Wajah Sumringah Wanita Bernama Suminah, Lansia Penjual Getuk Keliling di Blora

.-

Getuk, getuk.., gendar, lopis… Kalimat ini selalu terdengar setiap pagi, di lingkungan Perumnas Karang Jati. Kalimat itu disuarakan oleh perempuan lanjut usia (lansia) berusia lebih dari 80 tahun. Wajahnya yang sumringah seolah menunjukkan optimismenya menjalani kehidupan dengan penuh kepasrahan kepada Gusti Allah Yang Maha Adil.

Mbah Sum panggilan akrabnya, menjalani kehidupan dengan optimis dan penuh kepasrahan kepada Gusti Allah Yang Maha Adil.
Wanita yang memiliki nama lengkap Suminah itu adalah warga Kec/Kab Blora, Jawa Tengah yang dalam menjalani hidup selalu berpegang teguh pada prisip pitutur Jawa, “Wong urip iku ana sing ngatur mulane ora usah bingung lan wedi pasrahno uripmu karo sing gawe urip. (Orang hidup itu sudah ada yang mengatur makanya tidak usah panik dan takut, serahkan hidupmu kepada Allah pemberi kehidupan)”.

Baca Juga:  Ke Jogja, Ganjar Mampir ke Tempat Indekosnya saat Kuliah

Kepada penulis ia mengungkapkan ritme kehidupannya dari sejak bangun tidur sampai istirahat malam. Setiap hari mengawali kehidupan dengan salat tahajud hingga salat subuh. Setelah itu baru melaksanakan kegiatan membuat getuk dari ketela pohon, gendar dan lopis.

Setelah semua dagangan siap ia lalu berkeliling kaki sambil menggendong dunak, menelusuri jalan jalan menuju ke Perumnas untuk menawarkan getuk buatannya.

Ekspresi wajahnya yang selalu dihiasi senyuman alami bisa membuat hati trenyuh siapapun yang ditemui higga ingin membeli.
, tokoh masyarakat adalah salah seorang yang mengaku kagum melihat semangat Mbah Sum yang dilihatnya setiap hari.

Mantan Sekda Blora itu sempat menanyakan berapa penghasilan Mbah Sum setiap harinya. “Lumayan, bisa untuk menambah beli jajan cucu dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Mbah Sum dengan sikap prasojo, Sabtu (10/2/2024).

Baca Juga:  Airnya Kering, Waduk Greneng Sepi Pengunjung

Bambang Sulistya yang juga mantan anggota itu mencoba bertanya tentang siapa Paslon dan Cawapres yang akan memenangkan pada hari Rabu Legi 14 Februari 2024.

Mbah Sum dengan senyumnya yang lugas lugas menjawab. “Sedanten pasangan sae, ingkang unggul pasangan ingkang dipun kersakke Gusti Maha Bijak. (Semua pasangan baik,yang jadi pemenang adalah yang dikehendaki oleh Allah Yang Maha Bijaksana).”
Pitutur Mbah Sum itu menurut Bambang Sulistya, patut menjadi dan inspirasi dalam kehidupan sehari-hari karena dapat memberi pencerahan dan menyadarkan kepada kita semua. Bahwa siapapun nanti yang terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden kita sebagai orang beriman meyakini, calon terbaik yang merupakan Kehendak Allah.
“Semoga pesta 2024 berjalan luber, jurdil, aman, damai dan bermartabat,” ungkapnya. (*).