Masyarakatnya Guyub Rukun, Desa Plukaran – Gembong Dicanangkan sebagai Kampung Pancasila di Pati

.-

merupakan harga mati yang sampai kapanpun tidak boleh diganti dengan lain demi keutuhan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), karenanya desa/kelurahan didorong menjadi Kampung Pancasila untuk memperkenalkan Pancasila kepada pewaris tunas-tunas bangsa.

Kita sebagai penerus tunas bangsa harus ber-Pancasila agar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak mudah terpecah belah. Hal itu disampaikan Komandan /11 Gembong, Lettu Inf Jono dalam sambutannya pada acara pencanangan Kampung Pancasila di Desa Plukaran Kecamatan Gembong Kabupaten Pati, Rabu (01/06/2022).

Danramil dalam sambutannya juga menyinggung adanya degradasi moral dan lunturnya jiwa nasionalisme di kalangan kaum milinial. Masyarakat merasa asing akan Pancasila serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya semakin jauh dari implementasi kehidupan sehari hari.

“Kewajiban kita untuk menegakkan dan menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila, serta menumbuhkan kembali nilai-nilai toleransi beragama dan semangat gotong royong,” harapnya.

“Semangat kebangsaan yang terbingkai dalam Bhineka Tunggal Ika harus senantiasa dijaga bersama. Sehingga, warga dapat membentengi diri dari konflik dan aksi terorisme yang merusak dan memecah belah persatuan dan kesatuan di NKRI,” tandasnya.

Lettu Inf Jono menambahkan, legiatan pecanangan kampung Pancasila dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian warga dalam rangka upaya menjaga berdiri tegaknya NKRI. Karena itu bagi kelurahan/desa yang belum mencanangkan Kampung Pancasila agar secepatnya mewujudkan, supaya anak-anak sebagai tunas tunas bangsa mengenal apa itu Pancasila, lambang negara Indonesia.

Baca Juga:  Kasus Jual Beli Kios Pasar Randublatung, Diduga Pedagang Ditarik Rp 120 Juta untuk Satu Kios

“Kita harus memberi mendampingi masyarakat yang begitu beragam karena bila tidak dibina dengan baik, jika ada yang ingin memecah belah maka akan dengan mudah sekali terjadi gesekan antar warga,” tambahnya.

Acara pencanangan kampung Pancasila di Desa plukaran Kecamatan Gembong dihadiri dan , Muspika, tokoh lintas agama, dan tidak ketinggalan warga masyarakat Desa Plukaran.

Pada kesempatan itu, masyarakat dan para seniman karawitan Desa Plukaran menampilkan asset berupa kesenian gambyong untuk menghibur dan meramaikan acara.

Acara pencanangan Kampung Pancasila diawali pembukaan do'a menurut kepercayaan agama masing-masing, setelah itu keseluruhan tamu yang hadir bersamaan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Pada kesempatan yang sama, Gembong Cipto Mangun Oneng dalam sambutannya mengungkapkan harapannya agar melalui pencanangan Kampung Pancasila ini masyarakat paham tentang nasionalsme. Yaitu menjunjung tinggi rasa nasiolisme dalam berbangsa dan bernegara dalam kehidupan sehari-hari dan selalu mengamalkan sila-sila yang ada dalam Pancasila sehingga tercipta masyarakat yang aman, damai dan sejahtera.

“Membangun kampung Pancasila merupakan praktek kebersamaan dan persaudaraan, namun yang jauh lebih penting adalah Pancasila dalam tindakannya, kita semua penuh perbedaan karena perbedaan itu penting tetapi bukan berarti kita bermusuhan akan tetapi dengan perbedaan kita harus bersatu dan lebih rukun karena kita merupakan warga negara Indonesia yang terbingkai dengan ,” paparnya.

Baca Juga:  Komitmen Prioritaskan Tenaga Lokal, Ratusan Warga Jiken-Blora Dukung Berdirinya Pabrik Kapur

Plukaran Mulyono dalam sambutannya mengatakan, bahwa Desa Plukaran merupakan desa pertama yang dicanangkan sebagai Kampung Pancasila di Kecamatan Gembong Kabupaten Pati.

Desa plukaran dijadikan Kampung Pancasila karena merupakan desa yang sangat majemuk yang terdiri dari berbagai macam agama tetapi masyarakatnya bisa rukun dan damai. Pancasila sebagai lambang dan dasar Negara Indonesia memiliki arti dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

“Diilhami dari nilai luhur Pancasila, masyarakat Kecamatan Gembong sudah menerapkannya dalam kehidupan sehari hari. Seperti yang dikukuhkan pada hari ini, masyarakat Desa Plukaran bisa hidup rukun dengan keberagaman dan kebhinekaan yang ada di dalam kehidupan sehari hari,” ujarnya.

Mulyono berpesan, Pancasila harus tertanam dan terpatri dalam hati, dibaca, dipahami, dihayati dan diamalkan, karena disana terkandung nilai dasar bagi kehidupan manusia, yang bisa diterapkan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan beragama untuk satu tujuan menjaga keutuhan negara kesatuan republik Indonesia menjaga kerukunan di Desa Plukaran Kecamatan Gembong Kabupaten Pati. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *