banner 728x250

Tagih Pembayaran Proyek, Vendor Beraksi di PEM Cepu

“Sebelum pekejaan gedung selesai, pihak PEM lah yang menekan kami para vendor untuk membantu mengejar progres. Tapi setelah selesai, mereka tutup mata,” tegasnya.


Pembangunan gedung Lecture Room dan Workshop di lingkungan Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu, Kabupaten Blora memunculkan persoalan.

Sejumlah vendor yang melaksanakan pekerjaan selama hampir 3 bulan proyek yang berada di Jalan Putri Tujuh, kawasan Nglajo Kelurahan Balun Kecamatan Cepu itu mengaku belum dibayar.

Adapun jenis pekerjaan berupa pengadaan jasa konstruksi Gedung Lecture Room dan Workshop.

Kedua proyek tersebut senilai Rp 6.605.501.034,06 dari nilai pagu Rp 7.425.000.000,00 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2020. Pekerjaan dikerjakan oleh PT Era Jaya Wijaya, sebagai pemenang lelang.

Sementara pekerjaan tersebut ba-ru selesai dikerjakan bulan Januari 2021 lalu. Namun, perusahaan pemenang lelang yang beralamat di Kabupaten Blitar itu belum memenuhi kewajibannya kepada para vendor.

Baca Juga:  Di Blora, DPC PDI Perjuangan Gelar Senam Sicita di 23 Lokasi

“Kami menuntut hak kami yang ada disini. Kami sudah bosan dan je-nuh hanya diberi janji-janji manis,” kata Kepala Produksi Beton Budi Mulya Kabupaten Bojonegoro, Bayu DP, Selasa (6/4) lalu.

Dia mengaku, PT Era Jaya Wijaya belum membayar pekerjaan yang telah diselesaikan, berupa pengadaan cor beton untuk kebutuhan gedung. “Nilai yang belum terbayar Rp 264.740.000,” kata dia.

Budi bersama vendor lainnya mengaku terpaksa memasang spanduk di depan gedung yang masih dalam masa perawatan itu sebagai bentuk protes. Dia berharap PEM Akamigas membantu me-nyelesaikan persoalan para vendor.

“Kami tidak menuntut PEM Akamigas untuk membayar. Kami hanya ingin PEM membantu mediasi supaya segera selesai,” tandasnya.

Baca Juga:  Ratusan Tanaman Jati Milik Perhutani Ditebang Orang Tak Dikenal

Sebab, pihaknya bersama sejumlah vendor lain sudah mengirimkan surat kepada PEM Akamigas untuk dibantu mediasi. Namun belum ada tanggapan.

Budi mengancam akan membuka borok pekerjaan pembangunan Gedung Lecture Room dan Workshop. Ada sejumlah bukti yang sudah dikantongi para vendor.

Vendor lain dari Toko Bangunan Singgahmata Kecamatan Sambong, Renny Erta F, juga mengalami nasib serupa. Material bangunan yang digunakan sampai sekarang belum dibayar.

Renny mengungkapkan, ada 8 vendor yang sementara ini belum menerima pembayaran dari PT Era Jaya Wijaya. “Kalau total semua vendor, mencapai Rp 1,5 miliar yang belum dibayar,” bebernya.

Sementara, Kepala Keamanan PEM Akamigas, Rifa’i, mengaku mendapat perintah untuk mencegah aksi para vendor. “Spanduknya diminta dilepas dan tidak publikasi media,” kata dia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.