Peserta Seleksi Perades Ada yang Protes : Mengaku Tidak Pernah Dilibatkan, Kapolsek Ngawen “Cuci Tangan”

“Dalam foto dokumentasi sidang pleno di kantor terlihat jelas hadir. Lalu, apa maksudnya di luaran dia membuat statemen bahwa tidak pernah diikutkan dalam proses pengawasan Perades?,” ujar Mokhamad Fadoli, ketua bidang ekonomi Forkom Blora.


Sengkarut seleksi Perades di yang cukup meresahkan rakyat, menjadikan pejabatnya saling curiga, dan bahkan saling lempar tanggung jawab. Hal itu seperti disampaikan Mokhamad Fandoli dari lembaga Forkom Blora, Rabu (2/2) lalu.

Protes yang disampaikan peserta seleksi Perades bernama Ami'ul Hasanah, warga yang dapat nilai tertinggi tapi gagal jadi , mendapat tanggapan berbeda dari petugas pengawas di tingkat kecamatan.

Baca Juga:  Peringati HUT Kemerdekaan, Warga RT.02 Balun Graha Permai - Cepu Gelar Tasyakuran

Kapolsek Ngawen dan Danramil ketika ditemui awak media terkesan cuci tangan, keduanya sepakat tidak tahu menahu dan mengaku tidak dilibatkan. “Pak tidak ada komunikasi tentang hal ini, ya kita tidak tahu,” ujar Kapolsek Ngawen Iptu Sugiman.

Pernyataan Kapolsek Ngawen itu mendapat klarifikasi dari Camat Ngawen Supriyono yang menyata-kan, bahwa Danramil dan Kapolsek Ngawen juga hadir dalam pelaksanaan Tes Computer Assisted Test () seleksi pengisian (Perades) di .

“Ini bukti chat via wa dengan Kapolsek dan Danramil waktu proses CAT di Semarang,” ujar Supriyono sambil menunjukkan bukti Chat di HP-nya.

Kepada , Camat Supriyono juga membantah ucapan Ami'ul yang katanya diundang ke kecamatan. “Itu juga tidak benar, Mas. Yang bersangkutan memang dipersilahkan oleh Pak kalau mau menghadap Camat,” tambahnya.

Baca Juga:  Bersama Petugas BPP Kecamatan Ngawen, Poktan Sejahtera Laksanakan Gerdal WBC di Desa Gedebeg

Supriyono mengaku mendapat info dari Kades Talok, bahwa Ami mau menghadap ke Camat untuk menanyakan perihal terbitnya rekomendasi dari Blora yang berujung mendongkrak posisi Wanto ke nomor urut 1 dan melengserkan posisi Ami ke nomor urut 2.

Dihubungi terpisah Kades Talokwohmojo membenarkan, bahwa dia yang menyarankan Ami'ul datang ke kecamatan untuk minta penjelasan terkait rekomendasi PMD. “Lalu, saya juga ngabari Pak Camat lewat WA kalo saudara Ami'ul mau menghadap,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *