banner 728x250

Jaga Kondusifitas Dan Antisipasi Penyebaran Kembali Covid-19, Polsek Ngasem Patroli Tempat Wisata

Petugas dari Polsek Ngasem turut berjaga dipintu gerbang masuk wisata Khayangan Api

BOJONEGORO;
Tak ingin Kecolongan, beberapa waktu yang lalu Polsek Ngasem menggelar patroli dan guna memantau aktivitas warga yang mengunjungi tempat wisata Khayangan Api di Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro, Senin (11/07/2022). Hal itu ditengarai sebagai langkah antisipasi merebaknya kembali sebaran Covid-19.
Kapolres Bojonegoro, AKBP Muhammad, SH, SIK, M.Si melalui Kapolsek Ngasem, IPTU Karyoto menegaskan sampai saat ini masih dalam suasana libur sekolah tempat wisata di wilayah Kecamatan Ngasem yakni Khayangan Api masih dikunjungi warga. Polsek Ngasem terus melaksanakan patroli guna memberikan himbauan tentang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) dan tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) dengan mewajibkan para pengunjung menggunakan masker.

Baca Juga:  Pasca Demo, 11 Warga Brabowan Dipekerjakan di Proyek JTB

“Kekawatiran merebaknya kembali Covid-19 menjadi pertimbangan utama dilakukanya patroli ini, selain itu juga untuk menjaga kondusifitas dan ketertiban masyarakat sekaligus memberikan edukasi pada masyarakat tentang varian baru Covid-19 yang belakangan makin bertambah,” kata Kapolsek Ngasem IPTU Karyoto.
Lanjut Kapolsek, personel Polsek Ngasem yang melaksanakan patroli disekitaran area wisata Khayangan Api mengimbau para pedagang turut serta menjaga Kamtibmas dan memperhatikan kebersihan lingkungan tempat wisata sehingga tempat wisata kelihatan bersih, nyaman dan aman, sehingga memunculkan stigma positif tentang tempat wisata itu sendiri, dengn demikian jumlah pengunjungnya juga semakin banyak dan imbasnya adalah mampu menggerakan perekonomian warga sekitar.

Dengan lokasinya yang berada di tengah hutan, Khayangan Api selama ini menjadi salah satu favorit tujuan wisata warga, baik dari warga sekitar maupun warga dari luar daerah, jika dikelola dengan baik hal itu akan berdampak pada pengembangan sektor pariwisata di Bojonegoro dan sudah barang tentu memberikan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang signifikan. (*)

Baca Juga:  PT REKIND Berkelit, Vendor Proyek JTB Semakin Menjerit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.