20.9 C
Central Java
Sabtu, 28 Mei, 2022

Buy now

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Peserta Seleksi Perades Ada yang Protes : Mengaku Tidak Pernah Dilibatkan, Kapolsek Ngawen “Cuci Tangan”

“Dalam foto dokumentasi sidang pleno Perades di kantor PMD Blora terlihat jelas Kapolsek Ngawen hadir. Lalu, apa maksudnya di luaran dia membuat statemen bahwa tidak pernah diikutkan dalam proses pengawasan Perades?,” ujar Mokhamad Fadoli, ketua bidang ekonomi Forkom Blora.


Sengkarut seleksi Perades di Kabupaten Blora yang cukup meresahkan rakyat, menjadikan pejabatnya saling curiga, dan bahkan saling lempar tanggung jawab. Hal itu seperti disampaikan Mokhamad Fandoli dari lembaga Forkom Blora, Rabu (2/2) lalu.

Protes yang disampaikan peserta seleksi Perades bernama Ami’ul Hasanah, warga Desa Talokwohmojo Kecamatan Ngawen yang dapat nilai tertinggi tapi gagal jadi kepala dusun, mendapat tanggapan berbeda dari petugas pengawas di tingkat kecamatan.

Kapolsek Ngawen dan Danramil ketika ditemui awak media terkesan cuci tangan, keduanya sepakat tidak tahu menahu dan mengaku tidak dilibatkan. “Pak Camat tidak ada komunikasi tentang hal ini, ya kita tidak tahu,” ujar Kapolsek Ngawen Iptu Sugiman.

Pernyataan Kapolsek Ngawen itu mendapat klarifikasi dari Camat Ngawen Supriyono yang menyata-kan, bahwa Danramil dan Kapolsek Ngawen juga hadir dalam pelaksanaan Tes Computer Assisted Test (CAT) seleksi pengisian perangkat desa (Perades) di Semarang.

“Ini bukti chat via wa dengan Kapolsek dan Danramil waktu proses CAT di Semarang,” ujar Supriyono sambil menunjukkan bukti Chat di HP-nya.

Kepada wartawan, Camat Supriyono juga membantah ucapan Ami’ul yang katanya diundang ke kecamatan. “Itu juga tidak benar, Mas. Yang bersangkutan memang dipersilahkan oleh Pak Kades kalau mau menghadap Camat,” tambahnya.

Supriyono mengaku mendapat info dari Kades Talok, bahwa Ami mau menghadap ke Camat untuk menanyakan perihal terbitnya rekomendasi dari Dinas PMD Blora yang berujung mendongkrak posisi Wanto ke nomor urut 1 dan melengserkan posisi Ami ke nomor urut 2.

Dihubungi terpisah Kades Talokwohmojo membenarkan, bahwa dia yang menyarankan Ami’ul datang ke kecamatan untuk minta penjelasan terkait rekomendasi PMD. “Lalu, saya juga ngabari Pak Camat lewat WA kalo saudara Ami’ul mau menghadap,” tandasnya. (*)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Latest Articles