banner 728x250

Dinsos Bojonegoro Berkolaborasi Dengan Dinsos Jatim Lakukan Family Gathering Penanganan Korban Pasung Psikotik Berbasis Keluarga

BOJONEGORO;

Angka prevalensi gangguan jiwa dan besarnya masalah yang dihadapi oleh Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), merupakan masalah sosial yang harus segera ditangani guna memulihkan dan mengembangkan kemampuan ODGJ pasung agar dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar. Seiring dengan program prioritas Gubernur Jawa Timur dalam penanganan ODGJ melalui Jawa Timur Bebas Pasung 2023 dan Penanganan korban pasung di Jawa Timur, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Dinsos Kabupaten Bojonegoro melaksanakan kegiatan Family Gathering – Penanganan Korban Pasung Psikotik Berbasis Keluarga. Selasa, (19/072022).

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Arwan, MSi menyampaikan bahwa kegiatan Family Gathering pasung ini digelar dengan harapan terwujudnya koordinasi yang kuat dengan stakeholder dalam menangani korban pasung di daerah kabupaten Bojonegoro menuju Jatim bebas pasung. “Permasalahan pasung harus mendapat perhatian yang lebih. Apalagi di masa pandemi seperti saat ini, sangat berpotensi adanya peningkatan kasus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Hal ini harus segera diantisipasi agar kasus-kasus pemasungan bisa segera tertangani dan terselesaikan,” tegasnya

Baca Juga:  Raih Kemenangan, Tim Basket Putri Bojonegoro Makin Berpeluang Juara

Sebagai Nara sumber dari kegiatan yakni Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Drs Arwan, MSi, Dari Dinas Kesehatan Bojonegoro, M. Isnaini SKM, MSi dan dari RSJ Menur Surabaya serta Dinas Sosial Propinsi Jawa Timur.
Sedangkan peserta yang mengikuti kegiatan ini yaitu dari keluarga klien pasung, Pendamping Pasung, TKSK dan LKSA Mambaul Ulum Sugihwaras Bojonegoro.

Pendamping Pasung Kabupaten Bojonegoro, Pipit Anggraini, SE mengatakan jumlah pasung di Bojonegoro saat ini sekitar 15 orang, yang kesemuanya selalu terpantau dan terverifikasi kondisinya.
“Pasung yang membelenggu orang dengan gangguan jiwa otomatis akan membuatnya terkucilkan. Ia akan merasa dibuang, rendah diri, putus asa, dan bisa memunculkan dendam dan ,Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang tidak mendapatkan penanganan medis dan malah dipasung bisa memperburuk kondisinya, ujarnya menambahkan. (*)

Baca Juga:  Pemdes Tanggir Malo Gelar Karya Bhakti Dalam Rangka BBGRM XIX Kabupaten Bojonegoro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *