banner 728x250

Resolusi SUKUN, Hasil Sebuah Introspeksi Akhir Tahun

Selamat Datang Tahun Baru 2023

BLORA.-

Penghujung Tahun 2022 adalah waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi. Hal itu disampaikan Ketua Persatuan Wredhatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora Bambang Sulistya, Sabtu (31/12/2022).
Beragam pengalaman telah dialami sepanjang Tahun 2022. Ada pengalaman pahit dan memilukan seperti hadirnya berbagai bencana, tanah longsor, banjir, dan gempa bumi.
“Tentu ada pula pengalaman yang memberikan semangat dan harapan yang dapat menjadi pembelajaran bagi kehidupan di masa mendatang,” ungkap mantan Sekda Blora itu.
Momen akhir tahun, lanjutnya, memang menjadi saat yang tepat untuk merefleksikan diri dalam berbenah, memperbaiki kekurangan, mengenali potensi diri dan menata masa depan agar kehidupan kita menjadi lebik baik.
Menurut horoskop China, Tahun 2023 merupakan tahun Kelinci Air yang diprediksi menjadi tahun penuh harapan.
Karena dalam astrologi China, lambang kelinci adalah simbol umur panjang, kedamaian, kemakmuran dan kesuksesan.
“Sehingga sangatlah berarti dan memiliki nilai strategis bila di penghujung tahun ini juga dapat dijadikan sebagai momentum untuk menanamkan resolusi diri di Tahun 2023,” tegasnya.
Resolusi adalah sebuah harapan untuk kita realisasikan dan wujudkan dalam kehidupan sehari hari di masa tahun 2023.
“Berkenaan dengan hal tersebut saya sangat mengharapkan tahun 2023 dapat terwujudnya sebuah Resolusi SUKUN,” ucapnya.
Mengingat sukun sendiri selain merupakan sejenis pohon berbuah yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia dan mempunyai nama ilmiah Arto Carpus Altilis juga sudah sangat terkenal oleh masyarakat di Indonesia.
Karena Bung Karno pada saat pengasingan pada 14 Januari 1934 hingga 18 Oktober 1934 di Kelurahan Rukun Lima Kabupaten Ende Provinsi NTT.
“Beliau memperoleh gagasan atau buah pemikiran yang melangit saat merenung di bawah pohon Sukun,” sambungnya.
Yaitu tentang kelima butir butir Pancasila sebagai Dasar Negara yang berfungsi untuk pemersatu bangsa Indonesia yang multi kultural dan majemuk.
Sehingga tanaman sukun sering disebut sebagai pohon Pancasila. Disamping itu SUKUN dalam ungkapan jawa sering dimaknahi dengan ungkapan supoyo rukun (Supaya Bersatu).
Dan ungkapan itu cocok kalau dalam memasuki tahun 2023 dijadikan sebagai sebuah ajakan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk kembali merajut kerukunan yang kemarin ketika memasuki bulan Desember 2022 telah mengalami dinamika baru yang harus segera kita dinginkan.
“Untuk itu mari kepada seluruh eleman masyarakat khusus para Wredhatama yang sering mendapat predikat KEREN atau Kelompok Rentan agar berupaya dalam kurun masa 2023 dengan semangat rame rame rantas malang malang putung kita wujudkan Resolusi SUKUN,” ajaknya.
Sebuah akronim yang merupakan langkah langkah cerdas dan melangit untuk menggapai taraf kehidupan yang lebih baik.
Penjabarannya, (S): Sikap syukur, ikhlas, pasrah dan sabar (SIPS) hendaknya selalu melandasi dalam kehidupan sehari hari.
Ketika kita menerima nikmat dari Tuhan Yang Maha Bijaksana kita mengucapkan terima kasih seraya dicamkan dalam hati betapa Maha Kasih dan Maha SayangNya kepada kita.
Sedangkan bentuk rasa syukur dalam perilaku dengan cara memperlakukan nikmat yang ada sesuai yang dikehendakinya.
Seperti dalam nikmat sehat gunakan selama kita diberi kesehatan untuk giat beribadah kepadanya.
Termasuk bersyukur untuk memelihara kesehatan dengan melakukan kegiatan olah raga menjadi kebutuhan hidup sehari-hari.
Kemudian sikap iklhas ketika kita dalam melakukan aktivitas, kegiatan dan ikhtiar untuk melaksakan tugas atau pekerjaan hendaknya kita tidak mengharapkan imbalan apapun dari manusia selain ridho Allah semata.
Sehingga kita tidak merasa terbebani apalagi terpaksa dalam menunaikan tugas.
Sementara sikap pasrah dilakukan ketika kita telah berupaya secara maksimal dan hasilnya kita serahkan kepada Allah.
Secara lugas kita hanya bisa berusaha namun hasilnya Allah yang menentukan.
“Selanjutnya sikap sabar dilakukan ketika kita sedang mengalami cobaan,ujian atau musibah,” ungkapnya.
(U): Upayakan untuk terus melakukan reformasi diri dalam meningkatkan kwalitas sumber daya manusia.
Kita selalu update untuk mengikuti perkembangan informasi dan teknologi.
Dan siap membangun komunikasi yang ramah lingkungan. Stop penyebaran berita hoaks dan yang menimbulkan situasi yang kurang kondusif, intoleran serta perpecahan yang mengacam persatuan kesatuan Bangsa Indonesia.
Berikutnya, K:Komitmen kita dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara adalah tetap menjaga, mempertahankan dan memelihara empat pilar kebangsaan yang terkristalisasi didalam PBNU (Pancasila, Bhineka Tunggal Eka, NKRI dan UUD 1945).
(U): Ujudkan kerukunan umat beragama yang dilandasi dengan toleransi,saling tenggang rasa,saling pengertian,saling menghargai, saling menghormati dan kerjasama dalam kehidupan sehari hari.
Hindari perilaku yang menimbulkan kebencian, pemaksaan kehendak dan penistaan agama.
(N): Niat untuk berbuat baik kepada sesama anak bangsa agar terus digelorakan kapan saja dimanapun kita berada dengan siapapun juga.
Karena perbuatan baik akan memberikan kontribusi positif dan nilai manfaat baik kepada orang lain dan diri kita sendiri.
“Selamat tahun baru 2023 semoga kita selalu dalam lindunganNya bisa mengamalkan Resolusi SUKUN guna mewujudkan kehidupan yang lebih baik, sehat, bahagia dan Indonesia makin jaya, maju serta sejahtera,” tuturnya.
Ada pesan moral dari sesepuh winasis dari Bumi Samin, “Rukun agawe berkah dan crah agawe Bubrah”. (*).

Baca Juga:  Diterjang Banjir Bandang, Bangunan Talud Senilai 130 Juta di Desa Sarirejo Jebol