21.4 C
Central Java
Sabtu, 28 Mei, 2022

Buy now

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Audit Forensik

KASUS kecurangan seleksi Perades di Blora menghebohkan banyak orang. Walaupun tes Perades sudah menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test) ternyata masih ada kecurangan. Kecurangan Test CAT calon perades di Blora terstruktur dan sistematis,

Adanya dugaan manipulasi nilai membuat semua orang geram dan kesal, hingga masyarakat minta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) turun tangan—melakukan audit forensik sistem CAT yang pernah dilaksanakan di salah satu kampus di Semarang pada Januari lalu.

Audit forensik harus dilakukan pada sistem dan perangkat yang pernah digunakan dalam seleksi tes perangkat desa.

Kecurangan seleksi Perades di Blora bukan dilakukan oleh peserta tes melainkan oleh pihak penyelenggara. Bahwa yang tidak lolos adalah peserta yang tidak dikehendaki oleh panitia seleksi, dalam hal ini pemerintahan desa.

Ratusan Perades gagal mengaku jengkel karena seleksi Perades yang menggunakan sistem CAT dibobol bukan dengan cara menjebol sistem ke-amanan, melainkan dengan cara Nepotisme.

Dengan melibatkan oknum pengelola CAT, panitia menyampaikan daftar peserta yang wajib lolos sebelum test CAT dilaksanakan. Di luar daftar tersebut harus digugurkan.

Berdasarkan penjelasan peserta yang gagal, mereka sempat ada yang ditawari oleh oknum kepala desa maupun panitia lokal desa. Bagi yang menolak tawaran harus rela dibantai dalam CAT.

“Audit” adalah tindakan untuk membandingkan kesesuaian antara kondisi dan kriteria, sedangkan “forensik” adalah segala hal yang bisa diperdebatkan di muka hukum / pengadilan. Secara harfiah, audit forensik bisa didefinisikan sebagai tindakan menganalisis dan membandingkan antara kondisi di lapangan dengan kriteria, untuk menghasilkan informasi atau bukti kuantitatif yang bisa digunakan di muka pengadilan.

Karena sifat dasar dari audit forensik ini berfungsi untuk memberikan bukti di muka pengadilan, maka fungsi utama dari audit forensik adalah untuk melakukan audit investigasi terhadap tindak kriminal dan untuk memberikan keterangan saksi ahli di pengadilan.

Tujuan dari diberlakukannya audit forensik ini untuk mendeteksi atau mencegah berbagai kecurangan. Selain itu, untuk mendukung identifikasi terkait alat bukti dalam waktu yang tergolong cepat agar dapat diketahui potensi atau dam-pak yang ditimbulkan atas perilaku jahat yang dilakukan oleh pelaku kriminal sekaligus mengungkapkan alasan dan motivasi tindakan tersebut sambil mencari pihak-pihak terkait yang terlibat langsung maupun tidak langsung atas kasus kriminal tersebut.

Kecurangan dalam CAT pernah terjadi dalam seleksi CPNS, Oktober tahun lalu. Dan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) selaku penyelenggara langsung memerintahkan BSSN untuk melakukan audit forensik.

Berbeda yang terjadi di Blora, ketika diminta untuk memberikan persetujuan audit forensik kepada BSSN agar bisa membongkar kecurangan dalam pelaksanaan test CAT, bupat Blora malah menghindar. *

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Latest Articles