banner 728x250

Tanpa Rambu Peringatan, Tumpukan Material di Bahu Jalan Kamolan-Pelem Timbulkan Banyak Korban

BLORA.-

Tumpukan material yang berada di ruas jalan Kamolan-Pelem Kecamatan Blora banyak makan korban. Selain kurangnya penerangan jalan, di lokasi itu juga tidak ada rambu atau papan peringatan bagi pengguna jalan.

Dari data yang dikumpulkan wartawan hingga Selasa malam (08/11/2022) sudah ada tiga korban. Korban pertama yang terjadi pada tanggal 6 November pada pukul 22.00 WIB, adalah warga Desa Jomblang Kecamatan Jepon.

Kemudian korban kedua yang terjadi pada tanggal 7 November sekira pukul 02.00 WIB (07/11/2022) merupakan warga Desa Andongrejo Kecamatan Blora.

Sementara korban ketiga pada 7 November sekira pukul 04.00 WIB adalah warga Desa Purworejo, Kecamatan Blora. Ketiga korban mengalami kecelakaan tunggal menabrak tumpukan material yang berada dibahu jalan tersebut.

Korban dari Desa Andongrejo dan Desa Jomblang kini dirawat di RSUD Blora dengan kondisi yang cukup parah. Meski begitu hingga berita ini diturunkan belum ada pihak-pihak terkait yang bertanggungjawab atas kejadian tersebut.

Baca Juga:  Warga Sumber - Kradenan Ikuti Kegiatan Vaksinasi Dosis Satu dan Dua

Sodiq, warga Desa Jomblang yang merupakan saksi kejadian dan ikut menolong salah satu korban mengatakan bahwa warga sekitar tidak ada menolong korban lantaran ketakutan.

“Awalnya saya mau beli serabi, Mas. Di jalan ketemu orang dan ngabarkan kalau ada orang jatuh di lokasi proyek, akhirnya saya menuju lokasi kejadian,” ucapnya.

Menurut Sodiq, sebenarnya banyak orang yang melihat kejadian tersebut, namun tidak ada yang berani mendekat karena dikira korban sudah meninggal. “Setelah saya cek, ternyata korban masih hidup,” tambahnya.

Menurut informasi warga sekitar, dalam satu malam itu ada tiga korban. Dua korban jatuh di lokasi yang sama dan satu korban lainnya berjarak sekitar 50 meteran.

Salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian yang minta namanya tidak dikorankan menyampaikan, bahwa tumpukan material di bahu jalan itu membahayakan pengendara lantaran minimnya penerangan jalan.

“Tumpukan materialnya sebenarnya tidak banyak, Mas. Di-ecer sedikit-sedikit, tapi sebenarnya malah lebih berbahaya karena tidak kelihatan, apalagi jalanan gelap, dan di lokasi tumpukan material tersebut tidak diberi tanda atau rambu-rambunya,” jelasnya.

Baca Juga:  Direlokasi, Dinas Pertanian Boyongan ke Purwosari

“Habis kejadian paginya material langsung di ecer mas, meskipun belum semuanya,” imbuhnya.
Kepala Desa (Kades) Jomblang H. Agus Mukmin saat ditemui wartawan Diva di RSUD Blora menyampaikan bahwa luka yang dialami warganya cukup parah.

“Salah satu korban merupakan warga saya, Mas. Lukanya cukup serius, jalanan tersebut memang gelap, jadi kalau ada tumpukan material dan tidak diberi rambu-rambu seperti itu ya cukup membahayakan bagi pengguna jalan,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blora, Samgautama Karnajaya saat dihubungi awak wartawan melalui pesan WhatsApp mengaku tidak hafal nama rekanan yang mengerjakan proyek di lokasi itu.

“Maaf saya tidak hafal, Mas, yang jelas itu rekanan. Mohon berhati-hati dari Pakis-Kamolan ada perbaikan jalan,” ucapnya singkat seolah tidak mau dilibatkan dalam urusan ini. (*)