21.8 C
Central Java
Selasa, 24 Mei, 2022

Buy now

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tempati Kantor Baru, PWRI Blora Siap PUASA

BLORA. – PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia) Kabupaten Blora kini menempati kantor baru di Jalan Sudarman Nomor 3.

“Kami sangat bersyukur atas kebijakan dan bantuan dari Bupati Blora, sejak 8 April 2021 PWRI telah menempati kantor baru, eks kantor Dukcapil,” kata Ketua PWRI Blora, H. Bambang Sulistya, Minggu malam (11/4/21).

Untuk mewujudkan semangat kebersamaan dan sedekah lingkungan yang asri, secara simbolis dilaksanakan penanaman bibit mangga madu harum manis Purbalingga atau mangga gombyok di lokasi kantor yang baru.

Mangga jenis ini, menurut Bambang selalu berbuah sepanjang tahun dan buahnya bergerombol serta manis rasanya.

“Itu semua sebagai simbolisasi Sesarengan Mbangun Kebersamaan. Mudah-Mudahan memberi kontribusi positif bagi kemajuan Blora,” tambahnya.

Hari pertama menempati kantor baru, langsung dimanfaatkan untuk rapat pengurus PWRI, membahas kesiapan menyambut bulan suci Ramadhan.

Menurut Bambang, esensi bulan Ramadan adalah melaksanakan ibadah puasa. “Tapi saya memanaki puasa tidak sekedar menahan makan, minum dan berhubungan badan dari saat sejak matahari terbit sampai matahari tenggelam,” jelasnya.

Namun, PUASA adalah sebuah akronim yang memiliki pengertian. (P) Pengendalian diri dari berbagai aktivitas yang dapat membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Bahkan dalam pengendalian diri menurut khasanah budaya jawa harus dapat menutup sembilan lubang hawa tempat keluar masuknya nafsu yang ada di tubuh manusia yang dikenal “Babahan Howo Songo”.

“Sembilan lubang tersebut adalah dua lubang mata, dua lubang hidung ,dua lubang telinga, satu lubang mulut, satu lubang kemaluan dan satu lubang dubur,” paparnya.

Hadist Riwaat Bukhari dan Muslim bisa menjadi referensi bahwa, “Orang yang perkasa bukanlah orang yang menang dalam perkelaian tetapi orang yang perkasa adalah orang yang mengendalikan dirinya ketika marah.”

(U) Untuk orang beriman. Artinya, puasa di bulan Ramadan hanya untuk orang beriman, berarti orang gila tidak masuk wajib perpuasa.

Kemudian, (A) Amalan-amalan dalam bulan Ramadan yang mestinya dilaksanakan diantaranya perbanyak i’tikaf, tadarus Al Quran, tarawih, perbanyak istighfar, hidupkan malam lailatul qodar, perbanyak sedekah, taubat dan memperbanyak doa malam.

“Hal itu sesuai HR Bukhari, Barangsiapa salat malam dalam bulan Ramadan karena iman dan mengharap ampunan dari Allah, maka akan diampuni dosa dosa yang lalu,” ungkap Bambang.

Berikutnya, (S) Sambutlah hadirnya bulan Ramadan dengan penuh suka cita, ibarat akan menyambut tamu agung yang dinanti-nantikan.

“Bahkan ada ungkapan di salah satu hadist yang tersurat, “Barang siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadan, maka Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka,” terang Bambang.

Sedangkan (A) Ada harapan bagi yang dapat melaksanakan ibadah puasa dalam bulan Ramadan, maka segala dosa-dosanya akan diampuni, mendapat pahala berlipat ganda dan masuk surga melalui pintu khusus dan istimewa.

Menurut HR Bukhari, Sesungguhnya di surga ada salah satu pintu bagi orang2 berpusa di Bulan Ramadan namanya Ar Rayyan.

“Semoga kita dapat mempersiapkan diri dan menikmati damainya dan indah Ramadan 2021,” tandas mantan Sekda Blora itu. (*)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Latest Articles