22 C
Central Java
Minggu, 26 Juni, 2022

Buy now

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Jadikan PMK sebagai Spirit Menggapai Kualitas Kehidupan yang Lebih Baik

BLORA.-

Semangat untuk menyambung silahturami sepertinya sudah menjadi sebuah keniscayaan yang diwujudkan dalam kehidupan bangsa Indonesia khususnya masyarakat di Kabupaten Blora.

Selama bulan Syawal, hampir setiap hari berbagai organisasi kemasyarakatan berlomba-lomba mengemas agenda pertemuan yang dirangkaikan dengan acara halalbihalal, dalam rangka menyambung silaturahmi setelah dua tahun fakum karena pandemi COVID-19.

Salah satunya seperti yang dilakukan Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Karangjati Kecamatan Blora, Selasa (17/5/2022) menggelar pertemuan rutin dan kegiatan halalbihalal di Rumah Makan Latansa di Kelurahan Karangjati.

Menurut ketua PWRI Kelurahan Karangjati Edy Widodo, kegiatan pertemuan rutin yang dikolaborasikan dengan kegiatan halalbihalal merupakan hasil musyawarah dari para pengurus dan anggota dengan tujuan untuk memantabkan tali silaturahmi guna mewujudkan rasa kekeluargaan, kebersamaan, kerukunan dan keguyuban para peserta dalam keluarga besar PWRI Kelurahan Karangjati.

“Acara dikemas dalam suasana santai dengan menghadirkan penyanyi berserta solo diharapkan bisa menghibur para peserta,” kata Edy, Kamis (19/5/2022).

Pada kesempatan itu dihadirkan pula Kyai Gaul yang memberi tausiah, menambah suasa pertemuan semakin gaul penuh gelak tawa dan pitutur yang bermagna.

Masih dimantabkan dengan pemberian doorprize yang disponsori oleh Kepala Kelurahan Karangjati dan doorprize sayembara dari Bukit Efendi (Ketua RW V Perumnas Karangjati) yang dikenal memiliki predikat Ustad Pujangga.

Dalam menyampaikan sambutan atau kultum, ia selalu membacakan pantun pantun ciptaannya yang lucu dan menghibur.

Hal ini mengingat di Kabupaten Blora dikenal sebagai Gudangnya Sapi Jawa Tengah dan saat ini sedang ramai dibicarakan tentang PMK (Penyakit Mulut dan Kuku)

Ketua PWRI Blora Bambang Sulistya mengawali sambutan mengajukan sebuah pertanyaan kepada para peserta yang hadir, “Apa yang dimaksudkan dengan PMK?” ucapnya.

Bagi peserta bisa menjelaskan langsung mendapatkan doorprize langsung dari langit berupa amplop yang berisi fulus. Ternyata, banyak peserta yang mengangkat tangan siap menjawab. Akhirnya memilih salah satu peserta untuk menjawab.

PMK adalah Penyakit Mulut dan Kuku yang saat ini sedang menyerang sapi di berbagai Kabupaten di Jawa Timur dan Propinsi Aceh.

Sebagai akibat pemberitaan tentang PMK diberbagai mass media yang gencar dan intensif telah menimbulkan dinamika baru di masyarakat.

Sampai Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meyakinkan kepada masyarakat bahwa Penyakit Mulut dan Kuku yang menyakiti hewan ternak sapi tidak akan membahayakan manusia.

Karena berdasarkan hasil diskusi Kementrian Kesehatan dengan Organisasi Kesehatan Dunia(WHO) dan Badan Kesehatan Hewan Dunia(OIE) menegaskan bahwa Penyakit Mulut dan Kuku ini hanya menulari ke hewan saja.

“Untuk itu, diminta kepada kita semua jangan panik dengan PMK,” ucapnya.

Justru jadikan Akronim PMK untuk spirit menggapai kualitas kehidupan yang semakin baik dan mantab di masa mendatang.

Dengan memaknahi huruf (P): Pengendalian diri dimasa sulit seperti saat ini seharus semakin dimantabkan.

Tidak mudah bersumbu pendek dalam menghadapi persoalan baik di internal keluarga maupun di masyarakat.

Ciptakan suasana guyup rukun,tentram dan damai di masyarakat. Gulirkan semangat Bhineka Tunggal Ika dan rukun agawe santosa crah agawe bubrah. Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.

Kemudian huruf (M): Menjalin silahturahmi dalam kehidupan saat ini jadikan kebutuhan hidup.

Sehingga melalui silahturahmi diharapkan mampu menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Pada tataran praktis di masyarakat orang yang suka bersilahturahmi akan mendapatkan rejeki yang berlimpah dan hidup makin berkah,” ujar mantan Sekda Blora itu.

Selanjutnya huruf K:Kepedulian dan kepekaan hidup di masyarakat harus semakin ditingkat-mantabkan.

Karena saat ini masih banyak di lingkungan kita saudara saudara yang belum beruntung yang sangat mengharap adanya bantuan dari orang orang berkemampuan dan dermawan.

“Kita gunakan adalah siapa yang suka kepyur akan makmur dan mujur,siapa yang suka berbagi akan mukti dan siapa yang suka sedekah rejeki akan melimpah serta hidup makin berkah,” imbuhnya.

Dengan demikian kalau akronim PMK dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari hari maka hidup makin bergairah dan terarah.

Tidak lagi dihantuhi perasaan resah, gelisah dan takut menghadapi realita kehidupan.

Terakhir, kegiatan halalbihalal disampaikan tausiah dari Kyai Gaul Perumnas Karangjati, Imam masjid Nurul Falah.

Topik pembahasan mengenai upaya membangun silahturahmi dan komunikasi di masyarakat.Salah ungkapan yang menggelitik adalah seseorang yang tidak pernah bersilahturahmi berarti orang tersebut sudah tidak ada di masyarakat.

“Lakukan komunikasi dengan hati kepada siapapun niscaya akan memberikan peluang yang berarti bagi kehidupan yang sedang dihadapi,” tambahnya.

Terbukt, kata Kyai Gaul selama bulan Ramadan 1443 H dengan komunikasi hati yang dibangun mampu menyadarkan umat untuk memberi dukungan pengadaan mobil dan kelengkapan peralatan jenasah di Masjid Nurul Falah. (*).

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Latest Articles