banner 728x250

Kampung Pancasila, Wujud Kerukunan antar Umat Beragama di Desa Leran-Kalitidu

BOJONEGORO.-

Kemajuan di bidang tekhnologi informasi dan komunikasi memberikan dampak luarbiasa terhadap perubahan yang terjadi di tengah masyarakat dalam semua aspek kehidupan

Guna membendung modernisasi dunia digital yang makin merajalela, Pemerintah Desa Leran Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro mengantisipasinya dengan menciptakan Kampung Pancasila.

“Mimpi besar saya beberapa tahun kedepan, Leran menjadi ikon sebuah kampung yang mencerminkan semangat gotong-royong, cinta kasih dan menjaga nilai-nilai luhur Pancasila,” ujar Kades Leran, Mutabi’in Amd, ketika ditemui wartawan Diva, Rabu (10/03/2022).

Sambil menunjukkan semangat mudanya, kepala desa yang dikenal ramah ini menegaskan komitmennya menjaga kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama di Dukuh Kwangenrejo Dusun Sidokumpul yang di dalamnya terdapat dua gereja berusia ratusan tahun.

Baca Juga:  Pembangunan Jembatan Ngraho-Tambakrejo. Ditanya Papan Proyek, Kontraktor Mengaku Hilang Ditabrak Kendaraan

Dibawah kepemimpinan Mutabi’in, masyarakat Desa Leran yang muslim dan non muslim bisa hidup berdampingan. “Nanti akan kita buat sebagai kampung toleran. Saya sudah koordinasi dengan Pemkab Bojonegoro, kalangan akademisi, pegiat sosial, dan lain-lain,” ujar Kades.

Leran merupakan desa terluas dan terbesar jumlah penduduknya di Kecamatan Kalitidu. Kurang lebih 10.200 penduduknya, mayoritas adalah petani.

Melihat luasnya wilayah yang dipimpin, PR besar bagi Mutabi’in adalah infrastruktur jalan. “Selama Pandemi Covid-19, semua anggaran terserap untuk jaring pengaman sosial warga terdampak,” ugnkap Kades yang memiliki latar belakang di bidang kesehatan ini.

Dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ada, saya tetap harus bergerak, melihat mana-mana yang menjadi skala prioritas–termasuk generasi muda kami yang harus terlindungi dari degradasi moral dampak digitalisasi peradaban.

Baca Juga:  Tingkatkan Kapasitas Guru dan Pengawas, PD IGRA Bojonegoro Gelar Workshop IKM

Berangkat dari situlah Mutabi’in ingin mewujudkan Kampung Pancasila, sebagai perisai untuk menjaga semangat kebangsaan pada diri generasi muda yang semakin hari semakin luntur akibat gempuran budaya luar dan pergaulan mereka yang semakin bebas.

“Mari kita semua bergandengan tangan, bersama-sama menyelamatkan generasi bangsa,” seloroh Kades, mengakhiri perbincangan dengan Diva. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *