Beranda blog Halaman 184

Pesawat Latih Jatuh di Desa Ngrawoh-Blora, Pilot Dilaporkan Meninggal

BLORA.-
Sebuah pesawat dilaporkan jatuh di wilayah pegunungan, daerah Dukuh Ngawoh, Desa Nginggil, Kecamatan Kradenan Blora, Jawa Tengah, Senin malam (18/07/2022).
Pesawat yang jatuh diduga berjenis T-50i Golden Eagle TT-5009. Informasi yang didapat, pesawat yang jatuh diduga merupakan pesawat latih. Lettu Pnb Allan Safitra, pilot pesawat itu dilaporkan meninggal dunia.

Lettu Pnb Allan Safitra Indra Wahyudi, pilot pesawat.

“Lettu Pnb Allan Safitra Indra Wahyudi, S.T (Han) meninggal dunia saat mengalami kecelakaan dalam menjalani latihan terbang malam,” ujar Kepala Penerangan Lanud Iswahjudi Madiun, di Magetan, Kapten Sus Yudha Pramono, Selasa (19/07/2022).
Jenazah Lettu Pnb Allan Safitra Indra Wahyudi, masih berada di RS Efram Harsana kompleks Lanud Iswahjudi. Almarhum meninggalkan seorang istri dan satu anak.
“Jenazah masih berada di RS Efram Harsana untuk dilakukan identifikasi,” ujarnya.
Sebelumnya pesawat T-50i Golden Eagle TT-5009 jatuh di Desa Nginggil, pesawat itu dilaporkan hilang kontak pukul 19.25 WIB.
Sebelum hilang kontak pesawat ini sempat terbang latihan malam selama 1 jam bersama 3 skuadron Lanud Iswahjudi. (*)

BPS Blora Jadikan Desa Tutup sebagai Pilot Project Desa Cinta Statistik

0

BLORA.-
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Blora, Selasa (19-07-2022) mencanangkan program pembinaan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) di Desa Tutup Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora.
Pencanangan Desa Cantik yang dilaksakan di Pendopo Kantor Desa Tutup dihadiri oleh Sekda Blora, Komang Gede Irawadi SE, M, mewakili Bupati Blora. Tampak hadir juta Forkompim Kecamatan Tunjungan, Pimpinan Organisasi Perangkat Desa (OPD), serta kepala desa (Kades) dan perangkat Desa Tutup.
Menurut Kepala BPS Kabupaten Blora, Nurul Choiriyati,Sst,M, program pembinaan Desa Cinta Statistik Itu merupakan program pemerintah pusat dan disosialisasikan di tingkat kabupaten dan kota.


“Harapan saya kedepan mempunyai data yang akurat dan bisa dipercaya,” ucap Nurul.
“Kami ada dua orang pembina untuk mendampingi mereka dan menyajikan data,” tambah Nurul.
Di Kabupaten Blora, satu-satunya desa yang dijadikan pilot project adalah Desa Tutup Kecamatan Tunjungan. Kalau di Desa Tutup ini bisa berhasil dengan baik, maka semua desa dan kelurahan se Kabupaten Blora yang jumlahnya 294 mengikuti. “Kami akan melakukan yang sama,” jelas Nurul.
Sementara itu Kepala Desa (Kades) Tutup Kokok Sungkowo yang akrab disapa Kowo mengatakan, bahwa dengan adanya program desa Cantik diharapkan Desa Tutup akan lebih maju.
“Dan saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah hadir di acara ini. Dan program ini bisa jadi contoh untuk desa lain,” ungkap Kowo. (*)

Kolaborasi Dengan Misi Ekspedisi Bengawan Solo, Pemdes Ngraho Gayam Helat Pekan Budaya 2022

0

BOJONEGORO;
Alam selalu mewariskan aset berharga, yang harus dijaga kelestariannya. Begitulah motivasi kami untuk menjaga dan merawat sungai bengawan solo. Bagi kami, bengawan solo tak hanya soal cerita dan sejarah tetapi juga sumber penghidupan kami di masa kini, dan masa depan.

Karenanya, sebagai aksi nyata kami Pemerintah Desa Ngraho Kecamatan Gayam beserta elemen masyarakat menyelenggarakan acara Pekan Budaya Desa Ngraho-Gayam 2022, dengan mengusung tema sumber pangan berkelanjutan dari Sungai Bengawan Solo, beberapa kegiatannya antara lain “Kirab Pangan dan Sarasehan Naditira Pradeca” untuk masyarakat sekitar sungai bengawan solo sebagai bentuk semangat merawat optimisme menjaga sungai Bengawan Solo tetap bersih dan ekologinya terjaga, terlebih Bengawan Solo memberikan sumber pangan penghidupan berkelanjutan

Acara ini juga merupakan bentuk kaborasi kami dengan MEBS (Misi Ekspedisi Bengawan Solo) dari beberapa komunitas seperti Ademos, Yayasan Mannah, National Geographic, Saya Pejalan Bijak, Stand Up Paddle, putra nusantara, blogger Bojonegoro, Bojonegoro tempo doeloe dan masih banyak lainnya

Panitia juga membuka ruang untuk para pemuda dan masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan ini melalui “Riverside Camp” sajian penginapan di bantaran sungai bengawan solo sembari menikmati panggung seni tradisional dan juga “Community Meet Up” di Pasar Pagi Gerdu Laut, yang akan terdapat rangkaian kegiatan seperti bazaar UMKM, dan beberapa pelatihan.

Kegiatan “Pekan Budaya Desa Ngraho-Gayam 2022” diisi dengan Kirab pangan dan Sarasehan “Naditira Pradeca” ini akan berlangsung selama dua hari pada, Sabtu dan Minggu, 30-31 Juli 2022 bertempat di Desa Ngraho Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Selain itu juga dimeriahkan oleh karawitan suko laras dari SDN Dolokgede Kecamatan Tambakrejo. Seluruh panitia yang terlibat dalam rankaian Pekan Budaya menunggu kehadiran seluruh warga Bojonegoro, karena setiap aksi akan berarti. (*)

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di SLB Negeri Batokan Kasiman Berjalan Penuh Khidmat

0

BOJONEGORO;
Memasuki tahun ajaran baru, seluruh sekolah tak terkecuali SLB (Sekolah Luar Biasa) Negeri Batokan Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur melaksanakan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) hal itu bagian dari program sekolah untuk lebih mendekatkan diri dengan peserta didik dan keluarganya. Selain itu juga untuk memperkenalkan sekolah dengan segala bentuk sarana prasarana dan juga layanan yang akan diberikan.

MPLS di SLB Negeri Batokan ini akan dilaksanakan selama tiga hari, dimulai Senin 18 Juli hingga Rabu 20 Juli 2022,” ungkap Hartini,S.Pd Kepala Sekolah kepada korandiva.co. Perempuan paruh baya yang selalu terlihat anggun itu menambahkan, bahwa mpls ini dirangkai dengan kegiatan upacara selamat datang peserta didik baru, assesment, penandatanganan serah terima peserta didik baru dari orang tua kepada sekolah.

Penandatanganan serah terima peserta didik dari orang tua siswa kepada sekolah

Masih menurut Hartini, sebagai laporan peserta didik baru sejumlah 16 anak, dengan jenjang SDLB (Sekolah Dasar Luar Biasa) SMPLB (Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa) dan SMALB (Sekolah Menengah Atas Luar Biasa), peserta didik baru jenjang SD 2 siswa, SMP LB 11 siswa dan SMA LB 3 siswa yang terdiri dari berkebutuhan khusus, Hambatan pendengaran, Hambatan Berfikir dan Hambatan bergerak,” paparnya.

SLB Negeri Batokan yang berdiri di Kecamatan Kasiman itu sendiri memiliki total jumlah peserta didik keseluruhan adalah 59 siswa dengan tenaga kependidikan sebanyak 12 tenaga pengajar dan 2 tenaga kependidikan. Dengan demikian peserta didik dapat memperoleh pola pengajaran yang baik sesuai dengan kebutuhan siswa itu sendiri. Peran serta orang tua juga sangat mendukung pola pendidikan. Siswa siswa istimewa ini memang anugrah luar biasa yang patut disyukuri.

Hartini, S.Pd Kepala Sekolah SLB Negeri Batokan Kasiman Bojonegoro

MPLS tahun ajaran 2022 – 2023 ini berjalan baik atas kerjasama semua pihak, utamanya orang tua siswa dan lingkungan sekolah itu sendiri, terlihat dari pantauan korandiva.co saat hari pertama kemarin, Senin (18/07/2022) seluruhnya terlihat bahagia dan seluruh rangkaian acara berjalan penuh khidmat. Mungkin kedepan kami akan jalin kerjasama dengan banyak pihak guna menopang keberadaan sekolah ini tetap eksis dan memberikan manfaat bagi warga yang anaknya memiliki kebutuhan khusus,” pungkas Hartini. (*)

Pimpin Sertijab, Kapolres Bojonegoro Pesan Agar Jajaranya Memaksimalkan Peran Dalam Menjaga Kondusifitas Masyarakat

0

BOJONEGORO;
Dalam rangka penyegaran dan reorganisasi Jajaranya, hari ini mutasi di lingkup Polres Bojonegoro kembali bergulir, sejumlah perwira berganti posisi. Upacara serah terima jabatan (Sertijab) sendiri dipimpin oleh Kapolres Bojonegoro, AKBP Muhammad, S.H., S.I.K., M.Si. di Halaman Mapolres Bojonegoro, Senin (18/07/2022). Upacara Sertijab tersebut, diikuti Wakapolres Bojonegoro, Kompol Muh Wahyudin Latif, Pejabat Utama Polres Bojonegoro, Kapolsek jajaran, anggota, ASN Polri dan ibu Ketua beserta Pengurus Bhayangkari Cabang Bojonegoro.

Tertuang dalam Surat Telegram Kapolda Jatim Nomor : ST/940/VI/KEP/2022, Tanggal 30 Juni 2022 mutasi dijajaran Polres Bojonegoro tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan dilingkungan Polda Jatim. Sertijab ini ditandai dengan penanggalan dan pemasangan tanda pangkat dan tanda jabatan pejabat yang Sertijab. Beberapa posisi strategis seperti Kepala Bagian (Kabag), hingga Kepala Seksi (Kasi) turut bergeser.

AKBP Roro Sri Harwati yang semula menjabat Kabag Sumber Daya Manusia (SDM), kini menjadi Pamen Polres Bojonegoro dalam rangka pensiun. Posisi yang ditinggalkan AKBP Roro Sri Harwati, diisi oleh Kompol Sri Ismawati yang sebelumnya sebagai Kabag Perencanaan (Ren) Polres Bojonegoro. Kabag Ren yang sebelumnya dijabat Kompol Sri Ismawati kini diganti AKP Beny Ulang Setiawan yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Intelkam Polres Bojonegoro.

Sedangkan posisi Kasat Intelkam diisi AKP Hufron Nurrochim yang sebelumnya menjabat Kapolsek Sumberejo. Kapolsek Sumberejo kini diganti oleh IPTU Fathur Rahman yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Kedungadem. Kapolsek Kedungadem diisi oleh AKP Nanang Budiono yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Sekar.
Untuk Kapolsek Sekar diisi oleh IPTU Nur Sayit yang sebelumnya menjabat Kanit Samapta Polsek Tambakrejo.

Kapolres menyaksikan penandatanganan serah terima jabatan dalam jajarannya.

Selanjutnya, posisi Kabag Logistik (Log) yang sebelumnya dijabat AKBP Eko Dani Rinawan, sekarang diisi oleh AKP Nugroho Basuki yang sebelumnya menjabat Kapolsek Kanor. AKBP Eko Dani Rinawan menjadi Pamen Polres Bojonegoro dalam rangka pensiun. Kapolsek Kanor diisi oleh IPTU Slamet Hariyanto yang sebelumnya menjabat Kasi Propam Polres Bojonegoro. Kasi Propam diisi oleh IPDA Mudo yang sebelumnya menjabat Kanit Reskrim Polsek Sumberejo.

Sementara itu, Kapolsek Padangan yang sebelumnya dijabat Kompol Marjono kini diganti AKP Yaban yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Kedewan. Kompol Marjono akan menempati jabatan baru sebagai Pama Polres Bojonegoro dalam rangka pensiun. Kapolsek Kedewan diisi oleh IPTU Sri Windiarto yang sebelumnya menjabat Ps. Kanit Intelkam Polsek Kota Bojonegoro.

Jabatan Kapolsek Dander yang sebelumnya dijabat oleh AKP Saefudinuri kini diganti oleh AKP Jadmiko yang sebelumnya menjabat Kapolsek Temayang. Sedangkan AKP Saefudinuri bergeser ke Polres Ngawi menjadi Kasat Resnarkoba. Kapolsek Temayang sekarang diisi oleh IPTU Fadil yang sebelumnya menjabat Kasi Humas Polres Bojonegoro.

Kemudian kursi Kasi Humas diisi oleh IPDA Supriyanto yang sebelumnya menjabat Ps. Kanit Binmas Polsek Kota Bojonegoro. Kapolsek Kasiman yang sebelumnya dijabat oleh AKP Ekat Sunaryo sekarang diganti oleh IPTU Badri yang sebelumnya menjabat Ps. Kanit Samapta Polsek Padangan. AKP Ekat Sunaryo bergeser ke Polres Bojonegoro dalam rangka pensiun.

Kapolres Bojonegoro, AKBP. Muhammad S.H., S.I.K., M.Si

Kapolres Bojonegoro, AKBP Muhammad mengatakan sesuai dengan Surat Telegram Kapolda Jatim Polres Bojonegoro melaksanakan serah terima jabatan atau mutasi jabatan di lingkungan Polri merupakan rutinitas yang dilakukan untuk keperluan reorganisasi. Kegiatan regenerasi ini sebagai bentuk peningkatan karir kepada anggota Polri serta menuju era teknologi informasi Era Police 4.0. Lanjut Kapolres, kepada pejabat baru yang dilantik segera menyesuaikan dan kenali stakeholder, tokoh agama, tokoh pemuda dan semua organisasi masyarakat sebagai upaya menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif dan memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat dan lebih cerdas terhadap perkembangan Kamtibmas saat ini.

“Kepada pejabat yang baru dilantik, segera lakukan komunikasi, kolaborasi, dan koordinasi dengan stakeholder, tokoh agama, tokoh pemuda dan semua organisasi masyarakat diwilayahnya masing-masing,” ucap Kapolres.

“Kami ucapkan terimakasih kepada pejabat lama yang telah melaksanakan tugas dengan dedikasinya yang sangat tinggi, menjaga nama baik Polres Bojonegoro,” ujar AKBP Muhammad dalam upacara sertijab. AKBP Muhammad berpesan kepada pejabat baru agar bisa melaksanakan amanah yang diembannya. Bahkan, harus bisa bekerja sesuai peran dan fungsinya masing-masing serta lanjutkan program-program positif yang telah dilaksanakan pejabat sebelumnya. “Kami harap bisa memaksimalkan perannya dan menjaga kondusifitas masyarakat,” pesannya. (*)

Jaga Tradisi Leluhur, Pemdes Semlaran Malo Gelar “Manganan” di Sendang Gede

0

BOJONEGORO;
Ditengah gempuran budaya yang makin masif diera digital, ternyata masih ada kearifan lokal yang terus terjaga dan dilestarikan. Hal itu bagian dari upaya untuk terus mengingat pesan dan teladan para leluhur. Kemarin, Pemerintah Desa Semlaran Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur gelar selamatan bersama seluruh warga di Sendang Gede desa setempat, Jum’at (16/07/2022).

Nurul Fanta, Kepala Desa Semlaran, Malo

Nurul Fanta, Kepala Desa Semlaran pada korandiva.co mengatakan bahwa sedekah bumi dengan “Manganan” di Sendang Gede ini merupakan wujud syukur warga kepada Sang Pencipta, selain itu juga menjaga tradisi leluhur yang sudah turun temurun dilakukan. “Jadi jangan diartikan kami membuat sesembahan pada sendang gede,” papar Kades nyentrik yang selalu berpenampilan parlente itu.

Warga berbaur di Sendang gede ikuti prosesi acara sedekah bumi

Pesan yang terkandung pada sedekah bumi ini adalah wujud sukur dan demi menjaga kerukunan antar warga. “Mas lihat sendiri kan, semua warga hadir tanpa kecuali, mereka semua berbaur tanpa sekat tanpa pembeda sama sekali,” tambah Nurul, begitu biasa dia dipanggil. Tradisi seperti ini wajib dijaga dan diteruskan oleh generasi mendatang, nilai kebersamaan itu akan terus dijaga, karena dengan kebersamaan itulah pembangunan dapat berjalan sesuai harapan.

Kusrini, salah satu warga yang mengikuti sedekah bumi

Lain hanya yang disampaikan Kusrini (39), dia berkata,” sejak saya kecil sedekah bumi di Sendang gede selalu diadakan oleh desa mas, hanya kemarin pas ada wabah Covid-19 itu tidak dilaksanakan,” ungkapnya sambil melihat lihat foto saat Manganan. Meskipun satu desa kadang kan kita jarang ketemu, dengan sedekah bumi ini, semuanya kumpul, guyup rukun,” ungkap perempuan yang juga penjual kopi dirumahnya itu dengan mimik wajah gembira.
“Semua yang positif untuk membangun kebersamaan warga, tetap akan saya jaga dan laksanakan,” pungkas Nurul dengan penuh bangga. (*)

Ide Siapa?

0

BELUM terjawab pertanyaan masyarakat Blora atas keberanian kepala Desa Talok-wohmojo Kecamatan Ngawen, yang pada 29 Januari 2022 lalu melantik Siswanto alias Wanto sebagai Kepala Dusun (Kadus) Temuwoh. Padahal dari hasil Computer Assisted Test (CAT) di Semarang, Wanto berada pada peringkat 3, sementara peringkat 1 diduduki peserta lain bernama Ami’ul Khasanah.
Melihat sikap kekeh dan wajah tenang Pak Kades dalam menerima komplain warganya yang bernama Ami’ul, juga ketika menghadapi gempuran LSM dan pertanyaan awak media, seolah apa yang disebut ketidaklaziman dalam seleksi hingga pelantikan Perades di Desa Talokwohmojo bukan murni kehendak sang Kades. “Dudu karepe dewe.” Lalu, ide siapa?
Sementara persoalan Perades di Kabupaten Blora masih menghangat karena berbagai pihak menempuh cara masing-masing, mulai dari melapor ke Polisi, Kejaksaan, Ombusdman, hingga BSSN, tiba-tiba Kades Talokwohmojo bikin ulah lagi. Pada tanggal 12 Juli 2022 lalu mengundang Ami’ul Khasanah agar datang ke balai desa untuk dilantik sebagai Kadus Temuwoh.
Bukan gurauan, pada tanggal itu di balai desa setempat benar-benar sudah disiapkan berbagai perlengkapan termasuk kehadiran unsur Forkompincam Kecamatan Ngawen. Namun acara pelantikan pada hari itu gagal karena Ami’ul Khasanah tidak hadir.
Bagaimana andaikan Ami’ul Khasanah hadir dan mau dilan-tik pada hari itu? Padahal Wanto yang sudah mengantongi SK sebagai Kadus kabarnya menolak diberhentikan. Dengan tegas Kades Talokmohwojo, Ernawan menjawab, bahwa SK Siswanto sudah dicabut. Yang bersangkutan sekarang sudah diberhentian sebagai Kepala dusun.
Lalu, apa sebenarnya yang dijadikan dasar hukum oleh Kades Talok dalam pember-hentian Wanto yang sudah di-lantik, dan pengangkatan Ami’ul sebagai Kadus?
Kebijakan Kades Talok ini bisa dibilang gegabah, karena pemberhentian Siswanto tanpa alasan yang kuat, sementara pelantikan Ami’ul Khasanah juga tidak dilampiri dasar hukum yang bisa memayungi. Karena itulah sampai hari ini, Siswanto tidak mau menanda tangani surat pemberhentian dirinya, dan Ami’ul juga tetap menolak untuk dilantik.
Semua pihak tau, bahwa polemik pengangkatan Kadus Temuwoh ini sudah sampai ke meja Ombusdman. Dan, perwakilan dari lembaga negara yang mempunyai kewenangan mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik itu juga sudah datang ke Blora untuk klarifikasi ke Dinas PMD, Camat Ngawen, maupun Kades Talok. Maka seharusnya keputusan memberhentikan dan melantik Kadus Temuwoh menunggu rekomendasi resmi dari Om-busdman. Sehingga Siswanto paham apa alasan dirinya diberhentikan, dan juga Ami’ul tau dasar pertimbangan dirinya diangkat menjadi Kadus Temuwoh.
Melihat sikap kekeh dan wajah tenang Pak Kades dalam mempersiapkan pelantikan Ami’ul pada hari Selasa, dan memutuskan untuk menunda pelantikan Ami’ul pada Jumat hari berikutnya, seolah langkah nekat dan gegabah ini bukan murni kehendak sang Kades. “Dudu karepe dewe.” Lalu ide siapa? ***

Perluas Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Bojonegoro Gelar Sosialisasi Pada PPDI

0

BOJONEGORO;
Sembilan belas bulan jelang Pileg (Pemilihan Legislatif) dan Pilpres (Pemilihan Presiden) Bawaslu Bojonegoro makin giat laksanakan Sosialisasi pada seluruh lapisan masyarakat. Utamanya pada pemangku kepentingan lintas profesi. Kali ini salah satu penyelenggara Pemilu tersebut laksanakan sosialisasi Pengawasan Partisipatif Dan Penandatanganan Nota Kesepahaman bersama Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Bojonegoro, Jumat (15/07/2022). Kegiatan dilaksanakan di Ruang Meliwis Putih Bakorwil Bojonegoro, dengan dihadiri oleh 35 orang dari dan 5 orang dari Gerkatin.

Bawaslu Bojonegoro bersama Ketua PPDI dan Kaban Kesbangpol

Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu. Salah satu tugas Bawaslu adalah pencegahan, pengawasan dan penindakan. “Sosialisasi ini merupakan salah satu wujud pencegahan yang Bawaslu Bojonegoro lakukan salah satunya dengan kelompok Disabilitas,” ujar Ketua Bawaslu Bojonegoro, Mochammad Zaenuri saat memberikan sambutan. Masih kata Zaenuri, agar kegiatan bersama kelompok disabilitas (PPDI) Bojonegoro ini tidak berhenti disini melainkan berkelanjutan. Maka, Bawaslu Bojonegoro melakukan MoU dengan PPDI Bojonegoro. “Bisa dilanjut seperti adanya tranfer pengetahuan dan pendidikan politik khususnya pengawasan Pemilu. Supaya nantinya masyarakat lebih banyak yang tahu terkait aturan Pemilu. Sehingga dapat meminimalisir pelanggaran yang mungkin terjadi,” paparnya.

Ketua Bawaslu dan Ketua PPDI saat menandatangani MoU

Karena dalam rangka pengawasan seluruh tahapan pemilu, Bawaslu Bojonegoro membutuhkan dukungan dan kerjasama semua elemen masyarakat Bojonegoro dalam melaksanakan Pencegahan dan Pengawasan. “Semoga pemilu ke depan berjalan lancar, kondusif dan semakin baik,” tukasnya Perlu diketahui, setelah pembukaan dilanjut penandatanganan MoU antara Bawaslu Bojonegoro Dan PPDI Bojonegoro. Kemudian penyampaian materi oleh Anggota Bawaslu Bojonegoro, Mujiono tentang tehnis pengawasan dan penjelasan regulasinya. Dan juga dari Kepala Bakesbangpol Mahmudi yang mengulas tentang partisipasi warga dalam pemilu merupakan bagian dari wujud wawasan kebangsaan. (*)

Kumpul di Rumah Mak Nyak, YouTuber Cepu Dibekali Ilmu Jurnalistik

0

BLORA.-

Apa jadinya jika puluhan youtuber kumpul di satu tempat? Heboh.., masing-masing dari mereka sibuk mengambil gambar video dari Ponsel (mobile phone) dan smartphone miliknya untuk membuat video youtube.
Seperti yang terlihat pada acara Pelatihan Jurnalistik & Ramah Tamah YouTubere Wong Cepu, Minggu (17/07/2022). Bertempat di rumah seorang YouTuber yang lagi naik daun, Mak Nyak di Dukuh Joho Desa Mulyorejo Kecamatan Cepu, acara yang diprakarsai koran Diva bersama Al-Hidayah Green Village itu sekaligus meresmikan berdirinya paguyuban YouTuber Cepu.
Puluhan youtuber hadir menyaksikan lounching “YouTubere Wong Cepu” yang diketuai oleh Mia Fajarwati, yang tidak lain adalah owner sekaligus developer Al Hidayah Green Village.

Kang Abas korandiva.co

Pada kesempatan itu hadir Kang Abas, pemimpin redaksi surat kabar Diva untuk memberikan pembekalan kepada para youtuber seputar ilmu jurnalistik.
Di hadapan para youtuber, pria jebolan Jawa Pos itu mengupas materi seputar media dan teknologi informasi yang dikemas dalam tema, “Media Informasi di Era 4.0”.
Menurut Kang Abas, kompetisi di era digital tidak hanya terjadi antar aplikasi berbeda seperti pengguna facebook, instagram, tiktok, dan youtube. “Yang seru malah kompetisi dalam aplikasi yang sama. Contohnya adalah persaingan antar youtuber,” papar Kang Abas.
Pada kesempatan itu Kang Abas juga memberikan tips untuk menjadi youtuber yang kreatif dan inovatif dengan cara berkolaborasi dengan media lain. “Youtuber juga berpeluang menjadi reporter,” tandasnya. (*)

Youtuber e Wong Cepu, Mak Nyak Gajian 7 Juta Sebulan

0

BLORA.-

Jebolan sekolah dasar ini tak pernah membayangkan bahwa sifat ceriwis dengan gaya bicaranya yang selalu ceplas ceplos itu menjadi daya tarik tersendiri bagi nitizen, sehingga video yang diunggahnya di chanel youtube selalu ditonton ribuan viewer.
Mak Nyak mengaku sudah 15 bulan berselancar di YouTube dan sudah mengunggah ratusan video melalui chanel Mak Nyak Official – YouTube. Konten pertamanya dibuat saat Mak Nyak mendarat (membantu orang yang punya hajatan) sebagai tukang cuci piring dan masak. Dari situlah Mak Nyak pertama kali menyapa netizen, ”Hei gaes…”
Perempuan bernama asli Suji itu mengaku sudah 12 kali menerima gaji dari adsense YouTube. “Gaji awal dua juta, sekarang saya dapat 7 juta sebulan,” ujar Mak Nyak dengan mata berbinar, saat ditemui wartawan, Selasa (04/07/2022).


Sebelum menjadi YouTuber, Mak Nyak dikenal sebagai pedagang lontong pecel keliling yang biasa mangkal di Pasar Mulyorejo, Cepu. Nama Mak Nyak itu pun merupakan panggilan yang awalnya asal-asalan oleh para pedagang di pasar. “Waktu itu di televisi ada film Si Doel Anak Sekolahan, dan kata orang saya ini mirip dengan pemeran Mak Nyak di film itu,” ujar perempuan setengah baya yang tinggal di Dukuh Joho, Desa Mulyorejo, Cepu, Kabupaten Blora.
Menurut Mak Nyak, keberhasilannya menjadi seorang YouTuber kondang tak lepas dari peran dan bimbingan seorang sahabatnya yang bernama Lek Damis, yang juga merupakan YouTuber terkenal saat ini.
Walaupun sudah menjadi YouTuber terkenal, pekerjaan sebagai penjual lontong pecel masih ditekuni hingga sekarang. “Dengan modal dagangan 250 ribu, Mak Nyak mengaku setiap hari pulang bisa membawa uang 300 ribu,” ujar Mak Nyak yang mengaku tidak akan meninggalkan pekerjaannya sebagai penjual lontong itu. (*)