Beranda blog Halaman 246

Blusukan Bantu Skalabilitas, Gus Yasin Lebih Pilih Naik Vespa

0

REMBANG. – Panglima santri gayeng sekaligus Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen menyelenggarakan kegiatan bakti sosial Ramadhan.

Rangakaian kegiatan tersebut diawali dengan jamaah sholat Isya’ dan tarawih di Masjid Al-Karim Desa Baturno Kecamatan Sarang, pada hari Jumat malam (16/04/2021).

Hadir juga pada kegiatan tersebut para tokoh masyarakat setempat dan Pemerintahan Desa Baturno Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang.

Selepas menjadi Imam sholat tarawih, Gus Yasin diperkenankan untuk memberikan mauidhoh, Wakil Gubernur yang pada saat menuju lokasi naik vespa tua dan didampingi para pengurus Santri Gayeng Nusantara Kabupaten Rembang, dilanjutkan penyerahan bantuan berupa beras dan sejumlah uang kepada anak-anak yatim piatu.

Masih tetap naik vespa tua, Orang nomer dua di Jawa Tengah tersebut selanjutnya menuju lokasi penyandang disabilitas di Desa Banoan Kecamatan Sarang,

Gus Yasin menyerahkan langsung bantuan berupa kursi roda kepada Mbak Asmi (21), penyandang disabilitas sejak lahir. Malam itu Mbak Asmi mengaku senang sekali dan dengan mata berkaca-kaca Mbak Asmi mengucapkan terimakasih.

“Terimakasih atas bantuannya semoga berkah dan manfaat,”ucapnya.

Selanjutnya di akhir rangkaian kegiatan bakti sosial, Gus Yasin beserta rombongan yang semuanya naik sepeda motor menuju Desa Sampung Kecamatan Sarang sejauh kurang lebih 8 Km. Di lokasi tersebut Wagub Jateng itu meninjau warung Santri Gayeng “mami”.

“Warung yang awalnya dulu di sini ada tetapi dengan adanya pandemi akhirnya tidak bisa beroperasi lagi. Atas inisiasi teman-teman Santri Gayeng, alhamdulillah kami bisa bantu dan sudah ada warungnya lagi,” jelas Syueb (Plt SGN Kabupaten Rembang).

Pembukaan warung sekaligus pemotongan pita dilakukan langsung oleh Gus Yasin selaku Panglima Santri Gayeng.

“Terimakasih kepada semua relawan, anggota dan donatur Santri Gayeng Nusantara yang sudah bersusah payah untuk memberikan contoh ke masyarakat ditengah pandemi ini, contoh untuk bangkit dari keterpurukan,” ungkapnya.

Gus Yasin berharap kegiatan ini menjadi penggerak bagi organisasi-organisasi sosial lainya untuk bersinergi bareng-bareng.

“Kita data kemiskinan di tiap daerah masing-masing dan kita bantu bersama-sama,” pesannya.

“Memang tidak besar nilainya tapi kalau ini bisa dilakukan oleh setiap organisasi dan setiap manusia yang mampu, untuk membantu serta menyisihkan sedikit rizkinya, harapannya bisa membantu pertumbuhan ekonomi dan membantu negara Indonesia dalam recovery ekonomi,” pesan Gus Yasin. (*)

Enam Warga Gembyungan, Randublatung Terima Bantuan Sosial Tunai

0

BLORA. – Bertempat di Kantor Balai Desa Gembyungan, Rabu (14/04/21) dilaksanakan pembagian dana Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada enam orang warga desa.

Selain menerapkan protokol kesehatan, acara penyerahan bantuan itu juga didampingi Babinsa dan Babinkamtibmas Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora.

Kepala Desa Gembyungan, Adip pada kesempatan itu menekankan kepada semua yang hadir untuk merapkan protokol kesehatan.

“Protokol kesehatan harus kita lakukan pada setiap saat, terlebih jika sedang bepergiatan atau menghadiri acara,” ujarnya.

Himbauan senada juga disampaikan Sertu Suparyadi selaku Babinsa, agar warga Desa Gembyungan terus meningkatkan disiplin dan mematuhi peraturan pemerintah.

“Mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19,” ujar Sertu Suparyadi. (*)

Mayoritas Petahana Tumbang dalam Pilkades Serentak 2021 di Pati. Sukardi, Kades Terpilih di Desa Gembong

0

PATI. – Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten pada tahun ini memunculkan fakta baru.

Sebanyak 70 Kades petahana yang ikut maju dalam Pilkades tahun ini tumbang, dan harus rela meletakkan jabatannya setelah dikalahkan oleh calon anyar.

Seperti yang terjadi pada Pilkades Desa Gembong, Pati yang diikuti oleh 3 orang calon: (1) Nor Kholis SE, (2) Gunarso, dan (3) Sukardi.

Pada hajatan Pilkades yang digelar, Sabtu (10/4/21), Sukardi menang telak setelah mengalahkan 2 calon lainnya. Sementara hasil penghitungan suara adalah sebagai berikut: Nomor urut; (1). 2.947 suara, (2). 271 suara, (3). 3.428 suara, dan tidak sah 81 suara.

Mendapat suara tebanyak, Sukardi mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat yang telah memberi kepercayaan kepada dirinya untuk mempimpin Desa Gembong selama 6 tahun ke depan dengan tetap memegang visi misinya.

Menurut Sukardi, masyarakat desa menginginkan adanya perubahan karena banyaknya persoalan pada periode sebelumnya yang belum tuntas hingga sekarang.

Sukardi juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga situasi agar kondusif, setelah kemarin sempat terjadi perbedaan pendapat.

“Silaturahmi harus tetap terjalin. Kabeh mbalik seduluran meneh… ra kerjo ra madang..,” pesannya dalam logat Jawa yang kental.

Pelaksanaan Pilkades di Desa Gembong bisa dibilang paling kondusif, walaupun di desa lain ada yang terjadi gesekan antar pendukung.

Sementara itu Ketua Tim Pemenangan kades terpilih, Suhadi SP mengatakan, keberhasilan calon nomor urut 3, serta kondusifitas masyarakat Desa Gembong tidak luput dari kerja keras tim Ring 1 yang dipimpinnya.

“Atas keberhasilan ini, kami juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Desa Gembong,” tandas Suhadi. (*)

Pemkab Bojonegoro Anggarkan 11,4 Miliar untuk Insentif Ketua RT/RW

BOJONEGORO. – Pemkab Bojonegoro menganggarkan dana Rp 11,3 miliar sebagai insentif para ketua RT/RW. Dana itu untuk pembinaan dan peningkatan kapasitas penguatan Lembaga Kemasyarakatan Desa tingkat RT/RW.

Hal ini diungkapkan Bupati Anna Mu’awanah saat acara pembinaan ketua RT/RW di Desa Tapelan, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Senin (12/04/2021).

Pembinaan tersebut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Forkopimca, dan 149 ketua RT/RW dari lima desa di Kecamatan Ngraho

Kegiatan ini sendiri berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 18 Tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa.

Dalam sambutannya, Bupati Anna Muawannah mengatakan, setiap ketua RT dan RW akan mendapatkan insentif sebesar Rp 100.000 per bulan yang akan dicairkan langsung ke rekening masing-masing ketua setahun dua kali.

“Insentif ini tidak menggunakan ADD atau tunjangan DD, tapi langsung dari kabupaten. Maka nomer rekening RT harus dimutakirkan. Kalau bisa insentif dan intensif.”

Bupati Anna mengimbau agar seluruh informasi data desa sudah harus bisa diakses melalui komputer menggunakan Sistem Informasi Desa (SID). Hal itu guna mendata setiap ketua RT dan RW di desa yang nantinya seluruh program pemerintah akan tersalurkan berdasarkan basis data tadi. Seperti bantuan sosial (bansos) atau hibah.

“Pemkab sedang memutakhirkan data RT dan RW, karena semua capaian dan target dituntut dengan data,” tegas Bupati Anna.

Setelah kegiatan ini, pemkab akan melakukan 14 kali dengan Desa Tapelan adalah kegiatan pertama di bulan April. Dari 450 peserta nantinya akan dibagi dua. 149 orang di 5 desa dan sisanya masuk ke gelombang dua.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Machmuddin mengatakan, peran RT/RW sangat diperlukan. Keberadaan RT/RW sangat sentral di dalam kepemerintahan.

“Peran RT/RW untuk meningkatkan kinerja dan administrasi yang sesuai, membangun kesepakatan untuk mengembangkan potensi desa, dan bisa memberikan potensi maksimal untuk pemberdayaan desa,” terangnya.

Ketua RT 7 RW 4 Desa Tapelan, M Sudarsono mengatakan, RT dan RW merupakan ujung tombak dalam negara. Tugas-tugas kepala desa disalurkan melalui RT.

“Dengan adanya insentif ini harapannya supaya desa maju dan makmur,” pungkasnya.

Selain itu, RT/RW berfungsi sebagai penggerak gotong royong dan partisipasi masyarakat di wilayah, pendataan kependudukan dan administrasi serta bertugas untuk memelihara keamanan, ketertiban dan kerukukan antar hidup warga. (*)

Tempati Kantor Baru, PWRI Blora Siap PUASA

0

BLORA. – PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia) Kabupaten Blora kini menempati kantor baru di Jalan Sudarman Nomor 3.

“Kami sangat bersyukur atas kebijakan dan bantuan dari Bupati Blora, sejak 8 April 2021 PWRI telah menempati kantor baru, eks kantor Dukcapil,” kata Ketua PWRI Blora, H. Bambang Sulistya, Minggu malam (11/4/21).

Untuk mewujudkan semangat kebersamaan dan sedekah lingkungan yang asri, secara simbolis dilaksanakan penanaman bibit mangga madu harum manis Purbalingga atau mangga gombyok di lokasi kantor yang baru.

Mangga jenis ini, menurut Bambang selalu berbuah sepanjang tahun dan buahnya bergerombol serta manis rasanya.

“Itu semua sebagai simbolisasi Sesarengan Mbangun Kebersamaan. Mudah-Mudahan memberi kontribusi positif bagi kemajuan Blora,” tambahnya.

Hari pertama menempati kantor baru, langsung dimanfaatkan untuk rapat pengurus PWRI, membahas kesiapan menyambut bulan suci Ramadhan.

Menurut Bambang, esensi bulan Ramadan adalah melaksanakan ibadah puasa. “Tapi saya memanaki puasa tidak sekedar menahan makan, minum dan berhubungan badan dari saat sejak matahari terbit sampai matahari tenggelam,” jelasnya.

Namun, PUASA adalah sebuah akronim yang memiliki pengertian. (P) Pengendalian diri dari berbagai aktivitas yang dapat membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Bahkan dalam pengendalian diri menurut khasanah budaya jawa harus dapat menutup sembilan lubang hawa tempat keluar masuknya nafsu yang ada di tubuh manusia yang dikenal “Babahan Howo Songo”.

“Sembilan lubang tersebut adalah dua lubang mata, dua lubang hidung ,dua lubang telinga, satu lubang mulut, satu lubang kemaluan dan satu lubang dubur,” paparnya.

Hadist Riwaat Bukhari dan Muslim bisa menjadi referensi bahwa, “Orang yang perkasa bukanlah orang yang menang dalam perkelaian tetapi orang yang perkasa adalah orang yang mengendalikan dirinya ketika marah.”

(U) Untuk orang beriman. Artinya, puasa di bulan Ramadan hanya untuk orang beriman, berarti orang gila tidak masuk wajib perpuasa.

Kemudian, (A) Amalan-amalan dalam bulan Ramadan yang mestinya dilaksanakan diantaranya perbanyak i’tikaf, tadarus Al Quran, tarawih, perbanyak istighfar, hidupkan malam lailatul qodar, perbanyak sedekah, taubat dan memperbanyak doa malam.

“Hal itu sesuai HR Bukhari, Barangsiapa salat malam dalam bulan Ramadan karena iman dan mengharap ampunan dari Allah, maka akan diampuni dosa dosa yang lalu,” ungkap Bambang.

Berikutnya, (S) Sambutlah hadirnya bulan Ramadan dengan penuh suka cita, ibarat akan menyambut tamu agung yang dinanti-nantikan.

“Bahkan ada ungkapan di salah satu hadist yang tersurat, “Barang siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadan, maka Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka,” terang Bambang.

Sedangkan (A) Ada harapan bagi yang dapat melaksanakan ibadah puasa dalam bulan Ramadan, maka segala dosa-dosanya akan diampuni, mendapat pahala berlipat ganda dan masuk surga melalui pintu khusus dan istimewa.

Menurut HR Bukhari, Sesungguhnya di surga ada salah satu pintu bagi orang2 berpusa di Bulan Ramadan namanya Ar Rayyan.

“Semoga kita dapat mempersiapkan diri dan menikmati damainya dan indah Ramadan 2021,” tandas mantan Sekda Blora itu. (*)

Dies Natalis ke-36, STTR Cepu Santuni 36 Anak Yatim Piatu dan 5 Ibu-ibu

0

BLORA. – Berbeda engan tahun-tahun sebelumnya, acara peringatan Dies Natalis yang ke-36 Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe (STTR) Cepu, Selasa (3/4) dikemas dalam kegiatan pemberian santunan.

Santunan berupa uang diberikan kepada warga yang tinggal di sekitar kampus STTR Cepu diantaranya, 36 anak yatim piatu dan 5 orang ibu yang melahirkan putra lebih dari sepuluh.

Dies Natalis yang mengusung tema “Senyummu Keberkahan bagi STTR Cepu itu dihadiri oleh Pembina Yayasan Drs. RM. Yudhi Sancoyo,M.M, Ketua Yayasan Ir. H. Sutikno Slamet, Ketua STTR Cepu Ir. Sarjono, M.Eng, mantan Direktur ATR Arif Yulianto, S.E, M.M, dan beberapa civitas STTR Cepu.

Menurut Ketua STTR Cepu Ir. Sarjono, melalui kegiatan pemberian san-tunan di diharapkan STTR Cepu akan maju, berkembang, dan semakin berjaya.

Pada dies natalis yang akan datang, Sarjono berharap bisa mengumpulkan seluruh civitas untuk ikut merasakan dalam pengabdiannya kepada STTR Cepu yang dalam waktu tidak lama akan berubah menjadi universitas.

“Tanpa kebersamaan STTR tidak akan bisa berubah,” ujar Sarjono.

Silaturahmi, menurut Sarjono bisa mendatangkan keberkahan serta rahmat dari Allah. “Semoga semua kegiatan yang dijalankan di STTR selalu dalam jalan yang benar,” tambahnya.

Demi masa depan Cepu maka STTR Cepu harus maju. Menurut Sarjono hal itu sesuai amanah pendiri STTR Cepu, GPH Jati Kusumo melalui pesan yang ditipkan, bahwa mahasiswa STTR Cepu harus memiliki jiwa Rong-golawe.

Di akhir sambutannya Sarjono berpesan kepada semua civitas yang muda agar selalu bersemangat, dan mau belajar kepada yang lebih tua.

Sementara itu Pembina Yayasan Drs. RM. Yudhi Sancoyo,M.M, dalam sambutannya memberikan apreseasi yang luar biasa kepada 36 anak yatim piatu dan ibu-ibu yang melahirkan putra lebih dari 10.

Yudhi juga berpesan, cita-cita STTR Cepu untuk menjadi universitas harus dilaksanakan dengan kejujuran dan kesungguhan, serta kerja-sama.

Yudhi juga berharap, ke depan jumlah penerima santunan semakin bertambah.

“Semoga keinginan STTR Cepu untuk merubah menjadi universitas bisa dimudahkan dan dikabulkan oleh Allah SWT,” ungkap mantan Bupati Blora itu.

Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Pembina Yayasan untuk diberikan kepada Ketua STTR Cepu. (*)


Buron Korupsi 15 Tahun, Tertangkap di Pati

0

PATI. – Hendro bin Tarmunji (45), buron kasus korupsi selama 15 tahun tertangkap di kediamannya, Kamis (8/4/21).

Buronan tersebut dibekuk Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati. Hendro dibekuk sekira pukul 15.00 WIB di Tayu (kediamannya). Saat ini Hendro berada di tahanan Lapas Pati.

Kepala Kejaksaan Negeri Pati Mahmudi mengungkapkan, dalam penangkapan ini pihaknya bekerja sama dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng dan Tim Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Kejaksaan Agung (Kejagung).

”Kami mendapat info dari Tim AMC, tim jaksa agung muda intelijen, dan tim Kejati Jateng. Kami mendapat share lokasi bahwa terpidana berada di Pati,” ujar dia.

Sementara itu Kepala Kejati Jateng Priyanto mengatakan, Hendro bin Tarmunji yang merupakan terpidana kasus korupsi selama 15 tahun.

“Saat di eksekusi di Kecamatan Tayu Kabupaten Pati, tersangka tidak melakukan perlawanan,” ujarnya, Jumat (9/4/21).

Hendro sendiri masuk dalam penangkapan Daftar Pencarian Orang (DPO) berdasarkan putu-san MA pada 8 Maret 2007.

“Hendro dihukum pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan dan pidana denda Rp 5 juta subsider 6 bulan kurungan, dan membayar uang pengganti Rp 207.118 618,” jelasnya. (*)

Tagih Pembayaran Proyek, Vendor Beraksi di PEM Cepu

0

“Sebelum pekejaan gedung selesai, pihak PEM lah yang menekan kami para vendor untuk membantu mengejar progres. Tapi setelah selesai, mereka tutup mata,” tegasnya.


Pembangunan gedung Lecture Room dan Workshop di lingkungan Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu, Kabupaten Blora memunculkan persoalan.

Sejumlah vendor yang melaksanakan pekerjaan selama hampir 3 bulan proyek yang berada di Jalan Putri Tujuh, kawasan Nglajo Kelurahan Balun Kecamatan Cepu itu mengaku belum dibayar.

Adapun jenis pekerjaan berupa pengadaan jasa konstruksi Gedung Lecture Room dan Workshop.

Kedua proyek tersebut senilai Rp 6.605.501.034,06 dari nilai pagu Rp 7.425.000.000,00 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2020. Pekerjaan dikerjakan oleh PT Era Jaya Wijaya, sebagai pemenang lelang.

Sementara pekerjaan tersebut ba-ru selesai dikerjakan bulan Januari 2021 lalu. Namun, perusahaan pemenang lelang yang beralamat di Kabupaten Blitar itu belum memenuhi kewajibannya kepada para vendor.

“Kami menuntut hak kami yang ada disini. Kami sudah bosan dan je-nuh hanya diberi janji-janji manis,” kata Kepala Produksi Beton Budi Mulya Kabupaten Bojonegoro, Bayu DP, Selasa (6/4) lalu.

Dia mengaku, PT Era Jaya Wijaya belum membayar pekerjaan yang telah diselesaikan, berupa pengadaan cor beton untuk kebutuhan gedung. “Nilai yang belum terbayar Rp 264.740.000,” kata dia.

Budi bersama vendor lainnya mengaku terpaksa memasang spanduk di depan gedung yang masih dalam masa perawatan itu sebagai bentuk protes. Dia berharap PEM Akamigas membantu me-nyelesaikan persoalan para vendor.

“Kami tidak menuntut PEM Akamigas untuk membayar. Kami hanya ingin PEM membantu mediasi supaya segera selesai,” tandasnya.

Sebab, pihaknya bersama sejumlah vendor lain sudah mengirimkan surat kepada PEM Akamigas untuk dibantu mediasi. Namun belum ada tanggapan.

Budi mengancam akan membuka borok pekerjaan pembangunan Gedung Lecture Room dan Workshop. Ada sejumlah bukti yang sudah dikantongi para vendor.

Vendor lain dari Toko Bangunan Singgahmata Kecamatan Sambong, Renny Erta F, juga mengalami nasib serupa. Material bangunan yang digunakan sampai sekarang belum dibayar.

Renny mengungkapkan, ada 8 vendor yang sementara ini belum menerima pembayaran dari PT Era Jaya Wijaya. “Kalau total semua vendor, mencapai Rp 1,5 miliar yang belum dibayar,” bebernya.

Sementara, Kepala Keamanan PEM Akamigas, Rifa’i, mengaku mendapat perintah untuk mencegah aksi para vendor. “Spanduknya diminta dilepas dan tidak publikasi media,” kata dia. (*)

Gegara Bediang, Rumah Janda di Randublatung Habis Terbakar

0

BLORA. – Minggu dini hari (4/4) pekan lalu, warga RT.03/RW.01 Desa Sumberjo Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora dikejutkan dengan terbakarnya rumah seorang janda berusia 65 tahun bernama Nyanijah.

Menurut saksi mata yang diwakili oleh Kepala Desa Sumberjo, Kusnan, bahwa kobaran api mulai terlihat pada pkl. 01.30 Wib.

“Nyanijah tinggal hanya sendiri, dan di dalam rumah itu juga ada seekor sapi,” ujar Kusnan.

Warga yang datang berbondong-bondong dengan alat seadanya berusaha memadamkan api. Dan, tidak lama kemudian 3 unit mobil pemadam kebakaran datang, diikuti 1 unit mobil BPBD dari Blora.

Dalam waktu singkat api berhasil dipadamkan, dan Nyanijah beserta seekor sapinya berhasil diselamatkan.

Namun demikian, rumah dan perabotan terlanjur habis dilalap si jago merah.

Kapolsek Randublatung AKP. Wismo melalui Kanit serse Ipda Joko Edi P

mengatakan, api diduga berasal dari bediang api yang terbakar sejak siang.

Kerugian ditaksir sekitar 20 juta rupiah, dengan rincian harga rumah Rp 15 juta dan perabotan rumah tangga senilai Rp 5 juta. (*)

Wakil Bupati Bojonegoro Apresiasi Pameran Lukis Sang Rupa

BOJONEGORO. – Hadir bersama Natasha Devianti Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro, Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto hadir dalam pembukaan pameran lukisan bertema “perEMPUan” dalam rangka memperingati hari Kartini di cafe jamboenesia Sabtu 10 april 2021 yang berlokasi di Jl. Lettu Suwolo 116 Ngrowo Kab. Bojonegoro.

Acara berlangsung mulai jam 15.00 dihadiri para seniman/pegiat seni Bojonegoro.

Mas Wawan panggilan akrab selaku Wakil Bupati Bojonegoro mewakili Pemkab Bojonegoro mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas undangan yang disampaikan oleh panitia.

“Karya sangrupa memang bagus dan keren, potensi-potensi seperti ini memang harus kita gali dan openi, patut diberikan apresiasi,” ujar wakil bupati.

“Saya yakin acara pameran ini akan menjadikan pemantik bagi anak muda/milenial maupun seniman yang lain di Bojonegoro,” tambahnya.

Tak lupa Natasha Devianti, selaku Anggota DPRD Kab. Bojonegoro, juga turut memberikan apresiasi kepada seniman-seniman Bojonegoro yang selama ini telah berkontributif terhadap pelestarian seni dan budaya di kab. Bojonegoro. Salah satunya melalui kegiatan workshop, pameran lukis, dan pertunjukan yang diselenggarakan kurang lebih selama 20 hari ke depan dari teman2 komunitas “sang rupa”.

“Ini sebagai magnet baru untuk pemajuan seni dan budaya Kabupaten Bojonegoro ke depan,” tandas wakil bupati. (*)