Beranda blog Halaman 247

Peringatan HUT Perhutani ke-60, Bupati Anna Hadiri Kegiatan “Sinau Bareng”

BOJONEGORO. – Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menghadiri kegiatan Sinau Bareng dalam rangka Peringatan Perhutani Ke-60 yang di peringati tiap tanggal 29 Maret. Acara diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Tanggir, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro bekerja sama dengan LSM Gemuruh.

Sinau Bareng tersebut mengusung tema “Ngudari Potensi Alas Kanggo Kesejahteraan Masyarakat” dan dilakukan dengan menanam 500 bibit pohon trembesi di Alas Srunggo Desa Tanggir Kecamatan Malo, Kamis (8/4). Selain Bupati Anna, hadir pula KPH Parengan, Forkopimcam, Ademos Indonesia, dan Tokoh Masyarakat.

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah dalam sambutannya menyampaikan bahwa wilayah Bojonegoro, 40%-nya adalah wilayah kehutanan. Hutan tersebut milik perhutani dan hutan yang milik warga kehutanan yakni bentuknya perkebunan ataupun pertanian.

Oleh sebab itu berdasarkan peraturan baru, masyarakat yang tinggal di sekitar hutan Perhutani yang belum mempunyai lahan diperbolehkan untuk menanam dengan syarat tertentu. Salah satunya tidak diperbolehkan merusak pohon. Secara potensial kabupaten Bojonegoro sangat berpotensi bagi masyarakat yang mengelola kawasan hutan, namun dengan tata cara yang harus dibukukan dan dibakukan agar muncul kerja sama yang saling menguntungkan.

“Semoga dapat menambah cakrawala pandang, cakrawala berpikir, serta menambah mindset kita, bahwa hutan 40% di Bojonegoro ini dapat dilakukan kegiatan ekonomi di bidang pertanian, pariwisata dan lain sebagainya,” ungkap Bupati. (*)

Gempa 6,7 SR Dirasakan Warga Bojonegoro

0

BOJONEGORO. – Gempa berkekuatan 6,7SR telah mengguncang perairan di wilayah Kabupaten Malang. Namun getarannya hingga terasa sampai Kabupaten Bojonegoro bahkan Kabupaten Blora. Namun, gempa yang terjadi siang tadi Sabtu (10/4/21) sekira pukul 14.00wib tersebut tidak berpotensi Tsunami.

Kapolres Bojonegoro AKBP Eva Guna Pandia secara langsung memerintahkan seluruh Kapolsek di jajaran Polres Bojonegoro untuk mengecek wilayahnya masing masing apakah ada dampak dari Gempa Tersebut.

“Titik gempa berada di wilayah Kabupaten Malang, namun terasa hingga di Bojonegoro. Saya minta Kapolsek segera cek wilayahnya apakah ada dampak dari Gempa tadi”, Tegas Kapolres Bojonegoro AKBP Eva Guna Pandia

Sementara itu, Pujianto (25), salah satu warga Desa Pacul Kecamatan Kota Kabupaten Bojonegoro merasa kaget ketika rumahnya bergetar. Bersama keluarganya dia langsung lari keluar rumah khawatir terjadi sesuatu. Ternyata, warga sekitar juga merasakan adanya Gempa Bumi tersebut.

“Saya kaget mas, jadi ya langsung lari keluar rumah,” ucapnya.

Berdasarkan data dari BMKG, Gempa dengan kekuatan 6,7SR tersebut tidak menyebabkan Tsunami. Berikut data lengkapnya:

TELAH TERJADI GEMPA BUMI DENGAN PARAMETER SEMENTARA SEBAGAI BERIKUT:

Kekuatan : 6.7 SR

Tanggal : 10-Apr-2021

Waktu Gempa : 14:00:15 WIB

Lintang : 8.95 LS

Bujur : 112.48 BT

Kedalaman : 25 Km

Lokasi:

Java, Indonesia

Keterangan:

90 km BaratDaya KAB-MALANG-JATIM

95 km Tenggara KAB-BLITAR-JATIM

100 km Tenggara KOTA-BLITAR-JATIM

190 km BaratDaya SURABAYA-JATIM

700 km Tenggara JAKARTA-INDONESIA

Informasi Tsunami :

Gempa ini tidak berpotensi TSUNAMI

Sumber : BMKG

Pemkab Bojonegoro Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Jembatan Kanor-Rengel

BOJONEGORO. – Pemkab Bojonegoro menggelar acara peletakan batu pertama pembangunan jembatan Kanor -Rengel, Jumat (9/4/21). Jembatan tersebut menghubungkan Kecamatan Kanor (Bojonegoro) dengan Kecamatan Rengel (Tuban).

Pembangunan jembatan sudah ditunggu masyarakat. Selama ini akses sarana transportasi masyarakat di sekitar Bengawan Solo, yakni melintasi sungai masih tradisional. Perahu penyeberangan berada di Desa Semambung, Kecamatan Kanor. Tiap hari dua perahu membantu warga menyeberangi sungai. Rata-rata perahu membawa 17 orang menyeberang sungai.

Acara peletakan batu pertama pembangunan jembatan sebagai penanda dimulainya pembangunan jembatan. Hadir dalam acara tersebut, Bupati Bojonegoro Anna Muawannah, Wakil Bupati Tuban Ir. H. Noor Nahar Hussein, Wakil Bupati Blora, Dandim 0813, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bojonegoro, Forkopimpda, Kapolres, dan OPD terkait.

Kepala Dinas PU Bina Marga Bojonegoro, Retno Wulandari menjelaskan, pembangunan jembatan sepanjang 210 meter terdiri dari 5 bentang menggunakan rangka baja tipe A. Dengan lebar jalur kendaraan 7 meter dan trotoar 2×1 meter. Estimasi waktu jika warga melintas melalui jembatan lebih kurang satu menit.

“Penghubung dua wilayah Desa semambung (Kanor) – Desa Ngadirejo (Rengel) berdasarkan anggaran APBD Bojonegoro tahun 2020 sebesar Rp 88,695 miliar,” katanya.

Sementara itu, Bupati Anna mengatakan, semakin cepat infrastruktur dibangun semakin cepat membuka akses kawasan yang potensi.

“Sepanjang tidak salah regulasi kita akan terus bekerjasama dalam pembangunan. Akhir tahun semoga Jembatan Kanor-Rengel bisa diresmikan. Semoga kondisi alam bisa beriringan dan pembangunan jembatan cepat diselesaikan,” tuturnya.

Untuk itu pembangunan Jembatan Kanor-Rengel perlu dikawal bersama-sama dengan masyarakat sekitar agar pembangunan berlangsung lancar.

Wakil Bupati Tuban Ir. H. Noor Nahar Hussein, dalam sambutannya mengatakan, sangat berterima kasih dengan pembangunan jembatan penghubung dua wilayah ini.

“Jembatan ini nantinya menjadi penghubung dua wilayah dan akan membawa perkembangan pertumbuhan ekonomi dari dua wilayah. Dengan dibangun jembatan akan ada hubungan yang makin semakin intens,” tuturnya.

Dimulainya pembangunan jembatan disambut antusias warga. Paduki, warga Kecamatan Kanor, mengatakan sangat senang dengan adanya pembangunan jembatan yang menghubungkan dua wilayah Desa Semambung-Desa Ngadirejo.

“Sehari-hari lewat sini karena paling dekat,” ujar pria yang bekerja di Depo Semen Tuban itu.

Paduki menambahkan, dengan adanya jembatan, tentunya akses lebih cepat daripada menggunakan perahu tradisional.

“Kalau menyebrang pakai perahu pulang-pergi Rp 4 ribu. Nunggu lama sampai perahu penuh. Kalau ada jembatan jadi lebih cepat.” (*)

Tahun 2021, Pemkab Bojonegoro Targetkan Bangun Jalan Cor 190 Km

BOJONEGORO. – Pemkab Bojonegoro terus meningkatkan infrastruktur jalan, mulai jalan kabupaten hingga jalan desa. Untuk tahun 2021, Pemkab merencanakan membangun jalan cor 190 kilometer. Salah satunya adalah ruas jalan Sobontoro – Margomulyo sepanjang 7 kilometer.

Kepala Dinas PU Bina Marga Bojonegorofoo Retno Wulandari saat di acara Sambang Desa yang dilaksanakan di Desa Sekaran Kecamatan Balen, Selasa (07/04/2021) mengatakan bahwa di tahun 2021 Pemkab Bojonegoro akan membangun jalan cor sepanjang 190 kilometernya.

“Salah satunya yaitu poros jalan Desa Sobontoro- Margomulyo sepanjang 7 kilometer dan InsyaAllah akan dilaksanakan bulan depan,” ucapnya.

Kadin PU Bina Marga tersebut menjelaskan Pemkab masih ada kegiatan lanjutan prioritas jalan sepanjang kurang lebih 67 kilometer untuk jalan yang menjadi kewenangan Kabupaten. Sedangkan untuk jalan yang kewenangannya ada di desa kurang lebih sepanjang 1.449 kilometer yang akan tetap dibantu pemkab Bojonegoro.

“Namun, jalan yang panjangnya 1.449 kilometer tersebut tidak bisa kami kerjakan secara bersamaan. Jadi kami mohon kepada warga ataupun masyarakat untuk bersabar dulu dalam pelaksanaan pembangunan jalan tersebut,” ujar Retno.

Sementara itu, untuk jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Desa pada tahun ini ada kegiatan BKD di 241 Desa. Akan tetapi itu nanti masih ada beberapa yang perlu dicroscek ulang. Karena desa yang sudah mendapat kegiatan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) atau yang mendapat kegiatan KBSB akan dieliminir.

“Mungkin dari 241 desa, berkurang menjadi 238 desa. Kalau panjangnya sepanjang 390 kilometer,” pungkasnya.

Dalam Kesempatan yang sama, Bupati Bojonegoro Anna Muawanah mengatakan dengan adanya pembangunan jalan desa ini, dapat membantu dan mendorong perekonomian masyarakat menjadi lebih baik lagi.

“Bagi desa yang pelaksanaannya di tahun 2022 mohon bersabar dulu, karena tidak mungkin pemkab Bojonegoro langsung membangun 1.449 kilometer ruas jalan desa,” tambahnya. (*)

Terbitkan Telegram, Kapolri Larang Media Menyiarkan Aksi Arogansi

0

JAKARTA. – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan surat telegram berupa pedoman siaran jurnalistik. Salah satunya, melarang media menyiarkan tindakan polisi yang menampilkan arogansi dan kekerasan.

Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/750/Aiv/HUM.3.4.5/2021 tersebut bertanggal 5 April 2021 menjadi dasar pengingat para pengemban fungsi Humas Polri di kewilayahan. Isi surat itu mengatur perihal pelaksanaan peliputan bermuatan kekerasan dan/atau kejahatan dalam program siaran jurnalistik.

Ada 11 hal yang diinstruksikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada jajaran Humas Polri. “Pertimbangannya agar kinerja Polri di kewilayahan semakin baik,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono ketika dihubungi wartawan, Selasa (6/3/2021).

Berikut isi lengkap instruksi Kapolri:

  1. Media dilarang menyiarkan upaya/tindakan kepolisian yang menampilkan arogansi dan kekerasan, diimbau untuk menayangkan kegiatan kepolisian yang tegas namun humanis.
  2. Tidak menyajikan rekaman proses interogasi kepolisian dan penyidikan terhadap tersangka tindak pidana.
  3. Tidak menayangkan secara terperinci rekonstruksi yang dilakukan oleh kepolisian.
  4. Tidak memberitakan secara terperinci reka ulang kejahatan meskipun bersumber dari pejabat kepolisian yang berwenang dan/atau fakta pengadilan.
  5. Tidak menayangkan reka ulang pemerkosaan dan/atau kejahatan seksual.
  6. Menyamarkan gambar wajah dan identitas korban kejahatan seksual dan keluarganya, serta orang yang diduga pelaku kejahatan seksual dan keluarganya.
  7. Menyamarkan gambar wajah dan identitas pelaku, korban dan keluarga pelaku kejahatan yang pelaku maupun korbannya yaitu anak di bawah umur.
  8. Tidak menayangkan secara eksplisit dan terperinci adegan dan/atau reka ulang bunuh diri serta menyampaikan identitas pelaku.
  9. Tidak menayangkan adegan tawuran atau perkelahian secara detail dan berulang-ulang.
  10. Dalam upaya penangkapan pelaku kejahatan agar tidak membawa media, tidak boleh disiarkan secara live, dokumentasi dilakukan oleh personel Polri yang berkompeten.
  11. Tidak menampilkan gambaran eksplisit dan terperinci tentang cara membuat dan mengaktifkan bahan peledak.
    “Surat Telegram ini bersifat penunjuk dan arahan untuk dilaksanakan dan dipedomani,” begitu petikan surat tersebut. Berkas itu ditandatangani oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono atas nama Kapolri. (*)

Pemkab Bojonegoro Akan Serap Gabah Petani lewat BUMD Khusus Pertanian

BOJONEGORO. – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro akan menyerap gabah petani melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dibentuk khusus untuk pertanian. Ini menyusul keluhan para petani terkait harga gabah yang sempat anjlok dan merugikan banyak petani di Bojonegoro.

Bupati Bojonegoro Anna Muawannah menjelaskan, harga gabah turun dikarenakan Bulog memang sudah tidak menyerap gabah petani sejak 2019 dan tidak menjalankan program pemerintah seperti raskin lagi.

“Pemkab ingin menyelesaikan, tapi regulasi tidak memungkinkan. Sehingga agar harga gabah tidak lagi anjlok akan dibuatkan BUMD khusus pertanian yaitu PT. Pangan Mandiri,” jelas Bupati Anna saat menghadiri acara Sambang Desa di Desa Sekaran, Kecamatan Balen, Rabu (7/4/21).

Bupati menjelaskan, BUMD yang bergerak di bidang pertanian itu nantinya akan membantu petani ketika harga gabah anjlok. Sehingga antara Program BUMDes dan Program Petani Mandiri akan bersinergi.

“Saya sudah menyampaikan untuk menahan sekurangnya dua minggu dan paling lama satu bulan saja. Harga gabah akan kembali naik karena daerah lain defisit beras, sementara Bojonegoro surplus. Jadi harga gabah pasti naik,” terangnya.

Salah satu petani asal Desa Sekaran, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Mursid menyampaikan pertanian di desa-desa mengalami kendala. Salah satu penyebab karena tingginya biaya perawatan dan turunnya harga gabah sehingga hasil tani tidak bisa mencapai maksimal.

“Kami petani mengusulkan harga gabah stabil, musim panen raya pemerintah sigap merespon harga gabah, dan pupuk bersubsidi,” ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Helmy Elisabeth menegaskan, Bulog sudah tidak bisa membeli gabah kering giling dan beras seperti dulu. Bulog saat ini hanya bisa menyerap beras untuk bencana.

“Pemkab tidak akan tinggal diam. Bersama Ibu Bupati bahkan kita ke dirut Bulog untuk mempertanyakan hal ini. BUMD khusus pertanian karena Pemkab tidak bisa langsung beli dari petani,” ujarnya.

Helmy menghimbau agar Program Petani Mandiri tetap dijalankan. Wilayah Kecamatan Balen terdapat 63 kelompok tani yang sudah dapat Kartu Petani Mandiri (KPM). Rinciannya, pada 2021 terdapat 28 kelompok, sisanya di 2022 akan tuntas. (*)

Menpan RB Hadiri Grand Launching Mall Pelayanan Publik Bojonegoro

BOJONEGORO. – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo, Selasa (6/4/21) hadir dan meresmikan Mall Pelayanan Publik (MPP) Bojonegoro. MPP sebagai upaya percepatan dan ketepatan dalam reformasi dan birokrasi di Kabupaten Bojonegoro.

Peresmian MPP Bojonegoro dilaksanakan di Gedung MPP Jl. Veteran No.227, Ngrowo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro.

Hadir pula Bupati Bojonegoro Anna Muawanah, jajaran Forkopimda serta para organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Bojonegoro.

Menpan-RB Tjahjo Kumolo menyampaikan, dalam upaya memberikan percepatan dan pelayanan terkait reformasi dan birokrasi kepada masyarakat, MPP adalah sesuatu hal yang baru.

“Fungsi diantaranya memberikan ketepatan melayani masyarakat dan memberikan kecepatan dalam pengurusan perijinan,” ujarnya.

Keberadaan MPP, lanjut Menpan-RB, bisa dimanfaatkan masyarakat Bojonegoro untuk menyelesaikan semua persyaratan cukup di satu tempat. Tentunya dengan tetap menggunakan koridor dan aturan undang-undang hukum.

Tjahjo Kumolo sangat mengapresiasi kinerja Pemkab Bojonegoro bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) atas sinergitas dan kolaborasi dalam meningkatkan dan memberikan pelayanan yang prima bagi masyarakat Bojonegoro. Namun yang paling penting dalam pembangunan MPP sarana prasarana pendukung kenyamanan yang akan dipersiapkan dalam MPP harus memberikan kenyamanan.

“Memberikan tampilan yang baru, yang punya ciri khas, persiapkan sarana untuk kelompok rentan serta standar bangunan yang mudah diakses,” ucap Menpan-RB.

Masih dalam penjelasannya, Menpan-RB juga mengatakan, dalam masa pandemi seperti ini, teknologi digital dan tranformasi penggunaan teknologi informasi menjadi sebuah kewajiban.

“Bangun kerja sama dan kolaborasi antar instansi untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat Bojonegoro,” pungkasnya. (*)

Polda Jatim Bongkar Peredaran Regulator Tak Ber SNI

0

SURABAYA. – Unit IV Subdit I (Indagsi) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim, membongkar peredaran regulator tekanan rendah yang tidak sesuai SNI, yang diperdagangkan ke masyarakat.

Dari pengungkapan ini, Polda Jatim telah menetapkan satu orang tersangka yakni pimpinan dari PT. Cipta Orion Metal, selaku produsen yang telah memperdagangkan regulator merk Starcam yang tidak sesuai SNI.

Pengungkapan ini setelah penyidik melihat dari salah satu media adanya pemberitaan tentang pemusnahan terhadap regulator LPG. Dari situ, anggota akhirnya melakukan penyelidikan.

Dari penyelidikan yang dilakukan, anggota mendatangi salah satu gudang di kawasan Margomulyo Indah dan pergudangan Mutiara blok B-30, Surabaya.

“Selain itu juga dilakukan pengecekan di salah satu distributor yang ada di wilayah Jawa Timur,” jelas Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Senin (5/4/2021) siang.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan di B4T (Balai Besar Bahan dan Barang Teknik) dan di BBLM (Balai Besar Logam dan Mesin). Bahwa regulator yang diperdagangkan ke masyarakat tidak terpenuhi unsur terhadap produk regulator tekanan Rendah.

“Peralatan regulator ini sangat berbahaya jika dipergunakan oleh konsumen atau masyatakat,” tambahnya.

Regulator ini disita dari 5 (lima) distributor dan satu produsen, dari lima distributor PT. Jaya Gembira, PT. Paracom, CV. Satelit, CV. Utama dan CV. Adma Totalindo.

Sementara itu dari hasil penyelidikan, Polda Jatim mengamankan regulator yang sebanyak 34.913 ribu.

Sementara itu Wadirsus Polda Jatim AKBP Zulham Efendi menjelaskan, apabila regulator ini digunakan oleh masyarakat di dalam ruangan, maka itu akan membahayakan konsumen. Karena hasil uji, bahwa ada bunyi dan getaran. Dan jika ada percikan api maka bisa menyebabkan kebakaran.

“Harga tidak jauh berbeda dengan yang ada di lapangan, namun dari segi keselamatan jauh berbeda dengan yang ber SNI,” tutup AKBP Zulham Efendi, Wadirsus Polda Jatim.

Pasal 113 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan dan Pasal 66 UU Nomor 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian, dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun. (*)

Rayakan Paskah 2021, GITJ Gembong Tetap Protap Kesehatan

0

PATI. – Walaupun masih dalam situasi pandemi, perayaan “Jumat Agung” dan Paskah di GITJ Gembong, Pati, Minggu (4/4/21) terasa sangat hikmat.

Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, paskah dengan tema “Berpaling Kepada Sang Pemberi Hidup” bisa diikuti dan dirayakan semua jemaat dengan tertib, tanpa mengurangi esensi dan arti Paskah itu sendiri.

Penerapan protap kesehatan dalam kegiatan Jumat Agung diantaranya, panitia membagi pelaksanaannya menjadi 2 sesi. Sesi pertama jam. 07.00 wib sampai dengan jam 08.15 wib. Sesi kedua jam. 09.00 wib sampai dengan jam 10.15 wib.

Ketua Panitia Paskah, Krismanto Yunathan, S E menegaskan, bahwa tiap sesi-nya maksimal 70 orang.

“Kalau untuk hari Minggu kita gunakan Gedung Serbaguna yang bisa menggabungkan dua sesi menjadi satu dengan jumlah jemaat 140 orang,” ujarnya.

Selain mematuhi jaga jarak, panitia juga menyediakan masker, hand sanitizer,” ungkap Krismanto.

Krismanto menambahkan, Komisi Anak dilaksanakan pada Minggu pagi untuk menciptakan suasana dan cuaca yang sejuk. Untuk anak-anak ditempatkan di out door.

“Kegiatan kami adakan di out door sekaligus untuk memecah kerumunan walaupun sudah dibagi menjadi 2 kelompok,” ujar Krismanto.

Sementara itu Pendeta Stefanus Siswanto STH berpesan, bahwa sampai kapan pun para jemaat harus kita mengikuti anjuran pemerintah dan mematuhi protokol kesehatan, serta menjalankan dengan kehati-hatian dan hikmat.

Pendeta Stefanus Siswanto STH

“Panitia sudah merencanakan dengan sedetail mungkin. Seperti contoh, pulangnya jemaat nanti diatur perbaris supaya tidak berkerumun dan berdesak- desakan. Karena kita tidak tahu sampai kapan pandemi ini selesai, namun pelaksanaannya tetap tidak mengurangi esensi dan arti,” ujar pendeta.

Kepada masyarakat Indonesia khususnya ummat Muslim yang akan memasuki Bulan Ramadhan, Pendeta Stefanus menyampaikan selamat melaksanakan ibadah puasa.

“Keluarga saya juga banyak yang muslim. Semoga dalam masa pandemi ini tetap bisa melaksanakan ibadah,” tandasnya.

Terkait larangan mudik, menurut Pendeta Stefanus sebaiknya diikuti anjuran pemerintah.

“Bagi saudaraku umat muslim yg belum bisa mudik lebaran, mungkin harus bersabar, karena masih ada kesempatan untuk bersilaturohmi dengan saudara saudara di kampung walaupun lewat medsos atau vidio call,” pesannya. (*)

Upaya Penyelamatan Korban di Air, BPBD Pati Gelar Latihan Rescue Water

0

PATI. – BPBD Kabupaten Pati, Minggu (04/04/21) menggelar latihan penyelamatan di air dengan menggunakan perahu karet.

Latihan dengan tema “Rescue Water” yang dilaksanakan di Obyek Wisata Waduk Seloromo, Gembong, Pati itu diikuti 30 peserta berasal dari SAR, MTA, VRPB, dan BPBD .

Kepala pelaksana BPBD Pati melalui Katim wilayah barat, Haryanto dan Warsito mengungkapkan pelatihan dalam pelatihan yang menghadirkan instruktur dari BASARNAS dan tim BPBD Pati yangg sudah profesional dan bersertifikat itu peserta tidak hanya diberikan teori tetapi juga praktek di lapangan.

“Diawali dengan pemanasan senam pagi bersama-sama juga menghadirkan instruktur senam,” ujar Warsito yang akrab disapa Pak Brewok itu.

Dikatakan oleh Pak Brewok, latihan penyelamatan air mengunakan perahu karet dilakukan karena adanya 2 waduk besar di Pati, salahsatunya di Kecamatan Gembong yang merupakan tempat wisata.

“Untuk antisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dari para pengunjung, maka semua relawan harus diilatih dan disiapkan menjadi tim penyelamat ketika terjadi orang tenggelam,” tambahnya.

Melalui pelatihan tersebut diharapkan semua relawan memahami materi yang disampaikan oleh para instruktur.

“Nantinya supaya paham apa yang harus diperbuat jika terjadi orang tenggelam di air yang masih selamat,” tandas Pak Brewok. (*)