Hari Libur, Taman Kota I Love Blora Banyak Dikunjungi Warga Bersama Keluarga

.-

Blora pantas mendapatkan predikat kota yang ramah anak-anak, setelah Bupati H. Arief Rohman meresmikan ”, yang letaknya di lahan bekas Gedung Sasana Bhakti, atau sebelah utara Alun-alun Blora, atau samping kanan rumah dinas Bupati Blora pada Minggu (25/6/2023).
Animo anak-anak bersama keluarga untuk datang ke Taman “I love Blora” untuk bermain dan bersuka ria makin banyak terutama pada saat hari libur dan waktu sore hari.
Di taman itu telah hadir pemandangan yang indah, elok dan menawan hati dengan aneka warna bunga bougenville, wahana swafoto dan tersaji mainan anak-anak.
“Sambil momong cucu saya menikmati sensasi gebyar dan hiruk pikuk anak-anak dengan asyik bermain, wajah ceria penuh gelak tawa sambil berkejar-kejaran untuk puaskan rasa kegembiraan mereka,” kata Ketua , Selasa sore (4/7/2023).
Karena bisa ketemu teman bermain ayunan, seluncuran, naik tangga dan melihat warna warni bunga serta aneka kupu-kupu yang sedang berterbangan.
“Saya jadi ingat sepenggal syair sebuah lagu anak-anak yang nama lagunya “Di Taman Bunga” karya legendaris Koes Plus, bunga-bunga di dalam taman, indah berseri selalu, menari kupu-kupu, menawan hatiku,” ungkap Bambang.
Mantan Sekda Blora itu menyebut peresmian taman I Love Blora merupakan keputusan yang cerdas dan bijaksana. Karena keberadaan taman tersebut selain bisa dijadikan tempat , bermain dan membangun komunikasi informal antar warga masyarakat yang mengantar anaknya bermain, dan yang selesai berolahraga dari Alun-alun Blora.
Taman juga bisa dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau yang dapat menjadi paru-paru kota yang berfungsi sebagai sumber oksigen, menurunkan suhu udara, memberikan suasana sejuk serta bisa dijadikan area resapan air yang berguna bagi kehidupan.
Bahkan sejalan dengan amanah UU No 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Diminta setiap daerah perkotaan sekitar 30% harus memiliki ruang terbuka hijau dengan komposisi 20% digunakan untuk ruang publik dan 10% untuk privat.
“Ruang terbuka hijau memiliki fungsi ekologi, rekreasi, estetika dan fungsi serta fungsi ekonomis,” jelasnya.
Kesemuanya itu memberi korelasi positif bagi lingkungan hidup dan mewujudkan nilai manfaat yang berguna bagi kehidupan umat.
Dalam tataran praktis taman I love Blora bisa dijadikan tempat bermain anak-anak yang mengasikan dan sebagai upaya mencegah bermain di yang berisiko tinggi terhadap diri dan sekaligus mengalihkan kebiasaan anak-anak bermain telepon genggam (gawai) untuk belajar aneka kehidupan yang ada di taman.
Untuk memberikan tambahan daya tarik taman agar makin digemari dan dijadikan idola rekreasi bagi anak-anak dan masyarakat, menurut Bambang Sulistya, kedepan perlu disempurnakan lagi dengan menambah tempat permainan anak.
Adanya gasebo untuk tempat ngobrol dan istirahat, lengkapi berbagai tanaman yang memiliki bunga yang menarik dan menawan misalnya tanaman anggrek dan tanaman bunga melati serta kalau malam masih dimanfaat untuk tempat rekreasi bagi generasi melenial bisa dilengkapi pemasangan lampu-lampu lampion.
“Ada pelipur suka, sungguh indah taman I Love Blora, dihiasi aneka warna bunga, betapa senang anak-anak di bumi mustika, bertemu dan bermain dengan teman sebaya,” ujarnya. (*).

Baca Juga:  Budiyono: Sangat Dipengaruhi Moralitas APH