banner 728x250

Pasca Kenaikan Harga BBM, Anggota DPRD Blora dari Gerindra Prihatin Kondisi Rakyat

BLORA.-

Anggota DPRD Blora dari Partai Gerindra, Darwanto, S.Pd, menyayangkan keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Kenaikan harga BBM antara 16% sampai 30% telah membuat kehidupan para petani di desa-desa semakin kesulitan, masyarakat tingkat bawah kian menderita.

Darwanto mengaku prihatin dengan kondisi rakyat kecil seperti petani, nelayan, pedagang, sopir, PNS golongan rendah, pegawai honorer dan pegawai kontrak yang kena imbas kenaikan harga BBM subsidi.

“Efek domino kenaikan BBM jelas berpengaruh terhadap Harga Pokok Produksi (HPP) petani, dan tentu saja petani semakin berat menghadapi kondisi semacam ini. Kenaikan BBM membuat para petani menjerit, bapak presiden,” kata Darwanto ketika ditemui di ruang Fraksi, Jumat (30/09/2022).

Baca Juga:  Lewat Jalan Kota, Truk Bermuatan Ditindak

Menurut Darwanto, yang lebih memprihatinkan lagi akibat kenaikan harga Pertalite dan Solar adalah para petani kebingungan menghadapi kondisi yang semakin kompleks.

“Petani padi dan petani tebu. Mereka hidup di desa-desa pinggir hutan. Jauh dari para elite dan tidak tahu cara menyuarakan jeritan hatinya,” kata dia.

Saat ini saja, kata Darwanto, harga BBM jenis Solar yang sering dipakai para petani untuk mengolah sawah naik tinggi.

“Dari harga semula Rp 5.150 liter naik Rp 1.650 liter menjadi Rp 6.800 liter, jelas sangat memberatkan para petani,” kata Anggota Fraksi PKS-Gerindra itu.

Menurut Darwanto, kenaikan harga BBM memberatkan beban biaya sarana produksi. Upah buruh tani dan biaya angkut juga akan naik.

Baca Juga:  Spirit SBY untuk Meraih Predikat Haji Mabrur

Kemudian beban biaya hidup, harga pupuk dan obat-obatan juga akan ikut naik.

“Sedangkan di petani harga tidak ikut naik, bahkan kadang kalau harga di petani naik sedikit saja sudah ribut di media, seakan-akan petani tidak boleh mendapatkan keuntungan,” kata dia.

Untuk itu, Darwanto yang dilantik dalam pergantian antar waktu (PAW) pada 9 Juni 2022 itu meminta agar Presiden Jokowi memperhatikan nasib para petani yang terimbas kenaikan harga BBM.

“Presiden Jokowi, tolong harga BBM dikembalikan ke harga semula, sehingga nasib para petani di desa bisa terangkat kesejahteraannya,” pungkas Darwanto. (*)