Sikapi Kenaikan Harga BBM, Partai Demokrat Bagikan Ratusan Makanan pada Warga di Blora

.-

Masih dalam rangkaian peringatan hari ulang tahun ke-21, DPC Partai Demokrat pada tanggal 9 September 2022 menggelar kegiatan “” di Lapangan Kridosono, arena favorit masyarakat Blora.
Kegiatan itu diikuti seratus orang peserta yang berasal dari berbagai elemen mulai dari tukang becak, buruh bangunan, para pemulung, pedagang kecil, Satpam, petugas pembuang sampah, petugas kebersihan, pegawai swasta, bakul makanan jajanan angkringan Kridosono hingga buruh tani.
Supri Edy, salah satu anggota dari Partai Demokrat yang hadir pada acara itu mengatakan, bahwa mereka yang hadir adalah masyarakat terdampak kenaikan harga Bahan Bakar () yang diberlakukan oleh Pemerintah sejak 3 September 2022.


Pada kesempatan itu Supri Edy sempat melontarkan tiga pertanyaan kepada ratusan warga yang hadir. Pertama, “Apakah bapak/ibu setuju atas kebijakan Pemerintah yang telah menaikkan ?”
Dengan suara lantang para peserta yang mayoritas adalah kelompok wong cilik menjawab, “Tidak setuju”.
Berlanjut pada pertanyaan kedua, kata Supri Edy, “Kebijakan Pemerintah menaikkan harga BBM itu menyengsarakan masyarakat atau membuat masyarakat makin menderita? Jawaban para peserta makin keras dan tambah semangat, “Makin menderita…!!!”
Pertanyaan terakhir, “Kalau Pemerintah membuat kebijakan yang menyengsarakan rakyat, apa yang harus dilakukan?” Ada beberapa peserta meminta agar kenaikan harga BBM distop alias kembali lagi ke harga BBM semula.
Pernyataan itu diamini oleh seluruh peserta dengan ucapan setuju sambil melakukan gerakan tepuk tangan bersama.
“Dengar Bapak Presiden…!!! Itu ungkapan jujur dari berbagai elemen masyarakat yang langsung merasakan akibat buruk dari kenaikan harga BBM,” pekik Supri Edy dengan nada semangat.
Ditambahkan oleh Supri Edy, bahwa Partai Demokrat tetap menolak kenaikan harga BBM karena makin membuat wong cilik sengsara dan menderita.
“Semoga Pemerintah mendengar jeritan wong cilik ini, agar kehidupan makin membaik. Yang kita butuhkan adalah kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan kebijakan yang membuat kesengsaraan masyarakat,” tandas Supri Edy.
Tiba-tiba ada salah satu peserta yang nekat bergerak maju, tampil di depan para peserta dengan membawa bendera Partai Demokrat. Ternyata dia hanya ingin menyampaikan atau ala Blora, “Tuku kolak neng Blora, BBM mundak wong cilik rekasa (beli kolak di pasar Blora, orang kecil menderita). Seketika itu suasana cair penuh dengan gelak tawa. Kegiatan Jumat Berkah diakhiri dengan pembagian paket makanan kepada para peserta.

Baca Juga:  Pertamina EP Cepu dan ExxonMobil Tidak Cantumkan Jumlah CSR, Publik Blora Kecewa


KOMITMEN
Kegiatan Jumat Berkah merupakan salah satu kegiatan dalam rangka memperingati ulang tahun . Hal itu seperti disampaikan Ketua DPC Partai Demokrat Hj. Tety Indarti SH, bahwa untuk menyambut dan memperingati hari Ulang Tahun Partai Demokrat ke-21 difokuskan pada kegiatan yang pada prinsipnya mampu memberi hiburan dan meringankan beban kehidupan masyarakat yang saat ini sedang mengalami musibah Virus KHBBM (Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak).
Kegiatan-kegiatan yang sudah dilaksanakan diantaranya lomba volly antar kampung, pembagian kepada warga yang kurang beruntung, kunjungan ke panti asuhan yatim piatu dan kegiatan Jumat berkah.
“Mudah-mudahan semua aktivitas kegiatan tersebut mampu memberi kontribusi positif bagi tumbuhnya semangat masyarakat untuk menghadapi kehidupan yang semakin terpuruk,” ujar Tety.
Menurut Tety, melalui kegiatan-kegiatan ke masyarakat, diharapkan mampu memberikan keyakinan dan kepercayaan kepada masyarakat, bahwa Partai Demokrat adalah satu-satu Partai yang berkomitmen untuk berkoalisi dengan rakyat, baik di saat senang maupun di saat sedang menderita seperti sekarang ini.
“Partai Demokrat siap memperjuangkan kepentingan masyarakat banyak dengan mengadakan penolakan terhadap kebijakan Pemerintah tentang kenaikan harga BBM,” tukas Tety.
Ditambahkan oleh Tety, bahwa kenaikan harga BBM akan meluluh-lantakkan sendi-sendi kehidupan, dan berpengaruh sangat nyata bagi runtuhnya ekonomi keluarga.
“Semua kebutuhan rakyat harganya naik. Dan, hanya satu yang tidak naik adalah kepercayaan kepada Pemerintah,” pungkasnya.
Dirgahayu ke-21 Partai Demokrat, Bersama Rakyat Memperjuangkan Perubahan dan Perbaikan. (*)

Baca Juga:  Gelar Sosialisasi 4 Pilar, Harmusa: Kita Wajib Menjaga Keutuhan Negara