banner 728x250

Terbukti Gelapkan Bansos, Sekdes Cepokrejo Ditahan Kejaksaan

TUBAN. – Diduga terlibat kasus bantuan sosial program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT), Sekdes Cepokorejo, Kecamatan Palang, Susilo Hadi Utomo, Selasa (2/2/2021) resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban.

Hal itu dibenarkan oleh Kasi Pidana Khusus (Pidus) Kejari Tuban Andhy Rachman, bahwa penahanan itu dilakukan menyusul pelimpahan tahap dua tersangka dan barang bukti dari penyidik Satreskrim Polres Tuban ke kejaksaan.

‘’Saat itu juga (bertepatan dengan pelimpahan tahap dua, Red), langsung kami lakukan penahanan tersangka,’’ katanya, Selasa (2/2/2021).

Andhy mengatakan, saat digiring ke Lapas Kelas IIB Tuban, Jalan Veteran oleh jaksa penuntut umum (JPU), tersangka cukup kooperatif. Proses penahanan pun berjalan lancar. ‘’Tersangka kooperatif,’’ tandasnya.

Baca Juga:  Diduga Gangguan Jiwa, Wanita Hamil 8 Bulan Nekat Terjun dari Jembatan Kaliketek

Sekdes Susilo dijerat pasal 2, pasal 3, dan pasal 8 UndangUndang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. ‘’Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara,’’ ujar Andhy.

Sekadar diketahui, terungkapnya kasus tersebut bermula dari keresahan warga desa setempat yang terdata sebagai penerima BPNT, namun tidak pernah menerima sejak 2018. Sedikitnya 46 warga yang mempertanyakan haknya. Mereka inilah yang protes ke pemerintahan desa. Dari kasus tersebut akhirnya terungkap dugaan penyelewengan bantuan sosial di desa setempat.

Warga yang merasa tidak menerima bantuan sosial tersebut akhirnya melapor ke Polres Tuban. Dalam penyidikan terungkap kerugian negara kurang lebih sekitar Rp 140 juta. Meski uang yang diduga ditilap sudah dikembalikan, namun tidak menggugurkan proses hukum.(*)

Baca Juga:  Bapak Lantik Anak Sendiri, Pemerintah Desa Ketileng Laksana Kerajaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.