PWRI Blora: Tetap Sejuk di Tempat Panas, Tetap Manis di Tempat Pahit

.-

Hanyalah kata “bersyukur” yang patut diamalkan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Ungkapan tersebut disampaikan oleh H. Rajiman Santarko yang merupakan salah satu pengurus dan juga ketua PWRI Kecamatan , di rumah pribadinya, Kamis (14/9/2023).
Rapat pengurus yang dilaksanakan di Desa Gresi, Kabupaten Blora ini bisa dibilang baru karena agenda rapat dikolaborasikan dengan kegiatan syukuran keluarga Rajiman, yang mana putranya terpilih menjadi Gresi Kecamatan Jepon untuk periode kedua, serta putra menantunya diberi amanah sebagai Plt .
Pengurus PWRI yang hadir sebagai peserta rapat pada hari itu mengenakan seragam batik ASRI (Arjuna-Srikandi) sebagai pencerminan kepemimpinan Kabupaten Blora. Bupati H. Arief Rohman dalam pewayangan diibaratkan Arjuna, dan Wakil Bupati Hj Tri Yuli Setyowati simbolisasi dari Srikandi. Hadir pula dalam kegiatan itu pengurus PWRI Kecamatan Jepon.
Kegiatan pada hari itu diawali pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars dan Hymne PWRI, dilanjut sambutan tuan rumah dan sambutan Ketua PWRI Kabupaten. Setelah sesi foto bersama, acara diakhiri dengan makan bersama istimewa ala desa. Kegiatan berlangsung penuh kekeluargaan, keguyuban, canda ria dan gelak tawa.
Dalam sambutannya H. Rajiman mengucap puji syukur kepada Allah dan menyampaikan terimakasih atas kehadiran para pengurus PWRI Kabupaten dan pengurus PWRI Kecamatan Jepon.
“Saya merasa mongkok dan atas kehadiran bapak ibu dan bisa kembali menceritakan kisah perjuangan hidup sebagai masa lalu,” ucap Rajiman mantan Camat itu.
Rajiman yang sehari-hari disapa Pak Kondir itu menceritakan perjalanan karirnya yang pernah menjadi Ketua KUD, Kepala Kelurahan, Camat dan terakhir sebagai anggota Blora.
Cara Rajiman bercerita dan curhat memicu gelak tawa dan menghibur peserta sehingga pertemuan menjadi gayeng. “Kita harus dapat memanfaatkan waktu dalam untuk terus berkarya nyata yang memiliki nilai manfaat untuk orang lain,” pesan Rajiman.
Rajiman menceritakan, bahwa dirinya sekarang masih aktif bekerja di bidang pertanian dan beternak bebek. “Selain untuk mengisi kesibukan, juga sebagai usaha sambilan guna menambah penghasilan keluarga,” paparnya.
Ketua PWRI Kabupaten Blora H. memberikan kepada Rajiman yang telah menggabungkan acara syukurun dengan pertemuan rapat sehingga memiliki nilai maanfaat sebagai perekat K3: yaitu Kekeluargaan, Kerukunan dan Kebersamaan yang mampu menciptakan nilai tambah dan kebahagian hidup.
Bambang Sulistya yang dikenal dengan sapaan Kaji GG juga menyampaikan serapan hasil mengikuti puncak peringatan PWRI ke-61 di Kabupaten Brebes sebagai upaya menumbuhkan etos . “Peserta HUT PWRI ke 61 yang paling jauh adalah peserta dari Blora,” ucapnya.
Kalau hanya dibayangkan jauhnya jarak tempuh dan biaya yang dikeluarkan mungkin peserta dari Blora tidak akan hadir. Namun yang memotivasi untuk hadir adalah keinginan untuk mengamalkan silaturahmi dan menambah Ilmu, serta pengetahunan yang barangkali sangat bermanfaat bagi keluarga besar PWRI Kabupaten Blora.
Beberapa nilai positif disampaikan oleh mantan Sekda itu kepada peserta rapat sebagai oleh-oleh dari acara HUT PWRI ke 61 di Kabupaten Brebes.
Pertama, peran serta Pemerintah Daerah dalam penyelenggaraan HUT PWRI ke 61 sangat responsif dan memberikan dukungan sepenuhnya baik dalam penyedian tempat, konsumsi, kehadiran unsur Forkompida dan dinas terkait, sajian hiburan, pameran dan pemberian buah tangan kepada peserta berupa bibit Sukun Madu dan produk unggulan telur asin juga brambang goreng.
“Hal tersebut mengindikasikan bahwa hubungan pengurus PWRI Kabupaten Brebes dengan Bupati selaku pembina PWRI sangat baik dan harmonis,” ungkapnya.
Kedua, peran PWRI sangat stategis dan sebagai subyek . Sehingga pengurus PWRI harus bisa menjadi panutan dalam mendukung pembangunan dan pelayan di daerah dan mampu memberikan masukan, ide cerdas dan memberi spirit agar pelaksanakan program berjalan lancar dan sukses.
Karena para pengurus dan anggota PWRI memiliki jam terbang dan pengalaman yang bisa memberikan kontribusi positif terhadap Pemerintah Daerah.
Ketiga, pengurus dan anggota PWRI agar dalam memasuki tahun dapat memberikan keteladanan yang baik guna mewujudkan kedamaian dan situasi yang kondusif serta mendukung agar pesta berjalan lancar, aman, jurdil dan bermartabat.
Keempat, para anggota dan pengurus PWRI harus memiliki kepekaan, kemandirian dan pandai bersyukur terhadap nikmat yang telah diberikan oleh Allah.
Termasuk cerdas untuk mensyukuri atas kenaikan gaji para ASN sebesar 12% besok tahun 2024 yang telah dinaikkan oleh Presiden RI Joko Widodo.
Dalam mensikapi kehidupan yang semakin sulit, Bambang Sulistya mengajak mengamalkan petuah bijak, “Tetaplah sejuk di tempat yang panas, tetaplah manis di tempat yang pahit, tetaplah merasa kecil walaupun telah menjadi besar dan tetaplah tenang di tengah badai yang paling hebat”
“Karena semua yang ada didunia tak ada yang abadi kecuali yang memiliki langit. PWRI Semangat, Bangkit dan Sejahtera,” tuturnya. (*).

Baca Juga:  Longsor di Dukuh Kayen, Akses ke Desa Jati Lumpuh Total