Sidang kasus dugaan kecurangan seleksi perangkat desa (Perades) di Pengadilan Negeri Blora yang menyeret Mohammad Kasno, Kades Beganjing (Kecamatan Japah) dan Muhammad Romli selaku pendamping desa. Juga Darno, Kades Nginggil (Kecamatan Kradenan) dan Supron, selaku operator desa.
Juru bicara lembaga Pemantau Keuangan Negara (PKN), Seno Margo Utomo menyampaikan, kehadiran PKN bersama Capraga Blora di Pengadilan Negeri Blora pada hari itu untuk mengawai jalannya persidangan. “Kasus dugaan kecurangan tes perades merupakan kasus besar, karena uang haram yang berputar di angka 150 Miliar. Sehingga kasus ini sudah jadi sorotan publik dan sudah pula viral dan jadi perhatian pemerintah provinsi maupun pusat,” ujar Seno.
Selain itu menurut Seno, kepercayaan masyarakat terhadap kinerja aparat penegak hukum (APH) hari ini sangat rendah. “Maka kami memohon majelis hakim PN Blora bisa melaksanakan persidangan yang adil, transparan dan profesional,” tegasnya.
PKN berkomitmen akan tetap mengawal proses persidangan kasus Perades ini, dan siap melaporkan ke Jamwas Kejagung, Komisi Yudisial, juga KPK. Jika dalam perjalanan kasus ini tidak berjalan seperti yang seharusnya. “Seperti halnya status terdakwa yang tidak ditahan dalam LP melainkan tahanan rumah, sudah menjadi catatan PKN,” tukasnya.
“Karena sesuai dakwaan pasal 263 dengan ancaman 6 tahun, maka seharusnya para tersangka ditahan. Apalagi salah satu tersangka sempat diisiukan kluyuran ke Jakarta,” pungkasnya. (*)
“Tahanan rumah ya dibatasi di dalam rumah. Mohon dimonitor, Pak Jaksa. Apabila melanggar akan dipindah ke Rutan,” tegas ketua Majelis Hakim dalam persidangan, Kamis, (07/07/2022).
Majelis hakim Pengadilan Negeri Blora mengingatkan kepada 4 terdakwa dugaan pemalsuan SK dalam seleksi pengisian perangkat desa (Perades) untuk tidak keluar rumah. Hal ini disampaikan saat sidang perdana yang beragendakan pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Blora, Kamis (7/7) lalu.
Dalam sidang perdana ini, keempat terdakwa tidak didampingi pengacara. Selain itu, terdakwa juga tidak membantah dakwaan yang didakwakan kepada masing-masing terdakwa.
Untuk selanjutnya, sidang akan dilanjutkan minggu depan dengan menghadirkan para saksi. Untuk terdakwa Mohammad Kasno (Kades) dan Muhammad Romli (pendamping desa) dari Desa Beganjing, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora bakal digelar tanggal 12 Juli. Sementara untuk terdakwa Darno (Kades Nginggil) dan Supron selaku operator desa akan digelar pada 13 Juli 2022 mendatang. “Kita jadwalkan putusan sidang pada Kamis 15 September 2022,” tegas majlis hakim.
Sementara itu Kades Nginggil Darno yang berangkat dari rumah sekitar pukul 08.oo, mengaku sengaja tidak menggunakan bantuan hukum atau didampingi kuasa hukum. Dan, terkait dakwaan yang ditujukan kepadanya, tak dibantah sedikitpun.
Diketahui bersama, empat orang ditetapkan sebagai tersangka dugaan pemalsuan SK dalam seleksi pengisian perangkat desa (Perades). Keempatnya disangkakan pasal 263 KUHP terkait pemalsuan dokumen. Ancaman hukumannya maksimal 6 tahun, dan saat ini status mereka masih tahanan rumah.
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Blora Djatmiko membenarkan, untuk ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. Pihaknya memastikan proses hukum tetap berjalan.
Dia menegaskan, usai pelimpahan berkas dan tersangka, keduanya memang tidak dikurung. Alasannya, saat di Polres kemarin tidak ditahan. Sehingga penyidik memutuskan, kedua tersangka juga tidak ditahan. (*)
Semarak Hari Bhayangkara Ke – 76 yang lalu menyisakan tanya dikalangan warga tentang siapa yang menjadi komandan upacaranya. Korandiva.co berusaha menelusuri rasa penasaran warga beberapa saat dengan menggali informasi kepada internal corp baju coklat itu dengan sebuah jawaban singkat, yaitu AKP. Harjo, S.H. Pria berperawakan atletis itu ternyata saat ini menjabat sebagai Kapolsek (Kepala Kepolisian Sektor) Kalitidu.
Setelah menjalin komunikasi dengan stafnya, korandiva.co dapat menemui Ndan Harjo, begitu biasa dia dipanggil dikantornya, Rabu (06/07/2022). “Silahkan masuk mas, wah hari ini begitu istimewa hingga saya ditamuni korandiva.co,” sapanya dengan penuh kesahajaan. “Tumben berkenan datang, ada angin apa ini ? tanyanya sembari berdiri dan merangkul korandiva.co untuk dipersilahkan duduk di kursi sofa ruang kerjanya yang bersih, mencerminkan pribadi yang suka kerapian. “Apa yang bisa saya bantu, kami siap melayani dengan sepenuh hati,” seloroh pria 45 tahun yang asli Bojonegoro itu.
Ketika korandiva.co menanyakan pada bapak 4 orang anak itu tentang peranya sebagai DanUp (Komandan Upacara) puncak perayaan Hari Bhayangkara Ke – 76 yang digelar di alun-alun Kota Bojonegoro, Selasa (05/07/2022) yang lalu, dengan sigap Ndan Harjo menyampaikan,” saya sudah terka pasti hal itu yang mau ditanyakan. “Yang pasti rasa bangga karena tidak semua orang dengan mudah pada posisi itu, dan itu perintah tugas langsung dari Bapak Kapolres AKBP. Muhammad S.H.,S.I.k., M.Si. Mungkin kebetulan saja saya dari Ex GEGANA Brimob jadi harus siap sedia setiap saat diperintah untuk melaksanakan tugas pada event besar seperti Hari Bhayangkara, Hari Kemerdekaan RI ataupun Upacara Sertijab Kapolres.
Kapolsek murah senyum dan selalu berpenampilan rapi itu menambahkan,” Menjadi Komandan Upacara itu sudah menjadi kegemaranya sejak dibangku Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas, jadi sudah tidak canggung lagi, tetapi tetap dengan persiapan dan latihan. Selain itu juga gladi upacara sesuai tata urutanya, dan yang tidak kalah penting adalah fisik wajib prima karena seperti upacara kemarin berdiri dengan disaksikan 1000 lebih peserta yang mengikuti upacara perlu fisik, mental dan ketegasan dalam pengucapan sebuah aba-aba.
Dihari Bhayangkara ini, Ndan Harjo juga sampaikan,” Sebagai insan Polri, mari kita bahu membahu bertugas dengan lebih baik, lebih mengoptimalkan lagi semangat dalam melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat. Semoga Polri tetap PRESISI sesuai program Kapolri, karena Polri harus berada ditengah masyarakat, dan bersama masyarakat untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Saya ingat pesan orangtua, bahwa dalam situasi apapun, mau senang mau susah, mau ada atau tidak ada, bantu siapapun yang minta pertolongan Dengan rasa ikhlas. Hal itu yang hingga kini saya pegang sebagai pengingat.
Warga mengenalnya sebagai pemimpin yang memberi teladan,” Ndan Harjo biasa berbaur dengan masyarakat, beliau sering ngobrol diwarung kopi,” ujar Ichrom warga Kalitidu menceritakan bagaimana kedekatan Ndan Harjo. Bukan hanya warung kopi yang sering disambanginya, terkadang Kapolsek yang gemar olah raga itu juga menemui warga dirumah-rumah, utamanya para lansia. Empatinya itu dibentuk sejak muda, dia sering diajak orangtuanya mengantarkan beras atau makanan kerumah warga yang kurang mampu.
Pria dengan banyak prestasi itu mengawali masuk Polri pada tahun 1997, dulu dalam benaknya tidak ada sedikitpun keinginan masuk Polri, cita-citanya justru jadi tentara. Namun karena dorongan orang tua, Harjo remaja akhirnya mau masuk Polri dan ditempatkan di Brimob Mabes Polri selama 23 tahun. “Saat itu saya ingin menyenangkan orang tua saja mas, karena orang tua tunggal dan tidak punya saudara sejak lahir,” ujar pria dengan 3 bersaudara, 2 Polri dan 1 saudaranya menjadi petugas kesehatan (bidan).
Pengabdiannya di Polri yang sudah seperempat abad itu dilaluinya dengan berbagai penugasan baik dalam dan luar negeri, seperti halnya Operasi keamanan di Aceh, Ambon, Papua, juga Poso. Karena prestasinya, pria yang sangat dekat dengan keluarga itu juga dipercaya dalam penugasan luar negeri sebagai pasukan PBB (FPU 6 Formed Police Unit) tahun 2012 di Afrika Utara (SOUTH AFRICA) selama 1 tahun. Riwayat pendidikan Polri, Seba Pk 1996 / 1997, Secapa Reg 39 tahun 2010, Kejuruan Polri dalam dan luar negeri termasuk penanggulangan terorisme.
Kapolsek Kalitidu yang kemarin menjadi garda terdepan penanganan pandemi Covid-19 itu juga sangat tegas saat menjalankan protokol kesehatan, dia tidak pernah bisa diajak kompromi, semua warung dan tempat berkumpulnya warga disisir, jika ditemukan tidak mematuhi prokes langsung dibubarkan,Humanis namun Tegas. ” Aparat penegak hukum harus humanis, saya setuju tetapi juga wajib tegas dan garang ketika menghadapi pelanggaran ataupun kejahatan apalagi berintensitas tinggi,” ujarnya sambil menunjukan beberapa foto saat bertugas diluar negeri. Sebelum bertugas di Kalitidu, Kapolsek yang suka ngopi itu juga pernah menjadi Panit I Subdit Jatanras ReskrimUm Polda Jatim dan Kapolsek Gayam, warga disana mengenalnya sebagai Polisi Gaul, karena dia sering nongkrong bersama anak-anak muda untuk sekedar memberikan motivasi dan semangat berkarya.
Masih dengan ceritanya, Ndan Harjo menyampaikan hal yang hingga kini masih terkesan, yaitu ketika penangkapan Opm Kelly Kwali tahun 2009 hingga mendapatkan penghargaan langsung dari Kapolri JENDRAL BAMBANG HENDARSO DANURI pada saat itu, untuk sekolah perwira Atas Telescouting Dari Bapak Kaden Sus 88 Brigjen Tito Karnavian yang saat ini menjabat sebagai Bapak Mendagri dan juga penghargaan yang didapatkan dari Presiden terhadap penugasan luar negeri (Pasukan Perdamaian PBB) bernama BHAKTI BUANA, sedangkan penghargaan luar negeri yaitu BINTANG VETERAN PERDAMAIAN (Bintang Veteran Perdamaian), UN (United Nation) Medal.
Sebelum korandiva.co berpamitan, Ndan Harjo katakan,” jangan segan mengkritik kami, karena kami bukan pribadi yang sempurna, saya adalah pelayan masyarakat, saya curahkan seluruh hidup saya untuk mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat,” pungkasnya. (*)
Gempita Pilkades serentak gelombang 1 yang akan digelar 26 Oktober makin menyeruak, salah satu desa yang akan menggelar Pilkades adalah Desa Wedi Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. Warga didesa tersebut senang dan atusias sekali menyambut perhelatan pesta demokrasi untuk menentukan pilihanya terhadap orang nomor satu yang akan memimpin desanya untuk 6 tahun kedepan. Meski tidak jarang juga menimbulkan friksi kurang sehat yang mengkotak kotakan warga pada pilihan yang berbeda.
Atas dasar tersebut, maka sebagain besar warga mendorong majunya calon baru, Hal itu dibuktikan dengan mencalonkan Imam Saichu, bagi warga Wedi nama itu sudah sangat familier karena yang bersangkutan sangat aktif berkegiatan didesa, pernah menjadi ketua RT, anggota BPD dan hingga saat ini masih memegang kendali sebagai ketua HIPPA (Himpunan Petani Pengguna Air), selain itu Imam begitu biasa dia dipanggil juga banyak pengalaman di organisasi. Saat korandiva.co menemui dirumahnya, Imam sedang kedatangan tamu warga sekitar yang berkonsultasi masalah pengairan disawahnya. “Silahkan masuk mas, sebentar ya saya selesaikan dulu ini, begitu sapanya.
Sebelum menemui Imam Saichu, korandiva.co juga sempat ngobrol dengan warga sekitar, kabarnya Imam telah memiliki dukungan yang luar biasa dari warga Wedi. Hal itu wajar karena Imam bergaul dengan siapapun tanpa membedakan dan selalu semangat ketika dimintai tolong oleh warga. Ditemui, Imam Saichu menjelaskan alasanya maju sebagai Bacakades (Bakal Calon Kepala Desa) karena atas dukungan serta dorongan warganya agar mencalonkan diri dalam perebutan kursi Kepala Desa Wedi yang akan digelar pada 26 Oktober mendatang. ”Masyarakat menginginkan dan mendorong saya calonkan diri ikut kompetisi pilkades,” ungkap Imam sambil mempersilahkan korandiva.co mencicipi hidangan yang sudah disiapkan. Terutama dari karang taruna dan para tokoh lainya. Demikian diungkapkan Imam dikediamannya, Jum’at (08/07/2022).
Menurutnya, Desa Wedi ini memiliki potensi yang besar sebagai desa yang maju jika dikelola dengan baik dan pemimpin itu wajib hukumnya memajukan desa dengan banyak cara, jika begini-begini saja ya lebih baik jangan menjadi pemimpin,” sergahnya sembari tertawa ngakak. Lanjut Imam, berbekal pengalaman yang saya miliki, saya ingin mengembangkan perekonomian warga Desa Wedi dengan mengoptimalkan potensi lokal yang ada, salah satu caranya adalah dengan membuat kebijakan yang berpihak dan intervensi anggaran secara maksimal,” tambahnya.
“Selain itu juga harus memodernisasi pelayanan terhadap warga dengan berbasis digital, kedepan ketika warga ingin mengurus surat menyurat cukup dengan kirimkan WhatsApp saja tidak perlu hadir ke balaidesa jika tidak urgen,” tukasnya. Yang pasti dengan kekuatan keuangan desa, ditambah dengan optimalisasi pendapatan dari sektor lain, Wedi harus maju,” pungkasnya. (*)
Pengaduan terhadap Bupati Bojonegoro Dr.Hj.Anna Mu’awanah memasuki babak baru. Anwar Sholeh yang belakangan getol mengadukan Bupati itu kini menggalang donasi untuk mendatangkan saksi ahli guna menguatkan aduanya. Mantan politisi PDIP itu mengaku, membutuhkan saksi ahli guna kepentingan pemeriksaan atas dua perkara terkait Bupati Anna yang ia adukan beberapa waktu yang lalu.
Hal itu Anwar lakukan, mengingat SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan) Nomor B/96/VI/ RES.1.124/2022/Satreksrim yang diterimanya pada tanggal 21 Juni 2022, rencana penyelidikan selanjutnya adalah memeriksa ahli pidana. “Dan karenanya, saya harus segera menghadirkan ahli pidana. Tetapi untuk bisa menghadirkan ahli pidana sudah barang tentu butuh biaya yang tidak sedikit,” ujarnya kepada para pewarta, Rabu (06/07/2022).
Lanjut Anwar, saat ini merupakan momentum yang pas bagi warga Bojonegoro turut dalam memperjuangkan penegakan hukum. Agar hukum tak hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. “Jika saya memenangkan perkara ini, sama dengan kemenangan warga Bojonegoro dalam menegakkan hukum,” ujar Anwar sambil menunjukan beberapa catatan.
Beberapa waktu yang lalu, Kasatreskrim Polres Bojonegoro, AKP Girindra Wardana Akbar Ramdhani mengatakan, terdapat dua perkara terkait Bupati Anna yang diadukan oleh Anwar Sholeh. Yakni perihal akta lahir dan KK berkenaan nama Anna Muawanah. Yang kedua ihwal ijazah Bupati Anna yang diduga palsu. “Pada masing-masing perkara ini, teradu (Bupati Anna) juga sudah kami mintai keterangan. Hasilnya juga sudah kami sampaikan kepada pengadu,” katanya.
Meski gelaran Pileg (Pemilihan Legislatif) masih 19 bulan lagi, tetapi geliat partai politik dalam mempersiapkan diri makin terlihat, tak terkecuali Partai Persatuan Indonesia (Perindo), melalui Wakil Ketua I Bidang OKK (Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan) Sudana, DPD Perindo Bojonegoro mempersiapkan kelengkapan kepengurusan partai hingga tingkat ranting (desa).”Memang benar jajaran pengurus saat ini sedang fokus mempersiapkan pembentukan kepengurusan hingga tingkat desa,” ujarnya kepada korandiva.co saat ditemui di kediamannya. Kamis, (07/07/2022).
Lanjut Sudana, pembentukan pengurus untuk tingkat kecamatan sudah klir 100 % (lengkap 28 Kecamatan) sedangkan pembentukan tingkat ranting / desa sudah 70 % (301 desa terbentuk),” imbuh Sudana sambil menunjukan peta sebaran desa yang sudah terbentuk kepengurusannya. Saya optimis, 3 bulan kedepan semuanya klir dan Perindo Bojonegoro siap menyongsong perhelatan Pemilu dan pemilihan 2024.
Pria 52 tahun yang sudah malang melintang di dunia perpolitikan itu dipercaya untuk menggawangi bidang OKK bukan tanpa alasan, karena memang yang bersangkutan sudah pernah menjadi pengurus partai sebelumnya, jadi tidak mengalami kesulitan yang berarti ketika diberikan amanah untuk membenahi tata kelola organisasi, kaderisasi dan keanggotannya. Hal itu dibuktikannya dengan kerja nyata, bukan sekedar beretorika.
Ketika korandiva.co menyinggung tentang keberadaan salah satu Anggota dewannya yang disinyalir akan pindah partai atau kendaraan politik saat Pileg 2024 nanti, dengan lugas Sudana menepisnya,” itu hanya kabar burung, cerita dongeng alias mimpi disiang bolong saja mas, wong saya hampir tiap hari berkomunikasi dengan yang bersangkutan. Kebetulan tinggal di Dapil yang sama dengan saya, cuman beda kecamatan saja. Dan saya memastikan wakil Perindo di DPRD Bojonegoro solid, mereka masih on the track dan berkontribusi positif bagi masyarakat di dapilnya masing-masing,” tukasnya.
Kita ketahui bersama, partai besutan Harry Tanusudibjo ini saat Pemilu 2019 tidak lolos ambang batas (Parlementary Threshold). Hal itulah yang mendorong kinerja partai makin ditingkatkan. Di Bojonegoro Perindo menempatkan 2 kadernya di kursi legislatif dan bergabung dalam Fraksi Nasional Demokrat Gerakan Persatuan Indonesia, masing masing adalah H.Agus Sugianto, S.H. berangkat dari Dapil (Daerah Pemilihan) V yang meliputi Kecamatan Kalitidu, Ngasem, Gayam, Purwosari, Padangan, Kasiman, Kedewan dan Malo, dan Agus Suprayitno, A.md berangkat dari Dapil IV yang meliputi Kecamatan Ngraho, Margomulyo, Ngambon, Tambakrejo, Temayang, Bubulan, Gondang dan Sekar.
Saat mau berpamitan, korandiva.co juga menanyakan soal Pilkada Bojonegoro yang dihelat Oktober 2024, Sudana dengan bijak sampaikan,” kami sedang menjajaki para tokoh dan sudah mengerucut tetapi belum saatnya disampaikan ke publik karena hal itu menjadi domain DPP (Dewan Pimpinan Pusat),” pungkasnya. (*)
Sejak digulirkannya tahapan Pemilihan Kepala Desa oleh DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) Bojonegoro beberapa waktu yang lalu, situasi di desa yang melaksanakan Pilkades mulai menghangat, dari warung ke warung, hingga saat disawah, warga sudah mulai membicarakan siapa Kepala Desa pilihanya. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro akan menggelar pemilihan Kepala Desa serentak untuk 33 desa pada hari Rabu tanggal 26 Oktober 2022 mendatang.
Salah satu desa yang menggelar Pilkades adalah Desa Sukorejo Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro. Warga didesa tersebut senang dan atusias sekali menyambut perhelatan pesta demokrasi untuk menentukan pilihanya terhadap orang nomor satu yang akan memimpin desanya untuk 6 tahun kedepan. Salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya berseloroh,” Sukorejo butuh pemimpin baru, harus yang lebih faham yang berada didepan, karena selama ini tidak ada yang berarti apalagi prestasi dari Desa Sukorejo,” ungkapnya dengan penuh harap.
Atas dasar tersebut, maka sebagain besar warga mendorong majunya calon baru, Hal itu dibuktikan dengan mendorong dan mencalonkan pemuda desa yang bernama Wahyudi Tamtomo, bagi warga Sukorejo nama itu sudah sangat familier karena yang bersangkutan merupakan pegiat desa dan juga banyak pengalaman di organisasi. Saat korandiva.co menemui dirumahnya, Yudhi sapaan akrabnya sedang menimbang pipilan jagung untuk dikemas dan dikirim pada tengkulak besar. “Silahkan masuk masuk, sebentar ya saya selesaikan dulu menimbang jagungnya, begitu sapanya. Seperti yang korandiva.co dengar dari obrolan warga, kabarnya Yudhi telah memiliki suara kuat serta dukungan yang luar biasa dari warga Sukorejo. Di satu sisi memang Yudhi bergaul dengan siapapun dengan penuh kesahajaan jadi dia mudah berbaur.
Ditemui, Wahyudi Tamtomo menjelaskan alasanya maju sebagai Bacakades (Bakal Calon Kepala Desa) karena atas dukungan serta dorongan warganya agar mencalonkan diri dalam perebutan kursi Kepala Desa Sukorejo yang akan digelar pada 26 Oktober mendatang. ”Masyarakat menginginkan dan mendorong saya calonkan diri ikut kompetisi pilkades,” ungkap Yudhi sambil memperlihatkan chat WhatsApp dari warganya yang mendorong dirinya untuk maju. Terutama dari karang taruna dan para tokoh lainya. Demikian diungkapkan Yudhi kepada korandiva.co, Kamis (07/07/2022).
Menurutnya, Sukorejo ini memiliki potensi yang besar sebagai desa yang maju jika dikelola dengan baik dan pemimpin itu wajib hukumnya memajukan desa dengan banyak cara, jika begini-begini saja ya lebih baik jangan menjadi pemimpin,” sergahnya sambil menenggak air mineral yang dari tadi dipegangnya. Saya ingat kata-kata seorang kawan yang bilang pada saya,” JIKA YANG MAMPU JUSTRU MEMBERIKAN JALAN PADA YANG DUNGU UNTUK MAJU, ITU NAMANYA KECELAKAAN NALAR DAN AKAL,” tirunya sambil tertawa lepas seakan selama ini telah di Nina bobokan oleh keadaan yang sebenarnya tidak baik-baik saja.
Kepada korandiva.co Wahyudi Tamtomo balik bertanya, tunjukan pada saya satu saja prestasi Desa Sukorejo yang hebat dan menggelegar,” coba mas tunjukan tadi yang saya tanyakan, tidak ada kan,” tanyanya dengan sedikit berseloroh. Atas dasar itulah saya memiliki tekad bulat akan ikut berkompetisi bukan untuk memperebutkan kursi kepala desa semata, tapi untuk kemajuan serta kebanggaan warga Sukorejo semua. Saya miris diluar sana Sukorejo dikenal hanya karena sengkarut pengisian lowongan perangkat desa 2017 yang mana kepala desanya tidak mau melantik perangkat desa hasil rekrutmen pemerintah daerah yang diduga karena calonya sendiri tidak lolos.
“Saya tidak akan menyuguhkan visi misi mas, buat apa hanya tertulis dan tersampaikan tapi tidak ada yang dilaksanakan, yang pasti dengan kekuatan keuangan desa, Sukorejo harus maju, harus tertata dan harus bermartabat. Tidak ada perangkat desa yang hanya ongkang-ongkang dibalai desa, semua harus kerja kerja dan kerja,” pungkasnya. (*)
Jembatan menjadi sarana penghubung dan juga memacu pertumbuhan ekonomi warga. Dengan fungsinya yang vital, maka keberadaan jembatan haruslah mengutamakan kelayakan dan keselamatan para penggunanya. Berdasarkan hal itu, hari ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur – Bali menugaskan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Provinsi Jawa Timur bertempat di pendopo kantor kelurahan Jetak gelar sosialisasi.
Rapat Sosialisasi Masyarakat terkait pelaksanaan pekerjaan penggantian jembatan rangka Callender Hamilton (CH) yang dihadiri satker Jatim dipimpin oleh Agus dan juga mengundang 31 warga Kelurahan Jetak yang terdiri dari para ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, PKK dan karang taruna. Selain itu juga dihadiri oleh Bina Marga Bojonegoro, Sekcam Kota, para Kaur, Babinsa dan Bhabinkamtibmas kelurahan setempat.
“Dalam seminggu kedepan, proyek penggantian jembatan segera dilakukan, yang pasti diawali dengan pembebasan lahan sesuai kebutuhan,” ungkap Agus menegaskan. Karena disekitar rangka jembatan terdapat para pedagang dan juga hunian warga, mungkin gapura pintu masuk kelurahan juga terdampak, tambah Agus sambil memperlihatkan disain gambar jembatan barunya.
Setelah seluruh lahan yang dibutuhkan klir, bulan Agustus nanti penggantian jembatan sudah dapat dilaksanakan. Ketika sesi dialog dibuka, salah satu warga, Pujiono 40 tahun menyampaikan soal pendeknya waktu pembebasan lahan,” saya harap pembebasan lahan diperpanjang, karena menyangkut kesesuaian harga yang ditawarkan dan juga kompensasi untuk pengalihan para pedagang, agar jalanya pembangunan jembatan tidak memantik kegaduhan warga,” ujar Pujiono disambut teriakan Setuju oleh seluruh warga yg hadir di balai kelurahan, Kamis (07/07/2022).
Atas permintaan warga itu, Agus menjawab,” diakomodir sebagai laporan kami nanti pada atasan. Lanjut Agus, rencana pembangunan jembatan nanti dimulai dari sisi timur, lebar jembatan baru nanti 18 meter, jembatan yang selama ini ada adalah model lama dan di Jatim ada 9, rencananya semua mau diperbarui dengan mempertimbangkan kekuatan rangka dan tingkat keausan yang terjadi. Peremajaan jembatan menjadi kebutuhan yang tidak bisa dielakkan lagi, jembatan Jetak juga sudah uzur dari sisi usia.
Warga yang lain menyampaikan permohonan agar selama pekerjaan penggantian jembatan berlangsung, melibatkan tenaga kerja lokal agar perputaran ekonomi juga bisa dirasakan warga sekitar. (*)
DPRD Bojonegoro kembali suguhkan tontonan yang menggelitik, rapat paripurna laporan pertanggungjawaban (LPJ), dan penyampaian pendapat akhir fraksi terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022 serta penetapan perubahan propemperda ditunda, Selasa (06/07/2022).
Hal itu sudah dapat ditebak sebelumnya, karena sejak pagi hilir mudik wakil rakyat itu tidak seperti biasanya. Bahkan, dari eksekutif sendiri hanya tampak segelintir SKPD yang hadir dan tanda tanggan terus balik lagi.
Jam menunjukan pukul 14.00, ruang paripurna DPRD Bojonegoro masih terasa seperti persemayaman jenazah, hening nyaris tak berpenghuni. Hanya terlihat staf sekwan kesana kemari menenteng daftar hadir. Akhirnya, 16.15 paripurna digelar, terkesan dipaksakan dan yang penting pertunjukan digelar, tanpa penonton, tanpa dagangan para penjual yang biasanya menyuguhkan sajian.
Ruangan paripurna lantai dua yang selama disakralkan, hanya dipenuhi kursi putar tanpa tuan. Didepan tampak Abdulloh Umar sang ketua yang duduk sendirian, seakan sedang pisah ranjang dengan para permaisurinya (para wakil ketua, red) Indonesia Raya dikumandangkan, bukan gempita perjuangan yang dirasakan, melainkan ratapan kehilangan. Anggota Dewan yang hadir bisa dihitung dengan jari tangan. Sungguh sebuah tontonan yang sarat kepentingan. Sandiwara yang miskin narasi.
Sesuai yang dilaporkan Sekretaris DPRD Bojonegoro, Edy Susanto bahwa anggota dewan yang hadir baru 25 orang (merujuk pada lembar daftar hadir yang sudah dibubuhi tanda tangan) tapi hasil pantauan korandiva.co jumlah yang tanda tangan kehadiran berbanding terbalik dengan yang ada diruang paripurna. “Anggota DPRD Bojonegoro dari 50, yang hadir 25 orang,” terangnya dalam penyampaian laporan di forum.
Ketua DPRD Bojonegoro, Abdullah Umar membuka sidang hingga tiga kali, perpanjangan waktu sidang dua kali, dari sepuluh menit lantas lima menit, tidak ada tanda tanda para anggotanya memasuki ruangan. Kebingungan dan kekalutan tampak pada Umar, panggilan akrabnya. Tapi tidak tahu harus berbuat apa, karena memang ketua DPRD Bojonegoro saat ini, hanya mengesankan semangat muda belaka.
Ketika korandiva.co mengkonfirmasi kepada salah satu anggota dewan yang tidak mau disebutkan namanya yang hadir sore itu mengatakan,” ini wujud kegagalan komunikasi ketua dewan kepada fraksi, jadi paripurna hanya digelar untuk seremonial saja. Ketika komunikasi politik tidak mampu dijalin berdasarkan kepentingan yang saling beririsan, maka yang terjadi adalah pertunjukan tanpa penonton, karena yang disuguhkan hal yang monoton,” ungkapnya. Dengan melihat situasi yang ada, rapat paripurna dirasa tidak kuorum, akhirnya ketua dewan menyampaikan penundaan tiga hari kedepan. (*)
Penyebaran PMK masih menjadi perhatian utama aparat penegak hukum, Guna menekannya, jelang Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah/2022 Masehi ini Polres Bojonegoro beserta jajaran lakukan pengawasan dan pemantauan di sejumlah peternak dan pedagang hewan kurban di wilayah hukum Polres Bojonegoro, hal itu guna mengantisipasi penyebaran atau penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang semakin masif. Kapolres Bojonegoro, AKBP Muhammad, S.H., S.I.K., M.Si. melalui Kabag Ops, Kompol Yusis Budi Krismato mengatakan menjelang hari Raya Idul Adha Polres Bojonegoro terus melaksanakan pengawasan dan pemantauan terhadap hewan ternak untuk mengantisipasi penyebaran atau penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah hukum Polres Bojonegoro.
“Kita sudah perintahkan para Kapolsek dan Bhabinkamtibmas untuk bekerjasama dengan Tiga Pilar diwilayahnya melakukan pemantauan dan pengawasan hewan ternak di desa binaannya masing masing,” kata Kabag Ops saat dikonfirmasi awak media ini di Mapolres, Rabu (06/07/2022). Kompol Yusis menambahkan untuk mengantisipasi penularan PMK menjelang Idul Adha pihaknya bersama instansi terkait melakukan pemeriksaan dan penyekatan kendaraan pengangkut hewan ternak. Selain itu, para Bhabinkamtibmas juga mensosialisasikan PMK kepada peternak tentang tata cara pelaporan dan penangananya. Agar seluruh hewan ternak yang akan dikurbankan nanti dalam keadaan sehat .
“Maka dari itu kami sangat serius terkait PMK ini, sedari awal kita sudah melakukan langkah-langkah antisipasi. Salah satunya melalui Bhabinkamtibmas yang melakukan pengawasan atau pengecekan dan sosialisasi ke semua peternakan sapi di desa binaan. Selain itu juga memantau ketat di aktivitas rumah potong hewan,”imbuh Kompol Yusis. Kepada masyarakat yang memiliki hewan ternak tetap menjaga kebersihan kandang, lingkungan dan hewan ternaknya guna mengantisipasi timbulnya wabah PMK. Apabila terjadi pada hewan ternak sesegera mungkin melaporkan kepihak terkait.
“PMK tidak perlu menjadikan masyarakat panik, apabila menemukan kasus PMK dilingkunganya bisa melaporkan ke Polsek, Bhabinkamtibmas maupun Dinas terkait sehingga bisa segera ditangani secara tepat dan cepat,” pungkasnya. (*)