banner 728x250

Di Masa Pandemi, Warga RW V Perumnas Blora Sembelih Tujuh Ekor Kambing dan 16 Sapi

BLORA. – Pandemi memang identik dengan menurunnya pendapatan akibat sulitnya ekonomi, tetapi kondisi tersebut ternyata tidak mengurangi niat kaum muslim untuk bersedekah atau berkurban.

Seperti yang terjadi pada Hari Raya Idul Adha tahun ini, warga Perumnas RW V (ada 9 RT) Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora melaksanakan kurban sebanyak 16 ekor sapi dan 7 ekor kambing.

Ketua Takmir Nurul Falah, H. Slamet Pamudji mengatakan, pelaksanaan kurban tahun ini akan menjadi catatan khusus yang bersejarah karena baru kali ini Masjid Nurul Falah dapat melaksanakan kurban sebanyak itu.

“Saya merasa bersyukur, bangga dan bahagia walau situasi perekonomian sulit seperti saat ini semangat warga Perumnas untuk berkurban pada tahun 2021 luar biasa,” ujarnya, Selasa (20/7/2021).

Menurut catatan pengurus takmir Masjid Nurul Falah, pada Tahun 2019 jumlah kurban 12 ekor sapi dan 10 ekor kambing, sementara pada Tahun 2020 jumlah kurban 12 ekor sapi dan 13 ekor kambing.

Kasrin, ketua Panitia Kegiatan Iduladha 1442 H/2021 M menyebutkan, bahwa peningkatan kurban tahun ini tidak hanya kuantitas melainkan juga kualitas sapi dikurbankan.

“Berat hidup per ekor sapi rata rata diatas 450 kg, kondisi itu meningkat dibanding tahun sebelumnya,” katanya.

Pendistribusian daging kurban dari 16 ekor sapi dan tujuh ekor kambing tersebut secara rinci disebutkan oleh Kasrin antara lain; 5 ekor sapi dan 7 ekor kambing untuk warga Perumnas RW V Kelurahan Karangjati. Untuk warga RW 1, RW 2, RW 3, RW 4 Kelurahan Karangjati masing-masing dua ekor sapi.

Sisanya empat ekor sapi dialokasikan di luar kelurahan Karangjati, yaitu di desa Patalan, desa Tempurejo, desa Purworejo dan Kaliweden. Masing-masing satu ekor semua, desa-desa tersebut masih dalam satu kecamatan Blora Kota.

Baca Juga:  25 Siswa-siswi SMP 1 Kradenan Jalani Rapid Test, Hasilnya Negatif

“Sapi sebanyak 16 ekor membeli ke para peternak di blora sendiri mengingat Blora gudangnya sapi di Jawa Tengah,” ucapnya.

Sementara itu Bukit Effendi selaku Ketua RW V menjelaskan pola pendistribusian sapi kurban dari Masjid Nurul Falah keluar dari Perumnas RW V dalam situasi musibah pandemi Covid-19 merupakan teladan baik dan positif.

Ia juga mengatakan mungkin fakta itu merupakan contoh model berbagi yang mampu menjadi perekat persatuan dan kesatuan disaat situasi bangsa dalam keadaan prihatin dan menderita.

“Mudah-mudahan teladan kurban sapi yang pendistribusiannya dilakukan oleh takmir masjid Nurul Falah bisa menjadi virus kebaikan bagi kita semua yang saat ini sama sedang berjuang menghadapi virus corona,” tuturnya.

Beberapa orang diluar perumnas yang mendapat alokasi sapi kurban langsung memberi ucapan luar biasa, karena baru kali ini masjid setingkat RW di Kabupaten Blora mampu memotivasi warga untuk berkorban sapi sebanyak 16 ekor.

Apalagi saat masyarakat sedang susah, mereka juga mengucapkan terimakasih bahkan ikut mendoakan semoga di masa yang akan datang lebih banyak lagi hewan kurban yang diwujudkan oleh warga Perumnas dan bisa untuk memotivasi pengurus Takmir di masjid lain di Kabupaten Blora.

Banyak jumlah sapi kurban yang dapat diwujudkan oleh takmir masjid Nurul Falah di samping didukung tingkat kesadaran tinggi tentang pengamalan ibadah kurban oleh warga muslim Perumnas juga tak lepas dari peran dari para panitia kurban utamanya dari Figur Kyai Gaul, Agus Budi Sukresno sebagai seksi publikasi.

Menurut penuturannya, setiap malam selalu memanjatkan doa memohon kepada Allah semoga melaluhi upaya entah lisan dengan komunikasi langsung menggunakan sound sistem maupun menggunakan telepon genggam mampu menggerakkan umat Islam di Perumnas untuk tergerak hatinya mau melaksanakan ibadah qurban.

Baca Juga:  Bulan Muharram

Dalam kesempatan yang sama, penasihat panitia kegiatan Iduladha 2021 Masjid Nurul Falah, H.Bambang Sulistya, mengemukakan, ibadah kurban telah diamanahkan QS Al Kautsar ayat 2 tentang perintah berkurban,

“Maka kerjakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah sebagai ibadah dan mendekatkan kepada Allah”.

Di samping itu dengan melaksanakan ibadah kurban maka kita akan memperoleh hikmah, yaitu belajar meneladani ketaqwaan Nabi Ibrahim AS.

Kemudian, mampu meningkatkan kualitas diri. Menjadi sumber motivasi untuk peningkatan taraf hidup.

Menumbuhkan kepedulian sosial, semangat berbagi dan kepyur disaat pandemi Covid-19 dan Menjadi salah satu iktiar membahagian sesama.

“Ada sesuatu yang patut diteladani bahwa dari semua kegiatan kegiatan Iduladha yang telah dilaksanakan tetap mengikuti anjuran Pemerintah dengan melaksanakan Protokol Kesehatan secara disiplin dan ketat,” bebernya.

Ibadah kurban memiliki dimensi ketaatan kepada Allah tetapi juga memiliki dimensi sosial kemanusian.

Dimensi kemanusian dapat berupa meningkatkan kepekaan,solidaritas dan rasa kepedulian untuk berbagi kepada sesama yang saat ini sedang terpuruk terdampak Covid-19.

Khusus pada masa pandemi Covid-19 spirit berkurban dapat diwujudkan dengan terus mematuhi protokol kesehan maupun aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam PPKM.

Bambang Sulistya juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Iduladha, dengan harapan semoga kita semua bangsa Indonesia khusus masyarakat Blora tetap bersemagat dan yakin melaluhi momentum ibadah berkurban saat ini kita segara bebas dari penyakit virus corona dan merdeka.

“Salam sehat untuk semua, jemaah MNF yang berbahagia, Hari ini Iduladha, saatnya salat di rumah saja dan berbagi kepada sesama. MNF itu singkatan dari Masjid Nurul Falah,” kata mantan Sekda Blora itu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.