Soedadyo Ajarkan Tujuh Langkah untuk Terus Berkarya Nyata

.-

itu hebat, bermanfaat, dan menjadi jimat bagi para dalam melaksanakan kepada masyarakat hingga akhir usia.
Itulah ungkapan yang disampaikan oleh Sekretaris Persatuan Wredatama Republik Indonesia () , H. Soedadyo ketika memberikan pencerahan dengan tema “Spirit Tujuh Rahasia Super Sehat dan Super Tua” kepada para pengurus , Sabtu (7/10/2023) di ruang pertemuan Kantor PWRI Kabupaten Blora, Jateng.
Mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja Tranmigrasi dan Kabupaten Blora termasuk sosok pemimpin di kota satai yang punya banyak talenta dan super sibuk karena lebih dari 15 buah yang diikuti termasuk saat ini juga di beri amanah sebagai wakil ketua Kabupaten Blora dan Sekretaris Kabupaten Blora.
Ia punya sesanti dalam hidupnya, yaitu bermanfaat, produktif dan Komitmen untuk bisa membantu kepada kaum yang belum beruntung.
“Adapun tujuh Rahasia Super Sehat dan Super Tua merupakan tujuh langkah yang harus diamalkan dalam hidup sehari-hari agar bisa hidup panjang usia seperti Bapak Mahatir Mohamad umur 95 tahun masih menjadi Menteri ,” tuturnya di Blora, Senin (9/10/2023).
Diantaranya tujuh langkah tersebut sebagai berikut, pertama, orang harus banyak bergerak untuk terus berkarya nyata walaupun sudah .
“Jangan pernah berpangku tangan, malas malasan apalagi punya kesukaan gemar mengeluh, sambat dan merasa diri sudah tidak bermanfaat,” jelasnya.
Upayakan setiap hari harus ada aktifitas positif sejak bangun tidur sampai istirahat malam.Setiap aktivitas jangan dinilai atau diukur dapat menghasilkan uang atau tidak tapi nilailah aktivitas yang dilakukan memberi manfaat baik pada diri sendiri maupun orang lain.
Hindari kegiatan yang merugikan orang lain seperti kegiatan ngrumpi,ghibah apalagi provokasi yang menyebapkan perpecahan kerukunan,persatuan dan kesatuan bangsa.
Kedua, makan jangan terlalu banyak hanya 80% dari kenyang yang penting asupan gizi seimbang dan hindari makanan yang terlalu manis,asin dan berkolesterol.
Tiga, mencegah makan daging dan memprioritaskan makanan vegetarian seperti sopo tahu, gado- gado,,sup jagung, jamur,opor tahu,plencing kangkung dan pecel sayur lauk tahu tempe.
Keempat, memiliki tujuan hidup yang jelas,yaitu ingin hidup dunia dan akherat sehingga kegiatan olah raga rutin dijalankan menjadi kebutuhan hidup dan ibadah diamalkan dalam kehidupan nyata suka berbagi dan silaturahmi.
Kelima, dalam menjalani hidup secara teratur,disiplin tidak terburu buru, kemrungsung seperti ada yang mengejar ngejar dan tidak grusa-grusu.
Sehingga menjalani hidup secara alami dengan nuansa hati tenang penuh rasa kegembiraan.
Keenam, berani menghadapi kehidupan dengan penuh rasa syukur dan sabar.
Ketujuh, mampu menciptakan hubungan kekeluargaan yang kuat dan harmonis diantara keluarga sendiri, saudara, sahabat dan teman teman seperjuangan. “Ungkapan rukun agawe santosa dan crah agawe bubrah menjadi motivasi kehidupan dalam pergaulan hidup sehari hari,” jelasnya.
Kemudian dalam pencerahan tersebut juga muncul gagasan cerdas tentang upaya menyembuhkan penyakit lambung dari H.Winarno mantan Kepala kabupaten Blora.
Mengingat selësai acara tersebut akan dilanjutkan kegiatan menjenguk salah seorang anggota PWRI yang sedang berbaring di rumah sakit karena sakit lambung.
H. Winarno sudah biasa memanfaatkan daun Afrika untuk menyembuhkan penyakit lambung dengan cara meminum godokan daun afrika.
Kebetulan H.Winarno di halaman rumahnya juga ada tanaman daun Afrika. Bahkan menurut penjelasan ahli daun afrika juga bermanfaat selain menyembuhkan penyakit lambung juga dapat bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol, mengobati kanker payu dara,mencegah penyakit jantung dan membatu mengobati diabetes.
“InsyaAllah, lantaran daun Afrika ini penyakit lambung sembuh, ini sudah saya alami,” terangnya.
Demikian berbagai ikhtiar untuk mewujutkan dan membangun kebahagian hidup dengan resep untuk mengamalkan tujuh rahasia super sehat dan super tua semoga dapat memberi manfaat dan berkah bagi kita semua khususnya para Wredatama. (*).

Baca Juga:  Polres Blora Musnahkan Ribuan Knalpot Brong Hasil Tilang