26.3 C
Central Java
Sabtu, 28 Mei, 2022

Buy now

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Menjalani Takdir

Pelantikan 13 pejabat struktural eselon 2 di Kampung Adat Samin Sedulur Sikep Karangpace, tanggal 12 November lalu menyisahkan cerita. Beda persepsi muncul di kalangan masyarakat maupun di internal birokrasi sendiri.

Hal itu dikarenakan mereka melihatnya hanya dari sudut materi yaitu besarnya gedung, banyaknya karyawan, dan besarnya anggaran yang dikelola pada dinas sebelumnya dan sesudah dilantik.

Seharusnya kita bisa mencerna pesan Bupati Blora dalam pelantikan, bahwa jabatan merupakan amanah dari Tuhan, Allah SWT yang harus dijalankan sebaik-baiknya.

Saya setuju dengan pesan bupati, bahwa takdir memiliki unsur ikatan kesinambungan, yaitu ketika Allah telah menetapkan sesuatu akan terjadi, dan ketika ketentuan yang telah ditetapkan terjadi.

Terhadap diri saya, Gusti Allah benar-benar menunjukkan takdirnya. Takdir yang saya jalani sekarang ternyata jauh hari sebelumnya sudah dibe-rikan tanda-tandanya.

Pertama, 20 tahun silam ketika saya beli mobil Jeep, oleh Polisi diberi nomor K-7575—. Waktu itu saya gak ngerti, sehingga tidak paham. Tetapi setelah pelantikan, saya lihat, lho ternyata ini benar-benar takdir.

Artinya, angka 7 dan angka 5 memiliki korelasi dengan perjalanan karir saya di birokrasi Blora. Saya menjabat Camat Tunjungan (7 tahun), Kabag Umum Setda (5 tahun), Sekwan (7 tahun), dan DPMPTSP (5 tahun).

Dari posisi kepala dinas berkantor besar, lalu dipindah ke dinas yang berkantor sempit, ada yang beranggapan turun (diturunkan) jabatan. Padahal dari hasil pelantikan kemarin, tidak ada pejabat yang diturunkan baik golongan maupun eselonnya.

Rotasi jabatan pertengahan bulan lalu adalah murni hasil kerja tim assessment (penilaian) selama sepuluh bulan untuk melihat kemampuan dan kebiasaan seorang pejabat bekerja.

Ada catatan lain untuk angka “5” yaitu saya harus melayani lima orang bupati, mulai dari Pak Kardi, Pak Widodo, Pak Yudhi Sancoyo, Pak Kokok, dan sekarang Pak Arief.

Yang perlu diingat, berkarir di birokrasi itu kuncinya satu, yaitu taat pada Allah dan taat pada pimpinan.

Dan, takdir Allah itu indah. Bila dalam surat menyurat ada kalimat pembuka dan kalimat penutup. Saya mengawali karir sebagai Kasubag selama 1 tahun 3 bulan, dan Insyaallah akan mengakhiri masa peng-abdian saya di Dinas Dalduk KB juga hanya 1 tahun 3 bulan.

Penulis adalah: Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Blora.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Latest Articles