Beralih ke Varietas Inpari 32, Petani Desa Ngilen-Kunduran Raih Keuntungan Berlimpah

.-

Penyuluh Pertanian Lapangan () mendapingi panen padi varietas inpari 32 untuk MT (masa tanan) 1 bersama kelompok tani Sido Widodo Desa Ngilen Kecamatan , , Senin (19/2/2024).

Mohtar Ardi, salah satu petugas BPP (Bandan Pelaksanaan Penyuluhan) Dinas Pertanian Kecamatan Kunduran membenarkan bahwa di Desa Ngilen mulai beralih ke varietas inpari 32. Sebelumnya, kebanyakan warga Ngilen menanam padi varietas Mapan tipe 05 namun hasilnya kurang memuaskan karena tingkat bobotnya yang kurang baik.

“Beralih ke bibit padi varietas inpari 32 petani bisa mendapat keuntungan berlimpah, karena timbangannya lebih mantab dibandingkan jenis padi varietas 05/Mapan,” ujar Mohtar Adi ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/2/2024).

Menurut Mohtar Adi, panenan kali ini dengan varietas Inpari 32 menghasilkan provitas 6,7-7,1 ton/hektar. Dengan harga GKG (gabah kering giling) Rp. 7.500 (combi). Harga ini meningkat sangat jauh dibandingkan dengan bulan Desember tahun 2023 kemarin.

Baca Juga:  Lampu PJU Mati sudah Setahun, Jembatan Wulung dan Jembatan Randublatung Mengerikan di Malam Hari

musim tanam (MT) 1 kali ini mencakup kurang lebih 125 hektar sawah milik petani Desa Ngilen. Dan rata-rata hasil panen dijual langsung kepada penebas padi. “Kebanyakan langsung laku di tempat, dan tidak ada yang dibawa pulang,” ucap pria asli warga Kelurahan Kunduran itu.

Sementara untuk mendapatkan bibit padi varietas Inpari 32, menurut Mohtar Adi bisa didapatkan dari kelompok tani “Sri Widodo”, yaitu gabungan kelompok tani (gapoktan) yang ada di Desa Ngilen. “Petani Desa Ngilen bisa mendapatkan bibit padi varietas Inpari 32 secara gratis,” tambahnya.

Salah satu anggota kelompok tani “Sri Widodo “ bernama Rifai membenarkan, bahwa bibit padi inpari 32 dibagikan kepada anggota kelompok secara cuma-cuma, alias gratis. “Alhamdulillah kami bisa mendapat benih ini langsung dari gapoktan, dan tidak dipungut biaya sepeser pun,” ucapnya.

Baca Juga:  Halal bi Halal KTNA Blora Menjadi Ajang Diskusi Pertanian dan Peternakan

Karena hujan sudah mulai turun di banyak provinsi, maka pemerintah mendorong agar petani segera memulai menanam padi untuk musim tanam (MT) 2, karena waktu tanam kemarin agak mundur karena El Nino.

“Petani saat ini didorong agar segera melakukan proses tanam, karena diharapkan di bulan Juni atau Juli kita sudah mulai panen, agar target panen Indonesia meningkat lagi karena kemarin sempat turun akibat fenomena El Nino,” papar Mohtar Adi. (*)