20.9 C
Central Java
Sabtu, 28 Mei, 2022

Buy now

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

TP2D di Blora Bikin Fungsi DPRD Mandul, Lemah dan Tak Berdaya

JAWA TENGAH

BLORA

“Dalam kasus Prades, ada indikasi kuat TP2D ikut bermain. Kecurigaan itu muncul setelah Bambang AW Ketua Perindo mendapatkan surat ketidak-sediaan dari kampus UNES selaku pihak ketiga dalam pelaksaan tes CAT,” ujar Seno Margo, mantan anggota DPRD Blora.


TIM Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) di Kabupaten Blora, ditenggarai sebagai kelompok perkumpulan tikus ber-SK yang bersarang di dapur bupati.

Pasalnya, semenjak adanya TP2D tatanan birokrasi di Blora menjadi carut marut dan menuai berbagai kritik pedas dari publik.

Seperti disampaikan Seno Margo, mantan angota DPRD Kabupaten Blora, kinerja TP2D perlu dipertanyakan dan dievaluasi. Terbukti dalam proses pengisian perangkat desa (Perades) ditenggarai mereka ikut bermain kong kali kong untuk mencari keuntungan pribadi.

Sebagaimana diketahui, pada 30 September 2021 Bupati Blora Arief Rohman telah menerbitkan SK Nomor 34 Tahun 2021 tentang Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Kabupaten Blora.

Menurut Seno, pembentukan TP2D sangat syarat dengan politik balas budi. Terbukti, anggotanya terdiri 6 orang Parpol dan 5 orang tim sukses Pilkada yang patut diragukan standar kemampuannya.

Menurut Seno, keberadaan TP2D akan menjadi sumber keruwetan baru di birokrasi Blora setelah Staf Khusus bupati dibubarkan. “Contohnya, campur tangan TP2D dalam dalam proses seleksi Prades kemarin. Juga terkait mutasi kepala sekolah yang diprotes PGRI karena ada unsur politik dendam balas dendam,” tambahnya.

Seno juga menyebutkan, dominasi peran TP2D di Kabupaten Blora telah menjadikan fungsi legislatif terkesan mandul, lemah dan tak berdaya. “DPRD Blora gak ada taringnya sama sekali. Terbukti, dalam permasalahan Perades angota legislatif ciut nyali untuk bersuara,” tegasnya, Rabu (20/04/2022).

Dirinya berharap angota TP2D dapat bersikap lebih obyektif ketika kebijakan Bupati dikritik oleh masyarakat, jangan hanya diam tanpa ada solusi.

Fakta itu disampaikan Seno, ketika pihak peserta Perades meminta audit forensik, dan Bupati terkesan ngeles sementara tim TP2D tidak memberi saran dan solusi. (*)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Latest Articles