Menjalani Takdir

13 struktural eselon 2 di Kampung Adat Sedulur Sikep Karangpace, tanggal 12 November lalu menyisahkan cerita. Beda persepsi muncul di kalangan masyarakat maupun di internal sendiri.

Hal itu dikarenakan mereka melihatnya hanya dari sudut materi yaitu besarnya gedung, banyaknya karyawan, dan besarnya yang dikelola pada dinas sebelumnya dan sesudah dilantik.

Seharusnya kita bisa mencerna pesan Bupati dalam pelantikan, bahwa merupakan amanah dari Tuhan, Allah SWT yang harus dijalankan sebaik-baiknya.

Saya setuju dengan pesan bupati, bahwa takdir memiliki unsur ikatan kesinambungan, yaitu ketika Allah telah menetapkan sesuatu akan terjadi, dan ketika ketentuan yang telah ditetapkan terjadi.

Terhadap diri saya, Gusti Allah benar-benar menunjukkan takdirnya. Takdir yang saya jalani sekarang ternyata jauh hari sebelumnya sudah dibe-rikan tanda-tandanya.

Baca Juga:  Pilkades PAW, Maryono Terpilih sebagai Kades Tlogotuwung periode 2023-2025

Pertama, 20 tahun silam ketika saya beli mobil Jeep, oleh Polisi diberi nomor K-7575—. Waktu itu saya gak ngerti, sehingga tidak paham. Tetapi setelah pelantikan, saya lihat, lho ternyata ini benar-benar takdir.

Artinya, angka 7 dan angka 5 memiliki korelasi dengan perjalanan karir saya di birokrasi Blora. Saya menjabat (7 tahun), Kabag Umum Setda (5 tahun), Sekwan (7 tahun), dan DPMPTSP (5 tahun).

Dari posisi kepala dinas berkantor besar, lalu dipindah ke dinas yang berkantor sempit, ada yang beranggapan turun (diturunkan) jabatan. Padahal dari hasil pelantikan kemarin, tidak ada pejabat yang diturunkan baik golongan maupun eselonnya.

Rotasi jabatan pertengahan bulan lalu adalah murni hasil kerja tim assessment (penilaian) selama sepuluh bulan untuk melihat kemampuan dan kebiasaan seorang pejabat bekerja.

Baca Juga:  Berkah Pandemi bagi Penjual Tanaman Hias di Pati, Sehari Bisa Kirim Lebih Sepuluh Pesanan

Ada catatan lain untuk angka “5” yaitu saya harus melayani lima orang bupati, mulai dari Pak Kardi, Pak Widodo, Pak Yudhi Sancoyo, Pak Kokok, dan sekarang Pak Arief.

Yang perlu diingat, berkarir di birokrasi itu kuncinya satu, yaitu taat pada Allah dan taat pada pimpinan.

Dan, takdir Allah itu indah. Bila dalam surat menyurat ada kalimat pembuka dan kalimat penutup. Saya mengawali karir sebagai Kasubag selama 1 tahun 3 bulan, dan Insyaallah akan mengakhiri masa peng-abdian saya di Dinas Dalduk KB juga hanya 1 tahun 3 bulan.

Penulis adalah: Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB) .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *