Bojonegoro, Diva. –
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) optimis proyek Lapangan Gas Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang berpusat di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, onstream pada akhir tahun 2021.
Kepala SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Nurwahidi, menegaskan, bila pandemi COVID-19 bisa segera ditangani optimis lapangan Gas JTB onstream di akhir tahun 2021.
“Kami optimis proyek Gas JTB onstream akhir tahun 2021,” kata Nurwahidi, Selasa (05/01/2021).
Guna penuhi target onstream, Nurwahidi berharap, dukungan dari semua pihak. Baik dari pemerintah kabupaten (Pemkab) maupun masyarakat Bojonegoro.
“Semoga pelaksanaan proyek JTB berjalan lancar, kondusif, berkat dukungan dari Pemkab dan masyarakat Bojonegoro, sehingga onstream di akhir tahun 2021 dapat tercapai,” pungkasnya. (*)
SKK Migas Optimis Proyek Gas JTB Onstream Akhir 2021
Diresmikan, Gedung Theatre Migas Cepu Edupark
Blora, Diva. –
Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPS Migas) telah meresmikan Gedung Migas Theatre Migas Cepu Edupark (MCE) sebagai salah salah satu wahana wisata yang dikembangkan oleh pengelola. Peresmian ini menjadi satu rangkaian peringatan HUT ke-55 PPSDM Migas tepat pada Senin (4/1/2021).
Adapun rangkaian kegiatan perayaan HUT tersebut rangkaian kegiatan dimulai pada Jumat-Minggu (1-3/1/2021) dengan berbagi 1.200 nasi kotak kepada kaum dhuafa dan Pondok Pesantren serta Panti Asuhan di wilayah Cepu. Selanjutnya dilakukan peresmian Gedung Migas Theatre yang di dalamnya terdapat diorama dan pemutaran film 3D terkait kemigasan, serta peralatan pengeboran serta maket offshore.
Sebagaimana diketahui, MCE terus mengembangkan wahana-wahana baru yang menarik. Sebelumnya, pada bulan September 2020, MCE menambah wahana berupa tiga fasilitas museum terbuka migas, peralatan edukasi migas dan sarana wahana rekreasi baru.
“Terima kasih kami ucapkan tidak hanya kepada para pegawai PPSDM Migas, tetapi kepada para pegawai purna tugas yang kali ini hadir disini. Begitu juga kepada para pensiunan yang tergabung dengan IKAPEDE PPSDM Migas yang sebelumnya telah memberi pijakan yang kuat bagi kami semua untuk terus melanjutkan perjuangan membesarkan PPSDM Migas. sehingga pada bulan Desember 2020 PPSDM Migas telah berhasil meraih predikat WBBM dari Kementerian PAN RB,” ujar kepala PPSDM Migas, Walkhid Hasyim dalam keterangan tertulisnya.
Hadir juga pada peresmian tersebut Kepala BPSDM ESDM, Prahoro Yulijanto Nurtjahyo. Dia menyampaikan terima kasih kepada PPSDM Migas karena telah hadir mewakili pemerintah untuk memberi edukasi bidang migas yang sangat menarik bagi semua kalangan.
“Setelah membangun SPBU, Bengkel Mobil, Migas Cepu Edupark, sekarang menghadirkan edukasi yang lebih lengkap lagi. Yang pada hari ini akan menambah fasilitasnya berupa Gedung Migas Theatre,” kata dia.
Sehingga dengan pengembangan tersebut, Migas Cepu Edupark diharapkan menjadi pusat pendidikan migas yang mampu memberikan pengetahuan kepada masyarakat luas tentang kegiatan migas. Mulai sejarah, peralatan dan proses kerja migas sekaligus menjadi wahana rekreasi bagi pelajar, mahasiswa dan masyarakat pada umumnya.
Pada kesempatan itu, Kepala BPSDM ESDM dan Kepala PPSDM Migas juga menyempatkan untuk menanam pohon Tabebuya di kawasan Migas Cepu Edupark. Sebagai sumbangsih PPSDM Migas untuk ikut turut serta menghijaukan bumi. Pohon Tabebuya yang ditanam sejumlah 140 buah.
Kemudian, sebagai penghargaan kepada para pegawai purna bakti, PPSDM Migas juga memberikan kenang-kenangan berupa 10 sepeda kepada pensiunan pegawai PPSDM Migas. Serta pemberian bantuan dana kegiatan kepada IKAPEDE.
Untuk memeriahkan acara peresmian yang diikuti secara virtual oleh seluruh pegawai, PPSDM Migas membagikan doorprize kepada pegawai dari sponsorship. Dari Bank BNI dan BRI berupa 2 kulkas, 2 mesin cuci, 2 tv, 5 voucher belanja koperasi @Rp 200.000, 10 brizzi @Rp 100.000 dan hadiah hiburan lainnya. (*)
Hindari Ekspor, Minyak Banyu Urip Lebih Bermanfaat jika Diolah di Kilang TWU
Bojonegoro, Diva. –
Ekspor minyak mentah Banyu Urip yang dilakukan Badan Kerja Sama (BKS) Blok Cepu memantik perhatian warga sekitar. Mereka menilai minyak mentah tersebut akan lebih memberikan multiplier effect bagi masyarakat dan pemerintah daerah jika diolah di kilang mini (mini rifenery) Tri Wahana Universal (TWU) di Dusun Clangap, Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Banyuurip-Jambaran (Forkomas Ba-Ja), Parmani menyampaikan banyak manfaat yang bisa diterima warga jika minyak Banyu Urip jatah BKS Blok Cepu diolah di kilang TWU. Di antaranya menyerap tenaga kerja, menumbuhkan usaha, dan menambah pendapatan daerah dari sektor pajak.
“Harusnya ini menjadi pertimbangan pemangku kepentingan. Bukan hanya dari sisi bisnis, tapi memberdayakan masyarakat sekitar tambang migas juga penting,” tegas tokoh masyarakat Desa Brabowan, Kecamatan Gayam ini, Senin (4/1/2021).
Menurut Parmani dengan diolahnya minyak Banyu Urip di kilang TWU juga akan mengurangi ketergantungan pemerintah terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).
“Minyak mentah diekspor, tapi pemerintah justru impor BBM. Ini kan aneh dan lucu,” sindirnya.
Seharusnya, lanjut Parmani, pemerintah justru mendorong pihak swasta untuk berinvestasi membangun kilang-kilang mini di daerah tambang migas seperti TWU. Sehingga kilang-kilang tersebut dapat mengolah produksi migas dan membuka peluang usaha dan kerja bagi warga sekitar.
“Bukan justru mematikan kilang yang sudah ada,” tandasnya.
Lembaga swadaya masyarakat di ring satu Lapangan minyak Banyu urip ini optimis minyak mentah jatah BKS Blok Cepu bisa diberikan kepada TWU. Sehingga kilang yang memiliki kapasitas 16 ribu barel per hari itu bisa beroperasi lagi.
“Saya kira peluang itu terbuka lebar. Semangatnya harus satu, untuk masyarakat. Bukan untuk keuntungan pribadi atau golongan,” pungkas Parmani.
Senada disampaikan Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri. Wakil rakyar tiga periode dari daerah pemilihan (Dapil) III meliputi Kecamatan Baureno, Kepohbaru, Kedungadem dan Sugihwaras ini mengaku setuju jika minyak mentah Banyu Urip jatah BKS Blok Cepu nantinya bisa diolah di kilang Tri Wahana Universal (TWU). Alasannya, dengan beroperasinya kilang mini TWUa akan memberikan multiplier effect bagi masyarakat dan Pemkab Bojonegoro.
“Saya setuju kalau pandemi ini sirna dan kembali normal maka opsi pengaktifan TWU petut di pertimbangkan. Dengan catatan harga juga menguntungkan bagi TWU, sehingga multiplier effec-nya besar,” ujar Lasuri dikonfirmasi terpisah.
Diberitakan sebelumnya, BKS Blok Cepu telah mengekspor 600 ribu barel minyak mentah dari Lapangan Banyu Urip atau setara 95.400.000 liter (1 barel = 159 liter). Jumlah itu terhitung sejak November dan Desember 2020. Ekspor minyak mentah dilakukan BKS melalui Pertamina.
BKS Blok Cepu merupakan gabungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pengelola penyertaan modal (Participating Interest/PI) 10%. Dari 10% PI itu dibagi empat BUMD yakni BUMD Bojonegoro (PT. Asri Dharma Sejahtera/ADS) mendapat 4,5%, BUMD Provinsi Jatim (PT. Petrogas Jatim Utama/PJU) 2,2%, BUMD Blora (PT Blora Patragas Hulu/BPH) 2,28 %, dan BUMD Provinsi Jateng (Sarana Patra Hulu Cepu/SPHC) 1,1%.
Untuk diketahui, sebelum kilang TWU berhenti operasi akibat tidak memperoleh pasokan minyak dari Lapangan Banyu Urip sejak 2015 lalu, telah menyumbangkan kontribusi pendapatan cukup signifikan kepada pemerintah daerah, provinsi dan pemerintah pusat dalam berbagai bentuk setoran pajak. Di tahun 2015, total kontribusi pajak TWU tercatat mencapai lebih dari Rp 311 miliar.
Selain itu, hingga akhir tahun 2015, TWU memiliki kurang lebih 180 karyawan yang mayoritas merupakan warga lokal sekitar Kabupaten Bojonegoro dan Jawa Timur. Juga mendorong tumbuhnya pengusaha-pengusaha lokal antara lain transportir BBM, vendor, rumah makan, dan lain-lain.
Keberadaan kilang minyak TWU juga telah menciptakan tambahan lapangan pekerjaan sekitar 5.300 orang di tingkat Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Pembangunan kilang TWU ini juga selaras dengan Peraturan Presiden (Perpres) No. 146 tahun 2015 mengenai pelaksanaan pembangunan kilang minyak di Indonesia. Kilang mini menjadi salah satu solusi bagi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor BBM. Selain itu, juga dapat menciptakan optimalisasi produksi pada lapangan minyak mentah di daerah-daerah marginal.
Kontrak pembelian minyak TWU dari Lapangan Banyu Urip berlaku selama 10 tahun terhitung sejak 2010 – 2020. Namun dalam kontrak ada kesepakatan kontrak pembelian akan dievaluasi setiap lima tahun sekali.
Untuk kontrak lima tahun pertama telah habis pada 15 Januari 2015. Sesuai harga yang ditentukan pemerintah pada kontrak lima tahun pertama yang mengacu ICP Arjuna berubah empat kali, yakni pada 2009 dari -USD6.70 per barel, berubah menjadi -USD5.31 per barel pada 2013, dan berubah lagi menjadi – USD4.76 per barel pada 2014 dan 2015 menjadi -USD3.50 per barel. (*)
Masih Berstatus Siaga, Gunung Merapi Keluarkan Guguran Awan Panas
Yogyakarta, Diva.-
Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan adanya kejadian guguran awan panas Gunung Merapi pada Kamis (7/1).
Awan panas tersebut tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimal 28 milimeter dan durasi 154 detik.
Berdasarkan keterangan dari Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, awan panas tersebut meluncur dan mengarah ke hulu Kali Krasak. Cuaca dilaporkan berawan di sekitar Gunung Merapi saat terjadi guguran awan panas.
“Arahnya ke Kali Krasak dengan tinggi kolom abu 200 meter,” jelas Hanik melalui rekaman suara.
Menurut Hanik, jarak guguran dari awan panas tersebut tidak teramati secara visual dikarenakan tertutup kabut, akan tetapi apabila melihat dari rekaman amplitudo dan data rekaman seismiknya diperkirakan tidak lebih dari 1 kilometer.
“Jaraknya ini tidak teramati (secara visual) karena tertutup kabut. Kelihatan di pucuknya saja. Kalau melihat durasinya ini jaraknya pendek,” kata Hanik.
“Kurang dari satu kilometer. Karena dari seismiknya kan cuma 154 detik dan amplitudonya 28 milimeter, jadi ini kecil. Awan panas kecil yang terjadi,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Hanik juga menjelaskan bahwa fenomena yang terjadi tersebut merupakan guguran dan bukan letusan.
“Betul. Awan panas guguran (bukan letusan),” jelas Hanik.
Selanjutnya, Hanik juga mengatakan bahwa guguran awan panas tersebut diperkirakan adalah berasal dari gundukan yang terbentuk pada periode sebelumnya, yakni sejak Kamis (31/12) lalu dari lava 1997, yang kemudian meluncur ke arah barat daya menuju Kali Krasak.
“Kan kemarin terjadi adanya gundukan kecil. Diperkirakan itu yang (kemudian) terjadi awan panas,” ungkap Hanik.
Status Gunung Merapi Masih Siaga
Menyinggung mengenai penetapan status Gunung Merapi dengan melihat adanya kejadian guguran awan panas tersebut, Hanik menuturkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menaikkan status dan masih bertahan pada Level III atau ‘Siaga’.
“Status masih sama (Siaga),” ujar Hanik.
Adapun menurut Hanik, penetapan kenaikan status Gunungapi itu didasarkan pada penilaian ancaman terhadap penduduk.
Sejauh ini, BPPTKG telah memberikan rekomendasi kepada seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kebijakan daerah dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III dengan radius 5 kilometer.
Dalam hal ini, Hanik menilai bahwa rekomendasi assesmen tersebut sudah dapat dilaksanakan dengan baik oleh masyarakat dan pemerintah daerah, sehingga risiko ancaman bencana dapat dikurangi dan masih dalam kategori aman.
“Sekali lagi saya ingatkan. Status aktivitas Gunungapi itu dasarnya adalah penilaian terhadap ancaman penduduk. Ini kan kita sudah memberikan rekomendasi assesment bahayanya potensi saat ini kan sejauh 5 kilometer. Itu masih aman. Sampai saat ini potensi bahaya belum lebih dari 5 kilometer,” jelas Hanik.
Dari kejadian guguran awan panas tersebut, Hanik juga menyebutkan bahwa belum ada laporan mengenai adanya hujan abu vulkanik.
“Belum ada. Karena ini masih kecil. Sampai sekarang kami belum mendapat laporan mengenai hujan abu,” jelas Hanik.
Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, terkait dengan kejadian ini, BPPTKG belum merevisi rekomendasi aktivitas Gunung Merapi dimana daerah potensi bahaya masih dalam jarak maksimal 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi.
Adapun prakiraan daerah bahaya tersebut meliputi Desa Glagaharjo (Dusun Kalitengah Lor); Desa Kepuharjo (Dusun Kaliadem); Desa Umbulharjo (Dusun Palemsari) di Kecamatan Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta.
Kemudian Desa Ngargomulyo (Dusun Batur Ngisor, Gemer, Ngandong, Karanganyar); Desa Krinjing (Dusun Trayem, Pugeran, Trono); Desa Paten (Babadan 1, Babadan 2) di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Selanjutnya Desa Tlogolele (Dusun Stabelan, Takeran, Belang); Desa Klakah (Dusun Sumber, Bakalan, Bangunsari, Klakah Nduwur); Desa Jrakah (Dusun Jarak, Sepi) di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Berikutnya Desa Tegal Mulyo (Dusun Pajekan, Canguk, Sumur); Desa Sidorejo (Dusun Petung, Kembangan, Deles); Desa Balerante (Dusun Sambungrejo, Ngipiksari, Gondang) di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten Jawa Tengah. (*)
Plt Walikota Surabaya Keberatan Wilayahnya Masuk Dalam PSBB Jawa-Bali
Surabaya, Diva.-
Penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk sejumlah wilayah di Jawa-Bali tak sepenuhnya direspons positif oleh para kepala daerah.
Salah satunya adalah Plt Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, yang keberatan bila Kota Surabaya harus menerapkan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat di Jawa Timur.
Sebab dalam beberapa hari ini sudah terlihat ada penurunan angka kasus, usai kenaikan angka di momen liburan Natal dan tahun baru (Nataru) beberapa waktu lalu.
Sejauh ini, pihak Pemkot Surabaya belum menerima surat resmi dari pemerintah pusat terkait penerapan PSBB Jawa-Bali.
“Saat mendapati informasi dari Wakil Gubenur Jatim, saya sangat keberatan. Sementara di wilayah Jawa Timur ada empat kabupaten kota yang zona merah tapi tidak diterapkan PSBB. Itu tadi yang juga saya proteskan,” kata Whisnu Sakti Buana dikutip Kantor Berita RMOLJatim usai rapat koordinasi dengan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya di Ruang Sidang Walikota Surabaya, Rabu malam (6/1).
Ia menjelaskan, apabila dilakukan PSBB di Jatim, maka secara menyeluruh kabupaten/kota di Jatim juga harus menerapkan. Itu yang akan disepakati oleh semua pihak.
Akan tetapi apabila peraturan ini hanya diterapkan secara parsial di wilayah yang cenderung membaik beberapa hari ini, maka yang dikhawatirkan adalah banyaknya pasien dari luar kota yang dilimpahkan.
“Apalagi melihat penanganan kita baik. Kan kita jadi ketiban sampur. Kita tidak hanya melihat sisi penanganan Covid-19 saja, tetapi ada dampak yang lebih luas lagi,” tegasnya.
Meskipun penanganan pandemi ini dinilai cukup bagus, akan tetapi ke depan Pemkot Surabaya lebih memaksimalkan peran Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo bersama-sama dengan jajaran Polri dan TNI.
Bahkan dia menyebut, jika diperbolehkan usul ke pusat, Surabaya tidak diberlakukan aturan terbaru tersebut yang mulai diterapkan pada 11-25 Januari 2020 mendatang.
“Kita juga masih ada waktu untuk mengusulkan hal ini ke pusat. Intinya kita akan berusaha yang terbaik untuk Kota Pahlawan,” pungkas Whisnu.
Berdasarkan keputusan Presiden Joko Widodo terkait kota yang diminta untuk menerapkan PSBB di Jawa Timur adalah Malang Raya dan Surabaya Raya. (*)
Jawa-Bali PSBB, Wagub Jatim Masih Tunggu Surat Edaran
Surabaya, Diva.-
Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengaku masih menunggu informasi lebih lanjut terkait wacana pembatasan aktivitas mulai 11-25 Januari 2021.
“Kami belum bisa banyak komentar. Itu pusat kan, masih akan menerbitkan edaran. Jadi kami tunggu edarannya, karena masih dipersiapkan sama pusat. Kita tunggu,” ujar Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak, Rabu (6/1).
Pemerintah telah memutuskan untuk melakukan pengetatan pembatasan pergerakan masyarakat. Khususnya di wilayah Jawa dan Bali.
Kebijakan ini dimaksud untuk menekan angka penyebaran Covid-19. Mengingat di beberapa daerah meningkat secara eksponensial, sesuai amanat Peraturan Pemerintah 21/2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Khusus untuk Jawa Timur, pembatasan pergerakan secara terbatas akan diterapkan di kabupaten/kota di Malang Raya dan Surabaya Raya.
Emil yang juga mantan Bupati Trenggalek itu mengatakan, sebenarnya Pemprov Jatim sudah siap. Salah satunya dengan memperkuat pelaksanaan operasi yustisi.
“Kalau kesiapan iya. Cuma kan kita mesti pastikan yang dimaksud pembatasan work from home (WFH) 75 persen ini seperti apa persisnya, terhadap masing-masing sektor,” tegas Emil, dikutip Kantor Berita RMOLJatim.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, kata Wagub, juga turut memantau kebijakan yang baru dirilis tersebut meski sedang isolasi mandiri.
“Ibu Gubernur terus mantau. Tadi dibahas juga di rapat koordinasi tadi pagi dengan pemerintah pusat. Edaran resminya yang masih diproses di atas,” tandasnya. (*)
Arab Saudi Buka Haji dan Umroh
Jakarta, Diva.-
Pimpinan DPR RI mengapresiasi keputusan Kerajaan Arab Saudi yang telah membuka kembali kedatangan jamaah haji dan umroh.
Pemerintah Arab Saudi juga telah mencabut larangan penerbangan internasional ke negaranya dan membuka kembali kegiatan ibadah umrah pada 3 Januari 2021 kemarin.
Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin, meminta Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) untuk dapat segera melakukan komunikasi dan koordinasi kepada Kerajaan Arab Saudi dalam menindaklanjuti hal tersebut.
“Kemenag harus segera memastikan Kedutaan Besar Arab Saudi agar jemaah umrah Indonesia diberikan ijin untuk melakukah ibadah umrah ke Tanah Suci,” ujar Aziz kepada wartawan, Rabu (6/1).
“Ditjen PHU juga segera menginformasikan kepada seluruh biro perjalanan umrah agar jemaah yang akan diberangkat ke Tanah Suci dapat mempersiapkan diri secara matang sampai dibuka kembali penerbangan Indonesia ke luar negeri,” imbuhnya.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini berharap agar Kemenag dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga dapat memastikan para jamaah umrah yang berangkat sudah bebas Covid-19.
Hal itu guna menghindari terulangnya peristiwa penangguhan kepulangan jamaah umrah asal Indonesia.
“Kemenag dan Kemenkes untuk memastikan protokol kesehatan diterapkan secara ketat oleh seluruh jamaah saat umrah dan melakukan pengawasan secara ketat atas pelaksanaan protokol kesehatan guna meminimalisir potensi jamaah terinfeksi Covid-19,” tegasnya.
Selain itu, Azis meminta pemerintah untuk memastikan para jamaah yang pulang dari ibadah umrah mengikuti prosedur protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.
“Pemerintah harus mensukseskan umroh tahun ini, sebagai upaya diplomasi kontrak haji 2021 dan mengembalikan nama baik Indonesia pasca peristiwa penangguhan jamaah di tahun 2020,” tandasnya. (*)
Bintang Anda Minggu Ini
(berlaku tgl 3 s/d 10 Januari 2021)
AQUARIUS (22 Januari~21 Februari)
sebagai kejutan. Ketika beberapa hal berjalan di luar du-gaan, Anda hanya perlu me-mandang itu sebagai kejutan yang diberikan kehidupan. REJEKI: Menghemat pengeluaran minggu ini, dan bersikap disiplin dan belajar menahan diri. ASMARA: Prioritas setiap orang berbeda-beda dan cara menghadapi masalah cinta juga berbeda. Jangan menyamakan masalahmu dengan masalah pasangan orang lain karena setiap pasangan memiliki tantangannya sendiri.*
PISCES (22 Februari~21 Maret)
sering lelah. Perlu lebih sering olahraga atau melakukan kegiatan fisik yang aktif di ru-mah agar badan tidak lemas dan sering lelah. Diam di rumah akan membuat tu-buhmu kurang bugar. REJEKI: Jangan sampai ma-salah perutangan menghancurkan dengan orang lain. ASMARA: Meski ada kalanya bertengkar kare-na beda pendapat, bukan berti kalian ingin mengak-hiri hubungan. Justru itulah bumbu cinta yang se-makin terbuka satu sama lain dan belajar memahami*
ARIES (22 Maret~21 April)
jaga kesehatan. Anda akan agak sibuk minggu ini dan mungkin akan memengaruhi banyak hal dalam hidupmu. Jangan terlalu keras pada diri sendiri karena kesehatanmu juga perlu dijaga. REJEKI: Keuangan baik dan Anda jadi lebih produktif minggu ini. ASMARA: Sisi sensual dan romantismu sedang panas-panasnya minggu ini, dan dengan dukungan semesta, Anda mampu membangkitkan daya tarik lebih besar dalam hubungan cinta.*
TAURUS (22 April~21 Mei)
tetap notivasi. Sisi pekerja kerasmu sedang on fire minggu ini dan semua pekerjan yang butuh penanganan ekstra bisa Anda kerjakan dengan baik. Anda bisa memuji diri sendiri agar tetap termotivasi minggu ini. REJEKI: Pastikan Anda tidak kekurangan dan bisa mengandalkan budget yang sudah kamu tentukan minggu ini. ASMARA: Hati-hati dengan sifat posesif minggu ini. Buat kelonggaran karena cinta juga per-lu ruang untuk bernafas agar tetap hidup bahagia.*
GEMINI (22 Mei~21 Juni)
jangan bohong. Baik buruknya hari tergantung dari apa yang ingin Anda lakukan. Jangan membohongi orang lain dengan maksud tersembunyi karma akan berbalik pada dirimu sendiri. REJEKI: Pastikan Anda tak menganggap remeh utang dengan jumlah berapa pun. ASMARA: Tidak sedang ingin menunjukkan sisi cinta yang menggebugebu minggu ini. Anda mengharapkan cinta yang tenang dan damai dengan pasangan karena selalu romantis*
CANCER (22 Juni~21 Juli)
ada perubahan. Jika Anda ti-dak aktif bergerak cepat dan mendekat, apa mungkin ada perubahan? Itu juga yang Anda butuhkan jika ingin karir menanjak. REJEKI: Tertarik menginvestasikan uang? Anda harus men-cari banyak informasi yang menguntungkan. ASMA-RA: Perlu mengatur porsi waktu yang seimbang antara urusan pribadi dan urusan cinta dengan pasa-ngan. Seringkali kamu tak sadar telah menduakan pasangan dengan pekerjaan yang menguras waktu*
LEO (23 Juli~22 Agustus)
jaga kesehatan. Ada banyak kegiatan minggu ini yang mungkin akan membuatmu cukup sibuk. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dan pola makan. An-da butuh energi untuk menghadapi apa pun yang terjadi minggu ini. REJEKI: Sedang baik dan stabil, Anda bisa tenang minggu ini. ASMARA: Jangan lupa memberi kabar, menjaga komunikasi tetap intens setiap hari agar selalu terasa dekat meski sedang jauh dari pasangan.*
VIRGO (22 Agustus~21 September)
nikmati momennya. Minggu ini akan terasa sibuk, jadi persiapkan energi dan semangat menyambut kebersama-an keluarga di rumah. Tak perlu terlalu merasa ter-bebani karena suatu hal, nikmati setiap momennya. REJEKI: Butuh tabungan untuk kebutuhan men-dadak. ASMARA: Di awal menjalani hubungan, wajar jika harus menyesuaikan diri dengan banyak perbedaan. Ketika sudah saling memahami, segala kesulitan akan lebih mudah dihadapi bersama.*
LIBRA (22 September~21 Oktober)
merasa kesepian. Berada di dekat keluarga membuatmu tenang. Meski tak banyak te-man yang bisa menemani di waktu luangmu, tapi Anda tak pernah merasa kese-pian. REJEKI: Jika punya tanggungan, prioritaskan dan bayarkan dulu sebelum memenuhi hal lain. ASMARA: Jangan remehkan kesan bahwa semua hubungan tampak baik-baik saja dan menyenangkan di luar, kamu tak pernah tahu seperti apa isi hati dan kepala orang lain saat menjalani hubungan*
SCORPIO (22 Oktober~21 November)
kerja tim. Prioritaskan jalan beriringan, bukan saling mendahului. Itulah inti dari kerja tim. Minggu ini Anda bi-sa mencapai kepuasan kerja ketika kekompakan tim bisa tercapai. REJEKI: Seringkali hanya karena harga diri, Anda jadi membeli hal-hal yang tak perlu. ASMARA: Karena kalian adalah dua insan ma-nusia yang memiliki isi kepala yang berbeda, wajar jika kalian memiliki perbedaan pendapat. Namun tidak harus memperdebatkannya secara serius.*
SAGITARIUS (22 Nopember~21 Desember)
jangan kecewa. Ada hal-hal yang membuatmu lupa bah-wa ada kalanya sesuatu memang tak selalu berjalan sesuai rencana. Jadi jangan terlalu kecewa jika memang harus menghadapi kegagalan. REJEKI: Jangan lupa untuk menabung dan berhemat. ASMARA: Se-ringkali karena hal-hal kecil yang kalian abaikan. Anda tak sadar sedang mulai membentuk jarak. Di waktu yang tepat, bicarakan apa yang memang mengganggu pikiran dan hati kalian.*
CAPRICORNUS (22 Desember~21 Januari)
sikap profesional. Berhenti bukan kata yang ada dalam ka-musmu saat bekerja. Anda menjaga sikap profesional dan menyelesaikan tugas dengan penuh tanggung jawab. Tak perlu terganggu dengan masalah lain. REJEKI: Hati-hati menggunakan uang minggu ini. Jangan sampai menyesal di kemudian hari. ASMARA: Anda akan tahu bahwa sebenarnya masih ada banyak karakter dan sisi dirinya yang belum Anda ketahui. Semenarik itulah jatuh cinta. *
Dua Ribu Dua Puluh Satu
Oleh: Trias Kuncahyono (Jurnalis senior)
TAHUN 2020 ditutup dengan peristiwa politik dramatik. Ibarat balap mobil, putaran terakhir berujung pada sebuah tikungan tajam dan buntu: Presiden Jokowi melantik mantan kandidat wakil presiden pada Pemilu 2019—Sandiaga Salahuddin Uno—menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dan, pelarangan serta pembubaran FPI.
Bergabungnya Sandiaga Uno ini melengkapi mirabilia, keajaiban politik, yang terjadi pada akhir pemilu. Ketika itu, mantan kandidat presiden, Prabowo Subianto dan Partai Gerindra masuk dalam kabinet Jokowi. Langkah kaki Sandiaga Uno mengikuti ayunan langkah kaki Prabowo Subianto.
Layar panggung politik Pemilu 2019 diturunkan. Ceritanya berakhir sampai di sini. Inilah Annus Mirabilis, tahun mukjizat, tahun yang mengagumkan, tahun yang ajaib, tahun yang aneh.
Meskipun negeri ini—juga negara-negara lain di berbagai sudut dunia—dicengkeram oleh pandemi Covid-19 yang menelan korban jiwa demikian banyak; dan menghancurkan perekonomian dunia.
Politik memang selalu penuh kejutan. Politik tidak selalu berjalan linear. Untuk mendapatkan jumlah empat, tidak harus selalu dua ditambah dua; bisa tiga ditambah satu, bisa lima dikurangi satu, bisa pula delapan dibagi dua. Pendek kata, segala kemungkinan bisa terjadi. Maka itu, ada berbagai ragam definisi politik.
Ada yang mendefinisikan politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat. Definisi lain, politik adalah upaya atau cara untuk memperoleh sesuatu yang dikehendaki.
Sementara Harold D. Laswell dan A. Kaplan dalam Power Society: menegaskan bahwa “politik adalah masalah siapa, mendapat apa, kapan, dan bagaimana.”
Itulah politik. Bahwa ada yang kecewa dari “ujung dari putaran terakhir itu?” Ya, pasti. Ada pro dan kontra dari kedua belah pihak. “Untuk apa berdarah-darah dalam pemilu, kalau ujungnya seperti itu.” Begitu salah satu keluhannya.
Memang, Pemilu 2019 telah mengubah tahun yang semestinya menjadi “tahun pesta demokrasi”; tahun “perayaan perbedaan” menjadi annus horribilis, tahun yang mengerikan, menakutkan, menggetarkan, seram, keji, dan keras.
Menjelang, selama, dan setelah Pemilu 2019, negeri ini seperti diselimuti awan hitam, awan kegelapan. Bayang-bayang perpecahan karena kepentingan politik dari hari ke hari rasanya semakin jelas.
Apalagi kalau mendengarkan perkataan dan pernyataan para elite politik, para tokoh (juga yang ditokohkan atau merasa dirinya tokoh) politik, sungguh seolah hanya kibasan “tongkat sakti” saja yang bisa menyelamatkan negeri ini.
Tidak berlebihan kalau Pemilu 2019 akan dicatat dalam buku besar sejarah bangsa dengan tinta hitam legam sebagai pemilu yang menimbulkan perbenturan demikian keras sesama anak bangsa. Pertarungan demikian keras, tajam, bahkan kasar.
Berbagai narasi politik yang membuat telinga dan hati panas, berbagai ragam ujaran kebencian, berbagai bentuk berita hoax, berbagai warna cercaan bernuansa sektarian, dan berbagai tindakan intoleran bertumpah ruah, membanjiri negeri ini lewat media sosial.
Pesta demokrasi tak lebih dari menghamburkan kata-kata sekadar untuk memfitnah dan mencerca pihak lain. Kebebasan berpendapat dan bersuara yang dijamin oleh demokrasi telah menjadi kampanye hitam disebar-luaskan.
Urusan bangsa yang sangat besar dan penting, telah dijadikan sebagai urusan personal. Berpolitik semata-mata untuk memburu kepentingan diri, kekepentingan kelompok, kepentingan golongan sendiri, bahkan kepentingan keluarga.
Celakanya lagi, semua itu justru dilakukan oleh mereka yang selama ini dipandang sebagai yang melek politik, yang dianggap memiliki kesadaran tinggi akan demokrasi, yang dijadikan panutan, dan yang suaranya didengar.
Mereka justru bersuara sumbang. Mereka justru ikut menebarkan paku-paku tajam yang merobek-robek sulaman indah kebhinekaan.
Tetapi, “tikungan tajam yang berujung di jalan buntu” itu menegaskan bahwa politik memang drama karakter dan keadaan yang tidak ada habisnya (Andrew Gamble, 2019); yang tidak ada akhirnya.
Kedua
Ada yang mengatakan, selama politik diartikan sebagai “kegiatan di mana orang bernegosiasi, berkolaborasi, dan bekerja sama untuk ‘How to get the power’?”, maka jangan harap akan tercipta ketentraman, perdamaian, dan persahabatan, serta persaudaraan sejati.
Mengapa? Karena prinsip yang pertama-tama akan dipegang dan dijunjung tinggi dalam berpolitik adalah seperti yang diungkapkan dalam bahasa Latin, Hostis aut amicus non est in aeternum; commoda sua sunt in aternum—“lawan atau kawan itu tidak ada yang abadi; yang abadi hanyalah kepentingan.”
Dan, Lord Palmerston (1784-1865) merumuskan menjadi: “tidak ada kawan dan lawan abadi, yang ada adalah kepentingan.”
Maka, seperti di atas sudah disebut bahwa kini berpolitik itu lebih berurusan dengan siapa mendapatkan apa, kapan, dan bagaimana cara mendapatkannya. Benar sekali adagium di atas. Banyak kali peristiwa politik membuktikan adagium tersebut.
Apa yang terjadi pada bulan Mei 1998, ketika situasi demikian genting, bisa menjadi salah satu contoh bahwa “tidak ada kawan dan lawan yang abadi yang abadi adalah kepentingan.”
Ketika itu, sejumlah menteri meninggalkan Soeharto; dan tindakan mereka ikut mempercepat berakhirnya kekuasaan Soeharto yang sudah bertahan tiga dasawarsa.
Maka orang akan mengatakan, politik bisa menjadi kejam. Apalagi kalau sudah menyangkut kekuasaan; bagaimana mendapatkan, mempertahankan, dan memperbesar kekuasaan.
Maka, dalam bahasa Niccolo Machiavelli, terjadilah penghalalan segala cara. Pada saat itu, kesetiaan hilang. Dalam perspektif ini, politik dipandang sebagai tindakan yang tidak berprinsip, tidak dapat dipercaya, atau tidak jujur, tipu daya.
Ini sama dengan peperangan. Tujuan akhir sebuah peperangan adalah merebut kemenangan. Demikian pula dalam berpolitik, kemenangan yang ingin menjadi tujuan akhir. Kemenangan itu akan membawa kekuasaan. Tidak ada satu pihak pun yang mau menderita kekalahan. Karena itu, segala cara dilakukan untuk mewujudkan kemenangan itu.
Itulah politik riil, di mana pertarungan untuk mendapatkan kekuasaan menjadi yang pertama dan utama. Tentu pengertian politik seperti tersebut di atas sangat berbeda dengan pengertian yang disodorkan oleh Frans Magnis-Suseno.
Menurut Frans Magnis-Suseno, politik adalah segala kegiatan manusia yang berorientasi kepada masyarakat secara keseluruhan, atau yang berorientasi kepada negara. Sebuah keputusan disebut keputusan politik apabila diambil dengan memperhatikan kepentingan masyarakat sebagai keseluruhan. Suatu tindakan harus disebut politis apabila menyangkut masyarakat sebagai keseluruhan.
Dengan demikian, tujuan akhir dari kegiatan politik adalah untuk kepentingan masyarakat banyak. Itulah karenanya, tujuan politik dimaksudkan untuk terciptanya kemaslahatan bersama, kemakmuran masyarakat secara keseluruhan, yang juga sering disebut sebagai bonum commune.
Ketiga
Kalau berhentinya balapan secara tak terduga di “tikungan tajam yang berujung di jalan buntu” adalah untuk bonum commune, tentu itu yang diharapkan. Bila hal itu benar-benar terjadi—sebagai tujuan pertama dan utama—maka mulai tahun 2021 ini rakyat sedikit boleh mulai berharap akan menikmati ketentraman, tidak diharu-biru oleh “celotehan-celotehan” yang disuarakan oleh para “pemain politik” yang suka menggunakan topeng beraneka wajah berbeda.
(ada yang mengenakan topeng berwajah menggelikan, lucu; ada yang menyebalkan; ada yang menjijikkan; ada menakutkan; ada yang kelihatan bijak; ada yang kelihatan alim dan saleh; tetapi ada juga yang sungguh-sungguh memuakkan).
Hilangnya—atau sekurang-kurangnya, samar-samarnya, sayup-sayupnya—hiruk-pikuk, kebisingan politik akan sangat berguna dalam memenangi “perang” melawan pandemi Covid-19, yang akan berimplikasi positif bagi banyak bidang kehidupan.
Sudah begitu banyak persoalan yang dihadapi bangsa ini—termasuk yang paling berat adalah soal toleransi antar-umat beragama, soal kebhinekkaan.
Maka, kalau ditambah dengan “celotehan-celotehan” para “pemain politik” yang sekadar mencari popularitas, bangsa ini tidak akan pernah beranjak maju, hanya berputar-putar dari itu ke itu saja. Sementara bangsa lain sudah lari tunggang langgang menuju cakrawala baru.
Tetapi, seperti diingatkan oleh Andrew Gamble bahwa politik sebagai suatu kegiatan selalu memiliki hubungan yang sulit dengan kebenaran. Maka itu benar adagium “tidak ada kawan dan lawan yang abadi, yang ada adalah kepentingan.”
Itulah sebab ada nasihat bijak, “hati-hatilah, jangan mempercayai seorang teman, kecuali kalau engkau sudah mengujinya.” Mengapa demikian? Karena, “selama periuk masih panas, persahabatan tetap hidup.”
Sama seperti yang dikatakan oleh Cicero (106-43 SM) seorang filosof Romawi, “Amicus certus in re, incerta cernitur”—sahabat yang sejati dikenal di saat-saat sulit. Jadi, bukan dikenal ketika pesta sudah usai, kursi sudah ditumpuk dimasukkan ke gudang, tenda sudah gulung, hiasan dicopot semua, piring-piring dan gelas dicuci, dan orang pulang ke rumah masing-masing.
Semoga tidak demikian. Karena, kita semua berharap bahwa tahun 2021 benar-benar akan menjadi Annus Mirabilis, tahun mukjizat, tahun yang mengagumkan, tahun yang ajaib, seajaib berhentinya balapan secara tak terduga di “tikungan tajam yang berujung di jalan buntu.”
Sekurang-kurangnya, keajaiban itu bertahan hingga tahun 2023 menjelang saat datangnya Tahun Politik. Tahun yang cenderung memberikan hawa untuk mencari menang-menangan, yang cenderung menghalalkan segala cara demi kemenangan, demi kekuasaan lagi. (*)
Harimau Milenial
Oleh: Azhar
Pemerhati satwa liar Aceh
BERAPA jumlah populasi harimau di Sumatera saat ini? Sulit menjawab pertanyaan tersebut. Mungkin jawabannya diperkecil; Harimau Sumatera diketahui jumlah populasinya hanya di beberapa blok hutan, seperti di Teso Nilo Riau, Bukit Barisan Selatan di Lampung dan Leuser.
Hanya ini yang mampu dianalisis oleh praktisi harimau. Kenapa hal ini terjadi, jawabnya mungkin sederhana, yakni sedikit penelitian tentang harimau di Indonesia hingga khazanah ilmu harimau kurang diminati. Juga rendahnya minat para ahli biologi di Indonesia untuk terlibat dalam penelitian harimau dan banyak faktor lainnya yang menghambat penelitian harimau sumatera.
Salah satunya adalah dibutuhkan mental baja dan tenaga untuk meneliti harimau karena luasnya habitat, juga kebutuhan dana yang besar untuk mobiliasi tenaga kerja lapangan, serta dukungan dana untuk penggunaan alat pendukung penelitian.
Hingga saat ini, hanya beberapa blok hutan yang bisa dilakukan penelitian, selebihnya secara umum penelitian harimau secara keseluruhan di hutan Sumatera sulit dilaksanakan karena beberapa faktor yang disebut di atas.
Beda dengan sepupunya, singa, di daratan Afrika. Singa Afrika relatif gampang diketahui karena keadaan habitat, areal singa terletak di safana (padang rumput), kelimpahan pakan seperti kijang, zebra, dan babi hutan tersebar merata.
Di habitat tersebut tergambar utuh situasi pemangsa dan satwa mangsa atau dikenal dengan istilah prey dan predator, ukuran ekologi habitat, kelompok singa, hingga kelompok pemangsa lainya terdata dengan baik.
Hingga, prilaku singa dan jumlah individu dikelola dengan baik, juga pengelolaan kawasan satwa liar tersebut sesuai dengan peruntukannya. Beberapa di antara kawasan tersebut disebut taman safari, taman nasional, dan cagar alam.
Ini menjadi harapan dalam manajemen penyelamatan dan kampanye satwa liar secara utuh dan berkelanjutan. Implementasi kebijakan nyata dan tegas terjadi di kawasan ini. Kawasan konservasi satwa liar benua afrika terbuka akan segala akses, mulai dari transportasi, akomodasi dan sebagainya. Intinya relatif lebih mudah meneliti dan berwisata satwa liar di sana.
Lain perkara dengan harimau sumatera. Habitatnya berada di hutan primer dan sekunder. Harimau sumatera daya jelajahnya luas dan lebar. Topograpi beragam: pegunungan, sungai, dan rawa gambut. Harimau sumatera menguasai teritorial terluas dan terdahsyat di alam liar Sumatera. Tak ada pembatas daya jelajah mereka.
Seekor harimau jantan memiliki wilayah kekuasaan yang lebih besar dan kadang kala tumpang tindih dengan teritorial harimau betina. Harimau betina dapat memiliki teritorial seluas 20 kilometer persegi. Si jantan memiliki wilayah seluas 60-100 kilometer persegi.
Kawasan ini biasanya berada di daerah yang memiliki banyak sumber makanan. Luasan areapun yang sesuai dengan sumber makanan, hingga harimau bisa menghemat energi untuk mencari sumber makanan dalam menjaga pergerakannya.
Harimau jantan dewasa memiliki daya jelajah (home range) yang lebih besar daripada betina dan hewan yang masih muda. Berat badan kurang memberikan kontribusi terhadap pertambahan laju yang mendekati konstan sebagai masa pertambahan berat tubuh di antara harimau. Home range bertambah seiring laju berat tubuh yang lebih besar.
Saat ini, distribusi makanan dan perlindungan yang tidak teratur berdampak pada daerah jelajah menjadi tidak teratur. Harimau adalah satwa soliter dan memiliki daerah teritorial yang dipertahankan. Luas wilayah teritorialnya berbanding terbalik dengan ketersediaan mangsa yaitu, jika sedikit mangsa yang tersedia, luas teritorialnya akan lebih besar. Begitu pula sebaliknya.
Apa yang membuat harimau begitu tangguh menghadapi bermacam tipe kawasan hutan? tentu kebutuhan makanan untuk memenuhi energi, standar kesehatan, kebugaran dan stamina. Mungkin diperlukan makanan bernilai gizi tinggi. Daftar menu favorit pun beragam, ada rusa, babi, kijang, hingga mamalia kecil lainnya. Konon harimau sumatera juga menyukai durian.
Siklus rantai makanan
Satwa mangsa (prey) seperti rusa kijang dan babi hutan merupakan menu utama bagi harimau. Satwa mangsa tersebut merupakan herbivora. Mereka mengonsumsi variatif daun, tanaman perdu, rumput dan alang alang hingga buah-buahan yang jatuh dari pohon.
Kandungan gizi yang terdapat di tumbuhan, seperti fluktosa, protein (lemak), karbohidrat, berproses di dalam tubuh satwa mangsa. Secara alami satwa mangsa tersebut, jika ketiban sial, akan dimangsa oleh harimau.
Kandungan daging darah, limfa, hati hingga tulang sumsum akan diasup dengan baik oleh harimau. Mungkin kandungan yang terdapat dalam tubuh satwa mangsa tersebut memberikan energi dan kekuatan pisik prima bagi harimau untuk terus bergerak (locomotion).
Jika dirunut, tanah adalah bahan padat (mineral atau organik) yang terletak dipermukaan bumi, yang terus mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh faktor, seperti iklim, organisme dan bahan induk. Aspek yang terdapat dari kandungan tanah akan terserap secara kimiawi ke tumbuhan.
Tanah di hutan adalah tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran jutaan spesies tumbuhan, tanaman zat pemacu tumbuh seperti hormon, vitamin, dan enzim yang dapat meningkatkan kesediaan hara.
Tanaman hutan Sumatera subur dan kaya akan unsur hara, proses kimia rumit ini berasosiasi ke tanaman berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi (senyawa organik dan anorganik) sederhana dan unsur-unsur esensial seperti: N, P, K, Ca.
Dan secara biologi berfungsi sebagai habitat biota untuk menghasilkan biomass bagi tanaman di kawasan hutan, tanah dan tanaman hutan memberikan manfaat ke satwa mangsa.
Asumsi sederhananya adalah semakin subur tanah akan unsur hara maka semakin sehatlah satwa mangsa. Proses ini berimbas ke makanan dan habitat, semua proses alamiah ini saling memberi pengaruh terhadap kondisi harimau, hutan sehat, dan terjaga sangat ideal bagi harimau.
Jika hutan secara terus menerus dirusak digantikan dengan tanaman eksotis seperti sawit dan ekaliptus untuk kepentingan industri, maka dipastikan banyak kandungan unsur hara lepas dari alam, suatu saat hilangnya tanaman endemis di hutan Sumatera.
Ditambah lagi efek buruk dari kualitas udara saat ini berupa asap akibat kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau. Secara umum dapat dikatakan bahwa telah terjadi penurunan kualitas lingkungan di hutan Sumatera.
Harimau akan kehilangan pakan dan berkurangnya kemampuan adaptasi, suatu saat satwa mangsa akan mencari makanan baru, dan mungkin kualitas genetika satwa mangsa pun dalam bereproduksi pun turun. Hal ini berdampak pada satwa puncak rantai makanan.
Hampir sama dengan nasib satwa mangsa. Kini kondisi harimau pun berubah dan akan terjadi penurunan kualitas genetis akibat buruknya gizi satwa mangsa. Akibatnya daya jelajah yang biasanya luas ratusan hektare akan menurun. Mungkin keturunan harimau sumatera generasi sekarang tidak sekuat dan setangguh harimau sebelumnya.
Menurut Gilpin dan Soule, terdapat tiga faktor utama yang mempengaruhi ketahanan populasi terhadap kepunahan spesies. Pertama adalah variasi lingkungan, kedua variasi demografik, dan ketiga variasi genetik.
Semakin kecil ukuran populasi maka semakin rentan populasi tersebut. Ketiga faktor tersebut dapat menurunkan keberhasilan reproduksi, meninggikan tingkat kematian dan mendorong kepunahan.
Generasi Baru
Mungkin suatu saat, batasan teritorial dan home range seekor harimau yang dulunya ratusan kilometer akan menjadi puluhan atau ratusan meter saja. Suatu saat nanti harimau akan ditempatkan dalam pagar luas. Habitat buatan yang dibuat khusus oleh manusia untuk kepentingan perlindungan. Suatu saat nanti, batas khas keangkeran harimau di hutan, seperti bekas cakaran di pohon, sisa kencing dan gesekan di pohon sebagai penanda teritorial tak berlaku lagi.
Cepat atau lambat, generasi harimau sumatera baru akan datang. Harimau era tahun 50 hingga 2000-an yang garang akan berubah.
Perilaku soliter dan ciri khas kemisteriusan harimau sumatera bakal hilang. Sangar dengan auman keras yang khas dalam menjaga teritorinya sirna.
Harimau ke depan akan memakan apa adanya. Harimau menjadi satwa berkelompok dalam mencari makan, mangsa yang biasa bergerak dikejar dan diburu, kini hanya menunggu makanan dari manusia berupa daging potong, daging sapi olahan, plus minum susu sapi segar. Suatu saat nanti, tak ada lagi daging rusa, kijang, dan napoh.
Seperti saudaranya singa di Afrika, suatu saat nanti jumlah populasi harimau akan lebih mudah dilihat melalui pembatas pagar atau mobil tour wisata di habitat buatan.
Penghitungan jumlah individu mudah dilakukan. Mungkin penghitungan individu pun berdasarkan kelompok. Meneliti harimau pun relatif gampang, bisa menggunakan mobil tour safari.
Ke depan, di tahun 2050, jumlah populasi harimau sumatera akan terus bertambah, bahkan bisa mencapai 1.000 individu, tapi dalam pagar pembatas. (*)

