Beranda blog Halaman 258

Sering ke Musholla di Luar Jam Shalat, Ternyata Incar Isi Kotak Amal

0

MAGETAN. – Hari Sabtu (13/2), adalah aksi yang keempat dan juga aksi yang terakhir Aldie Sukma membobol kotak amal di Mushola Al Ihsan, Desa Purwodadi RT 07/RW 01, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Pemuda yang diketahui warga Jalan S Parman RT 01/RW 02, Kelurahan Beran, Kabupaten Ngawi tersebut berhasil dibekuk warga setelah tertangkap basah tengah menjebol kotak amal di mushola tersebut.

Sesuai keterangan Sumarsono, saksi mata yang melihat kejadian pencurian kotak amal itu, saat itu ia melihat ada sepeda motor berhenti di depan mushola. Namun tidak melihat pengendara motornya. Ia pun penasaran dan masuk mushola.

“Waktu saya melongok ke dalam mushola, pelaku ini terlihat sedang membuka kotak amal dan mencuri uang dari dalam kotak amal yang ditaruh di atas almari mushola dan dimasukan ke dalam tas kresek hitam,” kata Sumarsono, dikutip RAKYAT MERDEKA, Sabtu, (13/2)

Melihat aksi pencurian itu, lanjut Sumarsono, pelaku tanpa ditegur terlebih dahulu, langsung ia tangkap bersama warga setempat

“Pelaku ketika kami interogasi bersama warga mengaku membongkar kotak amal itu dengan menggunakan anak kunci palsu,” ujar Sumarsono.

Dikatakan Sumarsono, sesuai pengakuan pelaku, membobol kotak amal mushola dengan aksi yang sama sudah empat kali ini. Total isi kotak amal yang dicuri mencapai sebesar Rp 585.500.

“Hasil pengakuannya, pelaku sudah mencuri di mushola itu sebanyak empat kali, mulai bulan Oktober 2020 dengan hasil curian sebanyak kurang lebih Rp 500 ribu,” katanya.

Mendapati hasil pertama lumayan banyak itu, tambah Sumarsono, pada Desember 2020 dan Januari 2021, pelaku datang lagi ke mushola itu.

“Aksi pencurian di bulan Desember dan Januari 2021, pelaku ini tidak mendapatkan uang di dalam kotak amal, karena sudah didahului takmir mengumpulkan dana dari kotak amal itu ke bank setempat,” jelas Sumarsono.

Namun, lanjut Sumarsono, pada 12 Januari 2021, pelaku berhasil menguras kotak amal dan mendapatkan uang sebesar Rp 85 ribu.

“Di Mushola Al Amin, pelaku mengaku lupa uang yang digondol dari kotak amalnya. Dia hanya mengaku dari Al Ihsan total uang yang dikuras sebanyak Rp 585.500 itu saja,” papar Sumarsono.

Dari tangan pelaku, Polisi berhasil menyita barang bukti satu buah kotak amal, uang tunai Rp 85 ribu, sebuah dompet warna hitam, satu rangkaian anak kunci, dan satu unit sepeda motor.

Tersangka saat ini sudah mendekam di sel Polres Magetan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (*)

Pengamat: Sudah Saatnya Jokowi Rombak Pola Penanganan Terhadap Pengkritik

0

JAKARTA. – Para tokoh nasional saat ini dianggap sudah benar-benar resah terhadap sikap rezim Joko Widodo karena adanya kritik yang berujung kepada proses hukum.

Hal itu disampaikan oleh pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam menanggapi banyaknya tokoh seperti mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) serta tokoh lainnya yang mengkritik atas pernyataan Jokowi yang meminta dikritik.

“Tokoh-tokoh benar-benar resah terhadap adanya kritik berujung kepada proses hukum. Karena idealnya semua pejabat termasuk Presiden harus siap dikritik dalam setiap kebijakan bahkan perbuatannya,” ujar Saiful kepada RAKYAT MERDEKA, Minggu (14/2).

Karena kata Saiful, jika tidak siap dikritik, lebih baik jangan jadi pejabat.

“Saya kira ada keresahan yang begitu dahsyat sampai kemudian orang selevel JK, SBY bahkan Kwik Kian Gie sampai berkomentar buruk terhadap adanya efek buruk dari kritik yang selama ini dilakukan oleh berbagai kalangan,” jelasnya.

Saiful pun menilai, jika hal tersebut terus berjalan, maka bukan tidak mungkin tokoh-tokoh bahkan rakyat akan menjadi jenuh dengan pola yang digunakan oleh pemerintah.

“Sudah saatnya Jokowi merombak pola penanganan terhadap kritik yang dilayangkan kepada pemerintahannya. Tidak semua laporan atas kritik harus dilakukan upaya hukum. Selain itu kepada para pendukungnya untuk menahan diri untuk tidak mudah terpancing melakukan laporan atas kritik yang disampaikan baik oleh masyarakat, aktivis, maupun tokoh-tokoh masyarakat,” pungkas Saiful. (*)

JK: Bagaimana Cara Mengkritik Pemerintah Tanpa Dipanggil Polisi?

0

JAKARTA. – Pada acara “Mimbar Demokrasi dan Kebangsaan” yang digelar Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara virtual, Jumat (12/2), Wakil Presiden RI ke-10 dan 12, Muhammad Jusuf Kalla (JK) mengatakan pelaksanaan demokrasi di Indonesia membutuhkan check and balances serta kritikan demi membawa manfaat bagi rakyat.

JK menilai, masalah utama dalam demokrasi disebabkan oleh mahalnya demokrasi itu sendiri. Alhasil, demokrasi tidak berjalan baik.

“Oleh sebab itu, harus ada check and balances, ada kritik dalam pelaksanaanya,” kata JK.

“PKS sebagai partai oposisi tentu mempunyai suatu kewajiban untuk melaksanakan kritik itu agar terjadi balancing, dan agar terjadi kontrol di pemerintah. Tanpa adanya kontrol, pemerintah tidak dapat berjalan dengan baik,” tuturnya.

Ia pun turut menyinggung pernyataan Presiden Joko Widodo beberapa hari lalu yang mempersilakan masyarakat untuk memberikan kritik kepada pemerintah. Hal itu menuai pertanyaan mengingat beberapa kasus, pihak-pihak yang memberi kritikan justru berujung ke meja hukum.

“Walaupun mendapat berbagai kritik beberapa hari lalu, Presiden mengumumkan ‘silakan kritik pemerintah.’ Tentu banyak pertanyaan, bagaimana caranya mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi? Ini tentu menjadi bagian dari upaya kita,” sambungnya.

Di sisi lain, Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menjelaskan bahwa Mimbar Demokrasi dan Kebangsaan akan diselenggarakan secara berkala menampilkan perspektif PKS bersama para tokoh bangsa serta pakar dan ahli dari berbagai kalangan.

“Tujuannya mimbar ini bisa menjadi oase di tengah menurunnya kondisi demokrasi dan kebangsaan kita,” ungkap Jazuli melalui RAKYAT MEDEKA.

Selain Jusuf Kalla, Mimbar Demokrasi dan Kebangsaan edisi pertama ini juga menghadirkan narasumber lain, seperti pakar politik LIPI, Siti Zuhro. Program ini diresmikan oleh Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri dan Presiden PKS Ahmad Saikhu. (*)

Gandeng Radio Gagak Rimang, PWRI Blora Buat Acara “Wredatama Menyapa”

0

BLORA. – Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora, menjalin kemitraan bersama Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Gagakrimang Blora.

Ketua PWRI Blora, Bambang Sulistya menyampaikan bentuk kerjasama itu diwujudkan melalui siaran radio yang digagas dengan tajuk “Wredatama Menyapa”.

Kita jalin kerjasama dengan Radio Gagakrimang. Mengisi acara dengan tajuk acara Wredatama Menyapa. Tujuannya, untuk menyampaikan motivasi, ide, dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Blora.

“Selain itu sebagai bentuk ibadah serta hiburan. Kita ajak kembali yang lanjut usia ini untuk saling sapa dan berbagi informasi serta pengalaman melalui udara,” kata Bambang Sulistya, Kamis (11/2) lalu.

Dalam kunjungannya ke studio LPPL Radio Gagakrimang, mantan Sekda Blora itu menginisiasi gelaran acara Wredatama Menyapa direncanakan setiap dua minggu sekali pada Kamis malam Jumat secara bergiliran antar pengurus dan anggota PWRI.

“Pengurus dan anggota PWRI ini kan banyak, dari beragam latar belakang pengalaman dan profesi. Maka diajak, sembur-sembur adas. Memberi motivasi, berbagi pengalaman, mempromosikan potensi Blora termasuk upaya pelestarian seni budaya Blora,” ungkapnya.

Tidak hanya menjalin kerjasama dengan radio, namun PWRI Blora juga menjalin kerjasama dengan salah satu media cetak lokal di Blora.

Bambang Sulistya juga menegaskan, bahwa apa yang dilakukan tidak bertujuan atau bernuansa kepentingan tertentu.

Jadi, sekali kita ini sudah tua. Acara ini tidak ada kepentingan tertentu. Apalagi kepentingan politik, tidak sama sekali. Ini juga hiburan di masa pademi Covid-19.

“Saling mengingatkan dan membangkitkan kembali kepada masyarakat terutama generasi muda untuk mendengarkan radio sebagai media komunikasi dan informasi serta hiburan yang efektif, murah dan merakyat,” jelasnya.

Hal senada disampaikan oleh Sekjen PWRI Kabupaten Blora, Soedadyo. Menurut dia, melalui siaran di radio nanti bisa menunjukkan bahwa para lanjut usia masih peduli dan bisa bangkit bersama mendukung program pemerintah.

Sementara itu, Direktur Lembaga Penyiaran Publik Lokal Radio Gagakrimang Blora, A’an Kasiyanto menyambut baik atas kerjasama program acara yang dicetuskan PWRI Blora.

“Kami menyambut baik. Juga sebagai bentuk rasa hormat kami, khususnya kepada para senior dan pimpinan yang sebelumnya pernah membina dan membimbing kami,” kata dia.

A’an berharap, agar acara tersebut bisa berjalan rutin dan lancar dengan aneka informasi yang bisa memberi pencerahan kepada publik.

“Semoga bapak dan ibu PWRI Blora selalu diberi kesehatan dan panjang umur,” ucapnya. (*).

Dukung Program Vaksinasi Lansia, PWRI Blora Siap Divaksin COVID-19

0

BLORA. – Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora terus berinovasi dalam upaya mendukung pemerintah mencegah persebaran COVID-19.

Salah satu bentuk dukungan kepada pemerintah PWRI Blora berinovasi membuat masker merah putih bertuliskan “Laskar Wredatama Pe-duli COVID-19, Paris Van Blora”.

“Tadi pagi pengurus PWRI Blora, membagikan masker merah putih dengan tulisan, Laskar Wredatama peduli COVID-19, Paris Van Blora,” kata Ketua PWRI Blora, Bambang Sulistya, Senin (8/2) lalu.

Masker itu dibagikan kepada seluruh pengurus PWRI kabupaten, kecamatan dan kelurahan.

Menurut Bambang Sulistya, warna masker merah putih menunjukkan kecintaan, pengabdian, dedikasi dan loyal pada ibu pertiwi, Negara Kesa-tuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami gaungkan akronim Paris Van Blora. Itu mungkin aneh dan mem-buat penasaran. Akronim itu semua ada di Blora,” kata mantan Sekda Blora itu.

Paris Van Blora itu, jelas Bambang, dimaknai Paris dari Blora dengan penjabaran akronim (P), artinya Pariwisata.

“Aneka potensi wisata Blora perlu terus dikelola dan dikembangkan seperti sumur minyak tua, Goa Terawang, Kedung Pupur, Loko Tour dan lainnya. Semua itu menjadi ke-banggan Blora,” terangnya.

Kemudian (A), dimaknai sebagai Agribisnis karena di Blora banyak potensi untuk budi daya agro, seperti buah jambu madu, kelengkeng, dan durian.

“Bahkan saya usul nama buah seperti jambu madu itu diganti jambu Blora,” ucapnya.

Sedangkan (R), memiliki arti Ramah Tamah seperti yang tercermin dalam kehidupan warga Blora yang saling hormat, gotong royong dan saling sapa menjalin kekeluargaan.

Selanjutnya (I), artinya Inovasi. Warga Blora diharapkan bisa giat melakukan inovasi untuk hal yang positif dan berman-faat.

“Inovasi penataan dan mempercantik kota yang di-lakukan Bupati Blora Djoko Nugroho sangat luar biasa. Sedangkan (S), itu seni budaya. Blora punya seni barongan yang hampir semua warga sangat menyukai. Ka-rakter berani itu salah satu ciri orang Blora,” jelas dia.

Pihaknya, tambah Bambang, juga menyambut positif penjelasan Menteri Kesehatan (Men-kes) Budi Gunadi Sadikin terkait pemberian vaksin COVID-19 bagi orang lanjut usia (lansia).

“Kami keluarga besar PWRI Kabupaten Blora menyamput positif pen-jelasan dari bapak Menteri Kesehatan, kalau lansia sudah mendapat jatah vaksin,” ungkapnya.

Menurutnya, saat rapat pengurus PWRI kabupaten dengan memakai seragam batik terbaru khas Blora dan memakai mas-ker merah putih terbaru siap mendukung program vaksinasi lansia dan siap menerima vaksinasi yang pertama untuk kaum lansia.

“Saya, secara pribadi siap divaksin corona untuk lansia yang pertama,” tegasnya.

Diketahui, Menteri Ke-sehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin beri pernyataan soal pemberian vaksin COVID-19 bagi orang lanjut usia (lansia) yang dapat dimulai, Senin (8/2/2021).

Menkes menjelaskan vaksin baru dapat diberi-kan pada warga Lansia dikarenakan sebelumnya vaksin Coronavac baru dapat izin emergency use authorization (EUA) dari BPOM pertama kali untuk masyarakat usia 18-59 tahun. (*)

Blora Rintis Kerja Sama Pengembangan Sapi dengan Swasta

0

BLORA. – Wakil Bupati Blora, H Arief Rohman MSi, yang juga Bupati Blora terpilih dalam Pilkada Serentak 2020, mulai menggarap potensi daerah yang diharapkan dapat mengurangi angka kemiskinan, salah satunya adalah potensi peternakan sapi, yang mana Kabupaten Blora merupakan salah satu kabupaten dengan populasi sapi terbesar di Jawa Tengah.

Terkait hal tersebut, Wakil Bupati Arief Roh-man mencoba merintis kerja sama pengembang-an peternakan sapi melalui pola kemitraan dengan PT Bank Sinarmas dan PD Dharma Jaya Jakarta.

Dirinya pada Kamis (11/2) lalu mengundang perwakilan dari kedua peru-sahaan tersebut untuk bertemu seluruh stakeholder peternakan sapi di Kabupaten Blora.

Dalam pertemuan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora, drh Gundala Wija-sena MP; Kepala Bagian Perekonomian Setda Blo-ra, Wiji Utomo SST ST MM, dan perwakilan peternak sapi.

Arief Roman mengungkapkan bahwa dirinya ingin agar populasi sapi di Kabupaten Blora yang mencapai lebih dari 250 ribu ekor bisa memberi manfaat untuk ekonomi masyarakat.

“Jumlahnya sudah banyak namun kualitasnya perlu ditingkatkan mulai dari hulu pembibitan atau bakalan hingga hilir pen-jualan. Oleh sebab itu kita akan rintis kerja sama kemitraan dengan PT Bank Sinarmas dan PD Dharma Jaya Jakarta,” tutur Arief Rohman.

Menurut Arief, PT Bank Sinarmas merupa-kan salah satu lembaga perbankan penyalur kre-dit usaha rakyat (KUR) untuk peternakan sapi yang telah diapresiasi oleh Kementerian Pertanian, sedangkan PD Dharma Jaya merupakan sa-lah satu BUMD Pemerin-tah Provinsi DKI Jakarta yang bergerak di bidang perdagangan dan industri daging.

“Kita juga ajak bebera-pa profesor bidang peter-nakan lulusan IPB dan UGM untuk melakukan pendampingan. Begitu juga dengan GMM Bulog untuk mendukung dalam ketersediaan pangan. Kandang-kandang komunal yang sudah ada di banyak desa akan kita maksimalkan,” tutur Arief Rohman menambahkan.

Arief menyampaikan, sebagai sampling rintisan kerja sama tersebut untuk tahap awal akan menya-sar 5.000 ekor sapi di 10 kecamatan di Kabupaten Blora.

“Pengennya sih bisa langsung di 16 Kecama-tan, namun kita sample dahulu di 10 kecamatan dengan menyasar 5.000 ekor bakalan. Semoga jika berhasil akan mencapai 50 ribu ekor. Kita optimis jika semua bisa komitmen, akan berhasil,” kata Arief Rohman.

Dirinya juga menyampaikan bahwa untuk ta-hap awal hasil penggemukan bisa dipasarkan langsung ke PD Dharma Jaya Jakarta. Namun jika nanti Blora sudah punya rumah potong hewan (RPH) modern, maka menurutnya pengiriman tidak lagi berupa sapi utuh, melainkan sudah daging olahan.

“Sehingga nantinya Blora bisa mendapatkan keuntungan lebih dari sisi pemotongan atau penyem-belihan dan lowongan kerja pengolahan daging.” kata Arief Rohman.

Kepala Dinas Peterna-kan dan Perikanan Kabupaten Blora, drh Gundala Wijasena MP, menyampaikan bahwa untuk sampling 10 kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Jati, Randublatung, Jiken, Jepon, Blora, Ban-jarejo, Japah, Ngawen, Kunduran, dan Todanan.

“Untuk tahap awal tahun 2021 ini targetnya melibatkan 500 peternak yang akan menggarap 5.000 ekor sapi bakalan,” kata Gundala. (*)

KPYC Bagikan 110 Nasi Box kepada Anak Yatim

0


BLORA. – Komunitas Peduli Yatim Cepu (KPYC), Jumat (12/2) lalu bagikan 110 box nasi untuk anak yatim piatu di beberapa desa di Kecamatan Cepu dan Kedungtuban.
Pengurus KPYC, Kang Bahar menyampaikan bahwa bagi-bagi nasi box dilaksanakan setiap Jumat pagi. “Hari ini adalah kegiatan yang ke tujuh,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung satu jam dimulai pkl 10 pagi. Sementara penerima nasi box diantaranya: Panti Annisa, Pondok Atajdid, dan warga yang membutuhkan di Desa Pilang Nglanjuk, kawasan Cepu Gg. 6 dan Gg. 8, dan seputaran Stasiun Cepu.
Dalam kegiatannya, KPYC didukung oleh beberapa komunitas diantaranya DGCI Cepu, C’mo, B’mo, dan Sedulur Cepu.
“Semoga amalan para sponsor donatur terus berjalan,” harap Kang Bahar. (*)

Sambut Tim Adiwiyata Propinsi, SMP Negeri 2 Kedungtuban Terus Berbenah

0

BLORA. – Kesan pertama memasuki ka-wasan SMP Negeri 2 Kedungtuban bak berada di area wisata. Tamannya yang indah, hijau, asri, dan dilengkapi tempat selfi atau foto-foto membuat decak kagum siapapun yang melihatnya.
Pemandangan menarik sudah terlihat sejak kita baru memasuki pintu gerbang sekolah. Tampak Taman, Joglo, Gazebo, tempat belajar nuansa alam, kantor, mural, ruang kelas, kantin sehat, warung hidup, apotik hidup, hidroponik, greenhouse, kolam ikan, kebun sekolah maupun hutan sekolah.
SMP Negeri 2 Kedungtuban yang pada Tahun 2017 lalu me-raih predikat sekolah Adiwiyata Tingkat kabupaten ini sedang bersiap menuju Sekolah Adiwiya-ta tingkat provinsi Tahun 2021.
Kepala SMP Negeri 2 Kedungtuban, Wiwik Sulistyowati, S.Pd., M.A. kepada wartawan mengata-kan, menyambut kedatangan tim Adiwiyata Tingkat Provinsi Tahun 2021 ini, pembenahan terus dilakukan baik linghkungan maupun administrasi sekolah dengan melibatkan Tim Adiwiyata sekolah maupun Kader Adiwiyata sekolah.
“Semoga sukses dan lolos Adiwi-yata tingkat Provinsi tahun ini,” ujarnya, Rabu (10/2) lalu.
Meskipun saat ini pandemi Covid-19, sekolah ini menjalin kemitraan dalam rangka perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan berbagai pihak (pemerin-tah, swasta, media, masyarakat dan sekolah lain).
Dengan menerapkan protokol kesehatan dan melibatkan warga sekolah, masyarakat, koramil, kepolisisan, anggota DPRD Kabu-paten, Kecamatan, Komite sekolah, Paguyuban sekolah, Rabu (10/2) lalu secara serentak diadakan kegiatan penanaman, pemeliha-raan, dan pembibitan pohon/tanaman di sekolah.
“Tumbuhan yang ditanam ber-anekaragam jenis bunga, tanaman keras, buah, apotik hidup serta sayuran,” tambahnya.
SMP Negeri 2 Kedungtuban yang berada di Jl. Ngraho-Ketuwan Km. 6, Desa Sidorejo, Keca-matan Kedungtuban ini mempunyai semboyan HEBAT (Hijau, Elok, Bersih, Asri, dan Tertib) yang menyiratkan, bahwa pengelolaan sekolah tertata dengan rapi bersih dan indah. (*)

Petani Mengeluh karena “Dipaksa” Beli Intil-intil

0

BLORA. – Terkait dengan paket pupuk non subsidi yang kerap disebut dengan intil-intil ini, Suranto Koordinator Penyuluh Pertanian BPP (Badan Penyuluhan Pertanian) Se-Kecamatan Randublatung, yang juga hadir dalam audiensi, Selasa (9/2) lalu menga-takan, pupuk non subsidi sebenarnya bagus untuk peningkatan kua-litas produksi pertanian.

“Tapi karena oleh pe-ngelola KPL (Kios Pupuk Lengkap) cara penjual-annya kepada petani di-lakukan dengan sistem “rodok mekso” (agak me-maksa, red) membuat pe-tani mengeluh. Karena akhirnya petani harus keluar uang ekstra untuk membeli pupuk non subsidi”, terangnya.

Suranto menambahkan bahwa dirinya di BPP membuktikan secara kualitas pupuk non subsidi yang bernama intil-intil ini.

“Bagi saya, Yo nek ora kuat tuku pupuk non subsidi ya jangan dipak-sakan. Tapi bagi teman-teman petani yang mam-pu membeli pupuk non subsidi ini bagus sekali. Secara kualitas pupuk non subsidi baik sekali,” imbuhnya.

Terkait dengan kerawanan penyelewengan pupuk, saat dikonfirmasi awak media, Kapolsek Randublatung AKP Wismo mengatakan bahwa selaku aparat penegak hukum, dirinya akan me-nindak bilamana terjadi tindakan atau perbuatan yang tidak bisa dipertang-gungjawabkan.

“Mengingat kebutuhan pupuk ini adalah sangat penting bagi petani. Kita harus tetap menindaklan-juti secara hukum yang berlaku bila terjadi pelanggaran”, tegasnya.

Selaku bagian dari tim KP3, pihak kepolisian sektor Randublatung juga melakukan pengawasan pendistribusian pupuk dan mewanti-wanti jangan sampai ada penyalah-gunaan pupuk bersubsidi.

“Jangan sampai adanya pupuk bersubsidi dari pemerintah ini disalah-gunakan. Bila ada te-muan, mau tidak mau ha-rus kita proses”, tuturnya.

Dalam audiensi yang berlangsung sekitar 3 jam itu, Ali Muntohar Ketua KPL (Kios Pupuk Leng-kap) Kabupaten Blora menyampaikan secara tegas bahwa tidak mungkin terjadi pemenuhan pupuk terhadap kebutuhan petani se-Kabupaten Blora; dikarenakan alokasi pupuk yang minim.

“Pasti itu, Pak! Karena alokasi untuk jatah pupuk subsidi di Kabupaten Blora ini kurang. Banyak teman-teman saudara-saudara kita yang dia tidak punya lahan atau garapan sawah, mereka itu menggarap di lahan hutan. Bahasane pesang-gem. Ada beberapa petani pesanggem yang tidak mendaftarkan diri dan tidak mendapatkan kartu tani. Ini memang kom-pleks permasalahannya”, kata Ali.

Ali menambahkan, terkait dengan Surat Edaran (SE) Bupati; bahwa KPL diharapkan tidak menaikkan harga hingga mele-bihi HET dan tidak diperbolehkan melakukan penjualan intil-intil sudah tersampaikan pada se-mua KPL.

“Insyaallah, kalau semua KPL mentaati apa yang saya sampaikan, tidak terjadi harga di atas HET. Dan terkait dengan Surat Edaran Bupati dimana tidak boleh ada intil-intil, ini sudah tersampaikan kepada semua KPL se-Kabupaten Blora”, terangnya.

Selaku Ketua KPL se-Kabupaten Blora dirinya meminta bantuan kepa-da kelompok tani agar dibantu pengawasan pendistribusian pupuk.

“Teman-teman SEN-TANI, tolong saya di-bantu pengawasan. Sampaikan ke saya biar nanti saya tegur” pinta-nya.

Menurut Ali, pihak distributor harus melihat dan mendengarkan aspi-rasi dan keluhan dari petani.

“Jangan sampai ada bahasa dari KPL pada petani : “Nek awakmu gak gelem tuku non sub-sidi tidak akan saya berikan pupuk subsidi”, ungkapnya.

Selaku Ketua KPL se-Kabupaten Blora, diri-nya berharap kawan-kawan SENTANI turut memantau harga hingga penjualan bisa sesuai HET. “Dan siapapun yang melanggar akan kena sanksi hukum”, tegasnya. (*)

Intil-intil Pupuk Masih Berseliweran, Petani Randublatung Geruduk Kantor Kecamatan

0

BLORA. – Selasa siang (9/2) lalu, puluhan petani menggeruduk pendopo kantor Ke-camatan Randublatung. Masih maraknya pupuk bersubsidi dijual di atas HET (Harga Eceran Tertinggi) dan adanya paket ‘intil-intil’ membuat puluhan petani Randublatung emosi.

“Yang kita harapkan adalah ruang publik bernama pendopo kecamatan Randublatung ini digunakan untuk mengurusi permasalahan publik. Salah satunya adalah persoalan carut-marutnya distribusi pupuk bersubsidi yang saat ini terjadi”, kata Exi Agus Wijaya, Koordinator SENTANI (Sedulur Relawan Tani) Blora, Selasa (9/2) lalu menyampaikan maksud kedatangan petani.

Menurutnya, persoalan pupuk bersubsidi yang masih terjadi di Randublatung dan hampir semua wilayah di Kabupa-ten Blora adalah masalah urgen yang harus segera dituntaskan.

“Sudah jelas ada regulasinya. Dari mulai Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) di tingkat pusat, KP3 di tingkat provinsi, KP3 di tingkat kabupaten, KP3 di tingkat kecamatan, termasuk distributor, pengecer, kelompok tani hingga ke petani”, ujarnya.

Baginya, apa yang dila-kukan oleh SENTANI dengan mendatangi kantor kecamatan adalah sebuah proses pendidikan dan pemberdayaan kepa-da para kelompok tani.

“Bagaimana kelompok tani kedepan itu harus lebih maksimal sebagai fungsi kontrol. Termasuk mengkritisi kinerja distributor dan pengecer yang selama ini melaku-kan praktik-praktik yang tidak sesuai dengan regulasi”, terang aktifis berambut gondrong ini.

Dengan masih carut-marutnya distribusi pupuk bersubsidi, SENTANI melihat bahwa KP3 di Blora belum berfungsi secara maksimal.

“Yang kita lihat dan cermati bersama, fungsi pengawasan ini belum maksimal. KP3 Kabupaten Blora dan KP3 Kecamatan harus lebih optimal menjalankan fungsi pengawasan sesuai atur-an yang berlaku, agar distribusi pupuk bersubsidi bisa berjalan baik dan tepat sasaran”, tegasnya.

Untuk memaksimalkan kelompok tani di daerah agar menjadi fungsi kontrol yang independen, SENTANI berencana membangun jaringan petani dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten.

“Benar, karena permasalahan petani bukan hanya di tingkat desa saja, tapi juga ada di tingkat kecamatan, di tingkat kabu-paten, di tingkat provinsi, hingga di tingkat nasio-nal”, tutupnya. (*)