Ramadan, Jamaah Masjid Nurul Falah Perumnas Karangjati Adakan Kultum Dua Kali dalam Sehari

.-

Hari ke-20 bulan , disambut dengan antusias tinggi dengan spirit keimanan yang lebih mantap oleh jamaah Perumnas RW V . Hal itu terlihat pada kegiatan kultum (kuliah tujuh menit) yang dilaksanakan sebelum salat tarawih berjamaah, Senin (10/42023).
Kultum biasa diisi oleh jamaah yang telah ditunjuk dan dijadwalkan oleh penitia. Dan bertindak sebagai penceramah pada malam itu adalah tokoh masyarakat setempat yang pernah menjabat Sekda dan pernah menjadi anggota Blora, yaitu H. .
“Untuk yang ketiga kali saya menyampaikan kultum, kali ini dengan tema Ramadan adalah bulan Kepyur/Sedekah/Berbagi,” kata Bambang Sulistya ketika ditemui , Rabu (12/4/2023).
Dijelaskan oleh Bambang, Ramadan disebut bulan ibadah karena aktivitas ibadah pada bulan ini makin meningkat baik ibadah wajib maupun sunah.
“Dengan peningkatan ibadah berarti pencegahan diri kita terhadap kemungkaran dan kemaksiatan makin intensif dan diharapkan kita menjadi orang yang bertaqwa,” tambahnya.
Diharapkan setelah Ramadan nanti tingkat kedisiplinan kita dalam melaksanakan ketentuan Allah dan meninggalkan larangan laranganNya akan semakin baik.
“Ada yang memaknai Ramadan bulan karena dalam bulan Ramadan kegiatan dakwah meningkat baik di masjid, mushola, perkantoran, maupun dakwah yang dilakukan di media massa,” paparnya.
Seperti di Masjid Nurul Falah, dalam bulan Ramadan kultum dilaksanakan dua kali, yaitu sebelum salat tarawih dan sesudah salat Subuh berjamaah.
Bahkan dakwah dalam bulan Ramadan bisa dijadikan titik tolak penggairahan dakwah di masyarakat yang saat ini banyak bertaburan berita hoaks, fitnah dan pemecah belah persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.
Selanjutnya menurut Bambang, Ramadan adalah bulan jamaah. Ditandai hubungan sesasama umat muslim makin erat karena di bulan Ramadan umat muslim banyak melaksanakan ibadah wajib maupun sunah dilaksanakan secara berjamaah.
“Hal ini berarti komunikasi antar sesama umat muslim dapat terjalin dengan intensif dan harmonis sehingga berbagai persoalan bisa kita tuntaskan,” lanjutnya.
Ramadan juga sebagi bulan Qur'an (Syahrul Qur'an) karena pada bulan Ramadan itulah Allah pertama kali menurunkan Al Qur'an.
Hal itu yang mendorong tiap bulan Ramadan setiap umat muslim mendekatkan dirinya kepada Al-Qur'an, baik dengan membaca, memahami maupun mengamalkannya.
“Sementara ada yang maknai Ramadan adalah bulan . Sebutan ini menggambarkan bahwa pada bulan inilah kaum muslimin dididik secara langsung oleh Allah SWT agar kepribadian umat islam makin berkualitas,” sambungnya.
Demikian pula ada ungkapan yang memberi predikat Ramadan adalah bulan Kepyur/Sedekah/Berbagi.
Karena di bulan Ramadan Allah menjajikan siapapun yang melakasanakan kepyur/sedekah/berbagi di bulan Ramadan Allah akan melipat gandakan pahalanya.
Sebagaimana tersurat dalam Hadist Riwayat At Tirmidzi bahwa sedekah paling utama adalah sedekah di bulan Ramadan.
Sedekah salah satu amalan yang paling disukai oleh Allah dan Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW adalah orang yang paling dermawan dan ia semakin meningkat sedekahnya saat berada di bulan Ramadan.
Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan memijamkan kepada Allah dengan yang baik,akan dilipat gandakan balasannya bagi mereka dan mereka akan mendapat pahala yang mulis(QS : Al-Hadid : 18).
Bambang menjelaskan, kepyur/sedekah/berbagi dapat dilakukan kapan saja tidak menunggu harus kaya dulu baru kepyur.
Hal itu sesuai dengan tuntunan yang tersurat dalam QS Ali Imran:133-134. “Paling utama kepyur itu harus dilandasi keikhlasan. Apapun yang dimiliki dapat dikepyurkan kepada orang lain,” tuturnya.
Baik berupa dana, barang, ucapan maupun sikap dan empati. Mengucapkan tasbih, tahmid, tahlil dan takbir itu kepyur, melakukan tindakan baik itu kepyur, mencegah kemungkaran dan menyuruh kebaikan itu juga kepyur. Mengucapkan kata kata baik termasuk kepyur.
Sehingga dalam tataran pragmatis suka senyum, sapa dan bersikap sopan dengan siapapun adalah kepyur yang harus kita tumbuh kembangkan di bulan Ramadan.
Seseorang yang suka kepyur dalam bulan Ramadan adalah orang termasuk golongan yang berakhlak positif.
Di alam telah dicontohkan bahwa dalam Ilmu Kimia molekul dan atom yang melepas elektron menjadi bermuatan positif dan dikenal dengan nama kation, sedangkan molekul dan atom yang menerima atau mendapatkan elektron menjadi bermuatan negatif dan disebut dengan anion.
Kemudian siapapun yang gemar kepyur akan mendapat SURGA. SURGA disini merupakan sebuah akronim yang akan memberi nilai tambah bagi orang melakukan kepyur dalam kehidupan sehari-hari.
(S): Selalu mendapat kemudahan disaat mengalami permasalahan kehidupan.Fakta ini secara logika sulit dicerna dan diterima dengan akal namun bila dipahami secara keimanan maka semakin yakin bahwa kepyur itu merupan solusi problema kehidupan.
(U): Umur orang yang suka kepyur maka umurnya akan diperpanjang.Sebagaimana tersurat dalam Hadist Riwayat Thabrani : “Sesungguhnya sedekah orang muslim itu dapat menambah umurnya dan dapat mencegah kematian buruk.”
(R): Rejeki orang yang suka bersedekah akan melimpah berdasarkan Surat Al Baqarah 261.
Berikutnya, (G) : Gagalkan malapetaka atau musibah kepada orang yang suka kepyur. “Bersegeralah bersedekah sebab bala bencana dan musibah tidak bisa mendahului sedekah” (HR Abu Daud).
(A): Ada jaminan orang yang suka kepyur/bersedekah/berbagi mendapat jaminan masuk surga.
Rasulullah SAW bersabda sedekah dapat menghapus dosa dan dijamin masuk surga (HR Tirmidzi).
Bambang Sulistya juga menyampaikan ala Blora “Menyang MBlora numpak Sepur, Sopo sing pingin mulyo kudu wani kepyur” (Pergi ke Blora naik kereta, Siapa yang ingin sejahtera harus berani kepyur/sedekah/berbagi).
Untuk menandai bulan kepyur seusai kultum dibagikan bibit buah-buahan kepada yang hadir dan paket eggroll untuk bapak ibu yang menjalankan tadarus Al-Qur'an.
“Semoga berkah dan makin mantap beribadah di bulan kepyur,” ucapnya. (*)

Baca Juga:  Seleksi Mandiri