Anton Sudibyo: Amal Ibadah untuk Investasi Dunia dan Akhirat

.-

Bertempat di teras di kawasan Perumnas RW V Kecamatan Blora, Jumat (11/02/2022) digelar pengajian rutin yang diikuti hampir 50 orang umat muslim setempat.

Agus Budi Sukisno salah motor pdenggerak kegiatan rutin itu mengatakan, bahwa setiap bulan pada hari Jumat minggu kedua, pengajian Jumat sore diikuti oleh ibu-ibu warga dengan menghadirkan mubalig atau untuk memberikan .

“Pada Jumat, 11 Februari 2022 kegiatan pengajian ibu-ibu menghadirkan penceramah Kyai Lemhanas Aton Sudibdyo dari Kecamatan ,” ujar pria yang akrab dengan panggilan Kyai Gaul itu, Sabtu (12/2/2022).

Berjuluk Kyai Lemhanas karena Anton Sudibyo yang pernah menjadi anggota Blora itu juga pernah ikut khusus Lemhanas. Anton saat ini aktif sebagai penyangga di pabrik Gendis Multi Manis Blora dan penggerak petani mandiri dengan sistem pertanian .

Kurang lebih 40 ibu-ibu tampak antusias mengikuti pengajian luar biasa itu. Diawali lagu Islami yang diiringi kesenian musik hadrah dari kelompok Perumnas dan dilanjutkan dengan puji pujian melatunkan Asmaul Husna, selanjutnya langsung diisi mauidhoh hasanah oleh Anton.

Dalam tausiahnya yang cukup jelas, singkat, padat dan praktis, Anton dengan suara mantab memberikan motivasi sambil memberikan contoh nyata yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.

Tanpa pernah latihan bersama dengan pengiring musik, Anton ternyata bisa klop berkolaborasi untuk menghibur para ibu yang hadir dalam pengajian.

Tema yang disampaikan oleh Anton adalah “Membangun investasi masa depan baik di dunia maupun di akhirat”.

Diungkapkan oleh Anton, dalam menjalani kehidupan di masa seperti saat ini, umat Islam diharuskan memiliki semangat, tekad dan pegangan yang kuat dan mantab agar bisa tetap eksis dan bermanfaat hingga di akhir kehidupan nanti.

Baca Juga:  Bersama Habib Syech dari Surakarta, Kwaran Pramuka Cepu Ikut Bersholawat Lewat Zoom

“Untuk itu mulai saat ini, dan dimulai dari diri sendiri serta mulai dari hal yang terkecil, kita laksanakan investasi kehidupan dengan melakukan berbagai amalan atau aktivitas yang memiliki nilai ibadah,” ujar Anton.

Anton menambahkan, aktivitas ibadah yang kita lakukan sekarang kelak akan bermanfaat bagi kita semua. Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah bersabda, “Apabila manusia itu dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga, yaitu sedekah jariah, Ilmu bermanfaat atau anak soleh yang mendoakan kepadanya” (HR Muslim).

Pada kesempatan itu Anton meminta kepada para yang hadir agar aktif bersedekah apalagi kalau dilakukan pada saat subuh atau pagi hari.

“Jangan pernah ragu atau bimbang untuk bersedekah karena Islam mengajarkan untuk bersedekah baik disaat lapang maupun sempit,” tuturnya.

Lakukan berapapun nilainya yang penting iklhas dan rutin. Ada ungkapan siapapun yang suka sedekah atau kepyur pasti dijamin makmur dalam kehidupan.

Adapun sedekah jariah merupakan pemberian yang diberikan seorang muslim kepada orang yang membutuhkan secara sukarela dan iklhas serta mengharap ridho Allah SWT.

Contoh sedekah jariah antara lain memberikan santunan anak yatim piatu, membantu berdirinya taman bacaan ,memberi Al-Qur'an dan buku bacaan islami.

Dalam masa pandemi Covid-19 bersedekah bisa diwujudkan turut aktif membantu penyedikan kepada kaum duafa dan mendorong kepada anggota masyarakat agar ikut serta melaksanakan protokol .

Kemudian ilmu yang bermanfaat, bila seseorang yang memberikan dan mengajarkan ilmu kepada orang lain,akan mendapat amalan yang tidak terputus meski dirinya meninggal dunia.

Baca Juga:  Transparansi BPE

Jika kemudian orang yang mendapatkan ilmu tersebut mengamalkan kepada orang lain.

Diberikan contoh, bila ibu-ibu mengajarkan membaca Al-Qur'an kepada anaknya dan kelak anaknya terus mengamalkan untuk ditularkan kepada teman-temanya.

“Demikian pula ibu-ibu punya keahlihaan menyanyi dan keahlian tersebut diajarkan kepada sahabatnya kemudian oleh sahabatnya diajarkan kepada teman temannya,” kata Anton.

Selanjutnya, doa anak soleh yang selalu mendoakan kepada orang tuanya baik semasa hidup maupun telah meninggal dunia.

“Anak soleh itu hasil karya didikan dari orang tuanya sehingga sejak dini orang tua harus memperhatikan agama dan budi pekerti kepada anak anaknya,” jelasnya.

Serta selalu memberi perhatian dan disiplin terhadap lingkungan bergaul bagi anak anaknya.

Perlu juga diingatkan kepada anak-anak untuk mendengar dan mengamalkan falsafah lagu Tombo Ati, lagu tradisional jawa yang diciptakan oleh Bonang salah satu Walisongo.

Dalam lagu itu ada lima tuntunan, yang pertama baca Qur'an dan maknanya

Kedua salat malam dirikanlah, ketiga berkumpulah dengan orang soleh, keempat perbanyaklah berpuasa dan yang kelima dzikir malam perpanjanglah.

Salah satu siapa yang bisa menjalani moga moga Gusti Allah mencukupi.

Sebelum mengakiri tausiahnya ia memberi semangat kepada ibu-ibu agar tidak perlu resah, gelisah apalagi takut dalam menghadapi musibah pandemi Covid-19 varian omicron tetap mengikuti anjuran pemerintah melakasanakan dan segera ikuti vaksinasi.

Jaga diri dengan berolahraga teratur dan asupan makanan bergizi cukup dan seimbang serta selalu berpikir positif.

“Tingkatkan kualitas beribadah dengan salat tahajud dan bersedekah. Dengan langkah tersebut insyaallah kita tetap dan bermanfaat,” tuturnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *