Berdoa Bersama secara Virtual

. – BERKURBAN tidak akan mengurangi harta seseorang karena Allah SWT pasti akan melipatgandakan rejekinya. Kita harus percaya itu.

“Adanya peningkatan jumlah hewan pada Idul Adha 1442 H yang dilaksanakan di tengah merupakan bukti bahwa Allah yang mengatur semua itu. Dan itu termasuk rahasia Allah.

“Melaksanakan kurban di tengah ekonomi yang sedang sulit, itu menunjukkan tingkat kesadaran dan kepedulian, serta kepekaan seseorang terhadap lingkungan.

Pandemi Covid-19 secara ekonomi berdampak luas terhadap berbagai bidang usaha. Bagi ummat yang pada tahun ini belum bisa berkurban sebaiknya bersabar. Melakukan ikhtiar wajib hukumnya dengan selalu mendekatkan diri pada Allah.

Walaupun belum bisa berkurban pada tahun ini harus tetap bersyukur, Insya Allah ada rahasia Allah pada Idul Adha tahun mendatang.

Baca Juga:  Di Kedungtuban, Jebakan Tikus Beraliran Listrik Kembali Memakan Korban

Begitu juga bagi yang bisa melaksanakan kurban janganlah berbangga diri atau sombong, melainkan semakin dekatkan diri pada Allah dan tingkatkan terus ibadahnya.

Karena kurban bukan untuk berlomba sesama manusia, melainkan berlomba mencari ridho Allah.

Walaupun sabar itu mudah diucapkan tetapi berat untuk dilaksaakan, namun dalam kondisi seperti ini, terus tingkatkan kesabaran dan pasrahkan diri pada Allah.

Dan, dalam hal kesabaran sebaiknya kita mencontoh tauladan dari junjungan kita Rasulullah Muhammad SAW. Pada saat melakukan syiar agama, Rasulullah pernah mendapat ujian yang sangat berat. Tidak hanya dihujat, bahkan akan dibunuh oleh ummatnya sendiri.

Dalam kondisi seperti itu, Rasulullah yakin akan datangnya pertolongan Allah.

Menghadapi situasi pandemi semua ummat dituntut untuk bersabar dan selalu berdoa, semoga Allah segera menurunkan pertolongan-Nya.

Shalat berjamaah dan berdoa bersama merupakan andalan ummat Islam untuk minta pertolongan pada sang khalik.

Baca Juga:  Prihatin Lonjakan Covid-19 di Blora, Singgih Hartono Siap Pinjamkan Gedung Resto untuk Tempat Isolasi dan Perawatan

Walaupun sedang diterapkan serta Pemberlakuan Pembatasan Kegiat-an Masyarakat (PPKM) Darurat, bukan berarti ummat Islam tidak bisa melaksanakannya.

Walaupun kuota haji untuk Indonesia untuk tahun ini ditiadakan, hal itu juga tidak menghalangi ummat Islam Indonesia untuk bergabung dan berdoa bersama jamaah haji yang sekarang berada di tanah suci Makkah.

Doa bersama bisa kita lakukan secara virtual deng-an meng-amini bacaan qunut oleh Imam Sholat Subuh di Masjidil Haram, Makkah secara virtual setiap hari pada pkl. 09.oo WIB.

Kita memang tidak boleh berkurumun, tapi melalui teknologi komunikasi yang sudah canggih ini, kita tetap bisa berdoa berjamaah secara virtual.


Penulis adalah Ketua Takmir Masjid Al-Muhajirin, Permai, .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *