banner 728x250

Rakor se Wilayah Pati: PWRI Blora Tularkan Gerakan Memberi dan Menerima

BLORA. – Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) se wilayah eks Keresidenan Pati menyelenggarakan rapat koordinasi (rakor) di kantor PWRI Kabupaten Rembang, Senin (20/9/2021).

Rakor diikuti para pengurus PWRI Kabupaten Blora, Rembang, Jepara, Kudus dan Pati. Mereka terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Ketua Kerukunan Wanita Wredatama (KERTA).

Ketua PWRI Blora Bambang Sulitya menyampaikan laporan tentang kiprah , langkah dan kendala selama masa pandemi COVID-19.

Meskipun mendapatkan giliran paling akhir menyampaikan laporan, justru menjadi semangat dan pemantik kiprah PWRI kedepan.

“Saya sampaikan laporan dengan memberikan kesimpulan bahwa eksistensi sebuah organisasi yang bernama Persatuan Wredatama Republik Indonesia(PWRI) akan diperhitungkan dan tampak berperan di masyarakat kalau segenap pengurus dan anggota siap menjadi panutan atau teladan di masyarakat dalam menebar Virus GMM,” kata Ketua PWRI Blora Bambang Sulistya.

Yang dimaksud, bukan Gendis Multi Manis nama pabrik gula di Kabupaten Blora yang dulu sangat dirindukan petani tebu di Blora, namun sebuah akronim yang bermakna, Gerakan Memberi dan Menerima.

Karena saat ini yang ditunggu oleh masyarakat bukan indahnya Visi Misi organisasi tapi bukti karya nyata yang diwujudkan oleh organisasi dan punya nilai manfaat bagi masyarakat yang saat ini butuh bantuan dan uluran tangan bagi kita semua yang punya kepekaan sosial, kemampuan dan kesempatan.

“Karena ulah dari penyakit virus corona telah melumpuhkan dari berbagai sendi-sendi kehidupan kita,” kata mantan Sekda Blora.

Sehingga, menurut Bambang Sulistya, ungkapan yang lugas gerakan atau langkah-langkah apa saja yang telah dilakukan oleh PWRI di saat situasi masyarakat sedang mengalami kesulitan.

“Kalau sudah bisa terjawab dengan bukti karya nyata, saya yakin organisasi PWRI baru akan menerima pengakuan keberadaannya oleh berbagai pihak khususnya pemerintah daerah,” ungkapnya.

Apalagi, tambahnya, kalau kiprahnya punya nilai maanfaat bagi masyarakat.

“Kemudian pada kesempatan rakor saya gunakan juga untuk mempromosikan batik ASRI (Arjuna dan Srikandi) Produk Blora yang punya misi siapapun yang memakai batik tersebut bisa bersikap Sederhana, Berani dan Jujur untuk mengemban amanah dalam kehidupan sehari hari,” ujarnya.

Disamping batik, Bambang Sulistya juga mempromosikan sawo mentega/sawo Belanda/Alkesa adalah sawo langka dari Blora yang bahasa latinnya bernama Pouteria Campechiana.

Dijelaskannya, jus sawo tersebut pernah dinikmati oleh Ganjar Pranowo Gubernur jawa Tenga, karena rasanya enak dan khasiatnya luar biasa.

Baca Juga:  PPKM Bukan Peningkatan Wabah Corona

“Beliau menitipkan pesan agar sawo mentega dikembangkan,” ucapnya.

Manfaat buah sawo mentega ada 5M, Meningkatkan kekebalan tubuh dan imunitas diri cocok untuk menangkal penyakit virus corona.

Menjaga kesehatan mata, Melancarkan Pencernaan, Mencegah kanker dan Membuat awet muda.

“Baik batik maupun Bibit Sawo Mentega masing masing berjumlah 7 buah (orang jawa supaya peserta rakor dapat pitulungan) saya serahkan ke masing-masing PWRI Kabupaten dan Provinsi,” ungkapnya.

Rangkaian acara rakor yakni pembukaan,vdoa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, membaca naskah Pancasila, membaca panca ubaya PWRI, menyanyikan lagu Hymne PWRI, Mars PWRI, dan Mars Kerta Wredatama serta selanjutnya sambutan.

Sambutan diawali ucapan selamat datang yang disampaikan oleh Ketua PWRI Rembang Eddy Kiswanto.

Rakor dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Rembang Bapak HM Hanies Cholil Barro.

Kepada peserta Rakor, Wabup Rembang HM Hanies Cholil Barro, dalam sambutannya pertama-tama mengucapkan selamat datang kepada para peserta di Kabupaten Rembang dan sekaligus memberi apresiasi atas kegiatan rakor PWRI dalam rangka meningkatkan eksisitensi dan peran di masyarakat.

“Apalagi Organisasi PWRI yang bersifat Nasional dan sangat menjujung tinggi Persatuan dan Kesatuan serta tetap berjuang untuk tegaknya NKRI yang berlandaskan Idologi Pancasila,” ungkapnya.

Dirinya sangat menghormati karena orang-orang yang berada di organisasi PWRI adalah para senior yang memiliki pengalaman dan ilmu pengetahuan sangat beragam dalam pemerintahan.

Sehingga sangat diharapkan dapat memberikan kontribusi dan bersinergi berupa sumbangsih pemikiran untuk keberhasilan dalam pelayanan dan pembangunan di daerah.

Di masa pandemi COVID-19 saat ini Kabupaten Rembang dalam PPKM Darurat sudah berada di level 2.

Dan mohon doa restu para peserta rakor agar Kabupaten Rembang bisa mempertahankan kondisi tersebut, syukur bisa beranjak lagi ke level 1.

Karena sekarang ini ketentuan untuk naik atau turun level berdasarkan kamampuan daerah dalam mencapai realisasi masyarakat yang sudah divaksinasi.

Wakil Bupati Rembang juga menginformasikan, walau di masa sulit di Kabupaten Rembang telah menoreh sejarah baru mampu mewujudkan wisata baru berupa “Pembangunan Pusaka Lasem”.

Wabup berharap melalui rakor hari ini mampu memberikan hasil keputusan yang srategis bermanfaat bagi internal dan eksternal organisasi.

Di kesempatan itu, Ketua PWRI Jawa Tengah Hendro Martoyo yang juga mantan Bupati Jepara dua periode dalam pengarahannya menekankan sejumlah hal.

Pertama, di masa pandemi COVID-19 Henro sangat mengharapkan kepada seluruh pengurus dan anggota PWRI untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat serta ikut berpartisipasi aktif mendukung suksesnya program vaksinasi yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah.

Baca Juga:  Melebihi Target, Vaksinasi di Desa Singget - Jati Diikuti 2020 Orang Lebih

Kedua, bahwa pengurus PWRI Provinsi Jawa Tengah telah mengusulkan agar stesel keanggotaan PWRI dirubah dari stesel aktif menjadi stesel pasif.

Sehingga kalau usulan itu bisa terwujud maka akan terjadi perubahan dinamika organisasi PWRI yang makin mantab dan bersejarah.

Ketiga, Hari Ulang Tahun PWRI ke-59 akan dilaksanakan tanggal 6 Oktober 2021 di Kabupaten Sragen dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin sehingga berdampak terhadap jumlah peserta hadir di tingkat Kabupaten hanya diberi jatah satu orang.

Kemudian, keempat, Musyawarah Nasional PWRI akan diselenggarakan besuk tanggal 20-22 Oktober 2021 di Jakarta dengan peserta yang sangat terbatas tidak seperti sebelum ada pandemi COVID-19, setiap PWRI Kabupten diundang dua orang (Ketua dan Sekretaris) sekarang hanya perwakilan.

Kelima, adanya isu tentang perubahan pemberian dana pensiun akan mengalami perubahan dengan aturan terbaru yang telah menimbulkan polemik di masyarakat.

Perubahan dana pensiun tersebut, dengan aturan baru hanya untuk ASN yang baru mau pensiun saja tidak berlaku bagi yang sudah pensiun.

Berikutnya, keenam, Hendro Martoyo miminta kepada pengurus kabupaten agar mampu melakukan komunikasi yang baik dengan Bupati/Wakil Bupati sebagai Pembina PWRI Di daerah dan agar tetap berkiprah mendukung program-program pemerintah daerah.

Dalam rakor juga disampaikan laporan dari berbagai kiprah dan kendala dalam mengelola organisasi PWRI oleh masing- masing ketua PWRI Kabupaten.

Berbagai nilai positif yang telah dilaporkan dari masing masing PWRI Kabupaten, di antaranya, Kabupaten Jepara pengurus PWRI berdasarkan laporan Suroto telah mampu mewujudkan kelompok Seni Kroncong untuk wahana penghiburan bagi para anggota PWRi.

Di Kabupaten Kudus, sesuai laporan Thomas Sarja Mulya telah mampu membangun kerjasama yang baik dengan pihak BPJS dan OPD BKD.

Sementara PWRI Kabupaten Rembang disamping telah mendapat bantuan kantor baru di dekat rumah Dinas Wakil Bupati Rembang, menurut Eddy Kiswoyo selaku pelaksana tugas Ketua PWRI, juga telah dibentuk advokasi hukum untuk membela para pensiunan apabila ada persoalan hukum.

Kemudian dari Kabupaten Pati yang diketuai oleh Poerwanto Soerodiputra, sosok pimpinan yang punya kemampuan berkomunikasi dan mendekati Bupati sehingga PWRI di Pati mendapat perhatian khusus. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.