21.8 C
Central Java
Selasa, 24 Mei, 2022

Buy now

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Jumat, Hari Berbagi Kebahagian untuk Kaum Duafa

BLORA. – Ada suatu pandangan yang menarik dalam masa pandemi covid 19 terutama sejak dilaksanakan kebijakan Pemerintah tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Bumi Mustika Blora, tepatnya di pojok sebelah selatan Lapangan Kridosono.

Setiap hari Jumat ada sekelompok orang yang berjumlah lebih dari tujuh orang didominasi para tukang becak sedang duduk duduk santai berkumpul ngobrol tentang kehidupan yang di rasa semakin sulit sambil menunggu datang rejeki yang tidak pasti.

“Saya mencoba ikut bergabung dan ngobrol dari hati ke hati untuk menyelami keadaan kehidupan mereka, yang saat ini dirasakan. Sungguh di luar dugaan terungkap sebuah fakta bahwa masa pandemi telah menciptakan kondisi ekonomi mereka semakin berantakan dan ajur-ajuran,” ungkap Bambang Sulistya, Ketua PWRI Kab. Blora, Jumat (5/8/2021).

Bisa dibayangkan selama musibah pandemi Covid -19 tiap minggu rata-rata, sebagai tukang becak hanya bisa menarik penumpang dua kali, kalau dinilai uang sekitar Rp 50.000 selebihnya blong tidak menarik penumpang sama sekali.

Untuk memenuhi kehidupan keluarga mereka menjual aset keluarga yang dimiliki, bekerja serabutan apa yang bisa dilakukan.

“Bahkan kalau sudah kepepet ada yang nekat cari pinjaman ke tetangga yang berkemampuan dengan jaminan korban perasaan,” ucapnya.

Menurut mantan Sekda Blora itu, ada yang menceritakan sebelum pandemi setiap bulan mendapat hasil dari mengantar anak-anak sekolah pergi pulang rata-rata per bulan Rp 1,8 juta.

“Namun karena sekarang belajar di rumah penghasilan dari mengantar anak sekolah hilang,” ujarnya.

Hebatnya mereka saat ini masih sabar, punya semangat dan masih mampu menghibur diri ditengah kesulitan ekonomi keluarga.

Setiap hari Jumat mereka masih setia menunggu di pojok lapangan Kridosono, datangnya rejeki dari para donatur, dermawan dan para anggota masyarakat yang tersentuh hatinya untuk peduli bagi kaum duafa.

“Karena diyakini setiap hari Jumat merupakan hari istimewa untuk melakukan sedekah atau berbagi ,kata mereka menyebut hari, Jumat Berkah,” tambahnya.

Demikian pula pada Jumat (5/8/2021), ada sekitar 30 orang terdiri tukang becak, buruh bangunan dan pengangkut sampah berkumpul di pojok Lapangan Kridosono dengan tetap menaati protokol kesehatan.

“Karena mendapat informasi, ada seorang pejabat pemerintah daerah membagikan kotak makanan utuk makan pagi kepada mereka,” ungkapnya.

Pejabat tersebut, tidak kerso (mau) disebut namanya. Sebab, niat berbagi semata-mata sebagai wujud rasa syukur karena sampai hari ini masih selalu dalam lindungan Allah sehat walafiat dan masih dapat menjalankan tugas sesuai dengan amanah.

“Disamping itu merasa terharu mendengar kehidupan para pekerja imformal.Sehingga tergerak hatinya untuk berbagi,” ujarnya.

Hal itu juga untuk menindaklanjuti arahan dari Bupati agar para pejabat pemerintah daerah ikut berpartisipasi meringankan beban kehidupan anggota masyarakat yang saat ini terdampak Covid-19.

Diungkapkan Bambang Sulistya, sungguh luar biasa kalau seandainya semua unsur pemangku kepentingan dan para anggota masyarakat yang mempunyai kemampuan serta kesempatan bisa bersinergi saling bekerjasama, bergotong-royong, dan bergandengan tangan untuk membantu meringankan beban kehidupan masyarakat.

“Memang momentum jumat berkah bisa digunakan sebagai faktor pendorong tumbuhnya kepekaan sosial di masyarakat,” terangnya.

Ia mengungkapkan, menurut Kyai Gaul Agus Budi Sukisno, Imam Masjid Nurul Falah Perumnas Karangjati kecamatan Blora, hari jumat adalah rajanya hari atau disebut “Sayyidul Ayyam” hari berbagi kebahagian untuk kaum duafa.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Jumat merupakan sebaik-baiknya hari.

Sehingga ada yang berpendapat sedekah pada hari Jumat akan memperoleh pahala yang berlipat ganda, walau sedekah memang dapat dilakukan kapan saja.

Bagi kaum muslim hari Jumat memiliki keistimewaan dan keutamaan sendiri, di antaranya waktu mustajab memohon kepada Allah, memperbanyak dzikir, doa, dan bersalawat, menunaikan salat Jumat dan bersedekah.

“Marilah kita budayakan Jumat Berkah menjadi hari yang istimewa untuk berbuat baik, bersedekah, berbagi, bersinergi membangun kebersamaan untuk melawan penyakit Virus Corona dan melalui Jumat berkah kita dipermudah, dibukakan pintu rejeki yang berkah dan pintu kebahagiaan yang amanah,” tuturnya. (*).

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Latest Articles