Beranda blog Halaman 262

Perpres 7 Tahun 2021 Dinilai Berpotensi Picu Konflik

0

Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) yang diteken Joko Widodo menjadi sorotan.
Di satu sisi, ada yang menganggap perpres itu bisa membantu masyarakat mendapat perlindungan dari kelompok eksktremis. Di sisi yang lain, ada pihak yang menilai konflik horizontal jadi lebih berpotensi terjadi, karena masyarakat jadi lebih mudah curiga satu sama lain.
Pokok persoalannya berakar dari ketentuan mengenai pelatihan yang akan diberikan masyarakat agar bisa melaporkan terduga ekstremis ke kepolisian.
“Pelatihan pemolisian masyarakat yang mendukung upaya pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah ke terorisme,” seperti dikutip dari Perpres 7 Tahun 2021.
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Christian Aryani termasuk orang yang mendukung. Menurutnya, pelibatan masyarakat bisa semakin meminimalisir tindakan terorisme yang bermula dari paham ekstremisme.
Terlebih, menurutnya, persoalan ekstremisme sudah menjadi permasalahan seluruh elemen bangsa. Bukan hanya Pemerintah.
“Ini menjadi langkah maju yang perlu diapresiasi,” kata Aryani dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/1) lalu.
Dia juga menyebut penyebaran propaganda dan rekrutmen yang dilakukan kelompok ekstremis sudah sangat masif. Terutama dengan dukungan perkembangan teknologi informasi.
Oleh karena itu, pelibatan masyarakat dinilai perlu untuk mengatasi persoalan tersebut. Demi penerapan yang ideal, Aryani mengatakan DPR akan terus melakukan pemantauan.
“Kami di Komisi I siap melaksanakan komitmen Pemerintah yang menjadi porsi masing-masing mitra dalam rencana aksi nasional ini,” ucapnya.
*Konflik Horizontal
Terpisah, Peneliti Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mewanti-wanti penerapan Perpres No.7 tahun 2021 itu. Terutama mengenai pelatihan masyarakat untuk melaporkan terduga ekstremis ke kepolisian.
Menurutnya ada banyak hal yang perlu disiapkan. Jika tidak, ada implikasi negatif di masyarakat. Terutama ketika warga menjadi lebih mudah curiga dengan suatu kelompok dan berani melakukan tindakan tertentu.
“Jika rambu-rambunya tak disiapkan dan disosialisasikan dengan baik, ada kekhawatiran bahwa hal ini akan meningkatkan potensi konflik horizontal dan pelanggaran hak asasi manusia melalui praktik-praktik intoleransi baru, persekusi,” kata Khairul.
“Bahkan kekerasan berbasis penistaan (blasphemy based violence) di tengah masyarakat, apalagi dengan telah diakomodirnya berbagai bentuk sistem pengamanan lingkungan swakarsa,” imbuhnya. (cnn)

Menko Mahfud: Jangan Hina Orang Pakai Gambar Hewan

0

Penghinaan bernada rasial dari Ketua Relawan Pro Jokowi Amin (Projamin), Ambroncius Nababan kepada tokoh Papua, Natalius Pigai turut mengundang perhatian dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.
Lewat kicauannya di akun Twitter pribadi, secara tersirat Mahfud meminta kepada sejumlah pihak untuk tidak melakukan penghinaan dalam mengungkap ketidaksukaan dengan pernyataan atau tudingan orang lain.
Secara spesifik, Mahfud meminta agar tidak melontarkan cacian dan gambar hewan dalam mengekspresikan ketidaksukaan tersebut.
“Kalau Anda tak suka dengan statement atau tudingan seseorang yang Anda anggap ngaco, tak usahlah menghinanya dengan cacian atau gambar hewan. Diamkan saja,” ujarnya, Minggu (24/1).
Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menjelaskan bahwa ada ungkapan dalam bahasa arab yang menyatakan bahwa tidak menjawab statement atau tudingan orang dungu adalah jawaban terhadap orang dungu tersebut.
“Ada ungkapan, ‘tarkul jawaab alal jaahil jawaabun’, ” tegasnya.
Sebuah tangkapan layar dari akun Facebook Ambroncius Nababan viral di media sosial. Dalam gambar tersebut Ambroncius memasang foto Natalius berdampingan dengan seekor gorila dengan tambahan kalimat yang berbunyi:
“Mohon maaf yg sebesar-besarnya. Vaksin sinovac itu dibuat utk MANUSIA bukan utk GORILLA apalagi KADAL GURUN. Karena menurut UU Gorilla dan kadal gurun tidak perlu di Vaksin. Faham?”. (rmo)

Dokter Tewas, Sehari Setelah Disuntik Vaksin Covid-19

0

Jakarta.-
Dokter forensik RS M Hasan Bhayangkara Palembang Indra Nasution menduga tewasnya seorang dokter berinisial JF (49) karena penyakit jantung. Hal itu karena dari pemeriksaan luar yang dilakukan ditemukan adanya bintik merah pendarahan. Kondisi tersebut diduga karena kekurangan oksigen di sekitar mata, wajah, tangan, dan dada.
“Diduga sakit jantung, bukan karena vaksin. Memang sehari sebelumnya korban ini sempat disuntik vaksin,” kata dokter forensik RS M Hasan Bhayangkara Palembang Indra Nasution melalui telepon, Sabtu (23/1/2021).
Ia menegaskan penyebab kematian korban tidak ada kaitannya dengan vaksin. Pasalnya, vaksin Covid-19 yang disuntikan kepada korban sehari sebelumnya dilakukan dengan cara disuntikkan. Sehingga ketika terjadi efek samping, seharusnya langsung dirasakan korban saat itu juga.
“Korban divaksin Kamis, meninggal diperkirakan Jumat. Kalau disuntik, pasti reaksinya lebih cepat. Kalau menurut saya, ini bukan karena vaksin, tapi jantung,” ujar Indra.
Hal senada juga disampaikan Juru Bicara Satgas Covid-19 Palembang Yudhi Setiawan. Menurutnya, meninggalnya korban dianggap tidak ada kaitannya dengan vaksin Covid-19 yang disuntikan sehari sebelumnya.
Sebab, usai dilakukan vaksinasi itu kondisi korban diketahui baik dan tidak ada keluhan sama sekali. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada tenaga kesehatan dan masyarakat untuk tidak takut dengan vaksin tersebut.
“Setelah disuntik itu ditunggu 30 menit. Selama itu, korban ini tidak menunjukkan gejala apapun, sehingga ini dipastikan bukan karena divaksin, tapi sakit jantung sesuai hasil pemeriksaan forensik. Kami imbau tenaga kesehatan tidak takut divaksin, karena kematiannya tidak ada hubungan sama sekali dengan vaksin,” ujar Yudhi.
Seperti diberitakan sebelumnya, dokter JF ditemukan meninggal dunia sehari setelah disuntik vaksin Covid-19. Korban ditemukan tewas oleh warga di dalam mobilnya sendiri yang terparkir di minimarket di Jalan Sultan Mansyur, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk dilakukan visum. (kom)

Sriyono, Mantan PPL yang Sukses Jadi Petani Jambu

0

BLORA-

Pensiun bukan berarti berhenti berkarya. Prinsip itulah yang dipegang oleh Sriyono, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) UPT Dinas Pertanian Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora yang sudah purna tugas pada April 2020 lalu.
Sarjana pertanian jebolan Unigoro (Bojonegoro) itu sekarang, hari-harinya dihabiskan untuk mengurus jambu madu. Mulai dari mengelola tanaman jambu di pekarangan miliknya, hingga menjadi pembina serta pendamping para petani jambu di beberapa kecamatan di Kabupaten Blora.
Selain membina dan mendampingi para petani jambu, Sriyono juga memberikan jasa konsulitasi pemelirahaan jambu madu hingga membantu pemasarannya.
Pemasaran jambu yang indukannya berasal dari Sumatera itu sampai hari ini bisa dibilang tidak ada masalah. Belum sampai dijual ke pasar umum, karena untuk melayani pembeli yang datang langsung atau pesan inden sudah kuwalahan.
“Jambu jenis ini di Blora tidak ada duanya. Selain buahnya besar-besar dan banyak air, rasanya manis juga renyah,” ujar suami Bunari itu ketika ditemui wartawan, Senin (18/1) lalu.
Menurut Sriyono, penanaman dan perawatan jambu madu sangatlah muda. Satu bibit pohon cukup ditanam di dalam planter bag ukuran 75 kg, bisa ditempatkan di pekarangan atau ladang hingga usia 5 hingga 7 tahunan.
“Pada usia 6 bulan, tanaman jambu yang tingginya 1,5 meter itu sudah berbuah, dan buahnya ngeri karena besar sekali. Satu kilo isi 6 buah, besarnya sak botol Aqua tanggung,” tandas pria yang tinggal di Dukuh Bapangan, Desa Menden Rejo Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora itu.
Bagi warga Kota Blora dan sekitarnya yang ingin membeli jambu madu bisa datang langsung ke Pasar Tani di Gedung Konco Tani, Seso, Blora setiap Jumat pagi. Harganya Rp 25 ribu per kilo.
“Tiap hari Jumat saya dapat jatah 25 kg. Pertama kali saya bawak 85 kilo sak klemetan sudah habis,” tandas pria kelahiran Boyolali Tahun 1960 itu
Menurut bapak dua anak itu, potensi usaha jambu madu di Blora cukup besar karena belum belum banyak orang yang membudidayakannya secara besar-besaran.
Selain di Kradenan, tambah Sriyono, jaringan petani jambu madu sudah berkembang di Cepu, Jepon, Jiken, dan Banjarrejo.
“Kami selalu ada komunikasi lewat WA Grup. Para petani yang tergabung dalam jaringan bisa konsultasi jika ada permasalahan dengan tanaman jambunya,” ujar pria yang sekarang tergabung sebagai anggota Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora itu.
Bagi yang ingin memulai budi daya jambu madu, lanjut Sriyono, bisa bergabung. “Untuk jadi anggota harus nanam minimal 25 pohon,” tambah pria yang sejak tahun 84 sudah aktif sebagai PPL di dinas pertanian itu.
Melihat perkembangannya, Sriyono yakin kedepan jambu madu ini bisa menjadi icon Blora. “Obsesi saya ingin menjadikan Blora sebagai Kota Jambu Madu,” pungkasnya. (nn)

BEM STAI Al-Muhammad Cepu Gelar Webminar Bertema Resesi, Pandemi, dan Bonus Demografi

0

BLORA-

Badan Eksekutif mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Muhammad Cepu pada 1 Februari 2021 mendatang akan menggelar Webinar Nasional dengan tema Resesi, Pandemi, dan Bonus Demografi.
Ketua Pelaksana Webinar Nasional BEM STAI Al-Muhammad Cepu, Khairul Amin mengungkapkan, dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan mampu membuka pandangan mahasiswa dan masyarakat dalam tantangan menghadapi pandemi, khususnya dalam bidang ekonomi.
“Untuk menjawab itu semua, kita akan menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya mulai dari Wakil Bupati Blora, Aparatur PPSDM Bandung, serta Waka Pendidikan STAI Al-Muhammad Cepu,” ungkapnya.
Lebih lanjut dirinya mengajak semua mahasiswa dan masyarakat umum secara luas untuk bergabung dalam acara Webinar Nasional yang juga akan disiarkan langsung di Youtube chanel STAI AMC TV.
“Untuk seluruh mahasiswa dan masyarakat semuanya yang ingin bergabung bisa mendaftarkan diri melalu nomor Whatshapps: 0888-2609-908 atau kunjungi Bit.ly/WebinarAMC2021,” pungkasnya. (nn)

Warga Binaan Rutan Blora Dilatih Bercocok Tanam Sistem Hidroponik

0

BLORA –
Sebagai upaya pengembangan pertanian di tengah masa pandemi Covid-19, warga binaan pemasyarakatan (WBP) rumah tahanan (Rutan) Kelas II B Blora, mengisi kegiatan dengan bercocok tanam dengan sistem hidroponik.
Kepala Rutan kelas II B Blora, Dedi Cahyadi melalui Kasubsi Pengelolaan Didik Sugiarto menerangkan, bahwa adanya tanaman dengan sistem hidroponik sangat tepat dilakukan di dalam Rutan.
“Ide kreatif dengan memanfaatkan lahan yang sangat terbatas ini, salah satu bentuk upaya kami untuk melatih kemandirian para WBP,” kata Didik, Senin (25/01/2001).
Didik kembali menjelaskan, ide yang berawal dari salah seorang pegawainya tersebut diharapkan dapat membantu para WBP untuk memiliki keahlian. Sehingga modal keterampilan ini dapat digunakan ketika sudah keluar dari Rutan.
“Ini adalah panen perdana kami, kebetulan untuk pelatihan awal yang ditanam adalah sayuran kangkung,” ujarnya.
Lanjut Didik, proses produksi tanaman Kangkung mulai dari pembibitan hingga masa panen hanya membutuhkan waktu selama 27 hari.
Mulai penyemaian, perawatan, sampai pengemasan, semua proses melibatkan warga binaan yang didampingi oleh salah satu pegawai.
“Kangkung yang telah dipanen, sementara akan diolah oleh bidang dapur untuk dikonsumsi WBP. Tidak menutup kemungkinan untuk kedepannya juga akan kita kemas dan dijual. Yang jelas kita akan menambah varian baru seperti selada, sawi,” pungkasnya. (yud)

Sudah Ada yang Catut Nama Bupati Blora Terpilih

0

BLORA-
Nama Arief Rohman-Tri Yuli Setyowati mulai dicatut orang tidak bertanggungjawab, setelah resmi ditetapkan KPU sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Blora. Pencatutan nama terkait pengaturan posisi, jabatan hingga proyek.
“Ini masa transisi, saya sudah mendengar ada yang menggunakan nama saya, dan mbak Etik (sapaan Tri Yuli Setyowati) untuk mengatur jabatan dan yang lain. Itu tidak benar,” kata Arief Rohman, Jumat (22/1) lalu.
Jika ada pihak yang mengatasnamakan dirinya atau Etik, maka diminta untuk diabaikan.
Pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Blora tersebut kini bersiap menyusun rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) sebagai terjemahan visi-misi saat kampanye.
Selain itu keduanya juga tengah sedang menyusun struktur organisasi dan tata kerja (SOTK). (dwi)

KPU Tetapkan Arief Rohman sebagai Bupati Blora Terpilih

0

“Terima kasih masyarakat Blora atas kepercayaannya kepada saya dan Mbak Etik (Tri Yuli Setyowati) untuk memimpin Kabupaten Blora. Kini sudah tidak ada lagi pendukung sana dan sini karena sudah ditetapkan,” kata Arief.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blora, Kamis (21/1) lalu menetapkan pasangan Arief Rohman – Tri Yuli Setyowati (Artys) sebagai calon bupati dan wakil bupati terpilih dalam Pilkada Blora 2020. Penetapan yang dilakukan di Aula PKPRI Blora itu mendapat penjagaan ketat dari TNI dan Polri. Dalam penetapan tersebut pasangan Artys hadir berikut elemen partai pengusungnya.
Untuk pasangan lain yang tampak dalam penetapan tersebut yakni tim dari pasangan Umi Kulsum-Agus Sugiyanto. Sementara dari pasangan Dwi Astutiningsih-Riza Yudha tidak hadir.
Ketua KPU Blora, Khamdun mengatakan, penetapan yang dilakukan pihaknya menyusul turun surat Buku Register Perkara Konstiusi (BRPK) dari Mahkamah Konstitusi (MK). Terlebih lagi dalam Pilkada Blora tidak muncul gugatan atau pengajuan sengketa dari paslon lain.
“Terima kasih kepada semua pihak hingga Pilkada Blora bisa berlangsung dinamis. Pilkada ini hajatan semua pihak,” kata Khamdun.
Sementara itu, Arief Rohman mengapresiasi kepada semua pihak, tidak terkecuali masyarakat yang memberikan amanah kepadanya untuk memimpin Kabupaten Blora. Arief pun mengajak semua elemen untuk bersama-sama membangun Kabupaten Blora.
Saat ini, kata Arief, pihaknya tengah proses transisi penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang merupakan terjemahan dari visi misi yang dia janjikan saat kampanye. Selain itu, pihaknya juga tengah menyusun rancangan pengisian Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK).
“Di masa transisi ini jika ada pihak-pihak yang mengaku mengatasnamakan kami terkait itu tentang jabatan atau proyek atau apa-apa tolong jangan didengarkan,” pungkasnya.
Untuk diketahui, hasil rekapitulasi penghitungan suara KPU Kabupaten Blora, mencatat pasangan Arief Rohman-Tri Yuli Setyowati unggul dalam Pilkada Blora dengan perolehan suara sebesar 318.380 atau 59,71 persen. Sementara itu, paslon Umi Kulsum-Agus Sugiyanto mendapatkan 199.646 suara atau 37,44 persen dan pasangan Dwi Astutining-Riza Yudha memperoleh 15.187 atau 2,85 persen suara. (dwi)

Kabupaten Blora sudah Punya Laboratorium PCR COVID-19

0

Blora, Diva. –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, kini memiliki alat terbaru polymerase chain reaction (PCR) sendiri, untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus.
Alat PCR tersebut saat ini ditempatkan di UPTD Laboratorium Kesehatan (Labkes) Dinas Kesehatan, di Jalan Kolonel Sunandar Kota Blora. Nantinya alat tersebut dipergunakan untuk mendiagnosis penyakit Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)
“Alhamdulillah, surat keputusan Laboratorium PCR dari Kemenkes RI sudah turun, dan mulai operasional,” tutur Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Blora, dr Henny Indriyanti MMKes, Rabu (06/01/2021).
Henny menjelaskan, untuk uji coba pertama dilakukan dengan pemeriksaan 102 sampel dari calon pegawai negeri sipil (CPNS) baru di lingkungan Dinkes setempat, yang hasilnya baru bisa diketahui dalam waktu 2 kali 24 jam.
“Setelah uji coba, nanti untuk pemeriksaan sampel lainnya, jadi tidak perlu dikirim ke luar daerah lagi yang menunggu sekitar sepekan,” tuturnya mengimbuhkan.
Sementara itu Kepala Unit Pelaksana Teknik Daerah (UPTD) Laboratorium Kesehatan (Labkes), Sri Miningsih SKep Ners, menjelaskan bahwa Lab PCR milik Pemkab Blora tersebut sudah disetujui Kementerian Kesehatan dengan SK Nomor SR.01.07/11/5778/2020, tertanggal 30 Desember 2020.
SK Kemenkes terkait pengoperasian Labotarium RT-PCR itu, lanjut Sri Miningsih, sudah sesuai keputusan Menteri Kesehatan (Menkes) RI Nomor HK.01.07/MENKES/9848/2020 tentang Jejaring Pemeriksaan Laboratorium COVID-19.
“Untuk tahap awal ini, kami targetkan memeriksa 50 sampel per hari, dan hasilnya keluar 2 kali 24 jam,” tutur Kepala UPTD Labkes Kabupaten Blora, Sri Miningsih.
Ke depan, lanjut Sri Miningsih, sarpras Lab-PCR senilai Rp 2 miliar lebih yang dikelolanya itu membutuhkan tambahan 3 hingga 4 analis kesehatan atau ahli tenaga laboratorium medik (ATLM) agar pelayanan lainnya tetap bisa berjalan normal.
Menurutnya, ATLM yang ada saat ini harus digilir untuk pelayanan pemeriksaan air bersih, air isi ulang, makanan minuman, narkoba, darah, dan urine.
“Kami hanya punya empat analis kesehatan atau ATLM, jadi untuk pemeriksaan sampel lab-swab ditempuh dengan cara bergiliran,” kata Mining.
Sri Miningsih mengungkapkan bahwa dalam tahap uji coba Lab PCR tersebut, pihaknya masih menyiapkan administrasi yang langsung terhubung dengan Kemenkes yang selanjutnya harus menyiapkan kebijakan terkait regulasi, administrasi, pembiayaan dan keperluan lainnya dengan Dinkes setempat, tujuannya agar keberadaan alat baru PCR Lab milik Pemkab Blora tersebut benar-benar sempurna.
“Mohon dukungan semua pihak, dengan tambahan alat baru ini. Ke depan UPTD Labkes bisa memberi pelayanan kepada masyarakat lebih baik lagi,” kata Sri Miningsih. (*)

AKBP Wiraga Dimas Tama Jabat Kapolres Blora

0

Blora, Diva. –
Tongkat kepemimpinan Polres Blora, mulai Selasa (05/01/2021) lalu resmi dijabat oleh Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Wiraga Dimas Tama SIK, yang menggantikan AKBP Ferry Irawan SIK MHum.
AKBP Wiraga Dimas Tama SIK, sebelumnya menjabat sebagai Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya. Sementara AKBP Ferry Irawan SIK MHum, menempati jabatan baru sebagai Wakapolres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya, setelah menjabat kurang lebih 10 bulan di Polres Blora.
Upacara serah terima jabatan (Sertijab) Kapolres jajaran Polda Jawa Tengah telah dilaksanakan di Gedung Borobudur Polda Jateng, dipimpin Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah Irjen Pol Drs Ahmad Luthfi SH SSt M\K, Selasa (05/01/2021).
Wakapolres Blora Kompol Drs Joko Watoro membenarkan bahwa pimpinan Polres Blora resmi berganti, dari AKBP Ferry Irawan telah diangkat dalam jabatan baru sebagai Wakapolres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya, digantikan AKBP Wiraga Dimas Tama SIK, yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya.
Menurut Wakapolres, upacara tradisi kedinasan rencananya akan digelar menyusul setelah selesainya serah terima jabatan di Polda Jateng, dengan kemasan sederhana yakni acara paparan laporan kesatuan saja yang digelar di Aula Arya Guna Mapolres Blora dengan tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19.
“Untuk acara seremoni lepas sambut AKBP Ferry Irawan dan pengenalan pejabat baru AKBP Wiraga Dimas Tama akan dilaksanakan secara sederhana hanya dengan paparan laporan kesatuan, mengingat masih dalam masa pendemi COVID-19,” tutur Kompol Joko Watoro.
Untuk diketahui, dalam kagiatan tersebut ada 10 Pejabat Utama dan Kapolres jajaran Polda Jateng yang diserah terimakan,
yaitu sebagai berikut:
1). Kombes Pol Ir Slamet Iswanto, yang sebelumnya menjabat sebagai Kabidpengsos Ditakademi Akpol Lemdiklat, diangkat dalam jabatan baru sebagai Kabidlabfor Polda Jateng.
2). Kombes Pol Djati Wiyoto Abadhy SIK, yang sebelumnya menjabat Kabidkerma Baintelkam Polri, diangkat dalam jabatan baru sebagai Dirintelkam Polda Jateng.
3). Kombes Pol Muchamad Firman Lukmanul Hakim SH SIK, yang sebelumnya menjabat sebagai Penyidik Tindak Pidana Madya TK III Bareskrim Polri, diangkat dalam jabatan baru Kapolresta Banyumas Polda Jateng.
4). Kombes Pol Johanson Ronald Simamora SH SIK, yang sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pidnarkoba Bareskrim Polri, diangkat dalam jabatan baru Dirreskrimsus Polda Jateng.
5). Kombes Pol Raden Setijo Nugroho Hasto Putro SIK, yang sebelumnya menjabat sebagai Kabagjarlat Ditakademi Akpol Lemdiklat Polri, diangkat dalam jabatan baru sebagai Dirpolairud Polda Jateng.
6). Kombes Pol Farid Bachtiar Effendi SIK, yang sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Brigade Mobil Korbrimob Polri, diangkat dalam jabatan baru sebagai Dansdat Brimob Polda Jateng.
7). Kombes Pol Djoko Susilo SIK SH, yang sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebiakan Madya Bidang Binkar SSDM Polri, diangkat dalam jabatan baru sebagai Dirsamapta Polda Jateng.
8). Kombespol Irwan Anwar SIK SH, yang sebelumnya menjabat sebagai Dirreskrimum Polda Sumut diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolrestabes Semarang Polda Jateng.
9). AKBP Morry Ermond SIK MT, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Kepulauan Seribu Polda Metro Jaya, diangklat dalam jabatan baru sebagai Kapolres Boyolali Polda Jateng.
10). AKBP Wiraga Dimas Tama SIK, yang sebelumnya menjabat sebagai Kabagops Polres Metro Jakpus Polda Metro Jaya, diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolres Blora Polda Jateng. (*)