Suparman, Pedagang Susu Yang Siap Maju Dalam Pemilu

BOJONEGORO –

Dalam modern, sarat menjadi wakil rakyat tidak harus yang mampu secara logistik saja, melainkan panggilan jiwa untuk ikut memperjuangkan apa yang menurutnya bermanfaat bagi masyarakat. Berangkat dari situlah, Suparman seorang pedagang susu keliling bertekad maju sebagai Calon (Caleg) pada pesta demokrasi 2024 mendatang.

Suparman (52) yang berasal dari Desa Ngaglik Kecamatan Kabupaten Bojonegoro ini bergabung dengan sudah lumayan lama, pria sarat pengalaman ini yakin dirinya mendapatkan dukungan yang signifikan khususnya dari warga Desa Ngaglik dimana dia tinggal. “Saya maju atas dorongan warga yang menginginkan perubahan mas,” ungkap Gus Man, sapaan akrab Suparman kepada korandiva.co

Lanjut Gus Man, dengan berbekal dukungan itulah saya bertekad maju dalam () 2024 nanti. Saya akan berusaha sekuat tenaga tapi tetap mengedepankan rasionalitas mas,” ungkapnya dengan sedikit berkelakar.

Baca Juga:  Reses Masa Sidang ll 2022, Mitroatin : Dorong UMKM Go Digital Go Global

Berangkat lewat (Daerah Pemilihan) V memang tidak mudah, karena para caleg petahana yang sampai saat ini duduk di dewan masih akan bertarung kembali, sesuai dengan hasil Pileg 2019 yang lalu, keluar sebagai jawaranya Dapil V dengan 3 kursi, disusul Gerindra 2 kursi dan partai lainya masing-masing 1 kursi. Dengan 8 kecamatan yang ada, memang tidak mudah, tapi segala kemungkinan masih bisa terjadi.

Dengan berjualan susu keliling seperti ini, saya semakin tahu apa keinginan warga pada para wakilnya di kursi dewan,” ujar Gus Man sambil menunjukan sebuah catatan yang ditulis rapi berupa masukan-masukan warga yang sudah ditemuinya. Saya tidak mengiming-imingi mereka dengan janji yang muluk-muluk tapi saya sampaikan dan berikan jaminan sebuah kerja keras untuk memajukan perekonomianya.

Baca Juga:  Pondok Ramadhan 27 Hari Gratis, di Ponpes Al-Asy’ari, Bojonegoro

Dengan bernaung di Partai NasDem, Suparman merasa apa yang diperolehnya sudah cukup sebagai bekal nya besuk. Partai yang mengusung jargon besarnya Tanpa Mahar itu tentu akan mengakomodir keinginanya dalam memperjuangkan masyarakat Dapil V melalui kontestasi politik 2024.

” Saya yakin selalu ada buat niat baik saya ini mas,” begitu ungkapnya sambil memperlihatkan foto-foto saat berinteraksi dengan warga pada korandiva.co

Politik memang terkadang menggelitik, tapi jangan sampai kita malah terjerumus apalagi tercekik. Berlaku bijaklah, karena adagium politik mensiratkan sebuah kepentingan bukan kebersamaan semata. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *