Semua tulisan dari Prayitno

Wredatama, Nikmati Hidup dengan Manajemen GG

PATI.-

Rapat konsolidasi pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) eks Karesidenan Pati yang digelar di ruang pertemuan Kantor PWRI Kabupaten Pati, Rabu (26/10/2022) bisa dibilang mengukir sejarah baru. Karena pada rapat yang digelar dalam rangka memperkenalkan H. Bambang Sulistya selaku Koordinator Ketua PWRI Eks Karesidenan Pati (Kabupaten Pati, Kudus, Jepara, Rembang dan Blora) itu juga dihadiri langsung oleh Anggota MPR/DPD RI Dapil Jateng H. Bambang Sutrisno.

Ketua PWRI Kabupaten Pati, HM.NG. Poerwanto Soerodiputro (mantan Koordinator Ketua PWRI wilayah Eks Karesidenan Pati) dalam sambutannya menyampaikan, bahwa rapat konsolidasi untuk memperkenalkan diri sekaligus mengawali kegiatan oleh Koordinator Ketua PWRI Eks Karesidenan Pati yang baru, H. Bambang Sulistya yang tidak lain adalah mantan Sekda Blora itu.

“Semoga kegiatan hari ini dapat memberikan manfaat dan berkah bagi kita semua para Wredatama yang masih memiliki semangat perjuangan dan pengabdian yang tinggi kepada Bangsa dan Negara Republik Indonesia,” ungkapnya.

Sebagai koordinator yang baru, Bambang Sulistya mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan dan kepercayaan para Ketua PWRI Eks Karesidenan Pati. “Sehingga saya diberi amanah selaku koordinator masa bakti 2022 -2027,” ucapnya.

Pada kesempatan itu Bambang Sulistya juga memberikan apresiasi yang positif dan luar biasa atas kehadiran Bambang Sutrisno yang membuat suasana rapat semakin dinamis, dan peserta rapat makin antusias penuh dengan harapan baru.

“Beliau adalah seorang pemimpin yang memiliki kepekaan tinggi suka berbagi dan siap memperjuangkan kemajuan dan kepentingan PWRI,” jelasnya.

Bambang Sulistya mengingatkan, pada saat pelantikan Pengurus PWRI Jawa Tengah pada 4 Oktober 2022 lalu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar para wredatama dalam mengisi sisa waktu kehidupannya dapat mewujudkan program BS (Bahagia dan Sehat).

“Berkenaan dengan hal itu dalam kesempatan yang bersejarah ini saya mencoba menebarkan Virus Managemen GG dengan harapan para pengurus dan anggota PWRI makin eksis dan dapat menikmati kehidupan penuh dengan rasa syukur, sabar, ikhlas dan pasrah,” tuturnya.

Adapun yang dimaksudkan dengan Managemen GG adalah upaya pengelolaan organasisi dengan mengamalkan tujuh langkah GG dalam kehidupan sehari hari meliputi: Gawe Guyub, Gratis-gratisan, Gawe Guyu, Gawe Gayeng, Gawe Gagasan, Gawe Gerakan dan Golek Ganjaran.

Dalam operasionalisasinya kegiatan kita tetap membangun hubungan yang baik dengan pemerintah daerah dan pihak swasta atau mitra kerja terkait seperti dalam mengimplementasikan konsep Good Governance (kepemerintahan yang baik).

Contohnya dalam penyelenggaraan rapat konsolidasi hari ini, berkat pendekatan yang baik kepada anggota DPD Perwakilan Jateng H. Bambang Sutrisno semua konsumsi, akomodasi dan transportasi bisa diatasi dan diwujudkan tanpa membebani peserta rapat.

Semoga pengalaman dan pelajaran hari ini dapat kita tumbuh kembangkan untuk mendukung kiprah PWRI di masa mendatang.
Sementara Bambang Sutrisno dalam Sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas diundangnya dalam pertemuan hari ini karena beliau secara otomatis bisa fokus dan menyerap langsung berbagai persoalan yang dihadapi oleh para pengurus dan anggota PWRI di Eks Karesidenan Pati.

Karena sebagai Anggota DPD perwakilan Jateng ia ingin mendapatkan masukan berupa aspirasi, persoalan dan ide cerdas dari masyarakat untuk dijadikan bahan usulan dan solusi ke pemerintahan pusat.

Ia juga menginformasikan kepada para peserta rapat berbagai ikhtiar yang telah dilakukannya dan telah membuahkan hasil yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam mengakhiri sambutannya ia siap bersinergi dan bekerjasama dalam mendukung kemajuan PWRI dan siap diundang untuk datang ke PWRI Kabupaten.

Berbagai masukan/usulan yang di sampaikan dalam rapat hari ini meliputi, usulan tentang adanya dukungan Peraturan Pemerintah yang menguatkan tentang keanggotaan PWRI stesel pasif, dan memohon kepada pemerintah agar setiap tahun para pensiunan ASN selain mendapatkan gaji 13 dan 14 juga adanya kenaikan gajih pokok.

Akhirnya pertemuan ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh H. Poerwanto .Ia memohon agar semua yang hadir diberi kebahagian, kesehatan dan kesuksesan. (*).

PWRI Blora Tangkal Fitnah dengan Jurus Senyap

BLORA.-

Ibarat pepatah “bak jamur di musim hujan”, berita yang menjurus ke arah fitnah atau hoaks tiba-tiba bermunculan dan menjadi buah bibir di masyarakat. Hal itu disampaikan Ketua PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia) Kabupaten Blora, Bambang Sulistya ketika memberi arahan dalam rapat konsolidasi para pengurus PWRI Kabupaten Blora di ruang pertemuan Kantor PWRI Blora, Sabtu (22/10/2022).

“Bahkan berita kebohongan itu telah memenuhi krIteria TSM (Terstruktur, Sistimatis dan Masif) yang mampu mewarnai dan menjadi perbincangan hangat di jagad langit dan bumi Nusantara,” ungkapnya.

Baik yang dilakukan di tingkat pusat maupun sampai di tingkat arus bawah, baik dari kelompok elit maupun dari kelompok akar rumput dan baik dari golongan kaum Brahmana maupun kaum Sudra.

Sehingga ada orang yang mengatakan, bahwa saat ini fitnah lebih nyata dari kenyataan. Sementara dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia fitnah memang lebih sering dipahami berita bohong atau desas desus tentang seseorang yang dilatar belakangi maksud-maksud jahat kepada orang lain.

Secara konkrit pengertian fitnah adalah segala perbuatan atau penyebaran berita yang tidak didasarkan kepada fakta atau secara ringkas saat ini fitnah dipahami sebagai perbuatan untuk “menyebar luaskan berita bohong atau hoaks” yang dapat mempengaruhi kehormatan, wibawa, reputasi dan harga diri seseorang.

“Setiap orang pasti dalam perjalanan hidupnya akan mengalami dan jadi sasaran fitnah,” ucapnya.

Apalagi orang yang saat ini sedang mendapat amanah sebagai pemimpin, pejabat atau tokoh masyarakat, pemuka agama, elit politik dan pemegang kekuasaan pasti tak terhidar dari fitnah.

“Oleh karena itu kita harus punya penangkal atau sikap yang rasional untuk menghadapi fitnah di saat kondisi masyarakat sedang mengalami kesulitan dan suhu politik mulai memanas dengan cara mengamalkan jurus SENYAP,” kata mantan Sekda Blora itu.

Yang dimaksud adalah sebuah akronim yang merupan kristalisasi dari langkah-langkah positif untuk menghadapi badai fitnah dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah tersebut diawali dari huruf (S): Sikap sabar dalam menghadapi fitnah adalah langkah yang pertama dan paling utama.
Karena dengan bersabar kita bisa belajar untuk mengendalikan diri dari hawa nafsu, sumbu pendek dan emosi yang meledak ledak yang justru akan merugikan diri sendiri.

“Jangan lepas kendali hanya keburu ingin segera melakukan pembelaan untuk menyanggah fitnah,” tegasnya.

Namun bersabarlah dengan cara melangkah mengumpulkan imformasi dan menyiapkan bahan bukti yang mampu meyakinkan bahwa fitnah yang kita terima tidak benar dan tidak didasari oleh fakta yang dapat dipertanggungjawabkan dengan akal sehat.

“Ingat orang sabar dalam menghadapi fitnah selalu dalam lindunganNya dan pasti akan dimudahkan urusanya,” lanjutnya.

Biarkan orang lain berbuat buruk dengan memfitnah,yang penting kita tetap bersabar dan berperilaku baik kepadanya.

Kemudian huruf (E): Enyahkan pola pikir negatif ketika sedang mendapat fitnah. Jangan langsung panik resah apalagi takut yang tidak mendasar.

Segera ubah untuk berpikir positif dan wujudkan sikap tenang , tunjukkan kualitas diri bahwa kita mampu membuktikan fitnah itu bohong dan pemfitnah itu keji serta tidak bermoral.

Selanjutnya huruf (N): Nekat untuk melakukan komunikasikan ke berbagai pihak dan jangan pernah ragu untuk mendapat imformasi,data dan dukungan sebagai bukti bahwa kita di pihak yang benar.

Bahkan kita harus berani mengadakan klarifikasi kepada orang yang memfitnah untuk mendapatkan keterangan dan argumentasi atas fitnah yang disebar luaskan.

“Lakukan upaya penyelesaian secara persuasif dan yang terakir bila langkah persuasif belum memperoleh hasil maka tempuh melaluhi jalur hukum sehinga ada kepastian kebenaran dari ujaran kebencian,” tuturnya.

(Y): Yakinkan pada diri kita sendiri bahwa fitnah itu merupakan teguran dari Tuhan Yang Maha Bijaksana agar kita makin berhati-hati, berbenah diri dan introspeksi diri menjadi orang yang lebih baik dan siapa menghadapi realita hidup di zaman Kalabendu seperti saat ini.

Huruf (A): Ada kewajiban moral dan pesan dari langit untuk siapa memberikan maaf kepada orang yang telah berbuat zhalim.

Karena dengan memaafkan orang telah membuat fitnah kepada kita, maka hati menjadi lebih lega dan tidak memiliki beban apalagi menyimpan dendam.

“Ada petuah bijak hidup akan damai dan bahagia kalau kita dengan ikhlas mampu memberikan maaf kepada orang lain yang telah membuat kita sengsara dan menderita,” tambahnya.

Berikutnya, terakhir huruf (P): Percayalah bahwa kebenaran pasti akan menang dan berprasangka baiklah kepada Tuhan Yang Maha Pemurah bahwa fitnah yang datang adalah ujian bagi kita untuk meningkan kwalitas diri dan keimanan kita.

Bambang Sulistya berharap, semoga para Wredatama tetap semangat dan kukuh tidak terpengaruh terhadap fitnah yang akhir-akhir ini sudah membuat suana makin gaduh dan tidak memiliki kepekaan serta kesadaran bahwa masyarakat masih dalam keadaan menderita.

“Selamat berkarya nyata dan terus mengabdi kepada masyarakat sampai di akhir usia,” ucapnya. (*).

Adakan “Jumat Berkah”, Partai Demokrat Blora Ajak Puluhan Warga Makan di Warung Monosuko

BLORA.-

Untuk yang kesekian kali pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Blora mengadakan kegiatan “Jumat Berkah“, kali ini dilaksanakan di Warung Makan Monosuko, Jalan Nusantara No. 50 Kelurahan Jetis Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, pada Jumat (21/10/2022).

Peserta yang hadir diantaranya para tukang becak, tenaga pengakut sampah, para pemulung, penjual makanan/sayuran keliling, Satpam, dan peserta kelompok sepeda santai Blora.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Blora, Hj Tety Indarti mengatakan, bahwa kegiatan “Jumat Berkah” merupakan wujud nyata sebagai tindak lanjut instruksi Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yodhoyono (AHY) pada saat pelantikan pengurus DPC Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah di Magelang, beberapa waktu lalu. Agar pengurus dan kader Partai Demokrat segera membangun koalisi dan komunikasikan hati dengan rakyat.

“Disamping itu, kegiatan Jumat Berkah juga sebagai bentuk kepedulian dan kepekaan terhadap kondisi masyarakat yang saat ini dalam kondisi sulit, sebagai dampak langsung dari Pandemi Virus dan Kenaikan Harga BBM,” ujar Tety.

Tety mengaku senang dan bersyukur masih bisa melaksanakan Jumat Berkah sambil menikmati suasana guyup rukun dan kegembiraan. “Saya dan pengurus lain mengucapkan terima kasih kepada Bapak Martono selaku pemilik Warung Makan Monosuko, yang telah membantu dan mendukung kegiatan Jumat Berkah ini,” tandasnya.

Tak lupa Tety juga memberikan apresiasi positif terhadap langkah mulia dari Martono selaku pengusaha muda yang memiliki keikhlasan serta kepedulian kepada kaum yang belum beruntung dengan memberi kesempatan menikmati sajian dari warung makan Monosuko yang memiliki sesanti “Makan sepuasnya dan membayar seikhlasnya”.

Sementara itu Martono dalam sambutannya menyampaikan ucapan trimakasih atas dipilihnya warung makan Monosuko sebagai tempat kegiatan Jumat Berkah, dan bahkan Ia menawarkan kepada para peserta Jumat Berkah yang hadir agar setiap melewati warung makan Monosuko berkenan mampir. “Karena warung ini milik kita,” ujar Martono.

Ungkapan bijak Martono serentak disambut oleh para peserta dengan ucapan Aamiin serta tepuk tangan. Bahkan dari para peserta merasa bangga dan senang atas ajakan dan ucapan, bahwa warung ini milik Kita, sehingga mereka berencana setelah kegiatan ini nanti pasti akan mengajak keluarga, saudara dan teman-teman untuk datang ke warung makan Monosuko.

Berbagai ungkapan dari para peserta sebagai tanda syukur karena senang dan terhibur, serta beterima kasih karena baru kali mengikuti Jumat Berkah yang selain bisa makan pagi juga masih mendapat hadiah. Semoga kegiatan Jumat Berkah semacam ini akan terus terwujud di tengah suasana masyarakat yang sedang menderita.

Kegiatan Jumat Berkah ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu peserta bernama Sadikin. Dalam doanya ia mengajak seluruh peserta untuk memohon kepada Allah agar semua peserta, pemilik warung dan para pengurus Partai Demokrat diberi kesehatan, kemudahan, dan keselamatan serta kesuksesan. Aamiin. (*)

PWRI Blora: Jadikan Bahagia dan Sehat sebagai Motivator dan Inspirator dalam Kehidupan di Masyarakat

BLORA.-

Mensikapi kehidupan yang semakin dinamis dan membutuhkan ketahan diri yang tinggi, hidup Bahagia dan Sehat menjadi tren baru di kalangan kelompok rentan (Keren) di Kabupaten Blora
Ketua PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia) Kabupaten Blora Bambang Sulistya menyampaikan pesan istimewa Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada para wredatama saat pelantikan Pengurus PWRI Jateng, agar dalam menghadapi situasi sulit seperti saat ini kita harus bisa mewujudkan program “BS”.

“BS bukan berarti kepanjangan dari Bambang Sulistya, tapi sebuah akronim yang memiliki harapan positif bagi kehidupan,” ucap Bambang, Minggu (16/10/2022).

Mantan Sekda Blora itu melanjutkan, BS yaitu Bahagia dan Sehat. Karenanya, program BS bisa menjadi motivator dan inspirator dalam kehidupan di masyarakat manula maupun para generasi milenial.

“Saat ini banyak merebak ungkapan kata-kata, bahwa bahagia itu sederhana. Meskipun sederhana kata-kata ini memiliki makna yang sangat mendalam serta mudah diingat,” ujarnya.

Dikatakannya, bahwa kebahagian itu merupakan faktor penting yang selalu dirindukan dan diharapkan dalam kehidupan, agar terus diikhtiarkan serta diperjuangkan oleh kita semua.

Disamping itu, kata bahagia yang sederhana itu dapat memberi pelajaran bagi kita semua agar setiap orang apapun latar belakangnya, agama, status dan suku untuk selalu pandai mensyukuri apa yang kita miliki, kita dapatkan dan kita nikmati.

“Dengan bersyukur maka hidup akan terasa cukup, hati menjadi tenang dan bahagia pasti akan datang,” tuturnya.

Demikian pula untuk menjadi sehat selain pola makan yang terjamin dan pola hidup yang terkendali, maka jadikan kegiatan olahraga menjadi kebutuhan hidup sehari-hari.

Seperti disampaikan Soedadyo, mantan Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Blora yang juga ketua kelompok sepeda pancal Blora, bahwa untuk bisa mewujudkan bahagia dan sehat setiap hari selalu memanfaat waktu dengan beraktivitas yang dapat membahagiakan dan membuat sehat orang lain baik melalui sepeda santai maupun senam bersama dengan cara membagikan doorprize.

Sementara itu H Sukardi, mantan kepala SMA Negeri 1 Blora yang saat ini sudah berumur 89 tahun itu masih aktif berolah raga jalan pagi, bersepeda dan selalu berbagi dengan mengajak makan bersama secara gratis. Seperti yang dilakukan hari ini Minggu (16 /10/2022), ia mentraktir teman yang ikut gowes sepeda santai.

Tentu saja, ajakan makan bersama itu dibarengi niat ingin membahagiakan dan membuat hidup makin bermakna. Suasana guyup rukun dan sendau gurau pasti tercipta dan sesekali ada ucapan patun jawa/parikan yang membuat perekat persaudaraan yang makin mantab.

“Seperti ucapan parikan Blora, karena kabupaten Blora gudangnya sapi Jawa Tengah, maka ada pantun jawa, susu sapi rasane anyep, tiwas berkorban jebul ora dianggep,” ungkapnya.

Lain lagi parikan yang terinspirasi dengan burung merpati yang saat ini dapat dijumpai di Taman Perumnas Karangjati Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, “Manuk doro mabur ning latar, Kowe ngilangi golek sing anyar”.

“Demikian kreativitas dalam upaya mengamalkan Arahan bapak Ganjaran Pranowo dalam kehidupan nyata semoga program BS menjadi virus kebaikan dan kerukunan di masyarakat untuk menghadapi hidup yang semakin sulit,” tambah Bambang Sulistya. (*).

Eco-Enzym Nusantara Perkenalkan Cara Pembuatan EE di Blora

BLORA.-

Manfaat Eco-Enzyme (EE) yang bisa berfungsi sebagai pupuk organik hingga mengobati bisul/luka gores, serta pembersih kamar mandi dan closet sudah sering didengar.

Bahkan ketika sedang ramai ramainya adanya musibah bagi para peternak sapi karena terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ada peternak yang memanfaatkan Eco-Enzyme untuk penyembuhan dan pencegahan penyakit tersebut.

Tetapi ternyata tidak banyak masyarakat yang tahu cara pembuatan teknologi sederhana yang memiliki manfaat luar biasa bagi kehidupan sehari-hari.

Hal itu disampaikan oleh Pipit Windri Aryati Samgautama Karnajaya, selaku Ketua Organisasi Eco-Enzym (EE) Nusantara Blora ketika mengadakan kegiatan pengenalan dan praktik pembuatan EE bersama peserta pelatihan swadaya berasal dari ibu-ibu RT09/RW5 Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora Kabupaten Blora, Selasa (11/10/2022).

“Ada yang memberikan predikat Eco-Enzyme merupakan cairan ajaib karena memiliki segudang manfaat,” ujarnya.

Dijelaskan oleh Pipit, bahwa Eco-Enzyme merupakan larutan zat organik komplek yang diproduksi dari proses fermentasi campuran sisa organik, gula dan air dengan formula perbandingan 3:1:10.

Limbah sisa organik berupa sisa buah-buahan seperti buah jeruk pamelo, jeruk Tanggel, jeruk madu siam jepon, jeruk Bali, jeruk purut, jeruk kunci, jeruk Baby, jeruk Sunkist, jeruk nipis, lemon, apel, semangka, sawo, mangga, manggis, alpukat, jambu biji, jambu madu, jambu cristal, daun padan dan daun sereh serta berbagai sisa sayur mayur.

Respons para ibu-ibu yang mengikuti praktik pembuatan EE menujukkan sikap antusias, merasa senang dan kagum atas kegiatan tersebut.

Karena baru pertama kali mereka mengenal dan langsung mempraktikkan cara pembuatan EE. Apalagi nanti hasilnya akan memberi banyak manfaat dalam kehidupan mereka.

Di samping itu kegiatan pengenalan dan praktik pembuatan EE juga pernah digelar oleh Pipit Samgautama yang sehari-hari sebagai Ketua DWP DPPUR di aula Kantor Dinas PUPR dengan menghadirkan Ketua TP PKK Kabupaten Blora Ainia Shalichah Arief Rohman, dan anak-anak pesantren Safinatul Najah Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora.

“Dengan harapan untuk mendidik generasi muda dalam upaya mendaur ulang sisa sampah organik yang berasal dari limbah dapur rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan bermanfaat dalam menjaga alam semesta tetap lestari,” tuturnya.

EE pertama kali ditemukan dan dikembangkan di negara Thailand oleh Dr.Rosukon Poompanvong. Ia telah melakukan penelitian selama lebih dari 30 tahun.

Sejak 1984 Ia mendirikan Asosiasi Pertanian Organik Thailand. Terbukti karyanya mampu memberi solusi praktis terhadap permasalahan lingkungan.

Pada 2003 ia menerima penghargaan atas penemuan Eco-Enzyme dari FAO PBB. EE merupakan cairan berwarna kecoklatan (muda/tua) berbau asam manis seperti bau khas fermentasi tape atau rice wine.

Berdasarkan info yang diambil dari berbagai sumber ternyata Eco-Enzyme dapat dimanfaatkan untuk pupuk organik, pengusir hama, mengobati bisul/luka gores, membunuh bakteri, mengobati luka bakar, gosok gigi/kumur, pembersih udara, membersihkan area dapur, membersihkan sayur dan buah buahan, mencuci rambut, mandi dan cuci tangan
Kemudian, mencuci pakaian, membersihkan kamar mandi dan closet, mencuci piring dan mengepel lantai.

Bahkan ketika sedang ramai ramainya adanya musibah bagi para peternak sapi karena terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ada peternak yang memanfaatkan Eco-Enzyme untuk penyembuhan dan pencegahan penyakit tersebut.

“Kiprah yang telah dilakukan oleh Bu Pipit Samgautama dalam sosialisasi pengenalan dan pembuatan Eco-Enzyme ke berbagai lapisan masyarakat patut mendapatkan apresiasi positif,” kata Bambang Sulistya, tokoh masyarakat setempat.

Bahkan perlu mendapat dukungan dan sponsor agar pembuatan dan penggunakan Eco-Enzyme menjadi budaya baru dalam mengatasi limbah sisa organik dalam kehidupan sehari-hari.

“Apalagi dalam situasi sulit seperti saat ini dengan memanfaat EE dapat melakukan upaya penghematan pengeluaran beaya dalam rumah tangga,” ungkapnya.

Sekaligus ada nilai religius yang dapat kita peroleh ketika dapat membuat EE yang hasilnya selain untuk menyelamatkan lingkungan juga dapat dibagikan secara gratis kepada siapa pun yang membutuhkan.

“Akhirnya melalui kegiatan pengenalan dan pembuatan EE dapat menebarkan semangat berbuat baik karena dapat menciptakan kerukunan, kekeluargaan, kesederhanaan dan kepekaan sosial dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Bambang. (*).

Berdalih Tutup Kasus Suap, Perades Demak Dimintai Uang Tambahan

DEMAK.-

Ada upaya penghentian di tingkat kepolisian dalam kasus dugaan suap seleksi calon perangkat desa di Kabupaten Demak. Upaya tersebut dengan meminta tambahan uang kepada sejumlah perangkat desa yang lolos dalam perades 2022 untuk menutup kasus agar terbit Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP3).

Hal itu disampaikan Perangkat Desa (Perades) Mlatiharjo Veruka Priseptasari saat memberikan kesaksian dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang Senin (03/10/2022). Bahkan Veruka menyetorkan uang pengondisian sebesar Rp 100 juta yang diberikan secara bertahap.

Padahal, sebelumnya ia sudah menyetorkan uang Rp 150 juta agar bisa lolos menjadi perangkat desa. Sehingga, total ia sudah memberikan uang sebanyak Rp 250 juta.

Dalam pengurusan kasus ini, ia tak mengetahui uang itu diberikan kepada polisi siapa. Pasalnya, ia menyerahkan uang pengondisian itu melalui Kades Mlatiharjo Moh Junaedi. “Yang Rp 100 juta kurang tahu. Intinya untuk pengondisian,” tambahnya.

Tak hanya Veruka yang dimintai uang pengondisian untuk menangani kasus ini. Belasan perangkat desa lain pun juga diharuskan membayar uang tambahan. Namun, meski uang telah disetor, perkara ini tetap berlanjut hingga persidangan. Ada empat terdakwa dalam kasus seleksi perades ini diantaranya Imam Jaswadi selaku makelar, dan Iptu Saroni sebagai makelar. (*)

Tety: Pertemuan Anies-AHY, Sinyal yang Baik untuk Wujudkan Pasangan Ideal dalam Pilpres 2024

BLORA.-
Kunjungan Anies Baswedan ke kantor DPP Partai Demokrat Jakarta untuk bertemu Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan tajuk Silaturahmi Politik di kantor DPP Partai Demokrat Jakarta, Jumat 7 Oktober 2022 mendapat respon positif dari Ketua DPC Partai Demokrat Blora, Hj. Tety Indarti SH.

Dengan rasa suka cita, Tety menyampaikan kabar tersebut seolah ada harapan baru dengan terlaksananya agenda silaturahmi tersebut. Menurut Tety, pertemuan itu memberi sinyal baik akan terwujudnya pasangan Ideal AA (Anies-AHY) menjadi kontestan Pilpres 2024.

Sebelumnya, antara Anies dan Ketum Partai Demokrat memiliki visi, misi, prinsip dan etika yang sama untuk memperjuangkan perubahan dan perbaikan bagi Bangsa Indonesia.

“Disamping itu Anies-AHY juga merupakan sosok pemimpin muda yang cerdas, berintegritas, komunikatif dan berani, serta memiliki kepekaan yang tinggi untuk memperjuangkan peningkatan kesejahteraan rakyat,” ujar Tety, Sabtu (8/10/2022).

“Semoga silaturahmi tersebut membuahkan spirit dan daya juang bagi para kader Partai Demokrat di daerah,” tambahnya.

Ketua DPC Partai Demokrat Blora, Hj. Tety Indarti SH

Sementara itu Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menerima kunjungan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kantor DPP Partai Demokrat, Jumat (7/10) pagi. Selain AHY, Anies juga disambut ribuan kader Partai Demokrat yang memadati rumah perjuangan tersebut. Teriakan-teriakan “Anies-AHY” bergema di sana-sini sebagai bentuk dukungan bagi keduanya.

“Ini adalah pertemuan silaturahmi, semoga jadi awal kebersamaan kedepan, mengusung perubahan dan perbaikan yang semakin baik,” kata AHY.

“Tadi kami berdua berdisuksi banyak hal. Persahabatan ini sudah berlangsung sejak lama, dari kami berdua belum jadi politisi. Saya masih aktif perwira militer, dan beliau sebagai tokoh intelektual akademisi yang sudah banyak bahas isu kebangsaan,” AHY menjelaskan.

“Setelah itu, takdir menemukan kami di Pilgub. Itulah indahnya, persahabatan kami tidak retak. Beberapa kali kami bertatatp muka dalam berbagai kesempatan, kami tetap membangun semangat yang kuat untuk membawa perubahaan dan perbaikan,” sambungnya.

AHY berharap kedatangan Anies akan semakin mendekatkannya dengan keluarga besar Partai Demokrat. “Beliau sendiri mengikuti Konvensi Capres Partai Demokrat pada 2013-2014 lalu,” kenang AHY.

AHY juga menyampaikan, bahwa Indonesia terlalu besar untuk hanya dipikirkan oleh satu atau dua tokoh saja. “Ini pekerjaan lintas generasi, lintas kepemimpinan. Segala yang baik kita lanjutkan, tapi kalau ada yang harus diperbaiki ya harus diperbaiki,” ucap AHY.

“Bukankah itu semangat dari keberlanjutan dan perubahan, continuity and change. Mas Anies memiliki visi dan spirit yang sama, tidak heran jika chemistry yang terjadi semakin kuat, karena kami dipertemukan dengan visi, misi, prinsip dan etika yang sama untuk memajukan bangsa ke depan,” pungkas AHY.

Sementara itu dalam sambutan balasannya Anies menyampaikan rasa terima kasihnya kepada AHY atas sambutan yang hangat. “Insya Allah ini salah satu pertanda untuk jalan bersama. Keinginan bersama dari seluruh arah, setiap fase, kita terus melakukan perbaikan. Kita ingat perjalanan pemerintahan, ketika institusi ditegakkan, kami lihat Mas AHY meneruskan tradisi ini, meneruskan Pak SBY, kita ingin tradisi itu terjaga, demokrasi, sportivitas dan kesetaraan,” ujar Anies.

“Ini bukan awalan baru, ini awalan baik. Kelanjutannya arah kemajuan Indonesia yang lebih baik ke depan. Kita semua sedang dalam penjajakan, Nasdem, Demokrat, nanti juga dengan PKS. Percakapan ini semua menjadi tanggung jawab kita semua, membuat Indonesia yang lebih baik, amanat yang sebaik-baiknya,” lanjut Anies.

Pertemuan Anies dan AHY di Rumah Besar Partai Demokrat hari ini merupakan bagian tak terpisahkan dari ikhtiar Partai Demokrat mewujudkan Perubahan dan Perbaikan bangsa.

Menindaklanjuti hasil Rapimnas 15 September lalu, terkait dengan figur Capres dan Cawapres, maka seperti yang disampaikan oleh Partai Demokrat menitikberatkan pada: Integritas, Kapasitas, Elektabilitas, Punya ‘chemistry’, dan yang paling penting memiliki semangat memperjuangkan ‘Perubahan dan Perbaikan’.

Anies tiba di Kantor DPP Partai Demokrat sekitar pukul 09.30 WIB. Selanjutnya AHY mengajak Anies berkeliling melihat ruangan-ruangan di Kantor Demokrat, sebelum akhirnya mengadakan pertemuan tertutup yang hangat bersama kader Partai Demokrat di Aula Yudhoyono. (*)

Serentak, AHY Lantik Ketua dan Pengurus DPC Partai Demokrat se-Jawa Tengah

BLORA.-
Ketua DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melantik 35 ketua dan pengurus DPC Partai Demokrat se-Jateng di Hotel Grand Artos, Kota Magelang. Kedatangan AHY beserta isteri Annisa Pohan dan rombongan dari Jakarta merupakan sejarah baru bagi kader Partai Demokrat di Jawa Tengah.

Rasa bangga dan kagum serta semangat yang menggelora ditunjukkan oleh ribuan kader Partai Demokrat Jawa Tengah ketika menyambut AHY di sepanjang lorong menuju lokasi pelantikan.

Dengan kompak, teriakan A H Y, A H Y, A H Y terdengar menggelegar dan membahana dari para peserta pelantikan. Nyanyian, harapan serta tepuk tangan bertubi-tubi disuarakan oleh para kader agar Ketum Partai Demokrat ikut sebagai kontestan Pilpres pada Tahun 2024.

Ketua DPC Partai Demokrat Blora, Hj Tety Indarti SH, salah satu peserta yang mengikuti pelantikan mengungkapkan, bahwa model pelantikan ketua dan pengurus Kabupaten/Kota Provinsi Jateng secara serentak merupakan langkah strategis dan cerdas.

“Karena kita bisa membangun tali silaturahmi antar kader yang diharapkan dapat memberikan spirit kebersamaan untuk menggapai kesuksesan,” ujarnya.

Sesanti Partai Demokrat di era SBY “Bersama Kita Bisa” yang pada kesempatan itu juga diucapkan kembali oleh AHY, bak suntikan Vaksinasi perjuangan agar para kader tidak gentar menghadapi ancaman, hambatan, tantangan dan gangguan dari berbagai pihak yang akan mengkerdilkan Partai Demokrat.

“Diminta oleh Ketum, bahwa kita harus berani, optimis dan yakin, kedepan Partai Demokrat harus berjaya dan meraih sukses kembali dalam Pemilu 2024,” tandas Tety.

Tety yang dikenal energik dan komunikatif mengaku siap melaksanakan instruksi dari Ketum AHY serta arahan dari Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah, Rinto Subekti.

Sementara AHY dalam sambutannya memberikan apresiasi positif atas terselenggaranya kegiatan pelantikan secara serentak yang dapat terlaksana dengan baik dan penuh nuansa kekeluargaan serta semangat kebersamaan sekaligus tumbuhnya rasa optimisme. AHY sangat berharap, dari Jawa Tengah Demokrat kembali berjaya dan hebat.

“Pelantikan model kebersamaan dan kekompakan dari seluruh pengurus partai merupakan pelantikan yang perdana di Indonesia,” ungkap AHY yang langsung disambut gempita tepuk tangan oleh para peserta.

Dengan wajah berseri-seri di dalam suasana kekeluargaan AHY memberikan ucapan selamat kepada para kader Demokrat yang dilantik. “Semoga dapat menjadi pimpinan yang mampu menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk mendukung Partai Demokrat, dan menjadi Nahkoda yang terbaik di tingkat DPC,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut AHY juga menekankan pentingnya mempersiapkan mesin patai agar benar-benar dapat menjadi mesin patai yang efektif, handal, tangguh dan militan.

AHY juga mengajak seluruh kader yang hadir untuk kembali menggelorakan spirit perubahan dan perbaikan dalam menghadapi permasalahan yang saat ini terjadi di tengah masyarakat mulai dari ekonomi, kesejahteraan, penegakan hukum dan keadilan serta demokrasi dengan kebebasan sipil.

Sebelum mengakhiri arahannya, AHY mengintruksikan kepada seluruh pengurus DPC yang dilantik untuk langsung mengambil langkah konsolidasi taktis di lapangan, di semua tingkatan dan membangun koalisi dengan rakyat untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan.

Bahkan Ia juga memotivasi kepada seluruh kader untuk berani mewujudkan impian, bahwa Tahun 2024 Partai Demokrat harus sukses dan berjaya lagi. “Selamat berjuang, semoga Allah selalu bersama kita dalam memperjuangkan wong cilik,” pungkasnya. (*)

Makan Sepuasnya Bayar Seikhlasnya

BLORA.-

Ada ungkapan bijak yang sering kita dengar, di setiap musibah pasti ada hikmah dan di setiap kejadian pasti ada pelajaran yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Demikian pula sejak pemerintah mengambil kebijakan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), maka dampak langsung yang dirasakan oleh masyarakat adalah kehidupan mereka yang semakin sulit.
Hal itu seperti disampaikan tokoh masyarakat Blora Bambang Sulistya, Kamis (29/9/2022). “Karena semua kebutuhan hidup harganya mulai naik,” ucap mantan Sekda Blora itu.
Menurut Bambang, selain solusi dari pemerintah yang saat ini sudah menggelontorkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat, maka perlu ada langkah terobosan dan solusi lain.
Maka sangat diharapkan dari berbagai elemen masyarakat yang memiliki kepekaan, kepedulian dan kemampuan dana agar ikut memberi sumbangsih dan bantuan–utamanya kepada anggota masyarakat yang kurang beruntung.
Dan, ternyata di Kabupaten Blora, Jawa Tengah telah muncul sebuah inovasi sosial dan spiritual yang barangkali bisa menjadi salah satu solusi guna meringankan beban kehidupan masyarakat, yaitu hadirnya sebuah warung makan yang memberikan kebebasan kepada para pengunjung untuk membayar seikhlasnya.
Warung makan itu diberi nama “Monosuko” dan berdomisili di Jln Nusantara No 50, Kota Blora, dengan menu makanan yang tersaji berupa: nasi rawon, soto dan ayam geprek.
“Bersyukur saya kemarin, berkesempatan menikmati menu makanan di warung tersebut,” ungkap Bambang.
Warung Monosuko, memiliki sesanti, makan sepuasnya bayar seikhlasnya. Dari sisi rasa dijamin memenuhi selera makanan para konsumen.
Apalagi dari sisi kualitas dapat dipastikan tidak mau kalah dengan makanan soto, rawon dan ayam geprek bertarif. Mengingat dalam penyajian menu makanannya juga ditangani secara profesional.
Martono, pengusaha milenial yang punya gagasan sekaligus pemilik warung Monosuko mengungkapkan untuk penanganannya ia menghadirkan seorang Chef bernama Dibdyo yang bekerja di sebuah hotel berbintang di Surabaya.
Langkah dan kiprah Martono untuk membuka warung Monosuko patut diapresiasi dan mendapat acungan jempol.
Karena di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan hidup. Ia mewujudkan Ide cerdas yang melangit untuk berbagi dengan memberi subsidi berupa makanan kepada anggota masyarakat yang membutuhkan dengan membayar seikhlasnya.
Seandainya di Kabupaten Blora di setiap kecamatan ada sebuah warung model Monosuko, maka bisa dipastikan akan memberikan kontribusi positif bagi peningkatan gizi untuk mendukung kualitas sumber daya manusia sekaligus ikut andil dalam menangkal dan mengatasi stunting.
“Karena pada saat saya di warung Monosuko sudah ada anak-anak yang memakai seragam Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama menikmati menu makanan,” tambah Bambang Sulistya yang sekarang dipercaya sebagai Ketua PWRI Blora.
Sementara kalau melihat dan mendengar dari penuturan Martono. Ia sosok pengusaha muda yang berpredikat S3, bukan dimaksudkan yang bersangkutan bertitel Doktor namun perilaku yang ditunjukan mencerminkan sikap paripurna.
Meliputi S1, Sederhana/prasojo dalam berucap dan bertindak ora neko neko. Komitmen dalam berjanji dan bersinergi membangun kemitraan berusaha
S2, Sosial selalu menjadi landasan dalam setiap melangkah baik dalam berbisnis maupun dalam bergaul di dimasyarakat. Seperti dalam membuka Warung Monosuko idea dasarnya belajar Kepyur/Berbagi.
Karena ia sehari-hari seorang pengusaha yang bergerak di bidang komoditas ayam yang setiap hari menghasilkan keuntungan.
Sebagian dari profit itu untuk disalurkan kepada masyarakat yang kurang beruntung melaluhi warung Monosuko dengan membayar seikhlasnya. Karena Ia menyadari, sebagian dari hasil usahanya adalah haknya kaum duafa.
Kemudian S3, Silaturahmi menjadi prinsip hidup dalam menggapai kesuksesan berusaha.
Karena dengan bersilaturahmi diyakini segala usaha akan lancar dan berkembang serta segala persoalan pasti akan memperoleh solusi dan kemudahan.
Perjalanan hidup Martono tak semulus jalan tol, pahit getir dan manisnya kehidupan sudah dijalani.
Ia dilahirkan dari keluarga petani sederhana dari Desa Nglengkir Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora.
Dirinya banyak belajar dari kegagalan usaha dan kegelapan hidupnya, namun semangatnya selalu tak pernah pudar apalagi kata menyerah atau kapok dalam berusaha.
Selalu bangkit dan memiliki optimisme dari setiap keterpurukan usaha. Bahkan mau belajar dan menerima nasehat dari siapapun asal untuk kebaikan.
Masih ada ide dari Martono yang sederhana tapi memiliki makna bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Blora yang akan diwujudkan.
Berkenaan dengan hal tersebut ia mohon doa restu kepada masyarakat Blora semoga usaha warung makan Monosuko bisa tumbuh dan berkembang tidak hanya di Kecamatan Blora saja tapi bisa berdiri di kecamatan lainnya.
Ia siap bekerja sama dan bersinergi dengan siapapun yang memiliki kepekaan dan nurani untuk sesarengan mBangun Blora Mustika. (*).

Karena Bosan Merawat, Anak di Ngawi Bunuh Bapak Kandungnya

NGAWI.-

Seorang pria bernama Wachid (52), warga Desa Gayam, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Jumat (9/9/2022) ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa oleh anak perempuannya yang berkunjung ke rumah kontrakannya.

Wachid ditemukan tewas di ruang tamu dengan luka tusukan pada dadanya. Anak korban yang selama ini tinggal bersama korban untuk merawat sakit stroke korban turut menghilang. Polisi langsung memburu anak kandung korban yang kabur.

Polisi menetapkan Fahri Wahyu Erfanto sebagai tersangka kasus pembunuhan. Fahri tega menghabisi Wachid, ayah kandungnya.

Kepada petugas, Fahri mengaku bosan menemani ayahnya yang mengalami strok. Ia mengaku ingin merantau.

“Dari keterangan beberapa saksi memang tersangka mengarah ke anak korban yang setiap hari menjaganya. Dari pengakuannya bosan merawat orang sakit dan ingin merantau,” ujar Wakapolres Ngawi Kompol Hendry Ferdinand Kennedy, Jumat (16/9/2022).

Tersangka sakit hati. Tersangka meminta uang kepada korban untuk merantau. Namun, korban tak memberinya.

“Selama ini tersangka tinggal bersama korban karena menganggur dan sekaligus menjaganya,” jelas Hendry. (*)