Tanah Urug Bandara Diambilkan dari Kuwari Blora

. – Pengambilan tanah urug untuk Ngloram harus dari kuwari lokal, ditegaskan lagi oleh Koordinator Pembangunan , Ariadi Widiawan di depan Forkompincam yang hadir dalam rapat terbatas di Bandara Ngloram, Rabu (14/7) lalu.

“Bandara Ngloram ini di Blora, ya harus ambil kuwari Blora,” ujar Ariadi.

Penegasan tersebut untuk menindaklajuti hasil kesepakatan bersama Forkompincam pada 24 Juni lalu, bahwa material tanah urugan untuk pekerjaan di bandara Ngloram harus diambil dari kuari yang berlokasi di wilayah Blora.

Rapat terbatas yang digelar di ruang perte-muan bandara, Rabu (14/07/21) lalu dihadri , Cepu, Danramil Cepu, Ngloram, Kepala Desa Kapuan, PT Bagaskara Pratala Manunggal, PT Budi Mulya Bestari, dan PT Gading Kencana Mulya.

Baca Juga:  Di Blora, Pencairan DD dan ADD 2024 Dibagi Dua Tahap

Rapat terbuka namun terbatas itu dilaksanakan dengan penerapatan pro-tokol ketat, dan dilaksanakan dalam waktu yang sangat singkat.

Rapat kordinasi digelar karena masih adanya keluhan serta pengaduan dari kuwari lokal yang mengaku kesulitan masuk bandara.

“Yang ambil tanah urug itu bukan bandara, tetapi pihak kontraktor. Karena itu pihak kontraktor juga kami hadirkan,” tambah Ariadi.

Ariadi berharap pengu-saha kuwari lokal dari Mernung dan Biting punya komitmen untuk memenuhi target kebutuhan proyek bandara.

“Kuwari lokal harus bisa memenuhi targdet. Alat berat harus siap, Exavatornya jangan cuma satu,”

Sementara itu Camat Cepu Luluk Kusuma Agung Ariadi, AP mengapresiasi sikap tegas dari pihak bandara yang mau mendengarkan keluhan kuwari lokal Blora.

Baca Juga:  Apresiasi PWRI di Akhir Jabatan Bupati Blora

“Yang Prangi berhenti, tapi yang lokal harus bisa memenuhi kuota. Kalau tidak terpenuhi, kita akan rapatkan lagi untuk ambil dari tempat lain,” pesan Luluk.

Menurut Camat Cepu, kebutuhan tahah urug untuk proyek bandara sekarang ini lebih 200 rit per hari. Diharapkan 2 kuwari lokal, Mernung dan Bgiting bisa meneuhi kebutuhan itu.

“Harus bisa memenuhi, supaya tidak menghambat kebutuhan proyek bandara,” tandasnya.

Guna mendukung ke-lancaran transportasi kuswari lokal, Camat Cepu mengaku sudah melakukan kordinasi dengan Kapolsek Cepu. Untuk menuju bandara, armada dari kuwari Biting bisa lewat Jl. Diponegoro (depan ).

“Daripada waktu digu-nakan untuk mutar-mutar, kan lebih baik untuk bongkar bisa lebih cepat,” tambah Luluk. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *