Salat Jumat Berjamaah Tanpa Gangguan adalah Wujud Kemerdekaan

.-

Ratusan jamaah shalat Jumat di RW V , Kecamatan Blora , diajak bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan dan kenikmatan hingga peringatan kemerdekaan RI yang ke-78.
KH Ahmad Mubaidi bin Djoeremi Taher selaku khotib Jumat dalam khutbahnya mengambil tema Kiat Menjaga Rasa Aman di Alam Kemerdekaan.
“Salah satu hikmah kemerdekaan adalah adanya rasa aman. Dengan rasa aman hari ini kita masih berkesempatan untuk hadir dirumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dan kebutuhan,” tuturnya Jumat (18/8/2023).
Yaitu salat Jumat berjamaah tanpa gangguan dari pihak manapun. Sungguh suatu karunia dan nikmat yang sangat besar bagi bangsa Indonesia dan mungkin jarang dimiliki oleh bangsa-bangsa lain.
Karena hingga kini kita masih bisa menikmati rasa aman dan memiliki kebebasan untuk melakukan aktifitas ibadah tanpa dihantuhi adanya perasaan takut. “Semua itu semata-mata karena pertolongan dari Allah SWT,” ucapnya.
Sebagaimana Allah berfirman: “Dan yang memberikan mereka rasa aman dari ketakutan” (QS.Al- Qurays:4).
Sementara ketika kita mengikuti pemberitaan di mas media tentang saudara saudara muslim:di Yaman, Palestina, Afganistan, Burma, Suriah dan di Chechnya betapa berat kehidupan mereka.
Untuk sekedar hanya keluar rumah guna memenuhi kehidupan sehari-hari mereka harus berjuang antara hidup dan mati. Karena ada ancaman keamanan yang selalu mengintai dan menghantuhi baik serangan ledakan maupun ganguan acaman yang lain dari kelompok masyarakat yang sedang bertikai.
Untuk pergi ke masjid beribadah salat Jumat seperti hari ini merekapun diliputi rasa resah dan takut atas jiwa mereka.
Sayang, ada sebuah ironi, saudara-saudara muslim yang sedang berjuang dalam kehidupan sehari-hari antara hidup dan mati di berbagai negara tersebut namun saudara saudara kita di tanah air masih ada yang melakukan perbuatan maksiat bahkan berbuat kufur terhadap nikmat Allah.
Seharusnya kita malu kepada Allah yang telah memberikan nikmat aman kepada kita. Mestinya yang kita lakukan adalah membantu perjuangan mereka.
Kalau belum bisa membantu minimal kita ikut mendoakan kepada mereka yang saat ini mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi di negaranya sendiri agar memperoleh kemenangan, perlindungan, keselamatan dan keamanan.
Mendoakan kepada saudara-saudara kita yang sedang terdzolimi adalah termasuk perbuatan yang mulia dan sesuai anjuran dari Nabi Muhammad SAW sebagaima tersurat dalam Hadist Riwayat Bukhari no 6011 dan Muslim no 2586.
Rasulullah pernah bersabda, Perumpamaan orang orang yang beriman dalam hal saling mengasihi,mencintai,dan menyayangi bagaikan satu tubuh.
Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit,maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas(turut merasakan sakitnya.
Menurut KH Ahmad Mubaidi mantan pimpinan Kantor Pos Bekasi yang sudah sejak tahun 2016 bahwa kondisi aman di negara Indonesia yang kita cintai ini, tidak terlepas dari bersatu padunya antara ulama dan umara dalam menjalankan roda pemerintahan.


Ada beberapa kiat untuk menjaga rasa aman yang perlu kita pahami dan pedomani sebagai warga negara yang baik, sehingga negara yang kita cintai berdasarkan tetap dalam keadaan aman, tenteram dan dijauhkan dari perpecahan. Langkah-langkah tersebut terkristalisasi dalam akronim M3.
M1-Menaati pemerintah/penguasa atau pemimpin yang ditunjuk. Beberapa dalil yang menjelaskan akan kwajiban kita sebagai seorang muslim untuk taat kepada pemerintah baik dari Al Qur'an maupun As-Sunnah diantaranya,
“Wahai orang-orang beriman, taatlah kepada Allah, taatlah kepada Rasul dan kepada pemimpin diantara kalian”(QS An-Nisa:59).
Kemudian dalam Hadist Riwayat Tirmidzi, “Aku berwasiat kepada kalian agar bertakwa kepada Allah serta dengar dan taatlah kalian kepada para penguasa walaupun yang memimpin kalian adalah seorang budak dari habasyi (Hitam Legam).
Bahkan Imam Al-Qurtubi membawakan perkataan salah seorang ulama di dalam kitab tafsirnya Al-Jaami' Li Ahkaami Al Quran jilid 6 halaman 429 mengenahi ayat di atas bahwa ketaatan kepada pemimpin itu wajib jikalau sejalan dengan ketaatan kepada Allah dan tidak wajib jika didalamnya ada kemaksiatan kepada Allah.
Berkenaan dengan hal tersebut demi menjaga keutuhan keamanan negara, kita disuruh untuk tetap bersabar dalam menghadapi para pemimpin. Meskipun terdapat sikap yang tidak disukai pada diri mereka.
Nabi bersabda, “Barang siapa melihat sesuatu yang tidak disukai dari pimpinanya, maka hendaknya kita bersabar”(HR Bukhari).
Ada suatu petuah agung tentang adab memberi nasehat dari Imam Asy Syafii, “Berilah nasehat kepadaku ketika aku sendiri, jauhilah memberikan nasehat kepadaku di tengah-tengah keramaian, sesungguhnya nasehat di tengah-tengah manusia itu termasuk pelecehan yang aku tidak suka mendengarnya, jika engkau menyelisihi dan menolak saranku, maka janganlah engkau marah jika kata katamu tidak aku turuti”
M2-Memperbaiki diri sendiri dan keluarga adalah menjadi prioritas utama sebelum melakukan koreksi dan penilaian orang lain.Ingat sebuah ungkapan gajah di pelupuk mata tidak kelihatan tapi semut diseberang lautan tampak.
Kita sering melihat dan mencari kesalahan orang lain namun lupa bahwa dirinya dan keluarganya penuh dengan kesalahan.
Bukankah kita diperintahkan untuk menjaga diri kita dan keluarga kita dari api neraka. Sebagaimana Allah berfirman, “Wahai orang-orang beriman jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka” (QS.At-Tahrim:6).
M3-Memegang teguh ajaran Nabi Muhammad SAW untuk diamalkan dalam kehidupan sehari hari.
Dari Al-Irbadh bin Sariyah bahwasanya Nabi Salallahu'alaihissalam bersabda, Sungguh, orang yang masih hidup diantara kalian sepeninggalanku, niscaya ia akan melihat perselisihan yang banyak,maka wajib atas kalian berpegang teguh atas sunahku dan sunnah para khulafa' Rasyidin yang mendapat hidayah.
Peganglah erat erat dan gigitlah dengan gigi gerahan kalian.Dan jauilah oleh kalian setiap perkara baru dalam agama, karena sesungguhnya setiap perkara baru dalam agama adalah bid'ah dan setiap bid'ah itu sesat.(HR Abu Daud dan Ibnu Majah).
“Dirgahayu ke-78 Republik Indonesia semoga Indonesia menjadi negara yang makin aman, maju, kuat dan sejahtera di bawah lindunganNya,” ungkapnya. (*).

Baca Juga:  Banding, Korban Kasus Mafia Tanah di Blora Menang di Pengadilan Tinggi