banner 728x250

Apdesi Tak Lagi Dukung Jokowi 3 Periode

Pilih Jaring Nama Capres

JAKARTA.-

Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) tak lagi mendukung wacana Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjabat selama tiga periode.
Mereka menjajaki mencari bakal calon presiden (capres) lain untuk Pilpres 2024. Apdesi dan empat organisasi pemerintahan desa menggelar gerakan Desa Bersatu untuk mencari nama capres.
“Kalau konstitusi menyatakan menutup keran untuk itu, maka kita harus patuh terhadap konstitusi. Pak Surta (Ketua Umum Apdesi Surta Wijaya) bukan mendukung tiga periode, tapi sedikit mengampanyekan,” kata Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi Apdesi Asri Anas dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (1/9).
Asri menyebut wacana presiden tiga periode sudah basi. Menurutnya, MPR juga telah memberi sinyal tak akan melakukan amandemen konstitusi pada sidang tahunan kemarin.
Desa Bersatu akan dimulai dengan prakonvensi yang dihelat di Jakarta, Oktober 2022. Lalu akan ada lima konvensi di lima daerah untuk membahas usulan capres. Keputusan final akan dikeluarkan di Konvensi Final Desa Bersatu di Jakarta pada Juni 2023.
Para perangkat desa akan membahas tujuh nama bakal capres selama konvensi. Tujuh nama tersebut akan ditetapkan pada prakonvensi bulan depan.
“Contoh ini ya, misalnya Puan, Airlangga, Anies, Prabowo, AHY, Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, misalnya tujuh. Tujuh nama ini tentu dianalisa, memungkinkan calon presiden atau tidak,” ujar Asri.
Sebelumnya, Apdesi menarik perhatian publik dengan menyatakan dukungan terhadap wacana presiden tiga periode. Hal itu disampaikan Ketua Umum Apdesi Surta Wijaya setelah bertemu Jokowi.
“Habis lebaran kami deklarasi. Teman-teman di bawah, kan ini bukan cerita, ini fakta,” ujar Surta saat ditemui di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (29/3).
Gerakan itu menyurut setelah Apdesi digempur kritik dari berbagai pihak. Wacana presiden tiga periode juga tenggelam dari ruang publik setelah Presiden Jokowi meminta anak buahnya tak lagi membahas hal itu. (*)

Baca Juga:  1,1 Juta Vaksin AstraZeneca Bantuan dari Jepang