Beranda blog Halaman 186

Menolak Dilantik sebagai Kepala Dusun, Amiul Datangi Dinas PMD Blora

0

Blora, Diva.-

Ami’ul Khasanah, calon perangkat desa gagal Desa Talokwohmojo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora pada tanggal 7 Juli 2022 menerima surat undangan dari kepala desa setempat untuk dilantik sebagai Kepala Dusun Temuwoh pada hari Selasa tanggal 12 Juli 2022.
Mendapati surat seperti itu, Ami’ul merasa heran karena sepengetahuannya, jabatan Kepala Dusun Temuwoh sudah dijabat oleh Muhammad Try Siswanto yang dilantik pada Januari 2022.
Pelantikan Perades pada waktu itu sempat menuai protes, karena dalam seleksi Perades Ami’ul mendapat nilai tertinggi sementara Siswanto yang dilantik menduduki peringkat ke-3 dalam seleksi tersebut.
Merasa ada yang tidak beres dengan undangan pelantikan dirinya, Ami’ul dengan didampingi Lembaga Pemantau Keuangan Negara (PKN), Senin (11/07/2022) mendatangi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Blora.

“Kedatangan saya ke PMD untuk menanyakan ada dan tidaknya surat rekomendasi dari Ombudsman terkait pemberhentian Muhammad Try Siswanto dan pelantikan diri saya sebagai perangkat desa Talokwohmojo,” ucap Ami’ul.
Kabar yang didapat wartawan, Muhammad Try Siswanto sendiri sampai hari ini juga tidak mau menandatangani surat pemberhentian dari jabatannya sebagai Kepala Dusun (Kadus)Temuwoh Desa Talokwohmojo.
Ami’ul keberatan untuk dilantik karena dasarnya tidak jelas, dan juga tidak ada rekomendasi Dari Ombudsman atau PMD. “Oleh sebab itu saya mengajukan sanggahan atas undangan pelantikan terse but. Apalagi dasar hukumnya sangat tidak relevan dan tidak jelas,” ujar Amiul, Senin (11/07/2022). (*)

Hari Raya Idul Adha 2022, Warga Perumahan Balun Graha-Cepu Potong 10 Sapi dan 3 Ekor Kambing

0

BLORA.-

Warga Perumahan Balun Graha Permai, Cepu, Kabupaten Blora, Minggu (10/7/2022) melaksanakan pemotongan hewan kurban terdiri 10 ekor sapi dan 3 ekor kambing.
Pelaksanaan pemotongan hewan kurban usai menjalankan Salat Idul Adha 1443 H / 2022 M dibagi di 4 lokasi di lingkungan perumahan Balun Graha. 3 ekor sapi dan 3 ekor kambing di halaman Masjid Al Muhajirin, 2 ekor sapi di halaman mushollah An Nur, 3 ekor sapi di halaman mushollah Al Muttaqin, dan 2 ekor sapi lagi di Lapangan Volly RT.02.
Para pengurus lingkungan dari RW, RT dan tokoh masyarakat setempat hadir menyaksikan pemotongan hewan kurban tersebut.
“Pemotongan hewan kurban di lingkungan RW 16 Perumahan Balun Graha ini diselenggarakan setiap tahun,” ujar Ananto Sudharsono selaku ketua pelaksana pemotongan hewan kurban Masjid Al Muhajirin.Ketua takmir mushollah Al Muttaqin yang berada di lingkungan RT.01/RW.16 mengaku bersyukur bisa memotong tiga ekor sapi pada tahun ini. “Alhamdulillah dalam moment Idul Adha 1443 H ini, kita bisa membagi daging kurban untuk warga yang membutuhkan,” ujar Ali Rahman, sesaat sebelum dilaksanakan pemotongan hewan kurban.Hal senada disampaikan Didik, koordinator pemotongan hewan kurban di lingkungan RT.02/RW.16, bahwa daging kurban diserahkan kepada warga perumahan dan sekitar perumahan Balun Graha Permai.
“Mudah-mudahan dengan kekompakan warga Balun Graha ini kita bisa saling berbagi, baik dilingkungan Balun Grha maupun para tukang becak di sekitar terminal bus dan pasar induk,” ungkapnya.Sementara itu warga RT.06/RW.16, usai solat Ied terlebih dahulu menggelar kenduri dan doa bersama sebelum melaksanakan pemotongan hewan kurban.
Ali Mahmud yang bertindak selaku koordinator pemotongan hewan kurban mengaku menerima hewan kurban 2 ekor sapi. Satu ekor hasil gabungan dari 7 orang warga dan 1 sapi sumbangan dari seorang tokoh masyarakat setempat.
“Satu ekor sapi dari jamaah mashollah An Nur, 1 ekor sapi merupakan sumbangan dari seorang tokoh masyarakat di sini,” ujar Ali Mahmud yang juga ketua takmir Musholah An Nur itu. (*)

Harga Melambung, Petani Cabai Di Tanggir Makin Tajir

0

BOJONEGORO;

Ditengah harga komoditas pertanian yang terus naik, banyak petani menangkapnya sebagai peluang baru. Meraka lantas beralih dari menanam padi ke tanaman yang lebih memiliki nilai tambah. Salah satu yang melakukanya adalah Lasimin. Meski sudah tidak muda lagi, Pak Min biasa dia dipanggil terlihat gesit dan apa yang terucap selalu berdasarkan keilmuan. Di usianya yang sudah menginjak 63 tahun, Pak Min masih gemar membaca,” sejak muda saya suka sekali baca mas, segala macam yang ada tulisanya saya baca,” ucap Pak Min saat ditemui korandiva.co diwarungnya depan SMA Negeri Malo, Sabtu (09/07/2022)

Perawakannya yang sederhana dan bersahaja, membuatnya gampang berbaur dengan orang lain tanpa terkecuali. “Saya lama di sebrang pulau mas,” begitu ucapnya mengawali obrolan. Tambah Pak Min, perjalanan hidup kadang tidak bisa ditebak kemana kaki melangkah dan akan melakukan apa,” ceritanya sambil menikmati kretek yang ada dijemarinya. “Saya tidak sres itu sudah untung lho mas, bagaimana tidak, uang pesangon selama saya kerja menjadi Asmen PLN ludes untuk mensupport anak saya waktu ikut Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) Tanggir Kecamatan Malo tahun 2019 silam,” ingatnya.

Ketika korandiva.co berusaha mengorek lebih jauh berapa besaran yang dipakai mencalonkan anaknya dalam Pilkades, Pak Min menjawab singkat,” teramat besar mas. Biarlah itu menjadi cerita dan saya tetap harus bekerja. Bagi saya pantang hukumnya berpangku tangan. Tapi saat anak saya kalah dalam Pilkades, untungnya saya tidak sampai menjual sawah yang saya miliki,” sergahnya sambil terbahak.

Cerita Pak Min membuat miris bagaimana demokrasi di desa berjalan, sekedar untuk kalah saja harus bayar, apalagi yang menang, berarti bayarnya lebih mahal lagi. Sebuah catatan penting untuk selalu diingat. Tapi Pak Min lantas bangkit, dia memilih kembali mengolah apa yang dimilikinya, yaitu sawah. Dengan sedikit kemampuan yang ada, dia ketemu dengan Sudana, 52 tahun yang hampir 2 tahun ini mengembangkan kemitraan penanaman cabai. Jenis cabai yang dikembangkan adalah Imola rebon cabai lompong dengan masa tanam hingga panen hanya 3 bulan.

Pak Min, petani asal Desa Tanggir adalah salah satu pemilik lahan yang memilih bermitra, dengan luas lahan 2500 M². Awalnya memang saya ingin mencoba dulu mas,” ungkapnya. Setelah semuanya saya pelajari, saya segera lakukan pengolahan lahan, dan hasilnya silahkan mas nanti lihat sendiri. Luas lahan di Desa Tanggir yang digunakan untuk kemitraan menanam cabai adalah 3,5 Hektar, salah satunya milik Pak Min, yang lain adalah statusnya sewa,” ujar Sudana menjelaskan saat mendampingi Pak Min.

Lahan yang lain yang digunakan kemitraan ini ada di Desa Kliteh Kecamatan Malo. Nanti akan terus dikembangkan mas, sesuai permintaan perusahaan ABC yang menjalin kemitraanya dengan Koperasi Serba Usaha Podo Agung, yang berkantor di Desa Balenrejo Kecamatan Balen. Pemilik lahan menyediakan lahan dan pengolahannya, soal bibit, mulsa dan obat obatan di talangi oleh koperasi dengan sistem pembayaran nyicil sampai tanaman selesai panen. Hasil panen dibeli oleh koperasi dengan harga yang sudah disepakati sebelumnya. Jadi tidak ada yang dirugikan.

Setelah berbincang, Pak Min ajak korandiva.co menuju lahanya yang tidak jauh dari tempat kami ngobrol,” ayo mas kita keladang, nanti bisa dilihat sendiri bagaimana cabai cabai saya,”ajak Pak Min sambil membawa sprayer dipunggungnya. Setelah sampai diladang Pak Min, memang hasil tanamnya bisa dibilang berhasil, ketika ditanya, dengan harga cabai yang melambung, Pak Min bisa kaya dengan hasil tanam yang melimpah ini. Pak Min dengan tetap rendah diri menjawab,” banyak uangnya cabai ini mas, tapi belum cukup kalau untuk mencalonkan kepala desa kembali,” pungkasnya. (*)

Nekat Edarkan Narkoba di Malam Takbiran, Warga Tuban Diamankan Polisi Blora

0

BLORA.-

Malam menjelang Idul Adha bukannya digunakan untuk mengumandangkan takbir tanda hari raya, namun MA (42), warga Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban malah nekat mengedarkan Narkoba. Atas perbuatannya, MA akhirnya diamankan oleh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Blora.

MA ditangkap saat melakukan transaksi narkoba di Jalan Raya Jepon-Jatirogo, turut Desa Sendangrejo Kecamatan Bogorejo Kabupaten Blora, Minggu dini hari (10/07/2022) lalu sekitar pukul O1.30 Wib.

Kapolres Blora AKBP Aan Hardiansyah, SH, MH melalui Kasatresnarkoba Iptu Edi Santoso, SH mengatakan penangkapan berawal dari informasi warga, bahwa akan ada transaksi narkoba di Lokasi tersebut.

“Mendapat informasi tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan dan pengumpulan informasi. Akhirnya kita berhasil mengamankan seorang pria yang diduga pengedar narkotika,” ucap Kasatresnarkoba Polres Blora.

Lebih lanjut Iptu Edi menjelaskan bahwa selain mengamankan tersangka, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa: 3 (tiga) paket narkotika jenis Sabu yang dibungkus dalam plastik klip bening dengan berat total 1,73 gram, 1 unit Hand Phone, 1 unit sepeda motor, dan uang tunai sebesar Rp 200.000,-.

Setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka mengakui bahwa barang haram itu adalah miliknya. “Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dijerat Pasal 112 ayat(1) dan dijerat Pasal Primer 114 ayat (1)UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman Pidana minimal 4 Tahun kurungan penjara,” tandas Edi, Minggu (10/07/2022). (*)

Bersiap Hadapi Verifikasi Faktual, DPD Golkar Bojonegoro Serahkan 3700 KTA Pada Anggotanya

0

BOJONEGORO;

Geliat partai dalam mempersiapkan pesta demokrasi 2024 semakin terasa, hal itu wajar mengingat mesin partai perlu segera dipanasi agar mendulang suara yang signifikan tentunya. Hari ini, bertempat di markas besarnya, DPD Partai Golkar Kabupaten Bojonegoro menggelar Rakor (Rapat koordinasi), Minggu (10/07/2022)

Rakor yang digelar sejak pukul 14.00 itu dihadiri oleh pengurus harian DPD dan juga pengurus di masing-masing kecamatan. Dalam sambutanya, Sigit Kushariyanto, S.E., M.M. Wakil Ketua bidang kaderisasi dan keanggotaan menyampaikan betapa pentingnya seluruh komponen partai untuk bergerak dan bergerak, karena agenda besar pemilu dan pemilihan dalam pesta demokrasi 2024 tinggal 18 Bula lagi. Salah satu yang ditekankan Sigit adalah pembuatan KTA (Kartu Tanda Anggota) bagi seluruh anggota partai.

DPD sudah siapkan Tim guna terus mengupdate data anggota yang sudah masuk,” ungkap Sigit kepada korandiva.co, selain itu seluruh pengurus tanpa terkecuali bergerak bersama untuk merekrut anggota baru, dan langsung dibuatkan kta. ” Penambahan anggota baru hasil rekrutan rekan-rekan pengurus harian dan juga PK juga sedang dikerjakan. Artinya Golkar sudah sangat siap menghadapi Pemilu 2024.

Ketika korandiva.co bertanya berapa jumlah KTA yang diserahkan hari ini, Sigit dengan sigap menjawab,” ada 3700 KTA yang kita bagikan hari ini, dan masih ada 5000 an yang sedang dalam proses, karena sampai saat ini seluruh pengurus disemua tingkatan dan juga sayap partai sedang bergerak untuk melakukan perekrutan anggota baru. Jadi target kita tiga bulan kedepan, KTA yang akan kita terbitkan dan serahkan bisa tembus 10000 KTA sesuai target yang dicanangkan Ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro.

Dikonfirmasi terpisah, Mitro’atin ketua DPD menyampaikan,” benar yang disampaikan Pak Sigit, saat ini kita sedang bergerak bersama merekrut 10000 anggota baru dan sekaligus diterbitkan KTA nya. DPP juga sudah siapkan piranti digital untuk mengakselerasi perekrutan secara online, silahkan diunduh di playstore atau AppStore yang ingin daftar sebagai anggota baru,” pungkasnya. (*)

Peringati Idul Adha 1443 H, Bupati Bojonegoro Serahkan 3 Ekor Sapi Kurban

0

BOJONEGORO;

Peringati Idul Adha 1443 H / 2022 M, Bupati Bojonegoro Anna Muawanah laksanakan sholat Idul Adha di Masjid Baiturrohman Islamic Centre bersama masyarakat setempat pada minggu pagi (10/07/2022). Selain Bupati, turut hadir Sekretaris Daerah, Asisten, Staf Ahli, dan Kepala OPD. Dalam sambutannya, Bupati mengajak kepada masyarakat setempat bahwa pada momen hari raya idul adha ini untuk memupuk solidaritas sosial, kepedulian kepada sesama dan membahagiakan para dhuafa. “Dengan adanya solidaritas sosial maka tercipta keharmonisan hidup karena di landasi dengan kasih sayang.” Ungkap Bupati dengan penuh kesahajaan.

Masih lanjut Bupati, saya harap seluruh masyarakat semakin produktif di era pemulihan ekonomi setelah kurang lebih dua tahun dihamtam badai Covid-19. Mari bangkit bersama, pemkab akan dukung segala usaha warga yang berorientasi pada pemulihan ekonomi, tentunya dengan kebijakan yang memudahkan,” imbuh bupati perempuan pertama di Bojonegoro itu dengan penuh harap.

KH. Nasihuddin dalam khotbahnya menyampaikan bahwa Hari Raya Idul Adha patut kita syukuri bersama, terlebih yang tahun ini dapat berangkat haji meski terbatas, bagi yang terkendala belum berangkat jangan berkecil hati, karena Allah Maha Pemberi. “Dalam kesempatan hari Raya Idul Adha ini mari kita rayakan dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memberi kepada mereka yg membutuhkan maupun kegiatan sosial yang lain.” Terangnya.

Selain itu, pada momentum hari Raya Idul Adha 1443 H ini, Pemkab Bojonegoro menyerahkan hewan kurban tiga ekor sapi yang di serahkan kepada Masjid Islamic Centre, Masjid Darussalam, dan Ponpes Nurul Falah Balungsumber Sumbertlaseh Dander. (*)

Curah Hujan Masih Tinggi, Ratusan Hektar Sawah di Desa Nglungger-Kradenan Terancam Gagal Panen

0

BLORA.-

Tanaman padi di Desa Nglungger Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora kondisinya sangat memprihatinkan. Curah hujan yang masih tinggi menjadi penyebab kerusakan ratusan hektar tanaman padi yang merupakan penyangga hidup petani setempat.

Kepala Dusun Dukuh Weni, Sukoco (41 tahun) yang juga memiliki tanaman padi menceritakan, bahwa petani Desa Nglungger saat ini benar-benar menjerit. “Modal petani yang tidak sedikit itupun dari pinjaman Bank BRI, terus kalau gagal panen gini gimana?” katanya, Selasa (05/07/2022).

Sementara itu Kepala Desa Nglungger, Nur Saian saat ditemui di Balai Desa juga membenarkan kondisi tersebut. “Coba pjenengan lihat sendiri, ratusan hektar padi puso semua alias gagal panen. Saya sangat prehatin,” tandas Nur Saian.

“Kalau melihat keadaan seperti ini, saya mohon kepada pihak bank bisa memberi toleransi yang profesional,” imbuhnya.

Selain itu dari Dinas Pertanian Kecamatan Kradenan, Budi Sulistiyono S.Hut saat dikonfirmasi di katornya menerangkan, bahwa kegagalan panen di area sawah Desa Nglungger karena dampak klimak curah hujan yang tinggi mengakibatgkan PH tanah jadi semakin asam.

“Ditambah dengan adanya serangan hama penyaki yang cukup siknifikan seperti tikus, wereng, penggerek batang dan jamur, Ditambah lagi kebiasaan petani memakai pupuk kimia yang berlebihan,” tutur Budi. (*).

PWRI: Subuh Berjamaah Itu HEBAT

0

Pengurus dan anggota Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) baik yang di kelurahan, kecamatan maupun di tingkat Kabupaten Blora, bagi yang beragama Islam dihimbau melaksanakan ibadah subuh berjamaah di masjid di lingkungan masing-masing. Selain untuk meningkatkan keimanan, sekaligus mendukung dan mengamalkan program Bupati Blora Arief Rohman.

Hal itu disampaikan ketua PWRI Kabupaten Blora H. Bambang Sulistya pada rapat konsolidasi yang digelar di kantor PWRI Kecamatan Ngawen, Senin (04/07/2022).

Karena menurut Bambang, ibadah subuh berjamaah itu hebat. “Tidak sekedar untuk meningkatkan komunikasi dan silahturahmi namun hebat sebagai sebuah akronim yang memiliki berbagai keutamaan sangat bermanfaat bagi orang beriman yang menjalankan salat subuh di masjid,” tuturnya.

Yaitu, (H)-Hati menjadi tenang ketika kita sudah bisa melaksanakan salat subuh berjamaah di masjid, karena salat subuh merupakan salah satu ibadah wajib yang paling berat.

Disamping itu menunaikan ibadah subuh berjamaah di masjid berarti Allah telah memberikan kesempatan kepada kita untuk menikmati segarnya udara pagi, indahnya kebersamaan dan menyerap aura positif yang sangat bermaanfat bagi peningkatan imunitas diri.

“Ada ungkapan, biarlah salat subuh menerangi hatimu sebelum matahari menyinari tubuhmu,” ujarnya.

Selanjutnya, huruf (E)-Enyahkan dari penyakit kemunafikan pada diri manusia.

Seperti yang telah dijelaskan dalam hadist, bahwa tidak ada salat yang lebih berat dilaksanakan bagi orang munafik dari pada salat subuh dan isak.

Seandainya mereka tahu keutamaan yang terdapat di dalamnya, niscaya mereka akan melakukan kendati dengan merangkak.

Sungguh Aku telah hendak memerintahkan kepada petugas azan untuk salat kemudian Aku mengambil bara api dan membakar rumah orang yang tidak keluar salat di masjid. (HR Bukhari & Muslim).

(B)-Berada dalam jaminan Allah dan mendapatkan pahala yang besar bagi umat muslim yang melakasanakan salat subuh berjamaah di masjid.

Sebagaimana dijelaskan dalam hadist: “Barang siapa yang melaksanakan salat subuh berjamaah maka dia berada dalam jaminan Allah dan akan memperoleh pahala yang besar. (HR.Muslim).

Kemudian huruf (A)-Akan memperoleh keberkahan bagi umat muslim yang rajin melaksanakan ibadah subuh.

Karena salat subuh merupakan salah satu aktivitas di pagi hari yang didoakan oleh Rasulullah SAW. “Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu pagi”. (H R. Abu Dawud,Tarmidzi, dan Ibn Majah).

Selanjutnya hurut (T)-Terhindar masuk neraka bagi umat muslim yang memiliki semangat untuk melaksanakan salat subuh berjamaah di masjid.

Seperti yang tersurat dalam Hadist Riwayat Muslim, “Tidaklah akan masuk Neraka orang yang melaksanakan salat sebelum terbitnya matahari (salat subuh) dan salat sebelum tenggelamnya matahari (salat Asar)”.

Demikian betapa hebatnya keutamaan melaksanakan salat subuh khususnya salat subuh berjamaah di masjid sehingga anjuran Bupati kepada para ASN melaksanakan salat subuh berjamaah wajib kita dukung karena hebat dan memiliki nilai positif bagi peningkatan keimanan.

Rapat konsolidasi diikuti seluruh pengurus dan anggota PWRI Kecamatan Ngawen dan Forkompincam Ngawen, serta utusan pengurus PWRI Kabupaten Blora, Sugito (mantan Kabag Hukum Setda Blora).

Sementara itu Sekretaris PWRI Kecamatan Ngawen, Sunarto, mewakili ketua PWRI setempat, ngudo roso (menyampaikan ungkapan), bahwa H. Sumadi selaku Ketua PWRI Kecamatan Ngawen sudah lama sakit-sakitan sehingga peran dan aktivitasnya fakum.

“Walaupun demikian kegiatan PWRI di Ngawen tetap berjalan baik dalam pertemuan rutin maupun dalam pengabdian di masyarakat,” kata Sunarto.

Acara konsolitasi diakhiri dengan musyawarah dan mufakat bahwa Pujianto Said, mantan Sekretaris Dewan DPRD Blora yang saat ini sedang melaksanakan ibadah haji ditunjuk menjadi Ketua PWRI Kecamatan Ngawen sekaligus peserta rapat juga ikut mendoakan Pujiato Said beserta istri menjadi haji mabrur. (*).

Safari Subuh Berjama’ah: Bupati Arief Jadi Imam di Masjid At Taqwa, Randublatung

0

BLORA.-

Jumat kedua Safari Subuh Berjama’ah, Bupati Blora Arif Rohman M.Si melaksanakan sholat subuh berjama’ah bersama masyarakat di Masjid At Taqwa Randublatung, Jumat (08/07/2022). Turut berjamaah dalam kesempatan tersebut diantaranya para pejabat Pemkab Blora dan Forkompincam Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora.

Dalam pelaksanaan sholat subuh berjama’ah hari itu Bupati Arief bertindak selaku imam. Usai sholat dilangsungkan membaca Sholawat Nariyah bersama jama’ah, setelah itu dilanjut berdialok bersama masyarakat setempat.

Salah satu pengurus takmir Masjid At Taqwa, KRAT Priyo Hadi Nagoro yang duduk berdampingan dengan Camat Sutarso S.Sos M.Si. menanyakan kepada Bupati terkait tanah wakaf yang dimiliki Yayasan At Taqwa.

“Bagaimana cara untuk mengurus sertifikat dan sarat apa saja termasuk biaya NJOP-nya,” tanya Priyono.

Mendengar pertanyaan seperti itu, bupati langsung memberi jawaban sekaligus memberikan apresiasi kepada semua pengurus takmir yang telah bekerja dengan iklas memakmurkan masjid.

“Ya terima kasih apa yang disampaikan Mas Priyono, itu nanti secepatnya saya bantu. Terkait sertifikat tanah wakaf yayasan At Taqwa, nanti akan saya perintahkan kepada dinas terkait. Insyaallah akan cepat selesai,” ujarnya.

Usai dialog Bupati Arief masih sempat membagikan 6 paket sembako untuk 4 orang muazim, dan 2 orang petugas kebersihan.

Bertempat di serambi Masjid At Taqwa, Bupati Arief sempat menyampaikan janjinya ketika waktu kampanye yang menggunakan jorgan Sesarengan mBangun Blora. “Isyaallah saya tetap berkometmen, bahwa pembangunan infrastruktur jalan yang ada di Blora Selatan seperti jalan Blora-Randublatung, jalan Ngawen-Doplang, dan jalan Randublatung-Getas semua sudah mulai dikerjakan dengan Cor beton dan drainase,” ujarnya.

“Akses jalan di tengah hutan seperti Alasmalang Desa Pengkoljagong Kecamatan Jati, walaupun makadam sudah selesai dikerjakan melalui program TMMD,” pungkasnya. (*).

Istimewa

0

TANPA sadar, proses seleksi perangkat desa (Perades) di Kabupaten Blora telah mempertontonkan kehebatan seorang kepala desa. Kekuatan raja kecil ini ternyata tidak hanya bisa menundukkan warga di desanya, melainkan juga mampu melemahkan kekuatan para pimpinan daerahnya.

Dimulai dari isu adanya jual beli jabatan yang disertai perbuatan Korupsi Kolusi serta Nepotismen (KKN) dalam proses rekrutmen perangkat desa yang jelas-jelas nyata, ternyata Bupati selaku kepala daerah tidak berani menegurnya.

Bahkan pelantikan Perades yang dilaksanakan secara diam-diam pertanda ada yang disembunyikan, bupati pun tetap saja membiarkannya. Istimewa.

Pimpinan dan anggota dewan yang biasanya galak serta garang jika berhadapan dengan kepala desa bermasalah, dalam kasus Perades para wakil rakyat di Blora lebih memilih diam seribu basa. Bagi kepala desa, yang seperti ini juga termasuk istimewa.

Begitu pun ketika ratusan kepala desa dilaporkan ke Polisi dan Kejaksaan, aparat penegak hukum sepertinya tidak terlalu agresif dalam meresponnya. Setelah mendapat banyak desakan, dari ratusan Kades terlapor baru satu dua yang ditingkatkan statusnya dalam penyelidikan. Sekarang ini ada beberapa Kades yang diberi label “tersangka”, dan dua diantaranya sudah mulai menjalani proses hukum.

Tersangka dalam kasus pidana dengan pasal apapun, jika tuntutannya di atas lima tahun biasanya langsung ditahan di Rutan. Namun untuk tersangka kasus Perades di Blora, dengan berbagai alasan dan pertimbangan Polisi hanya menetapkannya sebagai tahanan rumah. Istimewa lagi.

Tak ingin lama-lama memegang bola panas, Polisi pun segera melimpahkan para tersangka kasus Perades ke lembaga Kejaksaan untuk menjalani proses hukum selanjutnya.

Di Kejaksaan pun sama, walaupun berkas-berkasnya sudah lengkap, para tersangka cukup menjalani tahanan rumah. Alasannya, dulu waktu ditangani Polisi mereka juga tidak ditahan. Sangat istimewa.

Minggu lalu para tersangka sudah mulai disidang di Pengadilan Negeri Blora. Sebagian besar pengamat berharap Hakim memiliki sikap dan pendirian yang berbeda. Tetapi, walaupun sudah mengetahui salah satu tahanan rumah ada yang jalan-jalan ke Jakarta, Yang Mulia ternyata hanya memberikan teguran. Dan status tersangka masih tetap saja sebagai tahanan rumah. Ruarrr biaasa istimewanya.

Ibarat minum Susu panas, para tersangka kasus Perades di Blora seolah masih mendapat tambahan Telur dan Madu ke dalam gelasnya. Selain menyehatkan, Susu Telur Madu memang nikmat, walaupun harganya mahal.

Sebagai negara hukum, pelaksanaan pemerintahan dilakukan berdasarkan prinsip supremasi hukum, dengan demikian setiap perbuatan yang dilakukan oleh pemerintah harus sejalan dengan hukum yang ada.

Sekarang masyarakat tinggal menunggu proses peradilan yang panjang melalui persidangan. Semoga majelis hakim Pengadilan Negeri Blora bisa melaksanakan persidangan dengan adil, transparan dan profesional.