Beranda blog Halaman 257

Subekti, Tekuni Bisnis Relief Bernilai Puluhan Juta

0

Tahun-tahun terakhir menjabat kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Blora, H. Subekti mengaku ingin segera menikmati masa pensiunnya.

Pasalnya, pria kelahiran Pati tahun 1951 ini sudah kemecer ingin membangun usaha relief dan gembol jati. “Pertama bikin relief untuk dipa-sang di rumah sendiri, setelah itu saya ingin membuat lagi untuk dijual,” ujar bapak dua anak yang memasuki pensiun pada tahun 2006 itu.

Sebelum menjabat di Dinas Kehutanan, Subekti pernah di Dinas Pekerjaan Umum dan Lingkungan Hidup, serta di Dinas Pertanian sebagai PPL. “Saya jadi PPL Per-tanian sejak tahun 70,” katanya.

Di Jl. Cempaka, kawasan Mlangsen, Blora, terpampang relief jati ber-ukuran besar melekat pada dinding ruang tamu rumah Subekti, sementara patung gembol Kaisar Cheng Hoo berukuran tinggi kurang lebih 1 meter berdiri tegak di atas meja sudutnya.

Setelah pensiun, kesukaan Bekti terhadap relief dan gembol jati ternyata berkembang menjadi pe-luang usaha yang bisa mendatangkan rupiah. Hingga ia membangun sebuah work shop di Jl. Manggis, yang tidak jauh dari rumahnya.

“Kayu dan gembolnya saya dapatkan dari Blora, tukangnya juga orang-orang Blora,” ujar pria yang masih aktif sebagai pengurus PWRI Kelurahan Mlangsen dan PWRI Kabupaten Blora itu.

Di dalam work shop berukuran 400 meter persegi itu terlihat banyak pa-tung-patung, dan beberapa relief besar yang salah satunya bertemakan Joko Tarup.

“Yang pesan orang dari Semarang dan Jakarta,” tandas pendukung berat paslon bupati dan wakil bupati Arief-Etik itu ketika ditemui Kamis (18/20 lalu.

Harga relief dan patung gembol di tempat ini berkisar antara 75 juta sam-pai dengan 100 juta. “Tapi kalau yang kecil ada mulai harga 40 sampai 50 juta,” ujar pria yang gelar S2-nya didapat dari UPN jurusan Managemen Agribisnis dengan predikat cum laude itu.

Untuk pembuatan relief berkuran lebar 2 meter dan tinggi 1 meter sehar-ga 100 juta, menurut Bekti diperlukan waktu pengerjaan hingga 6 bulan lamanya.

“Kalau modal bahan dan ongkosnya sekitar 15 juta,” katanya.

Melihat ukuran dan harga barang yang diperdagangkan oleh Bekti, tentu saja pembelinya berasal dari kalangan menengah ke atas.

Salah satu pejabat yang pernah memesan relief adalah Komjen Pol Agus Andrianto, Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri yang tidak lain adalah adik iparnya sendiri. (*)

KKI Blora Susun Program Kerja, 2021 Fokus IPM

0

Pasca dilantik pada Desember 2020, Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) Kabupaten Blora, Rabu (17/2) lalu menggelar rapat pengurus untuk menyusun program kerja Tahun 2021-2024.

Bertempat di Aula Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Jl. Dr. Sutomo, Blora, rapat dihadiri oleh seluruh pengurus yang terdiri dari perwakilan mitra dan instansi terkait seperti Dinas Dalduk, Dukcapil, Disdik, Dinkes, Perinaker, Kemenag, BPS, KMK, STAI Khozinatul Ulum, STAI Al Muhammad, dan media.

Ketua Umum KKI Kabupaten Blora Drs Darwanto mengatakan, lembaganya akan fokus mewujudkan 1 program dalam setiap tahunnya. “Tapi program makronya tetap tidak kami tinggalkan,” ujarnya.

Untuk tahun 2021, menurut Darwanto KKI Blora yang mderupakan lumbung pikir kependudukan akan fokus pada masalah indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Blora yang dasarnya adalah data kesehatan, pendidikan dan sosial ekonomi.

Untuk Tahun 2022 KKI Blora akan fokus pada persoalan Total Fertility Rate (TFR), yaitu mendefenisikan jumlah kelahiran hidup laki-laki dan perempuan tiap 1.000 penduduk. Sementara pada Tahun 2023 akan berusaha membantu pemerintah dalam mempersiapkan SDM Blora dalam menyambut bonus demografi.

Untuk memulai semua kegiatan tersebut, KKI Blora akan terlebih dahulu menghadap ke bupati Blora pasca pelantikan. “Setelah itu akan dilanjutkan ke Bappeda dan audiensi bersama dewan,” tambahnya. (*)

Viral, Warga Desa di Tuban Borong Mobil

0

TUBAN. – Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, memiliki julukan baru: “Kampung Miliader”. Sebanyak 225 warga yang berprofesi petani tulen mendadak kaya raya setelah menerima pembayaran lahan untuk proyek kilang minyak Grass Roof Refinery (GRR) Tuban.

Kegembiraan warga diekspresikan dengan membeli mobil mewah bersama-sama. Video aksi borong mobil tersebut seketika viral dan menjadi perbincangan warganet di Media Sosial (Medsos).

“Iya benar yang ada dalam video itu warga sini (Desa Sumurgeneng),” ujar Gianto, Kepala desa Sumurgeneng saat ditemui wartawan di rumahnya, Senin (15/2).

“Itu yang kemarin sempat menolak kilang minyak, dan akhirnya uangnya cair melalui konsinyasi di Pengadilan Negeri (PN) Tuban,” lanjutnya.

Menurut Gianto, terdapat sekitar 17 mobil yang datang bersamaan pada Minggu (14/2). Namun jumlah tersebut hanya sebagian kecil dibanding total mobil baru yang dibeli warga pascapencairan yang mencapai total 176 unit.

“Mobil yang datang bersamaan kemarin itu perkiraan sekitar 17. Kalau selama ini ada total 176 mobil baru di beli warga. Per rumah bisa memiliki dua sampai tiga mobil,” ungkap Gianto.

Diketahui, proyek pembangunan kilang minyak GRR membutuhkan lahan seluas 1.050 hektar. Dengan rincian 821 lahan darat, dan sisanya merupakan reklamasi laut.

Sementara lahan darat tersebar di tiga desa, yaitu Desa Kaliuntu, Desa Wadung, dan Desa Sumurgeneng. Khusus Desa Sumurgeneng terdapat sekitar 225 hektare lahan yang dibebaskan, dengan jumlah pemilik sebanyak 225 orang.

Warga sekitar yang semula berprofesi sebagai petani tulen kini menjadi miliarder.

“Alhamdulillah dengan senang hati warga saya bisa menerima semua dan untuk nilai sudah bisa digunakan sesuai yang diinginkan warga. Ada yang di buat membeli tanah, rehab rumah, dan yang di pakai untuk membeli mobil,” tutur Gianto.

Salah satu miliarder baru, Siti Nurul Hidayatin sangat merasa bersyukur. Dirinya tidak menyangka dapat memiliki mobil harga miliaran rupiah. Uang yang diterima dari pembebasan lahan dipergunakan untuk sejumlah keperluan. Di antaranya investasi, beli rumah, deposito, dan sebagian dipakai untuk membeli mobil.

“Ya saya bersyukur bisa beli mobil dan investasi. Selain itu dengan adanya pembebasan tanah ini warga Sumurgeng jadi makmur, dan desa saya sekarang terkenal menjadi kampung miliarder” terangnya. (*)

KUA Kasiman Sediakan Fasilitas Foto Booth Gratis

0

BOJONEGORO. – Untuk memberikan kepuasan kepada para calon pengantin yang akan melaksanakan prosesi Pernikahan kantor KUA Kecamatan Kasim-an memberikan fasilitas gratis berupa Studio Foto Booth komplit dengan perlengkapannya.

“Ini fasilitas gratis yang kami berikan kepa-da para pengantin yang nikah di KUA ini,” demikian terang Mohammad Miran GR, S Ag M.H.I di ruang kerjanya, Kamis (11/2) lalu.

Studio foto booth ini bertemakan Wedding Day dengan background hitam fariasi bunga-bunga cantik dipadu lampu pijar 5 watt. Sementara sisi kiri terdapat foto-foto polaroid hasil dokumentasi foto pengantin yang melakasanakn ijab qobul di kantor KUA yang di-gantung memanjang bersap.

Dan sisi kanan background warna putih dengan farisas bunga, di depan ada stand tripot dari kayu berrtulisakan Mohon Doa Restu dan Foto Booth KUA Kasiman Ceria (Cerdas-Empati-Ramah-Iman-Amanah)

“Dengan background seperti ini para pengantin baru akan terkenang, se-hingga punya semangat untuk membentuk kelu-arga yang sakinah, mawadah, warohmah, barokah serta maslahah,” demikian harap Kepala KUA Kecamatan Kasiman Mo-hammad Miran GR, S Ag M.H.I

Lebih lanjut Miran demikian panggilannya menambahkan, selain Studio Photo Booth ini setiap sudut serta dinding ruang diberikan hiasan berupa figura bertuliskan kata-kata mutiara. Deng-an harapan setiap tamu yang berkunjung atau yang akan melaksanakan pernikahan di kantor me-rasa nyaman dan terkesan.

“Ide seperti ini hanya ada di kantor kami, Mas. Di KUA lain saya belum pernah melihatnya. Ini merupakan kerjasama tim kami disini. Semata-mata untuk kenyamanan dan pelayanan dan kami terbuka untuk siapa saja, siap melayani sesuai dengan tupoksi kami,” tambahnya

Kantor KUA Kecamatan Kasiman sebagai lembaga pelayanan kea-gamaan selalu memberikan pelayanan prima, programnya tidak hanya menangani pernikahan saja namun ada diskusi keagamaan, penyuluhan dan pembinaan dan mengadakan komunikasi silaturahmi dengan petugas pencatat nikah dari berbagai desa serta para aktifis dakwah desa. (*)

Soal Penembakan 6 Laskar FPI, Kapolri Listyo Sigit: Harus Segera Diselesaikan

0

JAKARTA. – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya untuk mempercepat penanganan kasus penembakan enam Laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

Hal ini disampaikan Kapolri Jenderal Listyo dalam acara Rapat Pimpinan (Rapim) Polri di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 16 Februari 2021,

“Terkait dengan kasus-kasus yang menjadi perhatian publik seperti KM 50, pelanggaran prokes (protokol kesehatan) segera diselesaikan karena sudah ada rekomendasi Komnas HAM,” kata Jenderal Pol. Sigit dalam acara Rapat Pimpinan (Rapim) Polri di Mabes Polri.

Dia mengatakan penanganan kasus tersebut dapat dengan cepat karena sudah ada rekomendasi dari Komnas HAM. Terlebih, kasus tersebut merupakan salah satu kasus yang menjadi perhatian publik.

Kapolri meminta agar penutasan kasus itu dilakukan sesuai dengan rekomendasi Komnas HAM.

“Tentunya harus diselesaikan sesuai dengan rekomendasi tersebut,” kata dia.

Namun, Sigit tidak menyebutkan batas waktu untuk menuntaskan kasus penembakan laskar FPI tersebut.

Sebelumnya, Komnas HAM menyimpulkan dua anggota FPI meninggal dunia dalam peristiwa saling serempet antara mobil yang mereka pergunakan dengan polisi, hingga terjadi kontak tembak di antara Jalan Internasional Karawang sampai KM 49 Tol Jakarta-Cikampek dan berakhir di KM 50.

Sebanyak empat orang lainnya masih hidup dan dibawa polisi, kemudian diduga ditembak mati di dalam mobil petugas saat dalam perjalanan dari KM 50 menuju Markas Polda Metro Jaya.

Komnas HAM menduga terdapat pelanggaran HAM atas tewasnya empat Laskar FPI yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Untuk itu, Komnas HAM merekomendasikan para pelaku diproses hukum melalui mekanisme pengadilan pidana.

Diberitakan sebelumnya, terdapat 16 item barang bukti hasil penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) diserahkan kepada Bareskrim Polri.

Penyerahan barang bukti ini sebagai tindak lanjut untuk kepentingan pelaksanaan rekomendasi Komnas HAM untuk penegakkan hukum. Komnas HAM meminta Bareskrim untuk kemudian menindaklanjuti rekomendasi hasil investigasi atas meninggalnya Laskar FPI. (*)

Ngebet Nikah, 33 Anak di Bawah umur Ajukan Dispensasi ke PA

0

NGAWI. – Ada fakta menyedihkan tentang kondisi anak di Ngawi. Bahwa pernikahan di bawah umur di bumi Orek-Orek tergolong tinggi. Pengadilan Agama (PA) Ngawi mencatat setidaknya dalam sebulan terakhir atau pada Januari lalu terdapat 33 permohonan dispensasi nikah. ‘’20 permohonan telah diputus,’’ kata Humas PA Ngawi Ludiansyah, Rabu (10/2).

Sementara, sepanjang tahun lalu mencapai 199. Anak itu naik dibandingkan pada 2019 lalu. Saat itu permohonan dispensasi nikah yang masuk ke lembaganya hanya 65. Alasan warga mengajukan dispensasi nikah didominasi hamil duluan. Selain itu, perubahan aturan usia minimum perkawinan menjadi 19 tahun. ‘’Paling banyak bulan Juli, ada 33 permohonan,’’ ungkapnya. (*)

Tahan Penurunan Produksi Blok Cepu, SKK Migas Akan Kembangkan Lapangan Cendana dan Alas Tua

0

JAKARTA. – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi ( SKK Migas ) memaparkan produksi migas di Blok Cepu akan mengalami penurunan mulai 2022 hingga 2030 mendatang.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, Blok Cepu memegang porsi nasional terbesar dalam produksi migas pada tahun 2017 hingga 2021. Produksi minyak di Blok Cepu ditargetkan berkontribusi sebesar 30% dari total produksi minyak nasional di tahun 2021.

Adapun pemegang participating interest (PI) Blok Cepu antara lain Pertamina EP Cepu 45%, Exxonmobil Cepu Ltd 20,5%, Ampolex (Cepu) Pte.Ltd 24,5%, PT Sarana Patra Hulu Cepu, 1%, PT Asri Dharma Sejahtera 4,48%, PT Blora Patragas Hulu 2,18%, dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana 2,24%.

“Di tahun 2021, target produksi minyak dari Blok Cepu sebesar 219.860 barel per hari (bph) dan gas 55,16 juta MMSCFD,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, Rabu (3/2/2021).

Dwi menuturkan, penurunan produksi di Blok Cepu terjadi secara alamiah yang disebabkan oleh turunnya tekanan reservoir. “Blok Cepu ini masa PCS-nya tahun 2005 sampai tahun 2035. Jadi bagaimana kita menahan penurunan alamiah atau natural decline ini,” ungkapnya.

Dia memaparkan, pihaknya memiliki strategi utama untuk menahan laju penurunan di Blok Cepu. Pertama, manajemen reservoir yang baik, yakni world class reservoir management. Kedua, monetisasi untreated gas.

Ketiga, optimasi pengembangan lapangan dan pengeboran sisipan. “Keempat, pengembangan formasi clastic dan terakhir pengembangan lapangan sekitarnya yaitu Cendana dan Alas Tua,” jelasnya. (*)

Kejayaan Exxon Meluntur, Produksi Blok Cepu Mulai Turun

0

JAKARTA. – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebutkan produksi minyak dari Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, Jawa Timur, yang dioperasikan ExxonMobil Cepu Ltd, mulai 2022 akan terus menurun, menandai masa puncak produksi Blok Cepu telah lewat.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyebut pada 2021 produksi minyak dari Blok Cepu ini ditargetkan sebesar 219.860 barel minyak per hari (bph) dan gas 55,16 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Dwi mengatakan posisi Blok Cepu sempat memegang peranan besar dalam mendorong produksi migas nasional pada 2017 sampai dengan 2021. Pada tahun ini produksi minyak di Blok Cepu ditargetkan berkontribusi sebesar 30% dari total produksi minyak nasional.

“Blok Cepu ini masa PSC-nya adalah dari 2005 sampai 2035. Yang penting, bagaimana kita menahan penurunan alamiah atau natural decline,” ungkapnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi VII DPR RI, Rabu (3/2/2021).

Pemegang hak partisipasi (Participating Interest/ PI) Blok Cepu yakni Pertamina EP Cepu, 45%, ExxonMobil Cepu Ltd 20,5%, Ampolex (Cepu) Pte.Ltd 24,5%, PT Sarana Patra Hulu Cepu, 1%, PT Asri Dharma Sejahtera 4,48%, PT Blora Patragas Hulu 2,18%, dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana 2,24%.

Berdasarkan data SKK Migas, produksi minyak Blok Cepu bisa turun menjadi di bawah 150.000 bph pada 2023, bila tidak dilakukan upaya penahanan laju penurunan alamiah ini. Bahkan, pada 2030 diperkirakan produksi bisa di bawah 100.000 bph bila tidak dilakukan upaya apapun.

Untuk itu, menurut Dwi, pihaknya memiliki sejumlah strategi utama guna mencegah penurunan tajam dari produksi Blok Cepu ini.

Beberapa strategi tersebut antara lain manajemen reservoir yang baik dan monetisasi untreated gas.

“Jadi, gas sekarang sudah mulai naik volume dan porsinya, jadi dibutuhkan treatment dan melakukan monetisasi,” paparnya.

Lalu, blok ini juga akan dilakukan optimasi pengembangan lapangan dan pengeboran sisipan, pengembangan formasi clastic, dan pengembangan lapangan sekitarnya yakni Cendana dan Alas Tua.

Sebelumnya, Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan produksinya akan mulai turun pada pertengahan 2021 ini.

“Dari hasil pembahasan Work Program & Budget (WP&B) 2021 memang produksi yang dari Lapangan Banyu Urip akan turun perkiraan mulai dari pertengahan tahun 2021 sesuai perkiraan decline rate-nya,” ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Selasa (22/12/2020).

Julius menyebut penurunan produksi ini terjadi secara alamiah yang disebabkan oleh turunnya tekanan reservoir.

Lebih lanjut dia mengatakan, plato atau produksi puncaknya terjadi pada 2020 yakni berada di kisaran 228.000-230.000 barel per hari (bph).

“Saat-saat ini sekitar 228.000-230.000 bph. Mungkin sampai pertengahan atau akhir 2021. Setelah itu, akan mulai menurun gradually (bertahap) pelan-pelan sekali,” kata Julius. (*)

Mahfud MD: Kritik dari Din Syamsuddin Terhadap Pemerintah Harus Didengar

0

JAKARTA. – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md mengatakan pemerintah selalu mendengar kritik Din Syamsuddin.

“Coba, kapan pemerintah pernah menyalahkan pernyataan Din Syamsuddin apalagi sampai memprosesnya secara hukum, tidak pernah, dan Insyaallah tidak akan pernah karena kita anggap beliau itu tokoh,” ujarnya dalam sebuah video yang diterima Tempo, Ahad, 14 Februari 2021.

Pemerintah, kata Mahfud, menganggap Din Syamsuddin sebagai tokoh kritis, yang kritik-kritiknya harus di dengar.

Terlebih, kata Mahfud, dia mengenal baik sosok Din Syamsuddin. “Saya sering diskusi, kadang kala di rumah Jusuf Kalla, kadang kala di PP Muhammadiyah, kadang di undang ke kantor beliau,” ujarnya.

“Pemerintah Insyaallah tidak akan pernah menangkap orang kritis, yang diproses hukum itu orang yang nanti akan terbukti melanggar hukum. Mau kritis, tapi sebenarnya destruktif. Tapi kalau orang seperti Pak Din Syamsuddin, mana ada kita soal,” lanjutnya.

Din sebelumnya dilaporkan oleh Gerakan Antiradikalisme Institut Teknologi Bandung (GAR ITB) ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan tuduhan telah melanggar disiplin PNS. Ada sejumlah argumen yang dipaparkan, salah satunya pernyataannya dalam webinar Masyarakat Hukum Tata Negara Muhammadyah (MAHUTAMA) dan Kolegium Jurist Institute (KJI) 1 Juni 2020.Mahfud Md menegaskan tak akan menindaklanjuti laporan ini. “Tidak ada dari pemerintah niat sedikit pun untuk mempersoalkan kiprah pak Din Syamsuddin di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya. (*)

Polisi Tangkap Satu Tersangka Pembunuhan Turusgede

0

REMBANG. – Seorang tersangka atas kasus pembunuhan yang menimpa satu keluarga yang menelan empat orang korban meninggal dunia berhasil diungkap pihak kepolisian.

Tersangka atas nama Sumani (43) seorang laki-laki, Warga RT 002 RW 002 Desa Pragu Kecama-tan Sulang, yang merupakan rekan korban.

Kepala Polda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi saat memimpin jumpa pers di Mapolres Rembang pada Kamis (11/2) lalu menjelaskan, penetapan Sumani sebagai tersangka atas pembunuhan seniman Anom Subekti berdasarkan hasil labora-torium forensik (Labfor) Polri.

Dari hasil identifikasi terhadap sejumlah barang bukti yang diamankan polisi ditemukan bekas percikan darah dari salah satu korban kasus keji tersebut.

“Hasil Labfor, di kuku Sumani ada darah identik darah korban. Di rumah Sumani ditemukan, satu unit sepeda motor di setir ada resapan darah, celana training bercak darah, helm bercak darah, sabit bercak darah, dan perhiasan milik korban,” terang Luthfi.

Tersangka sendiri hingga saat ini belum bisa dimintai keterangan oleh penyidik, lantaran masih dirawat di RSUD dr. R Soetrasno Rembang, karena dalam kondisi tidak sehat.

Luthfi menambahkan, pada Jumat (5/2) lalu tim penyidik dari Polres Rembang, dibantu oleh tim dari Polda Jateng melakukan pendalaman penyelidikan atas temuan sidik jari pada gelas yang ber-ada di rumah korban.

Berdasarkan pendalaman penyelidikan, sidik jari tersebut mengarah kepada tersangka Sumani. Sedangkan pada saat itu pula tersangka Sumani diduga mencoba melakukan bunuh diri dengan menenggak cairan pestisida.

Hal itu, kata Kapolda Luthfi, sesuai dengan hasil pemeriksaan oleh dokter rumah sakit yang menangani perawatan Sumani. Di dalam lam-bung Sumani ditemukan cairan pestisida.

“Sampai sekarang belum dilakukan pemeriksaan pada tanggal lima (Jumat, 5 Februari 2021) tersangka merasa bahwa dirinya akan ditangkap. Maka dari itu, berupaya untuk bunuh diri. Keterangan medis dari rumah sakit di ginjalnya mengandung pestisidsa,” terangnya.

Sebelumnya, kasus pembunuhan terjadi di Sanggar Seni “Ongko Joyo”, Desa Turusgede Kecamatan Rembang pada Kamis dini hari (4/2) pekan lalu.

Peristiwa kejam itu me-nelan empat orang anggota keluarga, di antaranya yaitu kepala keluarga yang merupakan pemilik sanggar, Anom Subekti beserta istri dan dua bo-cah perempuan, yang me-rupakan anak dan cucu. (*)