banner 728x250

Siswi SLB Korban Rudapaksa, Melahirkan Bayi Perempuan

BLORA. – Siswi SLB korban ru-dapaksa, yang terbongkar pertengahan Oktober 2020 lalu, Kamis (4/2) pekan lalu telah melahirkan seorang bayi perempuan. Sementara siapa pria bernafsu bejat yang tega menggahi siswi disabilitas itu, hingga kini masih misterius.
Bidan Desa Palon Kecamatan Jepon yang menangani siswi disabilitas itu, Wahyu Vera Apriliani mengatakan, proses persalinan dibantu oleh dr Nugroho Adi Warso dari pihak rumah sakit. Pasalnya, korban rudapaksa ini melahirkan bayi perempuan melalui operasi sesar.
“Untuk jenis kelamin perempuan, BB (berat badan) 2,9 kilogram, PB (panjang badan) 49 sentimeter,” kata Vera.
Guru SLB, perwakilan Dinas Sosial P3A Kabupaten Blora, dan pihak desa turut serta mendampingi siswi SLB ini saat persalinan. Mereka datang berombongan menggunakan mobil siaga yang disediakan pihak desa.
Menurut Vera, kondisi sang ibu yang berusia 17 tahun maupun bayi pe-rempuan yang baru dilahirkan itu dalam keadaan baik dan sehat.
“Alhamdulillah kondisi keduanya sehat. Rencana (bayi) dirawat keluarganya sendiri,” katanya.
Darsono selaku kepala desa menyampaikan, terkait proses persalinan warganya itu pihaknya menyerahkan ke bidan desa yang lebih kompeten menangani.
Lebih lanjut, terkait kasus rudapaksa yang dialami oleh warganya itu pihaknya selaku pemerintah desa mengaku, tidak mengetahui sejauh mana perkembangan penyelidikan polisi.
“Sampai sekarang kami belum tahu, mungkin bisa menanyakan langsung ke pihak yang ber-wajib,” kata Darsono.
Sementara itu, Kapolres Blora, AKBP Wiraga Dimas Tama, melalui Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Setiyanto mengaku, belum mengetahui kini siswi disabilitas itu sudah melahirkan.
“Belum tahu, itu masih terus kami tangani,” kata Setiyanto.
Kasus rudapaksa ini telah dilaporkan secara resmi ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Blora beberapa bulan lalu.
Kepolisian hingga kini kesulitan mengungkap siapa pria bejat yang tega melakukan rudapaksa terhadap penyandang disabilitas ini. Sebab, korban adalah seorang tunarungu wicara serta tunagrahita. (*)

Baca Juga:  Semarakkan HUT RI ke-77, Kelurahan Randublatung Adakan Jalan Sehat dan Bazar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.