Diduga Jual Beli Jabatan Perangkat Desa, Kades Sambiroto Dilaporkan ke Polisi

.-

Empat warga Desa Sambiroto , Selasa (12/09/2023) melaporkan kepala desanya ke terkait jual beli atau soal tes ujian tertulis pengisian () yang dilaksanakan di Desa Sambiroto, Kecamatan , . Sebelum ke Polres Blora, salah seorang warga bernama Budi Santoso mengaku juga memberikan surat keberatan ke kantor Bupati Blora.
Yohanes selaku kuasa hukum Budi Santoso mengatakan, inti pengaduan adalah indikasi jual beli jabatan, dan penyalahgunaan tanah . “Sebagai kuasa hukum, saya sangat mengharapkan agar masalah ini bisa benar-benar dicerna, dicermati secara mendalam oleh bupati dan aparat penegak hukum,” katanya di depan awak media.
Warga Desa Sambiroto tersebut kecewa dengan hasil seleksi Perades yang dinilai janggal, karena dari 5 peserta yang lolos mendapatkan nilai terpaut jauh dari peserta lainnya, bahkan untuk tes tertulis ada yang mendapat nilai 100.
“Itu kan janggal, Pak. Saya yang belajar lama aja nilai saya di bawah 60,” ucap salah seorang calon perangkat desa.


Menanggapi hal itu, () Sambiroto, Sukarno mengatakan, bahwa ujian tes tertulis Perades yang mengatas namakan Pemerintahan Desa dan dijalankan oleh panitia pengisian perangkat desa sudah sesuai prosedur.
“Dari mulai tes komputer serta pembobotan, dan prosedur aturan yang berlaku, dilaksanakan secara terbuka secara umum dan saya rasa tidak ada hal yang ditutup-tutupi,” ujarnya.
Terkait dugaan kebocoran soal meyakini hal itu tidak ada. Menurutnya, panitia berangkat pada hari Senin tanggal 4, dan kemudian soal diambil hari Selasa tanggal 5 September, lalu pelaksanaan test pada Rabu 6 September. Dan soal itu dititipkan di Polsek Kunduran untuk pengamannya.
“Saya rasa berkaitan dengan waktu pengambilan materi atau soal sampai hari “H” dan pelaksanaam ujian tidak ada kebocoran-kebocoran soal,” tambahnya.
Menurut Sukarno hingga pengumuman usai tes tertulis, di desanya tidak ada apa-apa. “Karena semua calon perangkat desa itu yang menang juga sudah menerima kemenangannya dan yang kalah sudah menerima kekalahannya,” tandasnya. (*)

Baca Juga:  Tutupi Kasus Ledok, Dirut BPE Mengaku Diperas Wartawan