banner 728x250

Unjuk Rasa, Ada Empat Tuntutan Warga Blora kepada Pertamina

“Selama ini masyarakat tidak paham tentang DBH, CSR, maupun tentang konten tenaga kerja lokal yang diserap oleh CPP Gundih PT Pertamina EP Asset 4 Cepu Field. Kedepan kita menginginkan transparansi semuanya,” ujar Koordinator aksi demo, Exi Agus Wijaya.


Pada Senin (22/03/21), sejumlah warga Blora yang terdiri dari para petani dan aktivis tani menggelar unjuk rasa di depan area fasilitas Central Processing Plant (CPP) Gudih PT Pertamina EP Asset 4 Cepu Field, Desa Sumber, Kec.Kradenan, Blora.

Dalam unjuk rasa itu, para petani meminta PT Pertamina untuk merealisasikan empat tuntutan mereka. Sayangnya, dalam unjuk rasa itu pihak Pertamina tidak muncul.

Dihubungi secara terpisah, Asisten Manager Humas Asset 4 Pertamina EP Cepu Field, Panjie Galih mengatakan, pihaknya telah me-ngetahui adanya unjuk rasa tersebut. Hanya saja saat itu dia mengaku tidak sedang berada di lokasi.

Baca Juga:  Warga Marah, Jalan Desa Sambongwangan Ditanami Pohon Pisang

“Ya, sudah tahu. Dari Jumat kemarin juga sudah menemui. Untuk lebih jelasnya pihak kami akan menghubungi, ya,” kata Panjie, Selasa (23/3) lalu:

Setidaknya ada empat tuntutan yang diajukan pendemo dalam unjuk rasa itu. Tuntutan pertama ada-lah Dana Bagi Hasil (DBH) dari PT Pertamina, karena selama ini Kabupaten Blora tidak memperolehnya sama sekali.

Tuntutan kedua adalah dana Coorporate Social Responsibility (CSR). Pihak pendemo menganggap bahwa selama ini Pertamina abai mengenai tanggung jawab yang harus diberikan pada warga sekitar.

Tuntutan yang ketiga adalah mi-nimnya atau tidak adanya tenaga kerja lokal yang diserap. Merekapun meminta agar perusahaan mengutamakan masyarakat yang tinggal di sekitar CPP Gundih untuk mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga:  Gandeng Radio Gagak Rimang, PWRI Blora Buat Acara "Wredatama Menyapa"

Sedangkan tuntutan yang keempat adalah terkait pajak air di bawah tanah yang dianggap para pendemo belum disampaikan pihak perusahaan selama belasan tahun.

Koordinator aksi demo, Exi Agus Wijaya mengatakan bahwa pihak-nya berharap transparansi dari PT Pertamina. Dia mengungkapkan selama ini masyarakat tidak paham tentang DBH, CSR, maupun tentang konten tenaga kerja lokal yang diserap oleh CPP Gundih PT Pertamina EP Asset 4 Cepu Field.

“Berwujud barang, uang, ataupun yang lainnya kita nggak paham,” kata Exi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.