juga mengajak seluruh kader yang hadir untuk kembali menggelorakan spirit perubahan dan perbaikan dalam menghadapi permasalahan yang saat ini terjadi di tengah masyarakat mulai dari ekonomi, kesejahteraan, penegakan hukum dan keadilan serta demokrasi dengan kebebasan sipil.
Sebelum mengakhiri arahannya, AHY mengintruksikan kepada seluruh pengurus DPC yang dilantik untuk langsung mengambil langkah konsolidasi taktis di lapangan, di semua tingkatan dan membangun koalisi dengan rakyat untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan.
Bahkan Ia juga memotivasi kepada seluruh kader untuk berani mewujudkan impian, bahwa Tahun 2024 Partai Demokrat harus sukses dan berjaya lagi. “Selamat berjuang, semoga Allah selalu bersama kita dalam memperjuangkan wong cilik,” pungkasnya. (*)
Bertempat di Aula Kantor Perhutani Randublatung, Jumat (30/9/2022) dilaksanakan penyaluran bantuan pinjaman modal sebesar Rp 125.000.000,- kepada 7 mitra binaan.
Program PKBL ini merupakan bentuk kepedulian Perhutani terhadap usaha kecil seperti toko sembako, bengkel motor, penjahit baju dan lain-lain, yang berada di sekitar hutan Perum Perhutani KPH Randublatung.
Administratur Perhutani KPH Randublatung Dewanto, melalui Kasi Keuangan dan Umun menyampaikan, bahwa program ini bertujuan agar usaha yang dilakukan masyarakat dapat brekembang dan menaikan taraf hidup serta perekonomian desa.
Pemberian pinjaman lunak untuk modal usaha tersebut diserahkan langsung oleh Seksi Keuangan SDM dan Umum Joko Budiarto didampingi jajarannya kepada para pemilik usaha kecil.
Tujuh mitra binaan ini adalah para pemilik usaha kecil yang bersal dari desa hutan di dua Kecamatan Randublatung, Kecamatan Jati Kabupaten Blora.
Joko Budiarto menyampaikan bahwa pinjaman modal program TJSL ini merupakan tanggungjawab dan kepedulian Perhutani terhadap lingkungan sekitar termasuk para pedagang dan pengusaha kecil agar bisa berkembang.
“Semoga dengan adanya pinjaman lunak ini para pengusaha kecil yang ada di Randublatung bisa berkbang menjadi besar,” tegasnya.
Sementara itu Yoga Wanasanti (38), warga Desa Jati Kabupaten Blora yang mempunyai usaha toko elektronik menyampaikan terimakasih kepada Perum Perhutani.
“Saya sampaikan terimakasih atas perhatiannya kepada masyarakat sekitar hutan, pinjaman ini akan kami gunakan untuk pengembangan dan menambah modal usaha tokol elektronik kami,” kata Yoga saat menerima pinjaman modal sebesar Rp 25 juta. (*).
Anggota DPRD Blora dari Partai Gerindra, Darwanto, S.Pd, menyayangkan keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
Kenaikan harga BBM antara 16% sampai 30% telah membuat kehidupan para petani di desa-desa semakin kesulitan, masyarakat tingkat bawah kian menderita.
Darwanto mengaku prihatin dengan kondisi rakyat kecil seperti petani, nelayan, pedagang, sopir, PNS golongan rendah, pegawai honorer dan pegawai kontrak yang kena imbas kenaikan harga BBM subsidi.
“Efek domino kenaikan BBM jelas berpengaruh terhadap Harga Pokok Produksi (HPP) petani, dan tentu saja petani semakin berat menghadapi kondisi semacam ini. Kenaikan BBM membuat para petani menjerit, bapak presiden,” kata Darwanto ketika ditemui di ruang Fraksi, Jumat (30/09/2022).
Menurut Darwanto, yang lebih memprihatinkan lagi akibat kenaikan harga Pertalite dan Solar adalah para petani kebingungan menghadapi kondisi yang semakin kompleks.
“Petani padi dan petani tebu. Mereka hidup di desa-desa pinggir hutan. Jauh dari para elite dan tidak tahu cara menyuarakan jeritan hatinya,” kata dia.
Saat ini saja, kata Darwanto, harga BBM jenis Solar yang sering dipakai para petani untuk mengolah sawah naik tinggi.
“Dari harga semula Rp 5.150 liter naik Rp 1.650 liter menjadi Rp 6.800 liter, jelas sangat memberatkan para petani,” kata Anggota Fraksi PKS-Gerindra itu.
Menurut Darwanto, kenaikan harga BBM memberatkan beban biaya sarana produksi. Upah buruh tani dan biaya angkut juga akan naik.
Kemudian beban biaya hidup, harga pupuk dan obat-obatan juga akan ikut naik.
“Sedangkan di petani harga tidak ikut naik, bahkan kadang kalau harga di petani naik sedikit saja sudah ribut di media, seakan-akan petani tidak boleh mendapatkan keuntungan,” kata dia.
Untuk itu, Darwanto yang dilantik dalam pergantian antar waktu (PAW) pada 9 Juni 2022 itu meminta agar Presiden Jokowi memperhatikan nasib para petani yang terimbas kenaikan harga BBM.
“Presiden Jokowi, tolong harga BBM dikembalikan ke harga semula, sehingga nasib para petani di desa bisa terangkat kesejahteraannya,” pungkas Darwanto. (*)
Mengambil tempat di Jalan Raya Randublatung-Cepu, tepatnya di pertigaan Wulung–depan Kantor KPH, Randublatung, Jajaran Kodim 0721 Blora melalui Koramil 09 menggelar bakti sosial.
Kegiatan baksos dipimpin oleh Dan Ramil 09 Randublatung Kapten Chb Sudiyono yang turut membagikan beberapa sembako kepada kaum duafa, abang becak, tukang ojek, Rabu (28/9/2022).
Turut membantu dalam pembagian sembako Pelda Parno, Sertu Bunowo, dan Koptu Kristanto.
Saat menerima paket sembako, salah seorang abang becak yang tidak mau ditulis namanya mengucapkan terimakasih kepada Dan Ramil dan jajarannya.
“Saya dan teman-teman sangat terimakasih kepada bapak Koramil yang telah sudi membagikan rezeki kepada orang yang membutuhkan,” ujarnya pada awak media.
Usai kegiatan baksos, Dan Ramil Kapten Chb Sudiyono menyampaikan, bahwa dengan menyambut HUT TNI yang ke-77 maka usia TNI bisa dibilang tidak mudah lagi.
“Maka kita wajib bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala, karena sampai saat ini kita masih bisa berbagi rezeki,” tambah Sudiyono sambil mengungkapkan, bahwa Koramil 09 Randublatung punya anak asuh yang berstatus stunting dari pasangan bapak Jayen dan Ibu Muntamah.
Anak itu bernama Mahrus Dihabusin, laki-laki sudah berumur dua tahun tujuh bulan dengan alamat Dukuh Bladeg RT.05 RW.05 Desa Kutukan.
“Anak seperti inilah yang wajib kita bantu yang berkaitan dengan gizi, marilah kita saling bantu membantu agar semuanya bisa hidup sehat,”pungkasnya. (*).
Ada ungkapan bijak yang sering kita dengar, di setiap musibah pasti ada hikmah dan di setiap kejadian pasti ada pelajaran yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Demikian pula sejak pemerintah mengambil kebijakan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), maka dampak langsung yang dirasakan oleh masyarakat adalah kehidupan mereka yang semakin sulit.
Hal itu seperti disampaikan tokoh masyarakat Blora Bambang Sulistya, Kamis (29/9/2022). “Karena semua kebutuhan hidup harganya mulai naik,” ucap mantan Sekda Blora itu.
Menurut Bambang, selain solusi dari pemerintah yang saat ini sudah menggelontorkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat, maka perlu ada langkah terobosan dan solusi lain.
Maka sangat diharapkan dari berbagai elemen masyarakat yang memiliki kepekaan, kepedulian dan kemampuan dana agar ikut memberi sumbangsih dan bantuan–utamanya kepada anggota masyarakat yang kurang beruntung.
Dan, ternyata di Kabupaten Blora, Jawa Tengah telah muncul sebuah inovasi sosial dan spiritual yang barangkali bisa menjadi salah satu solusi guna meringankan beban kehidupan masyarakat, yaitu hadirnya sebuah warung makan yang memberikan kebebasan kepada para pengunjung untuk membayar seikhlasnya.
Warung makan itu diberi nama “Monosuko” dan berdomisili di Jln Nusantara No 50, Kota Blora, dengan menu makanan yang tersaji berupa: nasi rawon, soto dan ayam geprek.
“Bersyukur saya kemarin, berkesempatan menikmati menu makanan di warung tersebut,” ungkap Bambang.
Warung Monosuko, memiliki sesanti, makan sepuasnya bayar seikhlasnya. Dari sisi rasa dijamin memenuhi selera makanan para konsumen.
Apalagi dari sisi kualitas dapat dipastikan tidak mau kalah dengan makanan soto, rawon dan ayam geprek bertarif. Mengingat dalam penyajian menu makanannya juga ditangani secara profesional.
Martono, pengusaha milenial yang punya gagasan sekaligus pemilik warung Monosuko mengungkapkan untuk penanganannya ia menghadirkan seorang Chef bernama Dibdyo yang bekerja di sebuah hotel berbintang di Surabaya.
Langkah dan kiprah Martono untuk membuka warung Monosuko patut diapresiasi dan mendapat acungan jempol.
Karena di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan hidup. Ia mewujudkan Ide cerdas yang melangit untuk berbagi dengan memberi subsidi berupa makanan kepada anggota masyarakat yang membutuhkan dengan membayar seikhlasnya.
Seandainya di Kabupaten Blora di setiap kecamatan ada sebuah warung model Monosuko, maka bisa dipastikan akan memberikan kontribusi positif bagi peningkatan gizi untuk mendukung kualitas sumber daya manusia sekaligus ikut andil dalam menangkal dan mengatasi stunting.
“Karena pada saat saya di warung Monosuko sudah ada anak-anak yang memakai seragam Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama menikmati menu makanan,” tambah Bambang Sulistya yang sekarang dipercaya sebagai Ketua PWRI Blora.
Sementara kalau melihat dan mendengar dari penuturan Martono. Ia sosok pengusaha muda yang berpredikat S3, bukan dimaksudkan yang bersangkutan bertitel Doktor namun perilaku yang ditunjukan mencerminkan sikap paripurna.
Meliputi S1, Sederhana/prasojo dalam berucap dan bertindak ora neko neko. Komitmen dalam berjanji dan bersinergi membangun kemitraan berusaha
S2, Sosial selalu menjadi landasan dalam setiap melangkah baik dalam berbisnis maupun dalam bergaul di dimasyarakat. Seperti dalam membuka Warung Monosuko idea dasarnya belajar Kepyur/Berbagi.
Karena ia sehari-hari seorang pengusaha yang bergerak di bidang komoditas ayam yang setiap hari menghasilkan keuntungan.
Sebagian dari profit itu untuk disalurkan kepada masyarakat yang kurang beruntung melaluhi warung Monosuko dengan membayar seikhlasnya. Karena Ia menyadari, sebagian dari hasil usahanya adalah haknya kaum duafa.
Kemudian S3, Silaturahmi menjadi prinsip hidup dalam menggapai kesuksesan berusaha.
Karena dengan bersilaturahmi diyakini segala usaha akan lancar dan berkembang serta segala persoalan pasti akan memperoleh solusi dan kemudahan.
Perjalanan hidup Martono tak semulus jalan tol, pahit getir dan manisnya kehidupan sudah dijalani.
Ia dilahirkan dari keluarga petani sederhana dari Desa Nglengkir Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora.
Dirinya banyak belajar dari kegagalan usaha dan kegelapan hidupnya, namun semangatnya selalu tak pernah pudar apalagi kata menyerah atau kapok dalam berusaha.
Selalu bangkit dan memiliki optimisme dari setiap keterpurukan usaha. Bahkan mau belajar dan menerima nasehat dari siapapun asal untuk kebaikan.
Masih ada ide dari Martono yang sederhana tapi memiliki makna bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Blora yang akan diwujudkan.
Berkenaan dengan hal tersebut ia mohon doa restu kepada masyarakat Blora semoga usaha warung makan Monosuko bisa tumbuh dan berkembang tidak hanya di Kecamatan Blora saja tapi bisa berdiri di kecamatan lainnya.
Ia siap bekerja sama dan bersinergi dengan siapapun yang memiliki kepekaan dan nurani untuk sesarengan mBangun Blora Mustika. (*).
Desa Jati Mengadakan
Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (MusrenbangDes) Desa Jati Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Selasa (27/9/2022) digelar di balai desa setempat. Hadir dalam musyawarah tingkat desa tersebut antara lain perwakilan Forkompimcan Jati, Babinsa, Babinkamtibmas, BPD Desa Jati, dan kelompok masyarakat.
Acara yang dimulai pukul 10.30 Wib oti diawali doa bersama dan dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dalam kesempatan itu Kepala Desa Jati Supardi menngaku bersyukur karena di akhir periode kepemimpinanntya, pembanguanan di Desa Jati sudah banyak yang tercapai.
“Kalaupun masih ada pembangunan yang belum tercover mohon bersabar, nanti kita ajukan untuk bahan Musdes berikutnya,” papar Supardi.
Sementara itu Kasi Pemerintahan Kecamatan Jati Mulyadi menyinggung soal BLT BBM dan hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan,
“Di Tahun 2023 nanti, BLT masih ada, dan pembangunan tetap terprogram dan berkelanjutan guna mendongkrak setrata ekonomi masyarakat Desa Jati,” ujarnya.
Tepat pada Pukul 11.30 Wib, RKPDes Tahun 2023 ditetapkan dari BPD diserahkan kepada kepala Desa Jati. Hasil musyawarah, program pembangunan yang direncanakan diantaranya Pavingisasi, Talud dan Drainase. (*).
Makin maraknya kafe liar di wilayah Todanan Kabupaten Blora menimbulkan keresahan warga sekitar, atas dasar itu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol pp) Blora, Minggu (25/9/2022) melakukan penutupan tempat-tempat hiburan malam tersebut.
Kepala Sat Pol PP Blora, Hendi Purnomo mengatakan, penutupan karaoke liar tersebut berdasarkan Surat Pemberitahuan Satuan Polisi Pamong Praja Nomor 303/1070/22 tertanggal 21 September 2022.
Ditambahkan oleh Hendi, berdasarkan Pasal 43 ayat (3) dan Pasal 53 ayat (1) tentang Perda Kabupaten Blora Nomor 5 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan kepariwisataan, bahwa setiap pengusaha dalam penyelenggaraan pariwisata wajib melakukan pendaftaran usaha serta mentaati ketentuan perundang undangan Daerah yang berlaku.
“Dalam kurun waktu 7 hari sejak diterimanya surat pemberitahuan tersebut tidak dipatuhi, maka dilaksanakan penutupan secara paksa,” jelas Hendi.
Salah seorang pengusaha karoeke, sebut saja RY saat dihubungi awak media mengatakan siap mematuhi Perda tersebut dan akan segera mengosongkan tempat usahanya.
“Di Kabupaten Blora kan banyak karaoke tapi kok dibiarkan saja, apa sudah berijin semuanya ya?” tanyanya. (*)