Transparan, Bukan Transferan

Pemerintah Desa Plantungan Kecamatan Blora, Kabupaten Blora pada tanggal 20 Oktober 2022 lalu melantik lima orang perangkat desa baru yang terdiri dari Sekdes, Kasi Pelayanan, Kaur TU dan Umum, Kaur Keuangan, dan Kaur Perencanaan.

Kelima orang perangkat desa yang dilantik adalah hasil dari penjaringan atau seleksi mandiri, artinya seleksi diadakan oleh desa itu sendiri—tidak seperti 194 desa lain yang seleksi peradesnya dikoordinir oleh tim kabupaten.Koq bisa?

Sesuai Undang Undang seharusnya memang tes Perades itu kewenangan ada di Desa. Boleh dilakukan dengan sederhana, boleh dilakukan tes tertulis di balai desa, tidak harus dengan tes CAT yang ribet sampai harus keluar kota yang tentu akan menambah biaya dan jadi beban peserta tes.

Selain disaksikan oleh Camat beserta jajaran Forkompincam, pelantikan perangkat desa di Plantungan kemarin juga dihadiri pejabat Dinas PMD Kabupaten Blora. Lho koq mau?

Sesuai peraturan dan Undang Undang terkait penjaringan atau seleksi perangkat desa, Bupati beserta jajarannya–dalam hal ini Dinas PMD berfungsi sebagai pembina, Camat berperan sebagai pengawas, dan kepala desa adalah selaku pelaksana.

Bagi kepala desa yang selalu berpikir merdeka dan tidak tidak ingin jadi tersangka-terdakwa-apalagi masuk penjara, rekrutmen perangkat dengan sistem tes secara mandiri jauh lebih transparan sekaligus mencegah budaya transferan.

Tes tertulis yang diadakan di balai desa, sistem penilaiannya secara langsung dan dilakuan secara terbuka. Semua peserta masing-masing tahu jawaban yang benar dan yang salah. Ini yang dimaksud lebih transparan.

Kemampuan dan kompetisi tiap peserta terlihat, sehingga dari faktor pendidikan bisa dibedakan mana lulusan “ITB” alias Intitut Tambal Ban, dan mana yang lulusan S1 asli.

Berbeda dengan tes perades menggunakan sistem CAT yang diselenggarakan di luar kota beberapa waktu lalu. Proses pengerjaan soal-soal bisa “dibantu” oleh orang lain dari jarak jauh dengan diremote komputernya. Hal ini pernah dibongkar Mabes Polri atas adanya kecurangan tes CAT CPNS di 9 kabupaten yang melibatkan 9 ASN dari 30 tersangka.

Pola pikir merdeka yang dimiliki Kades Plantungan, tentunya akan memberikan konsekwensi kesejahteraan bagi perangkat yang dilantiknya. Karena bisa dipastikan setelah menerima SK kelima perangkat desa akan menerima hak-haknya sebagai abdi masyarakat, yaitu honor atau gaji.

Selain gaji, perangkat desa berhak mendapatkan jaminan sosial hingga pemeliharaan kesehatan. Dan, seorang kepala desa selaku pimpinan lembaga desa wajib memperjuangkan nasib bawahannya.

Berbeda dengan nasib 857 perangkat yang sudah dilantik awal tahun lalu. Walaupun sudah menjalankan tugas sehari-sehari selama 6 bulan lebih, mereka hingga hari ini ternyata belum ada yang menerima gaji. Bahkan harapan untuk pencairan gaji pada Tahun 2023 pun masih remang-remang alias belum ada tanda-tanda karena dalam perubahan APBD Blora tampaknya belum juga dianggarkan.

Walaupun kondisi itu melanggar banyak aturan, sepertinya ratusan perades harus tetap diam mensyukuri nasibnya, dikarenakan mereka sudah terjebak dalam kesepakatan, “Siap tidak menerima gaji selama situasi belum kondusif.”
***

Adakan “Jumat Berkah”, Partai Demokrat Blora Ajak Puluhan Warga Makan di Warung Monosuko

BLORA.-

Untuk yang kesekian kali pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Blora mengadakan kegiatan “Jumat Berkah“, kali ini dilaksanakan di Warung Makan Monosuko, Jalan Nusantara No. 50 Kelurahan Jetis Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, pada Jumat (21/10/2022).

Peserta yang hadir diantaranya para tukang becak, tenaga pengakut sampah, para pemulung, penjual makanan/sayuran keliling, Satpam, dan peserta kelompok sepeda santai Blora.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Blora, Hj Tety Indarti mengatakan, bahwa kegiatan “Jumat Berkah” merupakan wujud nyata sebagai tindak lanjut instruksi Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yodhoyono (AHY) pada saat pelantikan pengurus DPC Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah di Magelang, beberapa waktu lalu. Agar pengurus dan kader Partai Demokrat segera membangun koalisi dan komunikasikan hati dengan rakyat.

“Disamping itu, kegiatan Jumat Berkah juga sebagai bentuk kepedulian dan kepekaan terhadap kondisi masyarakat yang saat ini dalam kondisi sulit, sebagai dampak langsung dari Pandemi Virus dan Kenaikan Harga BBM,” ujar Tety.

Tety mengaku senang dan bersyukur masih bisa melaksanakan Jumat Berkah sambil menikmati suasana guyup rukun dan kegembiraan. “Saya dan pengurus lain mengucapkan terima kasih kepada Bapak Martono selaku pemilik Warung Makan Monosuko, yang telah membantu dan mendukung kegiatan Jumat Berkah ini,” tandasnya.

Tak lupa Tety juga memberikan apresiasi positif terhadap langkah mulia dari Martono selaku pengusaha muda yang memiliki keikhlasan serta kepedulian kepada kaum yang belum beruntung dengan memberi kesempatan menikmati sajian dari warung makan Monosuko yang memiliki sesanti “Makan sepuasnya dan membayar seikhlasnya”.

Sementara itu Martono dalam sambutannya menyampaikan ucapan trimakasih atas dipilihnya warung makan Monosuko sebagai tempat kegiatan Jumat Berkah, dan bahkan Ia menawarkan kepada para peserta Jumat Berkah yang hadir agar setiap melewati warung makan Monosuko berkenan mampir. “Karena warung ini milik kita,” ujar Martono.

Ungkapan bijak Martono serentak disambut oleh para peserta dengan ucapan Aamiin serta tepuk tangan. Bahkan dari para peserta merasa bangga dan senang atas ajakan dan ucapan, bahwa warung ini milik Kita, sehingga mereka berencana setelah kegiatan ini nanti pasti akan mengajak keluarga, saudara dan teman-teman untuk datang ke warung makan Monosuko.

Berbagai ungkapan dari para peserta sebagai tanda syukur karena senang dan terhibur, serta beterima kasih karena baru kali mengikuti Jumat Berkah yang selain bisa makan pagi juga masih mendapat hadiah. Semoga kegiatan Jumat Berkah semacam ini akan terus terwujud di tengah suasana masyarakat yang sedang menderita.

Kegiatan Jumat Berkah ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu peserta bernama Sadikin. Dalam doanya ia mengajak seluruh peserta untuk memohon kepada Allah agar semua peserta, pemilik warung dan para pengurus Partai Demokrat diberi kesehatan, kemudahan, dan keselamatan serta kesuksesan. Aamiin. (*)

Kapolsek Kradenan bersama Forkompincam Bagikan Bansos di Desa Ngrawoh

BLORA.-

Kapolsek Kradenan AKP Lilik Eko Sukaryono SH.MH bersama Forkompincam Kradenan, Rabu (19/10/2022) membagikan bantuan sembako kepada dua orang kurang mampu di tengah hutan ikut Desa Ngrawoh Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora.

Acara penyerahan bansos disaksikan Kepala Desa Ngrawoh, Purwondo bersama perangkatnya, Bhabinkamtibmas serta Babinsa Desa Ngrawon.

Sekitar pukul 12.30 Wib, rombongan tiba di rumah Darman (60 tahun) yang beralamat di KHDTK petak 147 RPH Ngrawoh BKPH Ngandong KPH Ngawi.

Selanjutnya ke rumah Sukimin (45 tahun) dengan alamat KHDTK petak 139 RPH Ngrawoh BKPH Ngandong KPH Ngawi. Keduanya turut desa Ngrawoh Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora.

Kapolsek Kradenan AKP Lilik Eko Sukaryono SH.MH kepada awak media menjeskan, bahwa pemberian bansos tersebut merupakan tindak lanjut informasi dari warga masyarakat bahwa terdapat dua keluarga yang hidup di tengah hutan dengan kondisi yang memprihtinhan.

“Seperti Pak Darman mengalami cacat kaki sebelah kanan, untuk berjalan aja menggunakan alat bantu rongkat. Kondisi bangunan rumah juga gak layak terbuat dari kayu jati, dinding dari kulit pohon atau gelam. Kedua keluarga tersebut hidup di tanah Perhutani jauh dari pemukiman warga, jaraknya aja sekitar 2 km dari pemukiman penduduk Desa Ngrawoh,”pungkas Lilik.

Pada kesempatan itu Kepala Desa Ngrawoh, Purwondo berencana akan memindahkan kedua keluarga dengan jumlah masing-masing lima orang. “Sudah saya rencanakan untuk memindahkan dua keluarga ini di tanah desa setelah panen jagung, tiga bulan yang akan datang,” ungkap Purwondo. (*)

Musim Hujan, Polsek Bogorejo Intensif Patroli di Kawasan Hutan

BLORA.-

Menindaklanjuti atensi dari Kapolres Blora AKBP Fahrurozi,SIK,MM,MH terkait penanggulangan bencana alam di kabupaten Blora, jajaran Polsek Bogorejo intensif menggelar patroli di wilayah hutan dan perbukitan.

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya pembalakan liar dan antisipasi terjadinya bencana alam di musim hujan.

Kapolsek Bogorejo AKP Nur Dwi Edi,SH,MH membeberkan, bahwa selain untuk antisipasi pencurian kayu negara, patroli juga untuk antisipasi terjadinya bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung yang bisa saja terjadi di desa-desa di pinggiran hutan dan kawasan perbukitan.

Untuk diketahui beberapa desa di wilayah Kecamatan Bogorejo berlokasi di pinggiran hutan serta di lereng perbukitan. Adapun patroli dilakukan dengan menggunakan kendaraan patroli Strada.

Petugas Polsek Bogorejo patroli menyusuri kawasan hutan hingga perbatasan Kecamatan Kenduruan Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Kapolsek Bogorejo menambahkan bahwa dalam patroli hutan tersebut, pihaknya juga menyampaikan pesan- pesan Kamtibmas kepada masyarakat sekitar hutan yang dijumpai anggota saat bertugas.

“Kita sampaikan warga agar ikut menjaga kelestarian hutan dan lingkungan. Jangan sampai merusak alam apalagi sampai melakukan pembalakan liar,” kata Kapolsek Bogorejo.

Masih kata Kapolsek, jika hutannya lestari maka ekosistem alam pun bisa terjaga sehingga bisa meminimalisir terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Masyarakat juga diimbau agar selalu waspada terhadap bencana alam. Terutama warga yang tinggal di sekitar hutan dan perbukitan.

“Mari bersama kita jaga lingkungan, jika membersihkan atau membuka lahan persil di hutan mohon jangan dibakar karena dapat menimbulkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya. (*)

Perhutani Mantingan Bekerjasama dengan Polsek dan TNI dalam Kegiatan Pengamanan Kawasan Hutan

KoranDiva-REMBANG. – Perhutani Mantingan bersama Polsek Bulu dan Koramil Bulu Kabupaten Rembang, Selasa (18/10/22) bekerjasama berikan ketrampilan pengamanan kepada anggota Polisi Hutan dan Polisi Teritorial KPH Mantingan di Wana Wisata Mantingan.

Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Admininstratur Dwi Anggoro Kasih, Ka. Polsek Bulu AKP Roy Irawan SH,MH, Komandan Rayon Militer Bulu Kapten Inf. Budi Susanto dan jajaran Asper, jajaran Babinkamtibmas dan Babinsa serta perwakilan KRPH dan Polres serta anggota Polhutmob Mantingan.

Administratur Mantingan Ir. Marsaid dalam pengarahannya menyampaikan, petugas lapangan harus mempunyai skiil yang mumpuni dalam menjalankan kegiatan keamanan. “Untuk itu kita bekerjasama dengan Polri dan TNI sebagai mitra lembaga dan sinergitas antar lembaga “tuturnya.

Menurut Marsaid, untuk meningkatkan skkil petugas di jajarannya dalam mengamankan kawasan hutan agar semakin kondusif, Perhutani perlu mendapatkan dukungan penuh dari Polri dan TNI. “Diperlukan trik petugas dalam menjalankan keamanan untuk mengurangi pelaku illegal logging di dalam kawasan hutan,” tambahnya.

Lanjut Marsaid, Polmob maupun Polter harus berhati-hati dan jangan sampai masuk irama para pelaku illegal Logging dalam menjalankan aksinya. “Kalau kita masuk, berarti kita juga termasuk orang yang merusak kawasan hutan. Itu yang harus dipedomani pagi para petugas dilapangan,” pesannya.

“Kalau petugas kita di lapangan sudah masuk dalam lingkaran pelaku ilog maka manajeman tidak segan-segan untuk memberikan funismen, dan untuk petugas lapangan yang berprestasi akan kita berikan penghargaan,“ tegasnya.

 

Sementara itu Kapolsek Bulu AKP Roy Irawan SH MH mengatakan, karena Perhutani sudah kembali menjadi Perum, maka tanggung jawab kita untuk bersama-sama mengamankan kawasan hutan.

“Kepada seluruh karyawan untuk memahami bagaimana pengamanan kawasan ini dengan tugas kita yang semakin berat,” ungkap Roy.

Untuk kawasan hutan yang sudah menjadi Kawasan Hutan dengan Perlakuan Khusus maka kita perlu untuk menjelaskan secara detail kepada semua warga dalam kawasan hutan. “Karena selama ini masyarakat hanya terima dari pihak Lembaga Swadaya Masyarakat saja. Seharusnya bisa menerima informasi juga dari Perhutani,“papar Roy.

Danramil Bulu Kapten Inf. Budi Susanto menambahkan, bahwa dalam menjalankan tugas harus selalu berpedoman pada aturan yang ada, agar kelestarian hutan kita tetap terjaga. “Karena kelangsungan kehidupan di alam harus lestari sepanjang hayat. Kami juga memberikan himbauan kepada para penggarap untuk tidak membakar serasah atau daun-daun kering di dalam kawasan hutan,” terangnya.

Sekarang ini menurut Budi, banyak pihak yang memanfaatkan kawasan hutan ini dengan iming-iming bahwa setelah 35 tahun tanah kawasan hutan dapat disertifikatkan oleh masyarakat kawasan hutan melalui kelompok tani.

“Adanya Perhutanan Sosial yang sekarang ini regulasinya belum jelas, dan kita akan tetap membantu masyarakat bahwa kita harus menunggu regulasi yang benar yang datangnya dari pemerintah, bukan yang datang dari lembaga yang belum jelas keberadaanya,” pungkasnya. (*)

HUT TNI ke-77 di Kradenan, Blora Dilaksanakan di Guwo Sentono

BLORA.-

Bertempat di lokasi wisata Guwo Sentono, Desa Mendenrejo Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Minggu (16/10/2022), Koramil 10 Kradenan menggelar Tasyakuran HUT TNI ke-77 dengan tema, Dirgahayu TNI, 5 Oktober 1945 – 5 Oktober 2022.

Tampak hadir dalam acara tasyakuran antara lain anggota DPRD Blora H. Warsit S.Pd.SH.MH, Forkompincam Kradenan, Dan Ramil 09 Randublatung Kapten Chb Sudiyono, Kapolsek Randublatung AKP Les Pujiyanto, Kapolsek Kradenan AKP Lilik Sukaryono SH.MH, dan kepala desa se-Kecamatan Kradenan beserta peradesnya.

Acara yang dibuka pada jam 10.30 Wib itu diawali dengan pembacaan doa bersama, dilanjutkan dengan sambutan Dan Ramil 10 Kradenan Kapten Chb Munawar.

“Selaku Dan Ramil 10 Kradenan saya sangat berterima kasih kepada bapak-bapak yang hadir pada acara tasyakuran ini–wabil khusus kepada Bapak Warsit yang telah memberikan dukungungan penuh, hingga acara tasyakuran HUT TNI ke-77 ini bisa terlaksana,” ungkap Kapten Chb Munawar.

Camat Kradenan dalam sambutannya yang diwakili oleh Sekcam, Tarkun menyampaikan permintaan maaf karena Ibu Camat berhalangan hadir. “Yang penting kita tetap semangat, dan kekompakan antara TNI dan masyarakat harus selalu terjaga. Karena TNI adalah KITA. Dirgahayu TNI semoga selalu jaya,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Desa Mendenrejo, Supari pada kesempatan itu mengungkapkan unek-uneknya di hadapan para tamu undangan.

“Saya harus menyampaikan beberapa hal terkait tempat wisata Guwo Sentono agar bisa segera menjadi tempat wisata yang digemari oleh pengunjung, maka tidak lama lagi akan didirikan tempat ibadah musola. Itu semua tergantung Pak Warsit,” kelakarnya.

Di penghujung acara Warsit menyampaikan kiprahnya sebagai wakil rakyat, terkait pembangunan infrastruktur di wilayah Kradenan– khususnya di Desa Mendenrejo.

“Kalau yang berkaitan dengan pembangunan jalan di Desa Mendenrejo, ibarate dalan celeng wae tak paving. Pokoke, lorong-lorong sudah terpaving semua,” ujarnya.

“Dalam momentum tasyakuran HUT TNI ke-77, maka kita harus bersinergi bersama TNI. Karena para Kades ada kaitannya dengan Bhabinsa yang tiap hari selalu sambang ke desa-desa binaannya dan selalu diajak koordinasi,” pungkas Warsit seraya memberi janji kepada Dan Ramil 10 Kradenan, bahwa tahun depan jika mengadakan syukuran HUT TNI dia akan nyumbang Rp 50 juta. (*).

Makan Bahu Jalan, Pembangunan Pasar Desa Trembulrejo-Ngawen Dihentikan

BLORA.-

Pembangunan pasar tradisional di Desa Trembulrejo Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora terpaksa harus dihentikan. Selain banyak menuai polimik di kalangan warga masyarakat, pem-bangunan pasar yang berseberangan jalan dengan Kantor Desa Trembulrejo itu secara fisik makan bahu jalan.

Hal itu sesuai hasil peninjauan dari pihak Bina Marga, Satpol PP dan PUPR, serta Polres Blora beberapa waktu lalu, bahwa pembangunan pasar tidak boleh dilanjutkan dan harus dihentikan karena terlalu dekat dengan batas jalan.

Wartawan Diva yang melihat langsung di lokasi, batas luar bangunan pasar hanya berjarak kurang dari satu meter dari Cor jalan.

Ketua Ormas Linduaji, Herman mengatakan bahwa pembangunan pasar itu salah sejak dari perencanaan. “Itu bukan mepet jalan tapi makan jalan, Mas,” selorohnya.

Dikonfirmasi wartawan, Kepala Desa Trembulrejo, Imroni membenarkan adanya teguran dari Dinas dan Polres Blora. “Iya memang ada teguran, makanya obyek pasar akan saya pindahkan ke pinggir lapangan sepak bola Trembulrejo,” katanya, Senin (10/10/2022) seraya menegaskan, bahwa keputusan tersebut sudah melalui mekanisme Musdes.

Secara terpisah ketua BPD Trembulrejo Arista Yulian membantah adanya pembahasan rencana pembangunan pasar melalui musyawarah. “Sela-ma ini saya belum pernah diundang Musdes terkait pasar, entah kalau anggota lain,” katanya.

Saat ini obyek pasar sudah di pindahkan ke Lapangan Trembulrejo dan dimulai pembangunanya dari nol kembali.
Sementara itu salah seorang tokoh masyarakat Ngawen, Fandolin mengaku menolak rencana pemindahan obyek pasar ke lapangan sepak bola. “Aku gak setuju pembangunan pasar ada di lapangan sepak bola. Lapangan itu kan tanah warga yang diwakafkan untuk olah raga, bukan pasar,” ujarnya.

Fandolin yang merupakan salah satu ahli waris pewakaf merasa keberatan dengan rencana itu. “Nanti kalau pas ada pertandingan sepak bola bagaimana?” tambahnya.

Menurut Fandolin, pemindahan lokasi bangunan pasar dari lokasi awal tetap harus melalui Musdes. (*)

Bekali Intelegensi Digital ASN, Pemkab Blora dan BKN Gelar Try Out PPPK Berbasis CAT

BLORA.-
Bertempat di Gedung Laboratorium Komputer SMA Negeri 1 Cepu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora bersama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional 1 Jogja menyelenggarakan Try Out bagi para calon pelamar Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (PPPK) dengan metode simulasi berbasis Computer Assisted Test (CAT) pada hari sabtu 15 oktober 2022 dan minggu 16 oktober 2022.

Simulasi dengan kuota 800 peserta ini dimaksudkan untuk memberikan bekal kepada calon peserta PPPK, agar lebih mengetahui tata cara seleksi yang akan diikutinya nanti, dan juga agar calon peserta juga lebih familiar dengan aplikasi CAT BKN itu sendiri.

Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Blora, Achmad Toha SH, MH menjelaskan bahwa Try Out PPPK 2022 yang digelar berbasis CAT, agar calon pelamar bisa lebih mengenali fitur-fitur yang ada di CAT.

“Try out ini dalam rangka membantu calon peserta semua untuk nanti persiapan untuk mengikuti tes pengadaan ASN PPPK sesungguhnya,” ucapnya di sela pengarahan Try Out peserta.

“Dalam sehari dibagi menjadi empat sesi dengan tiap sesinya sebanyak 100 peserta dengan durasi simulasi 45 menit di empat lab. Sehingga dalam sehari pelaksanaan terdapat 400 kuota peserta,” imbuhnya.

Achmad Toha SH, MH Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Blora

Sementara itu Ardhaneswari Habiba, peserta asal Kecamatan Cepu yang mengikuti simulasi sesi 1 di hari pertama mengatakan, bahwa program seperti ini sangat bagus untuk menguji kemampuan para peserta calon ASN maupun tenaga honorer agar tidak kaget saat menghadapi ujian berbasis CAT yang sesungguhnya, terutama untuk peserta yang masih fresh graduate dan juga tenaga honorer yang sudah sepuh yang belum familiar dengan sistem CAT ini.

“Meskipun ini hanya simulasi, tapi sangat membantu sekali untuk pengetahuan awal tentang ujian atau test berbasis CAT. Karena kedepannya, segala bentuk pekerjaan baik di pemerintah pusat maupun pemerintah daerah akan berhadapan dengan digital teknologi, atau lebih tepatnya kinerja para aparatur negara lebih banyak memakai sistem berbasis komputer” ungkap Ardha.

Seperti diketahui, pendataan pegawai non ASN dimaksudkan untuk melakukan pemetaan dan mengetahui jumlah pegawai Non ASN baik di instansi pemerintah pusat maupun daerah.

Menurut data dari BKD, Jumlah tenaga non ASN (uji publik) atau Pegawai Honorer di lingkungan Pemkab Blora per 30 September 2022 sebanyak 4.701 orang dengan rincian untuk tenaga honorer kategori II (THK-2) sebanyak 470 orang dan tenaga non ASN sebanyak 4231 orang. (*)

HUT ke-97 Yayasan Yohanes Gabriel Cepu Dimeriahkan Atraksi Barongsai

BLORA.-

Memperingati HUT Yayasan Yohanes Gabriel Cepu yang ke 97, dan Gereja Katholik St. Willibrordus yang ke-90 tahun, berbagai kegiatan sosial, hiburan, atraksi barongsai hingga bazar UMKM disuguhkan dengan sangat meriah pada hari Minggu, 16 Oktober 2022.

Acara diawali dengan kegiatan jalan sehat yang diiringi penampilan drumband yang diikuti oleh seluruh keluarga besar dari Yayasan Yohanes Gabriel Cepu dengan rute awal di lapangan basket SD Katholik Cepu menuju tugu 20 Mei – Ketapang – Pasar buah – Klenteng Ngareng – kemudian jalur perempatan Jl. Pemuda – Jalan Diponegoro – Tugu 20 Mei belok kanan, dan berakhir kembali di lapangan basket SD Katholik Cepu sebagai Finishnya.

“Total ada 150 hadiah hiburan dan 25 hadiah utama dengan rincian 3 sepeda Polygon (seharga 2 jutaan per buah), 2 emas murni (seharga satu jutaan per buah), 3 kompor gas, kulkas dan mesin cuci untuk hadiah utama, dan sisanya souvenir atau hadiah hiburan,” ujar F. Ganiwanto S.Ag, selaku Ketua Panitia.

“Tiket jalan sehat atau jalan santai yang dijual dengan harga dua ribu rupiah per lembar sejumlah kupon 3500 sudah habis terjual sebelum acara dimulai,” imbuhnya.

“Selain jalan sehat, penampilan drumband, hiburan musik dan band serta atraksi barongsai, kami juga menggelar bazar UMKM di lingkungan kami yang diikuti oleh 23 pelaku UMKM dari yayasan kami yang menyajikan aneka jenis makanan dan minuman serta hasil tanaman kebun,” sambungnya.

Acara yang dikhususkan untuk kalangan keluarga yayasan ini sangat meriah, namun masyarakat umum juga bisa ikut menikmati hiburan yang disuguhkan dan juga berkeliling area UMKM untuk mencoba menu yang di tawarkan di stand tersebut.

“Sedangkan puncak acara dari keseluruhan dalam rangka memperingati ulang tahun yayasan dan gereja ini akan digelar pada minggu depan 23 oktober 2022, dengan berbagai bazar UMKM, kegiatan sosial dan hiburan atau Panggung Gembira,” tutup Gani selaku ketua panitia. (*)

PWRI Blora: Jadikan Bahagia dan Sehat sebagai Motivator dan Inspirator dalam Kehidupan di Masyarakat

BLORA.-

Mensikapi kehidupan yang semakin dinamis dan membutuhkan ketahan diri yang tinggi, hidup Bahagia dan Sehat menjadi tren baru di kalangan kelompok rentan (Keren) di Kabupaten Blora
Ketua PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia) Kabupaten Blora Bambang Sulistya menyampaikan pesan istimewa Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada para wredatama saat pelantikan Pengurus PWRI Jateng, agar dalam menghadapi situasi sulit seperti saat ini kita harus bisa mewujudkan program “BS”.

“BS bukan berarti kepanjangan dari Bambang Sulistya, tapi sebuah akronim yang memiliki harapan positif bagi kehidupan,” ucap Bambang, Minggu (16/10/2022).

Mantan Sekda Blora itu melanjutkan, BS yaitu Bahagia dan Sehat. Karenanya, program BS bisa menjadi motivator dan inspirator dalam kehidupan di masyarakat manula maupun para generasi milenial.

“Saat ini banyak merebak ungkapan kata-kata, bahwa bahagia itu sederhana. Meskipun sederhana kata-kata ini memiliki makna yang sangat mendalam serta mudah diingat,” ujarnya.

Dikatakannya, bahwa kebahagian itu merupakan faktor penting yang selalu dirindukan dan diharapkan dalam kehidupan, agar terus diikhtiarkan serta diperjuangkan oleh kita semua.

Disamping itu, kata bahagia yang sederhana itu dapat memberi pelajaran bagi kita semua agar setiap orang apapun latar belakangnya, agama, status dan suku untuk selalu pandai mensyukuri apa yang kita miliki, kita dapatkan dan kita nikmati.

“Dengan bersyukur maka hidup akan terasa cukup, hati menjadi tenang dan bahagia pasti akan datang,” tuturnya.

Demikian pula untuk menjadi sehat selain pola makan yang terjamin dan pola hidup yang terkendali, maka jadikan kegiatan olahraga menjadi kebutuhan hidup sehari-hari.

Seperti disampaikan Soedadyo, mantan Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Blora yang juga ketua kelompok sepeda pancal Blora, bahwa untuk bisa mewujudkan bahagia dan sehat setiap hari selalu memanfaat waktu dengan beraktivitas yang dapat membahagiakan dan membuat sehat orang lain baik melalui sepeda santai maupun senam bersama dengan cara membagikan doorprize.

Sementara itu H Sukardi, mantan kepala SMA Negeri 1 Blora yang saat ini sudah berumur 89 tahun itu masih aktif berolah raga jalan pagi, bersepeda dan selalu berbagi dengan mengajak makan bersama secara gratis. Seperti yang dilakukan hari ini Minggu (16 /10/2022), ia mentraktir teman yang ikut gowes sepeda santai.

Tentu saja, ajakan makan bersama itu dibarengi niat ingin membahagiakan dan membuat hidup makin bermakna. Suasana guyup rukun dan sendau gurau pasti tercipta dan sesekali ada ucapan patun jawa/parikan yang membuat perekat persaudaraan yang makin mantab.

“Seperti ucapan parikan Blora, karena kabupaten Blora gudangnya sapi Jawa Tengah, maka ada pantun jawa, susu sapi rasane anyep, tiwas berkorban jebul ora dianggep,” ungkapnya.

Lain lagi parikan yang terinspirasi dengan burung merpati yang saat ini dapat dijumpai di Taman Perumnas Karangjati Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, “Manuk doro mabur ning latar, Kowe ngilangi golek sing anyar”.

“Demikian kreativitas dalam upaya mengamalkan Arahan bapak Ganjaran Pranowo dalam kehidupan nyata semoga program BS menjadi virus kebaikan dan kerukunan di masyarakat untuk menghadapi hidup yang semakin sulit,” tambah Bambang Sulistya. (*).

Koran Lokal Terpercaya