21.4 C
Central Java
Sabtu, 28 Mei, 2022

Buy now

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Anton Sudibyo: Amal Ibadah untuk Investasi Dunia dan Akhirat

BLORA.-

Bertempat di teras Masjid Nurul Falah di kawasan Perumnas RW V Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora, Jumat (11/02/2022) digelar pengajian rutin yang diikuti hampir 50 orang umat muslim setempat.

Agus Budi Sukisno salah motor pdenggerak kegiatan rutin itu mengatakan, bahwa setiap bulan pada hari Jumat minggu kedua, pengajian Jumat sore diikuti oleh ibu-ibu warga Perumnas Karangjati dengan menghadirkan mubalig atau kyai untuk memberikan siraman rohani.

“Pada Jumat, 11 Februari 2022 kegiatan pengajian ibu-ibu menghadirkan penceramah Kyai Lemhanas Aton Sudibdyo dari Kecamatan Japah,” ujar pria yang akrab dengan panggilan Kyai Gaul itu, Sabtu (12/2/2022).

Berjuluk Kyai Lemhanas karena Anton Sudibyo yang pernah menjadi anggota DPRD Blora itu juga pernah ikut pelatihan khusus Lemhanas. Anton saat ini aktif sebagai petani tebu penyangga di pabrik Gula Gendis Multi Manis Bulog Blora dan aktivis penggerak petani mandiri dengan sistem pertanian organik.

Kurang lebih 40 ibu-ibu tampak antusias mengikuti pengajian luar biasa itu. Diawali lagu Islami yang diiringi kesenian musik hadrah dari kelompok Perumnas dan dilanjutkan dengan puji pujian melatunkan Asmaul Husna, selanjutnya langsung diisi mauidhoh hasanah oleh Anton.

Dalam tausiahnya yang cukup jelas, singkat, padat dan praktis, Anton dengan suara mantab memberikan motivasi sambil memberikan contoh nyata yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.

Tanpa pernah latihan bersama dengan pengiring musik, Anton ternyata bisa klop berkolaborasi untuk menghibur para ibu yang hadir dalam pengajian.

Tema yang disampaikan oleh Anton adalah “Membangun investasi masa depan baik di dunia maupun di akhirat”.

Diungkapkan oleh Anton, dalam menjalani kehidupan di masa pandemi seperti saat ini, umat Islam diharuskan memiliki semangat, tekad dan pegangan yang kuat dan mantab agar bisa tetap eksis dan bermanfaat hingga di akhir kehidupan nanti.

“Untuk itu mulai saat ini, dan dimulai dari diri sendiri serta mulai dari hal yang terkecil, kita laksanakan investasi kehidupan dengan melakukan berbagai amalan atau aktivitas yang memiliki nilai ibadah,” ujar Anton.

Anton menambahkan, aktivitas ibadah yang kita lakukan sekarang kelak akan bermanfaat bagi kita semua. Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah bersabda, “Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga, yaitu sedekah jariah, Ilmu bermanfaat atau anak soleh yang mendoakan kepadanya” (HR Muslim).

Pada kesempatan itu Anton meminta kepada para jemaah yang hadir agar aktif bersedekah apalagi kalau dilakukan pada saat subuh atau pagi hari.

“Jangan pernah ragu atau bimbang untuk bersedekah karena Islam mengajarkan untuk bersedekah baik disaat lapang maupun sempit,” tuturnya.

Lakukan berapapun nilainya yang penting iklhas dan rutin. Ada ungkapan siapapun yang suka sedekah atau kepyur pasti dijamin makmur dalam kehidupan.

Adapun sedekah jariah merupakan pemberian yang diberikan seorang muslim kepada orang yang membutuhkan secara sukarela dan iklhas serta mengharap ridho Allah SWT.

Contoh sedekah jariah antara lain memberikan santunan anak yatim piatu, membantu berdirinya taman bacaan ,memberi Al-Qur’an dan buku bacaan islami.

Dalam masa pandemi Covid-19 bersedekah bisa diwujudkan turut aktif membantu penyedikan sembako kepada kaum duafa dan mendorong kepada anggota masyarakat agar ikut vaksinasi serta melaksanakan protokol kesehatan.

Kemudian ilmu yang bermanfaat, bila seseorang yang memberikan dan mengajarkan ilmu kepada orang lain,akan mendapat amalan yang tidak terputus meski dirinya meninggal dunia.

Jika kemudian orang yang mendapatkan ilmu tersebut mengamalkan kepada orang lain.

Diberikan contoh, bila ibu-ibu mengajarkan membaca Al-Qur’an kepada anaknya dan kelak anaknya terus mengamalkan untuk ditularkan kepada teman-temanya.

“Demikian pula ibu-ibu punya keahlihaan menyanyi dan keahlian tersebut diajarkan kepada sahabatnya kemudian oleh sahabatnya diajarkan kepada teman temannya,” kata Anton.

Selanjutnya, doa anak soleh yang selalu mendoakan kepada orang tuanya baik semasa hidup maupun telah meninggal dunia.

“Anak soleh itu hasil karya didikan dari orang tuanya sehingga sejak dini orang tua harus memperhatikan pendidikan agama dan budi pekerti kepada anak anaknya,” jelasnya.

Serta selalu memberi perhatian dan disiplin terhadap lingkungan bergaul bagi anak anaknya.

Perlu juga diingatkan kepada anak-anak untuk mendengar dan mengamalkan falsafah lagu Tombo Ati, lagu tradisional jawa yang diciptakan oleh Sunan Bonang salah satu Walisongo.

Dalam lagu itu ada lima tuntunan, yang pertama baca Qur’an dan maknanya

Kedua salat malam dirikanlah, ketiga berkumpulah dengan orang soleh, keempat perbanyaklah berpuasa dan yang kelima dzikir malam perpanjanglah.

Salah satu siapa yang bisa menjalani moga moga Gusti Allah mencukupi.

Sebelum mengakiri tausiahnya ia memberi semangat kepada ibu-ibu agar tidak perlu resah, gelisah apalagi takut dalam menghadapi musibah pandemi Covid-19 varian omicron tetap mengikuti anjuran pemerintah melakasanakan protokol kesehatan dan segera ikuti vaksinasi.

Jaga imunitas diri dengan berolahraga teratur dan asupan makanan bergizi cukup dan seimbang serta selalu berpikir positif.

“Tingkatkan kualitas beribadah dengan salat tahajud dan bersedekah. Dengan langkah tersebut insyaallah kita tetap sehat dan bermanfaat,” tuturnya. (*)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Latest Articles