banner 728x250

Usia 103 Tahun, Mbah Surip Hidup Sebatangkara di Desa Plantungan-Blora

BLORA.-

Surip Sastro adalah warga Desa Plantungan Kecamatan Blora Kabupaten Blora. kakek berusia 103 tahun hidup sebatang kara, tidak punya sanak saudara.
Saat ditemui awak media, kakek yang mengaku pernah menikah lima kali itu menyampaikan semua kebutuhan sehari-hari dia kerjakan sendiri. “Saya hidup di sini tidak ada saudara, mulai dari masak, mencuci, sampai menanam ketela sendiri,” ujarnya.
Walaupun usianya sudah cukup tua, tetapi indra mata dan pendengarannya masih jelas. Mengaku lahir Tahun 1919 berarti Surip sekarang sudah berusia 103 Tahun. Tetapi untuk bertanam ketela dan mencangkul dia masih kuat. “Saya pernah menikah lima kali tapi tidak dikaruniai anak,” tambahnya.

Baca Juga:  Gandeng Perbankan dan Perusahaan Herbal, PWRI Blora Bagikan Sembako untuk Duafa

Sementara itu Kades Plantungan Endang Susana saat dikonfirmasi membenarkan kalau Mbah Surip Sastro itu warganya. Perihal umurnya, kalau sesuai KTP lahir Tahun 1919. “Tetapi saya yakin dia lahir sebelum tahun itu, karena pada zaman Belanda membangun Waduk Tempuran, mbah Surip sudah mencari rumput atau ngarit,” paparnya.
“Di desa ini juga ada nenek-nenek yang usianya juga 100 tahun lebih, tetapi hanya bisa berbaring. Kalau Mbah Surip, Alhamdulillah sampai saat ini belum mengalami pikun dan masih sehat,” tandasnya. (*)