Wujudkan Program Bahagia dan sehat, PWRI Kelurahan Karangjati-Blora Halalbihalal Sambil Wisata di Pantai Boom Tuban

.-

Merealisasikan BS ( dan ), pengurus dan anggota (Persatuan Republik Indonesia) Kelurahan Kecamatan Blora , Jateng, Kamis (4/5/2023) menghelat kegiatan halalbihalal sambil menikmati Pantai Boom di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Menurut Ketua PWRI Karangjati, H. Edy Widodo, tujuan diselenggarakan kegiatan halalbihalal tersebut selain untuk wahana silahturahmi dan juga sebagai ikhtiar agar para kaum wredatama bisa menikmati kehidupan dengan penuh rasa syukur dan sabar.
“Setelah satu bulan penuh berjuang secara lahir batin melawan hawa nafsu di Bulan , kini menikmati kemenangan sebagai pijakan untuk menata kehidupan di masa yang akan datang,” kata Edy Widodo.
Menurut Edy, penyelenggaraan kegiatan silaturahmi di tempat wisata ini baru pertama kali dilakukan, sebagai wujud riil rasa syukur para yang tergabung dalam PWRI atas telah diterimanya gaji ke-13.
Karena setiap peserta yang mengikuti halalbihalal dengan suka cita iuran sebesar Rp 100 ribu per orang untuk biaya tranportasi, akomodasi (snack dan makan) dan biaya masuk lokasi tempat wisata.
Animo untuk mengikuti agenda halalbihalal yang dikolaborasikan dengan rekreasi di tempat wisata ternyata mendapat respon sangat luar biasa terutama dari pihak anggota keluarga banyak yang berminat akan mengikuti.
Namun karena pertimbangan tertentu hanya sebagai perekat K3, kerukunan, kekeluargaan dan kebersamaan, maka pesertanya hanya dari para anggota dan pengurus PWRI.
Berbagai ungkapan dari para peserta yang mengikuti kegiatan hampir semua memberi respon positif dan merasa puas,terhibur dan tambah sedulur.


Terilhami kegiatan halalbihalal ini ada sebagian peserta yang mengusulkan kepada para pengurus agar mulai bulan depan diadakan iuran dana dari para anggota untuk kegiatan rekreasi religi secara agar bisa menciptakan spirit awet muda.
Sebagai ketua , H. memberikan positif atas langkah cerdas dari para pengurus PWRI yang merealisasikan gagasan halalbihalal di tempat wisata di luar kabupaten Blora.
“Semoga dapat memberikan nilai manfaat, inspirasi dan menjadi motivasi bagi kita semua dalam upaya membumikan dan melestarikan bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Dipilihnya Bumi Wali Tuban untuk acara halalbihalal dan wisata sejatinya sangat pas.
Menurut catatan , Raden Tumenggung Wilotikto merupakan Bupati Blora pertama di tahun 1749 – 1762.
Pengangkatan Raden Tumenggung Wilotikto sebagai Bupati Blora, pada 11 Desember 1749, ditetapkan sebagai awal mula Kabupaten Blora.
Sehingga publik Blora perlu mengetahui, sebagai bentuk penghormatan dan mengenang para pendahulu.
Bahkan dalam rangkaian acara peringatan Hari Jadi Kabupaten Blora, Bupati Blora Arief Rohman melakukan ziarah ke yang berada di Komplek Pemakaman Keluarga Tjitrosoman, Bejagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.
Makam Bupati pertama Blora ini berada di sebelah pemakaman keluarga Raden Tumenggung Tjitrosuman VII yang tidak lain adalah Bupati Tuban tempo dulu. Tokoh ini sekaligus mertua dari Raden Tumenggung Wilotikto (Bupati pertama Blora).
Bupati bersama rombongan lantas memanjatkan doa, membaca tahlil, dan tabur bunga di pusara makam RT Wilotikto beserta istrinya.
Agenda itu menjadi momentum napak tilas sejarah Bupati Blora pertama yang menjabat 1749 – 1762. Makamnya di Tuban, karena menantu Bupati Tuban, agar kita tidak lupa dengan sejarah kepemimpinan di Blora,
Dengan demikian Blora sebenarnya mempunyai hubungan sejarah dengan Tuban. Selain Wilotikto yang dimakamkan di Tuban, ada juga Blora yang dulu pernah menjabat Bupati Tuban.
Ada prasasti silsilah Bupati Tuban, ada juga tertulis nama Bupati Blora disitu. Blora – Tuban memang bersaudara. Sehingga sejarah ini bisa terus digali agar kelak bisa menjadi pembelajaran bagi generasi muda Blora. (*).

Baca Juga:  Doakan Anggota PWRI Blora yang akan Berangkat Haji, Bambang Sulistya: Harus Selalu Ingat NKRI